Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Lonjakan harga minyak mentah global yang menembus $120 per barel memicu kepanikan di pasar energi internasional. Negara-negara anggota G7 kini tengah mempertimbangkan langkah luar biasa dengan merilis hingga 400 juta barel dari cadangan strategis mereka.
Rencana ini menjadi intervensi terbesar sepanjang sejarah, sebagai respons atas ancaman serius di Selat Hormuz yang mengancam 20% pasokan minyak dunia. Situasi ini menimbulkan gejolak besar di pasar keuangan, memicu volatilitas harga dan kerugian besar bagi para pelaku pasar.
Pemerintah negara-negara G7, termasuk Amerika Serikat, tengah membahas pelepasan cadangan minyak strategis secara terkoordinasi melalui International Energy Agency (IEA). Jepang, sebagai pemilik cadangan minyak terbesar ketiga di dunia, awalnya membantah telah mengambil keputusan final, namun mengakui terus memantau perkembangan situasi.
Rencana pelepasan cadangan ini langsung membuat harga minyak anjlok tajam, dari puncak $120 menjadi sekitar $103.682 per barel, atau turun hampir 17% dalam waktu singkat. Penurunan harga ini menjadi bukti betapa sensitifnya pasar terhadap kebijakan strategis negara-negara besar.
Langkah G7 ini dipicu oleh kekhawatiran akan potensi blokade di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui seperlima pasokan minyak dunia. Jepang menjadi negara yang paling rentan, karena lebih dari 90% impor minyak mentahnya melewati selat tersebut.
Selain itu, Amerika Serikat juga mengalami lonjakan harga minyak domestik lebih dari $55 per barel dalam tiga bulan terakhir, hampir dua kali lipat dari harga sebelumnya. Jika harga tetap tinggi, pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan bisa terkontraksi hingga 0,5%, setara dengan hilangnya output ekonomi sebesar $160 miliar.
Baca Juga: 3 Alasan Robert Kiyosaki Yakin Bitcoin Bisa Meledak Hingga Rp4,22 Miliar di 2026!

Ancaman dari Iran terhadap Selat Hormuz telah menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya gangguan pasokan minyak secara global. Negara-negara seperti Irak dan Kuwait bahkan mulai menutup sebagian produksi mereka, dan Uni Emirat Arab diperkirakan akan mengikuti langkah serupa.
HFI Research memperingatkan bahwa pelepasan cadangan minyak oleh G7 kemungkinan hanya akan menjadi solusi sementara. Jika gangguan pengiriman tanker berlanjut hingga akhir Maret, diperkirakan sekitar 450 juta barel minyak akan hilang dari inventaris global, sedikit lebih banyak dari jumlah cadangan yang akan dilepas.
Volatilitas harga minyak juga berdampak langsung pada para trader dan investor di pasar keuangan. Salah satu dompet kripto yang teridentifikasi oleh Arkham, milik trader meme coin terkenal, mengalami kerugian hingga $3,5 juta dari posisi short crude oil senilai $12 juta. Sebaliknya, ada juga trader yang berhasil meraup keuntungan lebih dari $1 juta dengan membuka posisi short leverage 5x tepat sebelum kabar pelepasan cadangan minyak G7 beredar. Fenomena ini menunjukkan betapa cepatnya perubahan sentimen pasar akibat kebijakan geopolitik dan intervensi pemerintah.
Di tengah gejolak harga minyak, muncul perdebatan sengit mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Investor ternama, Anthony Pompliano, menegaskan bahwa lonjakan harga minyak seharusnya tidak menjadi alasan bagi The Fed untuk menahan penurunan suku bunga. Menurutnya, ekonomi AS saat ini berada dalam kondisi deflasi struktural, sehingga satu komoditas seperti minyak tidak cukup kuat untuk mengubah arah kebijakan moneter secara keseluruhan.
Pompliano bahkan mendorong agar The Fed tetap agresif memangkas suku bunga pada paruh pertama tahun ini. Sementara itu, mantan Presiden Donald Trump menyatakan bahwa harga minyak akan segera turun drastis jika ancaman nuklir Iran dapat diselesaikan. Ia menyebut kenaikan harga minyak saat ini sebagai “harga kecil yang harus dibayar” demi stabilitas global.
Sejarah mencatat, cadangan minyak strategis biasanya hanya dilepas pada saat krisis besar seperti Perang Teluk pertama tahun 1990 dan bencana Fukushima 2011. Namun, skala pelepasan kali ini menunjukkan bahwa ancaman di Selat Hormuz dipandang setara dengan krisis-krisis besar tersebut.
Langkah G7 untuk melepas cadangan minyak strategis dalam jumlah besar menjadi sinyal kuat bahwa dunia tengah menghadapi ancaman serius terhadap stabilitas energi global. Namun, para analis memperingatkan bahwa solusi ini hanya bersifat sementara, karena cadangan yang dilepas harus diisi kembali di masa depan, yang berpotensi menambah tekanan pada harga minyak. Keberhasilan intervensi ini sangat bergantung pada seberapa cepat jalur pelayaran di Selat Hormuz dapat kembali normal. Jika tidak, dunia bisa menghadapi krisis energi yang lebih dalam dan berkepanjangan.
Baca Juga: Altcoin Season Index: Indikator Penting untuk Mengetahui Altseason
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

Bayangkan kamu bisa memantau dan berpotensi mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga minyak dunia secara langsung melalui aset crypto. Salah satu caranya adalah melalui Chevron (CVXON) dan saham AS lainnya yang dapat kamu akses di platform Pintu, sehingga investor dapat mengikuti dinamika pasar energi global dari ekosistem cryptocurrency.
Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, kamu bisa melihat pergerakan harga, melakukan transaksi dengan mudah, serta menjelajahi peluang diversifikasi portofolio antara aset komoditas global dan crypto dalam satu aplikasi.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.