Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Lonjakan fear index pasar (VIX) ke level 31 memicu gejolak global, mendorong harga emas naik tajam dan menciptakan tekanan baru pada pasar crypto dan cryptocurrency.

Indeks volatilitas CBOE (VIX) melonjak ke level 31,05 atau naik sekitar 13,16% dalam satu sesi, menandakan ketidakpastian tinggi di pasar global. Level di atas 30 secara historis mencerminkan kondisi pasar yang penuh tekanan dan ekspektasi volatilitas tinggi dalam 30 hari ke depan.
Lonjakan ini dipicu oleh konflik geopolitik di Timur Tengah, terutama ketegangan terkait Iran yang berdampak pada distribusi energi global. Ketidakpastian tersebut membuat investor cenderung menghindari aset berisiko, termasuk cryptocurrency seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).
Baca Juga: 5 Fakta Besar BVNK Crypto: Mastercard Invest Rp30 Triliun untuk Masa Depan Stablecoin?

Harga minyak global bergerak di kisaran $99 hingga $115 per barel atau sekitar Rp1.681.911 hingga Rp1.953.735. Kenaikan ini terjadi karena gangguan pasokan di Selat Hormuz yang mengalirkan sekitar 20% suplai minyak dunia.
Lonjakan harga energi ini memicu tekanan inflasi global karena biaya produksi dan distribusi meningkat. Dampaknya, bank sentral seperti The Fed cenderung menahan suku bunga tinggi lebih lama, yang biasanya menekan aset berisiko seperti crypto.

Emas diperdagangkan di sekitar $4.491 per ons atau sekitar Rp76.281.099, menjadikannya aset safe haven utama di tengah ketidakpastian. Permintaan emas meningkat karena investor mencari perlindungan dari inflasi dan volatilitas pasar.
Meski suku bunga tinggi biasanya menekan emas, kondisi geopolitik saat ini membuat permintaan tetap kuat. Hal ini menunjukkan bahwa faktor ketidakpastian global lebih dominan dibanding kebijakan moneter dalam jangka pendek.
Berbeda dengan emas, harga perak turun ke sekitar $69,82 atau Rp1.186.172 per ons setelah sebelumnya sempat mencapai level lebih tinggi. Penurunan ini dipengaruhi oleh profit taking dan sensitivitas perak terhadap permintaan industri.
Meskipun demikian, perak masih menunjukkan stabilitas relatif dalam kondisi risk-off. Hal ini menandakan bahwa investor tetap mempertahankan sebagian eksposur ke logam mulia selain emas.
Inflasi di AS tercatat sekitar 2,4%, masih di atas target 2% sehingga membuka kemungkinan kebijakan “higher for longer”. JPMorgan bahkan memperkirakan hanya satu kali pemangkasan suku bunga sebesar 0,25% sepanjang 2026.
Kondisi ini berdampak langsung pada likuiditas global yang cenderung ketat. Dalam konteks crypto, likuiditas rendah biasanya menekan harga karena aliran dana ke aset berisiko menjadi terbatas.
Pasar crypto dan cryptocurrency seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Ripple (XRP) cenderung mengalami tekanan saat volatilitas global meningkat. Investor institusi biasanya memindahkan dana ke aset yang lebih aman seperti emas dan obligasi.
Namun, crypto tetap menunjukkan ketahanan karena dianggap sebagai alternatif aset lindung nilai oleh sebagian investor. Dalam beberapa kasus, Bitcoin (BTC) bahkan diposisikan sebagai “digital gold” di tengah ketidakpastian ekonomi.
Ada beberapa indikator utama yang perlu kamu pantau untuk memahami arah pasar selanjutnya:
Jika ketegangan mereda, volatilitas bisa turun dengan cepat dan mendorong pemulihan pasar crypto. Namun jika krisis berlanjut, skenario “risk-off” kemungkinan akan bertahan lebih lama dan menahan kenaikan aset berisiko.
Baca Juga: Apa itu Grok AI? AI Real-Time dari Elon Musk yang Jadi Pesaing ChatGPT di 2026
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.