Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Arthur Hayes, salah satu pendiri BitMEX, dikenal sebagai figur yang berani dalam memberikan prediksi harga Bitcoin (BTC). Namun, kali ini ia memilih untuk menahan diri dan tidak terburu-buru masuk ke pasar.
Keputusan ini diambil di tengah situasi geopolitik yang memanas dan kebijakan moneter Amerika Serikat yang masih ketat. Langkah Hayes ini menjadi perhatian banyak pelaku pasar kripto yang menantikan sinyal pembelian dari tokoh berpengaruh tersebut.
Arthur Hayes secara terbuka menyatakan bahwa dirinya belum akan membeli Bitcoin (BTC) dalam waktu dekat. Ia menegaskan, keputusan untuk mulai berinvestasi akan diambil ketika The Fed mulai melonggarkan kebijakan moneter dan kembali mencetak uang.
Menurut Hayes, kebijakan pelonggaran moneter akan menjadi katalis utama yang mendorong harga Bitcoin (BTC) naik signifikan. Ia menilai, selama The Fed masih mempertahankan kebijakan ketat, risiko penurunan harga masih cukup besar.
Hayes juga menyoroti bahwa konflik geopolitik, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran, berpotensi memicu volatilitas tinggi di pasar keuangan. Ia memperkirakan, jika konflik berkepanjangan, The Fed kemungkinan besar akan terpaksa mencetak uang untuk mendukung pembiayaan militer. Dalam situasi tersebut, Hayes melihat peluang besar bagi Bitcoin (BTC) untuk kembali menguat. Namun, sebelum sinyal pelonggaran moneter muncul, ia memilih untuk bersikap hati-hati.
Baca juga: Harga Perak Murni 99,95% Hari Ini, Kamis 12 Maret 2026
Arthur Hayes sebelumnya dikenal sebagai sosok yang sangat bullish terhadap Bitcoin (BTC), bahkan sempat memprediksi harga akan mencapai $250.000 pada tahun 2026. Namun, dalam wawancara terbarunya, ia mengakui adanya kemungkinan harga Bitcoin (BTC) turun lebih dalam sebelum kembali naik.

Hayes memperkirakan, jika tekanan geopolitik dan ketatnya kebijakan moneter berlanjut, harga Bitcoin (BTC) bisa saja jatuh di bawah $60.000. Ia juga mengingatkan adanya potensi likuidasi besar-besaran yang dapat memperparah penurunan harga.
Pada saat artikel ini ditulis, harga Bitcoin (BTC) berada di kisaran $69.926, turun sekitar 45% dari rekor tertinggi di bulan Oktober sebesar $126.000. Hayes menilai, ketidakpastian global dan potensi aksi jual di pasar saham dapat menekan harga Bitcoin (BTC) lebih jauh.
Meski demikian, ia tetap optimis bahwa dalam jangka panjang, Bitcoin (BTC) akan kembali menguat seiring dengan pelonggaran kebijakan moneter. Hayes juga menegaskan, era harga Bitcoin (BTC) di bawah $100.000 tidak akan berlangsung lama.
Baca juga: Bitcoin (BTC) Tembus $70.000, Sentimen Sosial Media Meledak Usai Pernyataan Trump Soal Iran
Di sisi lain, sejumlah analis tetap optimis terhadap prospek jangka pendek Bitcoin (BTC) dan aset kripto lainnya. Michaël van de Poppe, salah satu analis terkemuka, menyoroti adanya dorongan positif dari kenaikan indeks Nasdaq yang dapat berdampak pada pasar kripto.
Ia berpendapat, saat ini sudah tidak banyak alasan untuk meragukan potensi kenaikan harga Bitcoin (BTC) dan altcoin dalam waktu dekat. Menurutnya, periode mendatang akan menjadi momentum penting bagi pasar kripto untuk kembali mencatatkan pertumbuhan signifikan.
Optimisme ini didasarkan pada korelasi antara pasar saham teknologi dan aset digital seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL). Van de Poppe menilai, sentimen positif di pasar saham akan menular ke pasar kripto, mendorong minat beli investor.
Ia juga menekankan bahwa ketidakpastian yang ada saat ini justru membuka peluang bagi investor yang berani mengambil risiko. Dengan demikian, meski Arthur Hayes memilih menunggu, banyak pelaku pasar yang tetap percaya pada potensi pertumbuhan kripto dalam waktu dekat.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman serta investasi emas crypto dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.