Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Di era globalisasi saat ini, mengirim atau menerima uang melintasi batas negara—terutama untuk mendukung keluarga di kampung halaman—telah menjadi aktivitas finansial yang krusial. Proses inilah yang dikenal dengan istilah remittance (remitansi).
Meskipun istilahnya terdengar sangat teknis, mekanismenya kini semakin praktis dan mudah diakses oleh siapa saja. Mari kenali lebih dalam apa itu remitansi, bagaimana cara kerjanya, hingga langkah-langkah mudah untuk mengirimkannya.
Remittance adalah pengiriman uang dari satu orang atau kelompok ke pihak lain, dan umumnya merujuk pada pengiriman uang kembali kepada keluarga di negara lain. Sebagai contoh, seseorang yang tinggal dan bekerja di Amerika Serikat mungkin mengirimkan uang kepada keluarganya di negara yang lebih miskin, di mana remitansi dapat menjadi sumber dukungan finansial yang signifikan.
Baca juga: Apa itu Manajemen Treasury?
Remittance (remitansi) sering kali ditransfer menggunakan sistem pembayaran elektronik melalui bank atau layanan transfer uang seperti Wise atau Western Union. Sebagian besar proses transfer hanya memakan waktu beberapa menit, dan biasanya akan dikenakan biaya.
Sebagai contoh, seorang pekerja migran dari negara berpendapatan rendah mungkin pindah ke Amerika Serikat dan mendapatkan pekerjaan. Mereka kemudian mengirimkan kembali seperempat dari gaji bulanan mereka kepada keluarga dengan pergi ke bank dan melakukan transfer dana (wire transfer).
Keluarga mereka mungkin menggunakan uang tersebut untuk membayar berbagai kebutuhan seperti perumahan, makanan, atau barang keperluan lainnya. Keluarga tersebut juga dapat menggunakan dana itu untuk membuka rekening bank, yang akan membantu mereka menjadi lebih aman secara finansial.
Penggunaan remittance (remitansi) telah tumbuh secara signifikan sejak akhir tahun 1990-an. Di beberapa negara berkembang atau negara dengan kondisi ekonomi yang sedang lesu, remitansi merupakan salah satu sumber pendapatan terbesar bagi warga negaranya.
Remitansi dapat menyumbang porsi yang besar terhadap produk domestik bruto (PDB) suatu negara. Di beberapa wilayah, jumlah remitansi yang diterima bahkan bisa mencapai tiga kali lipat dari jumlah bantuan internasional yang diterima.
Masyarakat di daerah yang terkena dampak bencana mungkin mengandalkan remitansi untuk proses pemulihan. Dalam banyak kasus, remitansi dapat bernilai lebih besar daripada investasi langsung asing (FDI) maupun bantuan pembangunan luar negeri (ODA).
Sebagai contoh, setelah pandemi COVID serta Badai Grace dan Ida, jumlah remitansi yang dikirim ke Meksiko dan wilayah Amerika Tengah mengalami lonjakan.
Mengutip Investopedia, pada tahun 2024, negara-negara penerima remitansi terbesar adalah India ($129 miliar), Meksiko ($68 miliar), Tiongkok ($48 miliar), Filipina ($40 miliar), dan Pakistan ($33 miliar).
Remitansi biasanya dikirim menggunakan layanan pembayaran elektronik atau aplikasi transfer uang. Untuk mengirimkan remittance (remitansi) melalui wire transfer atau transfer ACH, kunjungi bank, serikat kredit, atau situs web dan berikan informasi perbankan penerima (nomor rekening, nama bank, dan routing number).
Bayar biaya transfernya dan uang tersebut diperkirakan akan terkirim serta tersedia dalam waktu satu atau dua hari. Wire transfer umumnya digunakan untuk mengirimkan uang dalam jumlah besar secara cepat, sehingga memiliki biaya yang lebih tinggi dibandingkan transfer ACH, yang memakan waktu lebih lama namun prosesnya dapat dibatalkan (reversed).
Baca juga: 3 Cara Memaksimalkan Efisiensi Cash Flow Perusahaan dengan Stablecoin
Setelah uang ditransfer, penerima dapat mengambil dana dari bank penerima atau agen layanan uang di negara tersebut. Bergantung pada layanannya, uang tersebut mungkin juga dikirimkan secara langsung ke rekening bank penerima. Beberapa layanan transfer uang dapat membantu Anda dalam proses ini jika Anda membutuhkan bantuan tambahan.
Seiring dengan perkembangan teknologi keuangan, metode remitansi tradisional sering kali masih dihadapkan pada tantangan berupa biaya perantara yang tinggi dan waktu pemrosesan yang lama, terutama untuk transfer internasional. Hal ini telah membuka jalan bagi munculnya alternatif baru dalam pengiriman uang lintas batas, yaitu melalui pemanfaatan teknologi blockchain dan mata uang kripto (cryptocurrency).
Penggunaan aset kripto untuk remitansi kini mulai menjadi pilihan yang menarik, karena sistem ini berpotensi memangkas biaya pihak ketiga secara signifikan dan memungkinkan transfer dana secara hampir instan ke berbagai belahan dunia.

Dalam era transformasi keuangan digital saat ini, partisipasi institusi di pasar aset kripto membutuhkan lebih dari sekadar akses ke bursa perdagangan. Mengelola aset kripto berskala korporat menuntut infrastruktur yang kokoh, transparan, dan berstandar keamanan tinggi.
Menjawab kebutuhan tersebut, Pintu Institusional menghadirkan ekosistem aset digital terdepan yang dirancang khusus untuk memenuhi standar ketat operasional institusional. Dengan memprioritaskan keamanan, efisiensi, dan skalabilitas, fasilitas yang tersedia mencakup:
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
*Featured Image: Gemini AI
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.