Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Pasar mata uang kripto atau cryptocurrency kembali dikejutkan dengan kondisi Chia (XCH) yang menyentuh titik terendah sepanjang masa di angka Rp38.544 pada April 2026. Meskipun harga aset ini telah anjlok hingga 99,9% dari rekor tertingginya, tim pengembang tetap aktif membangun infrastruktur untuk aset dunia nyata atau real-world assets (RWA). Kamu perlu memahami apakah momentum teknis dan adopsi institusional terbaru ini mampu menjadi bahan bakar untuk pemulihan harga XCH di masa depan.
Harga Chia (XCH) saat ini diperdagangkan di kisaran Rp38.544 hingga Rp42.827, yang hanya berjarak sangat tipis dari titik terendah sepanjang masa. Indikator teknis seperti SMA 200 hari menunjukkan resistensi kuat pada level Rp86.511, sehingga pemulihan harga memerlukan volume beli yang masif. Kamu harus tetap waspada karena likuiditas pasar yang tipis membuat pergerakan harga menjadi sangat sensitif terhadap tekanan jual dari para penambang atau farmers.
Penurunan drastis dari rekor tertinggi Rp33.131.354 pada tahun 2021 mencerminkan hilangnya premi spekulasi yang pernah menyelimuti proyek ini saat peluncuran perdananya. Meskipun harga sedang terpuruk, Chia tetap menduduki peringkat keenam secara global dalam hal aktivitas pengembangan infrastruktur RWA menurut data Santiment Februari 2026. Proyek ini tetap aktif melakukan pemutakhiran jaringan melalui versi 2.7.0 demi menjaga keamanan sistem desentralisasi mereka.
Baca Juga: 5 Fakta Blokade Selat Hormuz: Harga Minyak Melejit 7%, Bitcoin (BTC) Anjlok ke Rp1,2 Miliar!

Teknologi inti Chia menggunakan konsensus Proof of Space and Time (PoST) yang diklaim jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan mekanisme penambangan Bitcoin (BTC). Kamu dapat memanfaatkan fitur “clawback” transaksi yang memungkinkan pembatalan pengiriman dana ke alamat yang salah dalam jendela waktu tertentu. Inovasi ini sangat krusial bagi kepatuhan institusi keuangan karena menyediakan lapisan keamanan tambahan yang tidak dimiliki oleh jaringan Ethereum (ETH).
Bahasa pemrograman khusus bernama Chialisp dirancang dari awal untuk mengutamakan keamanan serta kemudahan proses audit pada setiap kontrak pintar yang dijalankan. Fitur penahanan terprogram dengan kunci multi-tanda tangan atau multi-signature kini sudah ditegakkan secara on-chain untuk mendukung ekosistem crypto yang lebih stabil. Hal ini membuat arsitektur Chia menjadi pilihan menarik bagi bank dan manajer aset yang membutuhkan standar pengawasan yang sangat ketat.
Chia Network telah membuktikan kegunaannya melalui kemitraan strategis dengan World Bank Climate Warehouse untuk melacak perdagangan kredit karbon secara transparan. Negara-negara seperti Bhutan dan Kosta Rika juga telah mengadopsi perangkat lunak berbasis blockchain Chia untuk mengelola inventaris iklim nasional mereka secara mandiri. Kamu bisa melihat bahwa adopsi ini adalah bukti nyata penggunaan teknologi blockchain di tingkat kedaulatan negara, bukan sekadar uji coba tanpa arah.
Kolaborasi dengan SpaceKnow juga memungkinkan integrasi data satelit untuk kebutuhan sektor teknologi pertanian atau AgroTech melalui fitur Chia DataLayer. Infrastruktur aktif ini membantu harmonisasi data registri karbon global agar akuntansi karbon menjadi lebih akurat dan terhindar dari manipulasi data. Penggunaan nyata di sektor lingkungan ini memberikan narasi yang kuat bagi XCH sebagai koin yang memiliki nilai fundamental di dunia nyata.
Salah satu faktor terbesar yang dapat memicu kenaikan harga adalah potensi persetujuan produk investasi terdaftar dari SEC melalui kemitraan dengan Permuto Capital. Jika produk pembagian saham dividen AS ini disetujui, Chia akan menjadi infrastruktur blockchain pertama yang meng-host produk sekuritas terdaftar secara resmi. Kamu harus memantau perkembangan ini karena validasi regulasi tersebut akan menarik minat investor institusional secara besar-besaran ke dalam ekosistem Chia.
Rencana penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) oleh Chia Network Inc juga menjadi sorotan utama karena perusahaan telah mengajukan dokumen S-1 secara rahasia. Keberhasilan IPO akan menciptakan ekuitas publik yang berhubungan langsung dengan kesuksesan jaringan blockchain XCH sekaligus meningkatkan cakupan riset institusional secara global. Langkah strategis ini dipimpin oleh mantan CEO NASDAQ, Gene Hoffman, yang memiliki visi untuk membawa industri cryptocurrency ke dalam sistem keuangan tradisional yang patuh hukum.

Prediksi harga untuk sisa tahun 2026 memperkirakan XCH akan berkonsolidasi di rentang Rp33.919 hingga Rp85.655 tergantung pada hasil pemutakhiran jaringan atau soft fork terbaru. Jika narasi IPO dan adopsi RWA mulai memberikan dampak positif, harga diproyeksikan mampu menembus kembali level Rp342.620 pada tahun 2027 mendatang. Kamu perlu mempertimbangkan siklus halving Bitcoin (BTC) pada tahun 2028 yang biasanya memicu kenaikan harga pada berbagai altcoin lain seperti Ripple (XRP) atau Solana (SOL) di pasar global.
Untuk target jangka panjang di tahun 2030, beberapa analis optimis harga XCH bisa menyentuh angka Rp548.192 hingga Rp3.254.890 jika adopsi perusahaan mencapai skala masif. Namun, terdapat juga skenario terburuk di mana harga bisa terus tergerus jika likuiditas tetap rendah dan tekanan jual dari cadangan strategis tidak kunjung mereda. Kamu disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada aset yang sedang berada di titik terendah ini.
Baca Juga:Â 3 Alasan Ethereum (ETH) Disebut Undervalued: Transaksi 200 Juta Tapi Harga Turun 30%?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.