Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Tiga saham berbasis crypto kembali menarik perhatian pasar setelah analis TD Cowen menyebut emiten ini berpotensi mengungguli ETF Bitcoin (BTC) jika harga aset digital pulih pada 2026. Dalam laporan yang dikutip CoinDesk, perusahaan yang dibahas adalah Nakamoto, SharpLink Gaming, dan Strive, yang dinilai punya strategi berbeda dari ETF biasa karena tidak hanya menyimpan aset cryptocurrency, tetapi juga menjalankan bisnis operasional, akumulasi treasury, dan dalam beberapa kasus menghasilkan pendapatan tambahan dari staking.
Bagi kamu yang masih pemula, kabar ini penting karena menunjukkan bahwa eksposur ke crypto kini tidak hanya datang dari membeli koin secara langsung, tetapi juga dari saham perusahaan yang terkait erat dengan ekosistem aset digital.
Menurut laporan tersebut, analis Lance Vitanza memulai cakupan dengan rekomendasi beli untuk tiga saham crypto: Nakamoto (NAKA), SharpLink Gaming (SBET), dan Strive (ASST). Argumen utamanya adalah perusahaan-perusahaan ini dapat meningkatkan kepemilikan token per saham, sehingga potensi kenaikannya bisa lebih besar dibanding ETF spot yang umumnya hanya mengikuti harga aset acuan. Dengan kata lain, ketika pasar cryptocurrency kembali pulih, saham seperti ini bisa memberi leverage tambahan bagi investor.
Pandangan itu tentu bukan tanpa risiko, karena performanya sangat bergantung pada strategi manajemen, akses pendanaan, dan harga Bitcoin maupun Ethereum (ETH). Namun, secara konsep, model ini menarik karena perusahaan tidak hanya menjadi “wadah pasif” seperti ETF, melainkan juga menjalankan strategi treasury secara aktif. Buat kamu yang ingin memahami pasar crypto lebih dalam, ini memperlihatkan bahwa saham terkait aset digital mulai berkembang menjadi kelas eksposur tersendiri.
Baca Juga: Volume Gold, Oil, dan Silver Perpetual Meledak 65.463%: Ada Apa?

Nakamoto mendapat target harga 1 dolar AS, sementara harga penutupan sebelumnya berada di 0,21 dolar AS. Dengan kurs 1 dolar AS = Rp17.089, target itu setara sekitar Rp17.089 dari posisi sekitar Rp3.589 per saham, yang berarti potensi kenaikannya mendekati 376%. TD Cowen mengaitkan valuasi ini dengan estimasi kenaikan nilai Bitcoin sebesar 394 juta dolar AS, atau sekitar Rp6,73 triliun, pada tahun fiskal 2027.
Yang membuat Nakamoto menarik adalah modelnya tidak hanya bertumpu pada akumulasi Bitcoin (BTC) langsung. Perusahaan ini juga memiliki eksposur ke perusahaan treasury Bitcoin luar negeri serta bisnis media, advokasi Bitcoin, dan manajemen aset digital. Kombinasi itu dianggap menciptakan sinergi yang bisa membuat sahamnya bergerak lebih agresif daripada ETF Bitcoin biasa saat sentimen pasar membaik.
SharpLink Gaming memperoleh rating beli dengan target harga 16 dolar AS, atau sekitar Rp273.424, dari harga penutupan 6,42 dolar AS atau sekitar Rp109.711. Proyeksi ini didasarkan pada estimasi kenaikan nilai Ethereum sebesar 93 juta dolar AS, setara sekitar Rp1,59 triliun, dan asumsi harga Ethereum mencapai 3.650 dolar AS atau sekitar Rp62,37 juta pada akhir 2026. Ini menunjukkan bahwa narasi crypto di pasar saham tidak hanya berpusat pada Bitcoin, tetapi juga pada Ethereum sebagai aset treasury perusahaan.
Poin yang paling menarik dari SharpLink adalah fokusnya pada pertumbuhan ETH per saham melalui operasi treasury dan staking. TD Cowen menilai perusahaan ini berpotensi menghasilkan staking yield yang lebih baik daripada ETF Ether, sebab investor ETF masih terbebani biaya produk dan tidak semua dana dapat di-stake secara maksimal. Bagi investor pemula, ini memberi gambaran bahwa imbal hasil di ekosistem cryptocurrency bisa datang bukan hanya dari kenaikan harga, tetapi juga dari mekanisme pendapatan jaringan.

Strive memperoleh target harga 26 dolar AS, atau sekitar Rp444.314, dari harga penutupan 9,64 dolar AS atau sekitar Rp164.738. Proyeksi itu didorong oleh estimasi kenaikan nilai Bitcoin sebesar 142 juta dolar AS, setara sekitar Rp2,43 triliun, dengan asumsi harga BTC mencapai 140.000 dolar AS atau sekitar Rp2,39 miliar pada akhir 2026. Secara sederhana, TD Cowen melihat Strive sebagai kandidat yang bisa tumbuh bukan hanya dari harga Bitcoin, tetapi juga dari strategi ekspansi korporasi.
Analis menyoroti bahwa Strive menjadi perusahaan treasury Bitcoin publik pertama yang mengakuisisi perusahaan sejenis, yakni Semler Scientific pada Januari 2026. Langkah ini dinilai sebagai sinyal penting bahwa perusahaan treasury crypto dapat berkembang lewat konsolidasi, terutama bila banyak emiten diperdagangkan di bawah nilai aset Bitcoin yang mereka miliki. Jadi, buat kamu yang mengikuti sektor crypto, saham seperti Strive menghadirkan kombinasi antara narasi aset digital, bisnis operasional, dan strategi merger.
Inti dari laporan ini adalah bahwa saham crypto bisa menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi daripada ETF Bitcoin, tetapi dengan risiko yang juga lebih besar. ETF biasanya lebih sederhana karena hanya melacak harga aset, sedangkan saham treasury crypto bergantung pada eksekusi bisnis, keputusan manajemen, dan struktur pendanaan perusahaan. Karena itu, potensi return yang tinggi harus dibaca bersamaan dengan volatilitas dan ketidakpastian yang lebih besar.
Bagi kamu yang baru masuk ke dunia cryptocurrency, berita ini bisa menjadi pengingat bahwa ada banyak cara untuk memperoleh eksposur ke crypto selain membeli koin secara langsung. Namun, setiap instrumen memiliki profil risiko yang berbeda, mulai dari ETF, saham treasury, hingga aset digital itu sendiri. Pendekatan paling sehat tetap netral dan berbasis riset, yaitu memahami model bisnis perusahaan terlebih dahulu sebelum menilai apakah saham terkait crypto benar-benar layak masuk radar investasi.
Baca Juga: 5 Fase Siklus BTC Menuju $215.000: Target Bitcoin Rp3,65 Miliar?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Bayangkan kamu bisa beli saham perusahaan besar seperti Nvidia (NVDAX), Amazon (AMZNX), Meta (METAX) dalam bentuk token hanya dengan modal belasan ribu rupiah. Kabar baiknya, kini kamu bisa melakukan jual/beli token saham AS tertokenisasi dari xStocks dan Ondo di Pintu.
Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, sekarang kamu dapat menikmati proses penyelesaian transaksi untuk saham AS tertokenisasi yang lebih cepat, modal awal yang lebih terjangkau, serta pengalaman investasi yang lebih global.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.