Strategy Borong 46.000 BTC, Analis Sebut Bitcoin Berpeluang Tembus $110.000!

Di-update
April 7, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan setelah perusahaan Strategy milik Michael Saylor dilaporkan menyerap hampir tiga kali pasokan baru BTC dalam lebih dari satu bulan terakhir. Aksi akumulasi agresif ini dinilai mampu menggagalkan pola bearish yang sebelumnya mengindikasikan potensi penurunan tajam.

Di tengah kondisi pasar crypto yang masih penuh ketidakpastian, permintaan besar dari institusi tersebut justru memicu spekulasi bahwa Bitcoin bisa melonjak menuju level $110.000 atau sekitar Rp1.768.470.000. Perkembangan ini membuat analis menilai struktur pasar cryptocurrency sedang memasuki fase penting yang dapat menentukan arah jangka menengah.

Strategy Serap Pasokan Bitcoin Lebih Cepat dari Miner

Bitcoin saat ini masih bergerak dalam pola bear flag yang secara teknikal biasanya mengindikasikan kelanjutan tren turun. Pola ini bahkan sempat memproyeksikan potensi penurunan harga hingga di bawah $50.000 atau sekitar Rp803.850.000 jika tekanan jual meningkat. Namun, akumulasi besar oleh Strategy membuat skenario bearish tersebut mulai diragukan. Permintaan institusional yang besar dianggap mampu menyerap likuiditas pasar dan menahan tekanan jual.

Grafik kepemilikan BTC Strategy. Sumber: BitcoinQuant.co/Cointelegraph

Sejak 2 Maret, kepemilikan Bitcoin Strategy meningkat sebesar 46.233 BTC. Dalam periode yang sama, penambangan Bitcoin oleh miner hanya menghasilkan sekitar 16.200 BTC. Artinya, Strategy menyerap hampir tiga kali pasokan baru yang masuk ke pasar. Kondisi ini menciptakan ketidakseimbangan antara supply dan demand yang berpotensi mendorong harga cryptocurrency lebih tinggi.

Analisis penjualan STRC di pasar terbuka. Sumber: BitcoinQuant.co/Cointelegraph

Sebagian besar pembelian tersebut didanai melalui penerbitan saham preferen variabel bernama STRC. Ketika harga STRC berada di sekitar nilai nominal $100, Strategy terus menerbitkan saham baru untuk mengumpulkan dana. Dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli Bitcoin secara langsung di pasar. Strategi ini membuat permintaan BTC meningkat secara konsisten.

Baca juga: Perbedaan Bitcoin vs Ethereum: Dua Raksasa Crypto yang Menguasai Pasar

Dalam salah satu transaksi terbaru, Strategy berhasil mengumpulkan dana sebesar $102,6 juta atau sekitar Rp1.649.500.200.000. Dana tersebut digunakan untuk membeli Bitcoin senilai lebih dari $330 juta atau sekitar Rp5.305.410.000.000. Setelah pembelian tersebut, harga Bitcoin tercatat naik lebih dari 6,65%. Kenaikan ini memperkuat korelasi antara akumulasi Strategy dan pergerakan harga BTC.

Pola Bear Flag Berpotensi Gagal, Target $110K Menguat

Secara teknikal, Bitcoin masih berada dalam pola bear flag setelah mengalami penurunan tajam sebelumnya. Namun, pola tersebut akan batal jika harga mampu menembus garis tren atas di area pertengahan $70.000. Breakout tersebut akan mengubah struktur pasar menjadi bullish. Target kenaikan berikutnya diperkirakan berada di kisaran $108.000 hingga $110.000.

Jika Bitcoin mencapai $110.000, maka harga tersebut setara dengan sekitar Rp1.768.470.000. Level ini juga sejalan dengan proyeksi measured move dari pola teknikal yang terbentuk. Banyak analis melihat kemungkinan ini semakin besar jika akumulasi institusi terus berlanjut. Kondisi ini dapat menciptakan rally baru di pasar crypto.

Sumber: Cointelegraph

Situasi serupa pernah terjadi pada tahun 2018 ketika pola bearish gagal dan harga Bitcoin justru berbalik naik. Saat itu, BTC membentuk rising wedge yang seharusnya bearish namun berujung breakout. Setelah breakout, harga Bitcoin melonjak signifikan dalam siklus berikutnya. Perbandingan ini memperkuat argumen bahwa pola saat ini bisa menghasilkan skenario serupa.

Baca juga: Grayscale Sebut 5 Altcoin Ini Masuk ‘Buy Zone’, Saatnya Akumulasi Crypto?

Selain itu, posisi Bitcoin saat ini juga berada dekat dengan rata-rata pergerakan sederhana 200 minggu. Level ini secara historis menjadi area support kuat selama beberapa siklus sebelumnya. Pada 2018, Bitcoin memantul dari area tersebut sebelum naik lebih dari 1.900%. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan terbentuknya dasar harga jangka panjang.

Akumulasi Institusi Bisa Dorong Target Lebih Tinggi

Selain target $110.000, beberapa analis bahkan memperkirakan potensi kenaikan lebih tinggi. Jika Strategy terus membeli Bitcoin dengan kecepatan saat ini, harga bisa terdorong lebih agresif. Beberapa proyeksi ekstrem menyebut kemungkinan Bitcoin mencapai $400.000. Nilai tersebut setara sekitar Rp6.430.800.000 per BTC.

Namun, skenario bullish ini tetap bergantung pada keberlanjutan permintaan institusional. Ketika harga STRC sempat turun di bawah nilai nominal, penerbitan saham Strategy melambat. Pada periode sebelumnya, perlambatan ini diikuti koreksi Bitcoin hingga 25% sampai 40%. Hal ini menunjukkan peran Strategy sangat besar terhadap dinamika pasar.

Penjualan oleh whale dan long-term holder juga sempat memberikan tekanan pada harga. Namun, akumulasi besar dari institusi mampu menyeimbangkan tekanan tersebut. Jika permintaan tetap kuat, struktur pasar dapat berubah menjadi bullish. Kondisi ini berpotensi menarik lebih banyak modal baru ke sektor cryptocurrency.

Selain itu, meningkatnya minat institusional juga dapat memperkuat legitimasi Bitcoin sebagai aset makro. Banyak perusahaan mulai mempertimbangkan BTC sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Hal ini dapat memperluas basis investor di luar komunitas crypto tradisional. Kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut membuka peluang rally lanjutan.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoinusdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.