Bursa Saham AS Cetak Rekor Rp120 Juta, Tom Lee Beberkan 3 Alasan Wall Street Kebal Krisis!

Di-update
April 17, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Jakarta, Pintu News – Pasar saham Amerika Serikat baru saja menunjukkan ketangguhan luar biasa dengan mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa pada April 2026. Indeks S&P 500 dan Nasdaq berhasil menghapus seluruh kerugian akibat konflik Timur Tengah, membuktikan bahwa ekonomi AS memiliki daya serap yang tinggi terhadap guncangan eksternal. Tom Lee, Chairman BitMine, menyatakan bahwa posisi pasar saat ini jauh lebih kuat dibandingkan awal tahun, didorong oleh fundamental ekonomi yang kokoh dan adaptasi pasar terhadap harga energi yang dinamis.

Ketangguhan Wall Street di Tengah Lonjakan Harga Minyak

Meskipun harga minyak sempat meroket di atas $100 per barel akibat blokade Selat Hormuz, bursa saham AS tetap mampu bangkit dan mencatatkan performa positif. S&P 500 ditutup pada level 7.022,95 pada 15 April, melampaui rekor sebelumnya di bulan Januari, sementara Nasdaq menyentuh angka 24.016. Tom Lee menekankan bahwa kemampuan pasar menyerap kejutan harga minyak ini menunjukkan dominasi ekonomi AS dibandingkan negara lain yang lebih rentan terhadap krisis energi.

  • Rekor S&P 500 (15 April): 7.022,95 (naik dari rekor Januari)
  • Rekor Nasdaq (15 April): 24.016
  • Harga Minyak Sempat Tembus: $100 (sekitar Rp1.712.900) per barel

Kenaikan ini didorong oleh optimisme pasar mengenai de-eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Kamu bisa melihat bahwa investor mulai kembali masuk ke aset berisiko termasuk bursa saham dan cryptocurrency, karena kekhawatiran akan perang skala besar mulai mereda. Kemandirian energi AS menjadi faktor kunci yang membuat Wall Street tetap berdiri tegak saat bursa global lainnya terguncang.

Baca Juga: 5 Alasan Stellar (XLM) Bakal Tembus Rp17.128 di 2030, Investor Wajib Tahu!

Laba Perusahaan Meningkat Akibat Belanja Pertahanan

Alasan kedua yang dikemukakan oleh Tom Lee adalah peningkatan laba perusahaan (corporate earnings) yang justru terstimulasi oleh kondisi konflik. Pemerintah AS dilaporkan menggelontorkan belanja pertahanan sebesar $30 miliar atau sekitar Rp513,8 triliun per bulan, yang bahkan berpotensi naik dua kali lipat menjadi Rp1,02 kuadriliun per bulan. Hal ini secara paradoks justru memberikan dorongan positif bagi pertumbuhan ekonomi domestik di tengah situasi perang.

Peningkatan pengeluaran rumah tangga akibat kenaikan harga minyak sebesar $20 hanya menambah beban sekitar Rp205 triliun per bulan, yang mana jumlah ini jauh lebih kecil dibandingkan stimulus dari belanja negara. Lee berargumen bahwa secara bersih (net basis), situasi konflik ini justru membantu laba perusahaan-perusahaan besar di AS tetap bertumbuh. Keyakinan ini memberikan rasa aman bagi para pemegang aset cryptocurrency dan saham untuk tetap mempertahankan posisi mereka di pasar.

Kejutan Inflasi dari Minyak Ternyata Lebih Ringan

Alasan terakhir adalah data sejarah yang menunjukkan bahwa lonjakan harga minyak tidak selalu memicu ledakan inflasi inti yang separah yang ditakutkan pasar. Lee berpendapat bahwa dampak kenaikan harga energi terhadap inflasi secara keseluruhan diprediksi akan lebih ringan dari estimasi awal para ekonom. Hal ini memberikan ruang bagi bank sentral untuk tetap menjaga kebijakan moneter yang mendukung pertumbuhan pasar modal tanpa tekanan inflasi yang mencekik.

  • Target S&P 500 Tom Lee (2026): 7.300 (potensi kenaikan 4%)
  • Belanja Pertahanan Bulanan: $30 – $60 Miliar (Rp513,8 – Rp1.027 Triliun)
  • Beban Rumah Tangga Akibat Minyak: $12 Miliar (Rp205,5 Triliun)

Dengan target S&P 500 di level 7.300, Tom Lee melihat masih ada potensi keuntungan tambahan sebesar 4% bagi kamu yang berinvestasi di pasar saham hingga akhir tahun. Situasi ini menunjukkan bahwa pasar modal AS telah menemukan cara untuk tetap menguntungkan bahkan dalam kondisi geopolitik yang penuh tekanan. Kejelasan mengenai dampak inflasi ini menjadi angin segar bagi stabilitas ekonomi global di kuartal kedua tahun 2026.

Baca Juga: 5 Fakta Enjin Coin (ENJ) Meledak 300% di April 2026! Target Berikutnya Rp1.595?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Trading Token Saham AS di Pintu

Bayangkan kamu bisa beli saham perusahaan besar seperti Nvidia (NVDAX), Amazon (AMZNX), Meta (METAX) dalam bentuk token hanya dengan modal belasan ribu rupiah. Kabar baiknya, kini kamu bisa melakukan jual/beli token saham AS tertokenisasi dari xStocks dan Ondo di Pintu.

Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, sekarang kamu dapat menikmati proses penyelesaian transaksi untuk saham AS tertokenisasi yang lebih cepat, modal awal yang lebih terjangkau, serta pengalaman investasi yang lebih global.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.