3 Skenario dan Prediksi Bitcoin (BTC) ke Rp1 Miliar Menurut Arthur Hayes

Di-update
April 17, 2026
Bagikan

Jakarta, Pintu News – Jakarta, Pintu News – Arthur Hayes, tokoh sentral di balik kesuksesan BitMEX, baru saja mengeluarkan peringatan keras mengenai kondisi pasar cryptocurrency yang tengah mengalami guncangan hebat pada April 2026. Menurut Hayes, kebingungan komunitas kripto mengenai alasan di balik kejatuhan harga justru menjadi sinyal bahwa dasar pasar belum tercapai. Kamu perlu memahami bahwa Hayes membagi potensi risiko global menjadi skenario yang sangat ekstrem, mulai dari dampak kecerdasan buatan (AI) hingga ketegangan geopolitik yang memicu krisis energi dunia.

Skenario 1: Krisis Kredit AI dan Deflasi Massal

teknologi artificial intelligence
Thomson Reuters

Hayes berpendapat bahwa ancaman terbesar bagi ekonomi Amerika Serikat saat ini bukanlah inflasi, melainkan gelombang pengangguran massal akibat teknologi AI yang menggantikan pekerja kerah putih. Ekonomi AS yang 70% digerakkan oleh konsumsi rumah tangga sangat rentan terhadap gagal bayar kredit karena pendapatan pekerja pengetahuan (knowledge workers) yang anjlok drastis. Berikut adalah beberapa data perbandingan pendapatan yang disoroti oleh Hayes:

  • Gaji rata-rata pekerja kerah putih: $85.000 – $90.000 (sekitar Rp1,45 Miliar – Rp1,54 Miliar).
  • Tunjangan pengangguran tahunan: $28.000 (sekitar Rp479 Juta).
  • Penurunan pendapatan: Sekitar 68% yang memicu gagal bayar cicilan bank.

Hayes memperingatkan bahwa krisis ini bisa menyamai parahnya kehancuran subprime mortgage tahun 2008 karena bank akan dipenuhi aset bermasalah. Dalam skenario ini, Bitcoin (BTC) mungkin hanya akan mengalami pemulihan terbatas ke level $80.000 (sekitar Rp1,37 Miliar) sebelum Federal Reserve (Fed) terpaksa menyuntikkan likuiditas besar-besaran. Kamu disarankan untuk tetap waspada terhadap laporan angka pengangguran yang bisa menjadi pemicu kepanikan pasar lebih lanjut.

Baca Juga: 5 Alasan Stellar (XLM) Bakal Tembus Rp17.128 di 2030, Investor Wajib Tahu!

Skenario 2: Matinya Petrodollar dan Kejayaan Yuan-Emas

adopsi yuan digital
Sumber: The Daily Guardian

Skenario kedua yang dipetakan oleh Hayes adalah penguasaan Iran atas Selat Hormuz yang memaksa kapal-kapal dunia membayar “tol” dalam bentuk Yuan (CNY) atau cryptocurrency. Hal ini akan menghantam dominasi dolar AS (Petrodollar) karena negara-negara besar akan dipaksa menjual surat utang Treasury AS untuk membeli emas fisik sebagai alat tukar dengan China. Kamu bisa melihat pergeseran ini melalui data ekspor emas AS yang melonjak tajam baru-baru ini:

  • Kenaikan ekspor emas non-moneter AS: 342% dibandingkan tahun lalu.
  • Aliran dana keluar dari aset asing di Fed: $63 Miliar (sekitar Rp1,07 Kuadriliun).
  • Mata uang perdagangan utama masa depan: Yuan (CNY) dan Emas fisik.

Menurut Hayes, jika memegang dolar tidak lagi bisa menjamin keamanan logistik perdagangan, maka minat terhadap dolar akan menghilang secara permanen. Bitcoin (BTC) dalam kondisi ini akan bertindak sebagai “alarm asap likuiditas” yang menunjukkan kerentanan sistem keuangan tradisional. Hayes sendiri mengakui bahwa portofolionya saat ini terdiri dari 90% Bitcoin (BTC) dan emas untuk berlindung dari ketidakpastian ini.

Skenario 3: Perang Iran dan Cetak Uang Besar-besaran

crypto perang iran as
Generated by AI

Skenario terakhir adalah opsi militer di mana AS mencoba membuka paksa Selat Hormuz, yang berisiko menghancurkan seluruh produksi energi di Teluk Persia. Hal ini akan memicu lonjakan harga komoditas (minyak dan pangan) yang luar biasa, memaksa bank sentral untuk mencetak uang (money printing) secara gila-gilaan demi menambal defisit anggaran perang. Hayes meramalkan bahwa kebijakan moneter longgar ini adalah bahan bakar utama yang bisa membawa Bitcoin (BTC) ke angka fantastis di akhir 2026.

  • Prediksi harga Bitcoin (BTC) Hayes: $500.000 – $750.000 (sekitar Rp8,5 Miliar – Rp12,8 Miliar).
  • Faktor pemicu: Pencetakan uang massal akibat biaya perang ratusan miliar dolar.
  • Risiko: Potensi Perang Dunia III yang dapat membatalkan reli harga secara mendadak.

Meskipun Bitcoin (BTC) diprediksi akan meroket, Hayes mengingatkan bahwa perjalanan menuju angka tersebut akan sangat bergejolak. Ia menegaskan bahwa nilai Bitcoin (BTC) sangat bergantung pada jumlah uang fiat yang beredar di sistem; semakin banyak uang dicetak, semakin tinggi harga aset dengan pasokan terbatas. Kamu harus bijak dalam mengelola risiko, karena Hayes sendiri memprediksi pasar saat ini masih berada dalam “zona dilarang berdagang” (no-trade zone) hingga arah likuiditas global menjadi lebih jelas.

Baca Juga: 5 Fakta Enjin Coin (ENJ) Meledak 300% di April 2026! Target Berikutnya Rp1.595?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->

© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.

Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.