Apa itu Ethereum Glamsterdam Upgrade?

Update 12 Jun 2026 • Waktu Baca 11 Menit
Gambar Apa itu Ethereum Glamsterdam Upgrade?
Reading Time: 11 minutes

Ethereum adalah blockchain Layer 1 terbesar yang menopang ekosistem aset crypto senilai ratusan miliar dolar, mencakup berbagai sektor mulai dari DeFi, NFT, hingga tokenisasi aset (RWA). Namun di balik dominasinya, jaringan ini masih menghadapi tantangan fundamental, yaitu kecepatan pemrosesan transaksi yang terbatas, biaya gas yang fluktuatif, dan mekanisme produksi blok yang masih bergantung pada pihak ketiga. Untuk menjawab tantangan tersebut, Ethereum berencana menjalankan upgrade besar bernama Glamsterdam yang ditargetkan rilis di tahun ini. Upgrade ini membawa perubahan arsitektur yang fundamental, mulai dari cara blok dibangun, cara transaksi diproses secara paralel, hingga model penetapan biaya penyimpanan data jangka panjang. Artikel ini akan membahas apa itu Glamsterdam, fitur-fitur utamanya, dan dampaknya terhadap ekosistem Ethereum secara menyeluruh.

Ringkasan Artikel

  • 🔎 Dominasi Ethereum dan Tantangannya: Ethereum memimpin pasar tokenisasi saham dengan nilai $578,4 juta per Mei 2026, tapi bottleneck di sisi produksi blok dan pemrosesan transaksi harus diselesaikan untuk mempertahankan posisi tersebut.
  • ⚙️ Glamsterdam adalah Upgrade Berikutnya Setelah Fusaka: Dijadwalkan mainnet pertengahan 2026, fokus pada dua perubahan arsitektur fundamental yaitu desentralisasi produksi blok (ePBS) dan pemrosesan transaksi paralel .
  • 🎯 Dua EIP Headliner: EIP-7732 menanamkan pemisahan proposer-builder langsung ke dalam protokol, sementara EIP-7928 mewajibkan peta akses state di level blok sehingga Ethereum bisa mulai memproses transaksi secara paralel.
  • 💸 Dampak Langsung Ke Pengguna: Biaya transfer ETH turun hingga 71% (EIP-2780), antrean exit staking 4,6x lebih cepat (EIP-8061), dan kapasitas exit gabungan 8,1x lebih besar.
  • 🌐 Respons Teknikal Terhadap Sentimen Komunitas : Di tengah tekanan sentimen dan keluarnya beberapa OG dari Ethereum, Glamsterdam adalah bukti yang cukup bahwa pengembangan Ethereum tetap fokus pada perubahan jangka panjang yang fundamental.

Gambaran Ekosistem Ethereum: Settlement Layer

Sumber: RWA.xyz

Berdasarkan data rwa.xyz per 25 Mei 2026, Ethereum mendominasi pasar tokenisasi saham sebagai jaringan dengan nilai terbesar yang mencapai $578,4 juta, melampaui BNB Chain ($493 juta) dan Solana ($360,8 juta). Dominasi ini mencerminkan kepercayaan pengguna, developer, dan institusi terhadap Ethereum sebagai settlement layer, terutama di tengah persaingan antar jaringan yang semakin ketat.

Pahami lebih dalam tentang apa itu tokenisasi aset di Pintu Academy: Apa Itu Tokenisasi Aset – Pintu Academy

Sumber: RWA.xyz

Ethereum menjadi rumah bagi ribuan aplikasi terdesentralisasi dengan beragam inovasi, salah satunya adalah tokenisasi saham sebagai bagian dari ekosistem RWA. Inovasi ini dapat terwujud karena Ethereum memiliki smart contract, teknologi yang mampu menjalankan aplikasi terdesentralisasi secara otomatis tanpa perantara pihak ketiga.

Dalam konteks tokenisasi saham, Ethereum memiliki dua standar token utama yang berperan penting yaitu ERC-20 untuk token yang dapat dipertukarkan secara bebas, dan ERC-3643 yang dirancang khusus untuk aset yang membutuhkan mekanisme kepatuhan regulasi (permissioned token).

Berdasarkan data rwa.xyz per 26 Mei 2026, total nilai tokenisasi saham yang terdistribusi di blockchain Ethereum telah menembus angka ±$1,37 miliar. Ondo Finance mendominasi sektor ini dengan nilai $946,1 juta, lebih 60% dari total market, diikuti oleh xStocks $444,2 juta dan Securitize $80 juta. Angka ini mencerminkan bagaimana Ethereum telah berkembang menjadi infrastruktur utama bagi tokenisasi aset keuangan tradisional.

Sumber: DeFiLLama

Bergeser ke sektor lain, data Decentralized Exchange (DEX) menunjukkan gambaran yang tidak kalah menarik. Uniswap menempati posisi DEX #1 berdasarkan volume transaksi dengan total $40,48 miliar dalam 30 hari terakhir, hampir dua kali lipat dari PancakeSwap yang berada di posisi kedua yaitu $24,17 miliar. Menariknya, Uniswap kini beroperasi di 43 jaringan sekaligus, namun tetap sebagai pioneer DEX yang lahir di Ethereum sejak 2018.

Yang tidak kalah signifikan, Aerodrome di posisi ketiga $13,14 miliar/30d adalah DEX yang beroperasi di Base, jaringan L2 berbasis Ethereum. Artinya, dari lima besar DEX berdasarkan volume, setidaknya tiga di antaranya merupakan bagian dari ekosistem Ethereum dan L2-nya.

Upgrade Ethereum Glamsterdam: Penjelasan

Glamsterdam adalah upgrade Ethereum yang berfokus pada dua area fundamental yaitu cara jaringan memproses blok dan cara jaringan mengelola pertumbuhan database-nya. Keduanya bukan sekadar perbaikan teknis biasa, dua faktor ini secara langsung menentukan seberapa cepat, murah, dan stabil jaringan Ethereum dapat beroperasi di bawah beban transaksi yang terus meningkat.

Target upgrade akan resmi dilakukan pada bulan Juni 2026, meskipun saat ini masih dalam beberapa proses tahap yang memerlukan testing di devnet. Upgrade ini akan berpengaruh pada infrastruktur jaringan.

Konteks ini menjadi semakin relevan ketika persaingan antar jaringan blockchain semakin ketat. Pengguna kini semakin selektif dalam memilih jaringan, mulai dari kecepatan memproses transaksi hingga biaya yang murah menjadi salah satu faktor penting yang menentukan ke mana likuiditas dan aktivitas on-chain mengalir.

Di sisi lain, skalabilitas tetap menjadi tantangan yang cukup kompleks dan harus diselesaikan Ethereum, terutama di tengah meningkatnya permintaan dari sektor tokenisasi aset dan aplikasi berbasis AI yang membutuhkan infrastruktur blockchain berkinerja tinggi. Glamsterdam hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut, melanjutkan fondasi yang dibangun oleh Fusaka pada Desember 2025, dengan fokus yang kini bergeser dari sisi data availability ke sisi arsitektur eksekusi L1 secara menyeluruh.

Timeline Perkembangan Upgrade Ethereum

Sumber: growthepie.com

Sejak beralih ke mekanisme Proof-of-Stake melalui upgrade yang dinamakan The Merge pada 2022, Ethereum telah menjalani serangkaian upgrade yang semakin ambisius. Shapella (2023) membuka kemampuan penarikan ETH yang di-stake, Dencun (2024) memperkenalkan blobs yang memangkas biaya transaksi L2 hingga 90-95%, dan Pectra (Mei 2025) menghadirkan fleksibilitas staking serta fitur account abstraction.

Upgrade terakhir sebelum Glamsterdam adalah Fusaka (Desember 2025), yang melanjutkan fondasi Dencun dengan memperkenalkan PeerDAS, teknologi yang memungkinkan validator memverifikasi data blob tanpa harus mengunduh keseluruhannya. Hasilnya, kapasitas data untuk L2 meningkat signifikan, biaya transaksi di jaringan seperti Arbitrum, Optimism, dan Base semakin terjangkau, tidak hanya bagi pengguna, tetapi juga bagi developer yang membangun aplikasi di atas jaringan tersebut.

Untuk memahami lebih lanjut mengenai Fusaka, baca artikel lebih lanjut di Pintu Academy berikut: Apa itu Fusaka Hardfork Ethereum?

Sumber: forkcast.org

Sebagai inovator dalam pengembangan smart contract, Ethereum memiliki timeline yang jelas terhadap perkembangan jaringan yang dilakukan, seperti Glamsterdam upgrade yang sedang berlangsung dan sudah melewati beberapa tahapan dengan target yang akan diselesaikan pada tahun 2026. Upgrade ini juga memiliki beberapa benefit yang lebih teknikal terhadap kondisi jaringan.

Setiap upgrade di jaringan Ethereum terdapat Ethereum Improvement Proposal (EIP) yang berbeda-beda diklasifikasikan dalam bentuk angka. Fungsinya, memberikan konteks yang lebih detail mengenai upgrade baik dalam membedah benefit ataupun pihak yang berdampak terhadap terjadinya upgrade.

Apa yang Paling Diprioritaskan Dalam Upgrade Glamsterdam?

Dari seluruh EIP yang masuk dalam Glamsterdam, terdapat dua yang berstatus headliner, artinya paling diprioritaskan dan menjadi dasar dari keseluruhan upgrade ini.

1. EIP-7732: Enshrined Proposer-Builder Separation

EIP-7732 memisahkan blok Ethereum menjadi dua bagian, consensus block yang ditangani oleh proposer, dan execution payload yang dibangun oleh builder. Sebelumnya, koordinasi antara proposer dan builder dilakukan melalui MEV-Boost, software eksternal pihak ketiga yang tidak menjadi bagian dari protokol Ethereum, sehingga jaringan bergantung pada kepercayaan terhadap relay yang bersifat terpusat.

Dengan ePBS, pemisahan ini ditanamkan langsung ke dalam protokol. Ada 4 manfaat utama yang dihasilkan:

  • Utilisasi slot mendekati 100%, broadcasting dan eksekusi berjalan di jalur terpisah sehingga tidak lagi saling memblokir dalam hot path yang sama.
  • Hot path validasi lebih ringan, pekerjaan berat dikeluarkan dari window ketat 2 detik per slot, sehingga jaringan bisa menangani payload yang jauh lebih besar.
  • Tidak ada lagi trust assumption antara proposer dan builder, protokol yang menjamin mekanismenya, bukan dari pihak ketiga.
  • Tidak ada lagi ketergantungan pada software closed source eksternal, MEV-Boost yang saat ini menangani ~90% blok Ethereum tidak lagi dibutuhkan.

2. EIP-7928: Block-Level Access Lists

EIP-7928 mewajibkan setiap blok untuk menyertakan peta lengkap berisi akun dan storage slot mana yang akan diakses oleh transaksi-transaksi di dalamnya sebelum eksekusi dimulai. Sebelumnya, jaringan baru mengetahui data yang dibutuhkan setelah transaksi dijalankan satu per satu, yang menjadi bottleneck utama throughput Ethereum.

Berikut 4 manfaat utama yang dihasilkan dari EIP-7928:

  • Gas lebih murah untuk aplikasi DeFi, protokol seperti DEX yang mengakses data harga yang sama berulang kali dalam satu blok tidak perlu membayar biaya penuh untuk setiap pembacaan berulang, karena datanya sudah dipetakan di level blok sebelumnya.
  • Pola desain baru untuk developer, pengembang dApp bisa merancang kontrak yang secara eksplisit memanfaatkan pola akses blok, mengurangi gas untuk aplikasi yang state-heavy secara signifikan.
  • Node berjalan lebih efisien, node bisa melakukan parallel disk reads, mengambil data untuk banyak transaksi sekaligus karena sudah mengetahui data mana yang dibutuhkan sebelum eksekusi dimulai.
  • Estimasi gas lebih akurat, karena pola akses state sudah diketahui di awal, kalkulasi biaya gas menjadi lebih akurat dan dapat diprediksi oleh pengguna maupun developer.

Pengaruh Upgrade Glamsterdam Terhadap Pengguna

Secara garis besar, Glamsterdam tidak akan mengubah cara pengguna berinteraksi dengan Ethereum sehari-hari. Tetapi dampaknya berbeda tergantung dari posisi pengguna di ekosistem.

1. ETH Holders (Non-Staking)

Untuk yang hanya menyimpan ETH atau menggunakannya di aplikasi DeFi, tidak ada tindakan apapun yang perlu dilakukan. Yang berubah adalah biaya, EIP-2780 memangkas biaya gas dasar untuk transfer ETH ke akun yang sudah ada sebesar 71%. Artinya, biaya kirim ETH antar wallet yang sudah aktif akan jauh lebih murah setelah upgrade.

Satu peringatan penting yaitu setiap upgrade besar Ethereum selalu diikuti penipuan berkedok “tukar ETH lama ke ETH baru” atau “klaim airdrop upgrade” dan ini yang harus dihindari pengguna agar tidak terkecoh dengan upaya phising yang dilakukan oleh penipu. Tidak ada token baru yang dikeluarkan dalam Glamsterdam. ETH tidak perlu ditukar, dipindahkan, atau dihubungkan ke kontrak manapun.

2. Stakers dan Validator

Bagi yang menjalankan validator, ada satu kewajiban teknis yaitu memperbarui kedua client sebelum mainnet, yaitu Consensus Layer (Lighthouse, Prysm, Teku, Nimbus, Lodestar) dan Execution Layer (Geth, Nethermind, Besu, Erigon). Ini karena ePBS memperkenalkan mekanisme Payload Timeliness Committee (PTC), sebuah peran baru dalam proses validasi yang membutuhkan dukungan software terbaru.

Di balik keharusan itu, ada kabar baik yang cukup signifikan. EIP-8061 menaikkan batas exit churn dari 256 ETH per epoch menjadi sekitar 1.187 ETH per epoch, peningkatan 4,6x berdasarkan total 38,9 juta ETH yang di-stake saat ini berdasarkan data dari Figment. Digabungkan dengan EIP-8080 yang membuka jalur konsolidasi untuk semua validator, tidak hanya yang memiliki 2.048 ETH ke atas. Kapasitas keluar total mencapai sekitar 2.077 ETH per epoch, atau 8,1x lebih besar dari sekarang. Antrean exit yang bisa memakan waktu berminggu-minggu di saat tekanan pasar yang sedang tinggi akan jauh lebih singkat.

Untuk pengguna liquid staking seperti Lido (stETH) atau Rocket Pool (rETH), perbaikan ini terjadi di balik layar. Token yang dipegang pegang pengguna tidak berubah, tapi mekanisme exit yang lebih efisien secara langsung mengurangi tekanan likuiditas pada protokol tersebut saat pasar yang volatile.

3. Developer dApp

Glamsterdam membawa beberapa perubahan gas pricing yang krusial untuk diaudit sebelum mainnet. EIP-8037 menaikkan biaya untuk operasi yang menyimpan data permanen baru. Kontrak yang banyak membuat akun baru atau menjalankan sub-kontrak perlu diperiksa ulang estimasi gasnya. Di sisi lain, EIP-7708 menambahkan log event pada setiap transfer ETH, menyederhanakan proses pelacakan deposit dari sisi exchange maupun aplikasi. EIP-7954 juga menaikkan batas ukuran kontrak dari sekitar 24 KB menjadi 32 KB, membuka ruang bagi kontrak yang lebih kompleks tanpa harus dipecah menjadi beberapa modul terpisah.

Kenapa Upgrade Glamsterdam Penting?

Glamsterdam penting karena menggapai dua tantangan strukturan di dalam jaringan yang selama ini menghambat performa Ethereum secara langsung.

  1. Ethereum saat ini hanya bisa memproses transaksi satu per satu secara berurutan, jaringan tidak mengetahui data apa yang akan diakses oleh sebuah transaksi sebelum transaksi itu benar-benar dijalankan, sehingga dua transaksi tidak bisa diproses secara bersamaan tanpa risiko konflik data. Kondisi ini menjadi bottleneck utama yang membatasi throughput jaringan.
  2. Biaya penyimpanan data permanen di Ethereum selama ini tidak mencerminkan beban nyata yang ditanggung oleh setiap node di jaringan. Tanpa penyesuaian, pertumbuhan database Ethereum bisa mencapai 200 GiB per tahun, angka yang pada akhirnya melampaui kapasitas hardware umum dan mengancam desentralisasi jaringan. Glamsterdam menjawab ini dengan memperkenalkan model dynamic pricing reservoir, di mana biaya penyimpanan data dihitung secara dinamis sesuai dengan ruang permanen yang benar-benar digunakan.

Upgrade Glamsterdam Menjawab Keraguan Komunitas

Ethereum saat ini menghadapi tekanan sentimen yang cukup kuat dari komunitas di platform X. Performa harga ETH yang tertinggal dibanding sejumlah aset crypto lain memicu perdebatan panjang, bukan hanya dari komunitas crypto, tapi juga dari kalangan pendukung lama Ethereum sendiri.

Sumber: x.com/@TrustlessState

Salah satu yang paling banyak dibahas adalah David Hoffman, co-founder Bankless yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu pendukung Ethereum yang cukup vokal. Ia mengumumkan telah menjual seluruh ETH miliknya, alasannya karena ia melihat ETH sebagai aset yang sulit mengalami rerating signifikan, bukan karna kehilangan kepercayaan fundamental jaringannya. Selain itu, salah satu alasan utamanya juga adalah harga token L1 sangat bergantung pada revenue dan fee share di layer 1-nya dan Ethereum kehilangan dominasi tersebut setelah 2021.

Sumber: x.com/@VitalikButerin

Di sisi lain, kekhawatiran komunitas tentang arah Ethereum Foundation juga memanas setelah sejumlah kontributor yang dianggap OG juga keluar dalam waktu berdekatan. Vitalik Buterin menegaskan melalui tweet yang dipostingnya bahwa EF akan bertransformasi menjadi organisasi yang lebih kecil, sambil memprioritaskan desentralisasi, censorship resistance, keamanan, dan privasi sebagai nilai inti Ethereum sebagai L1.

Vitalik juga memilih untuk memprioritaskan pengembangan teknis yang cukup ambisius seperti teknis verifikasi transaksi, peningkatan mekanisme konsensus, dan mengurangi kebergantungan jaringan dari banyaknya perantara, karena ia meyakini hal-hal tersebut akan memberikan nilai jangka panjang yang jauh lebih tinggi dibandingkan sekadar mengejar kecepatan dan TPS semata.

Inilah konteks di mana upgrade Glamsterdam menjadi relevan dan masuk akal, bukan sekadar upgrade rutin, melainkan bentuk respon teknikal yang nyata terhadap pertanyaan terbesar yang sedang dihadapi Ethereum saat ini. Tentu, jadwal mainnet masih bisa bergeser mengikuti kompleksitas implementasi. Tapi yang tidak berubah adalah arahnya, Ethereum terus membangun infrastruktur untuk jangka panjang, bahkan di tengah tekanan sentimen yang paling berat sekalipun.

Kesimpulan

Glamsterdam adalah upgrade yang tidak banyak terlihat di permukaan, tapi mengubah dasar cara Ethereum bekerja. ePBS dan BAL menyentuh arsitektur inti produksi blok dan eksekusi transaksi yang selama ini menjadi keterbatasan jaringan Ethereum.

Yang membuat upgrade ini menarik adalah konteksnya. Glamsterdam lahir di tengah periode di mana keraguan terhadap Ethereum sedang cukup kuat, baik dari sisi sentimen harga maupun pertanyaan tentang arah pengembangan. Upgrade ini adalah jawaban teknikal yang cukup kuat bahwa Ethereum tetap fokus pada perubahan yang benar-benar sulit dan bukan yang paling mudah dikomunikasikan ke pasar.

Disclaimer: Semua informasi yang ditampilkan dalam artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai saran investasi, rekomendasi, ajakan untuk membeli atau menjual aset crypto tertentu, maupun dasar pengambilan keputusan finansial. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, tujuan investasi, dan toleransi risiko masing-masing.

Frequently Asked Questions (FAQs)

Mengapa upgrade ini dinamakan Ethereum Glamsterdam?

Nama Glamsterdam adalah gabungan dari dua nama yaitu “Gloas” untuk perubahan di Consensus Layer (nama bintang, mengikuti tradisi penamaan CL dengan nama bintang) dan “Amsterdam” untuk Execution Layer (kota yang pernah menjadi tuan rumah Devconnect). Ethereum punya tradisi menamai setiap upgrade dengan menggabungkan nama bintang dan nama kota tempat Devcon atau Devconnect dilaksanakan. Sebelumnya ada Fusaka (Furadachi + Osaka) dan Dencun (Deneb + Cancun).

Apakah pengguna perlu melakukan tindakan tertentu setelah Ethereum Glamsterdam aktif?

Tidak. Untuk pengguna biasa dan ETH holders, tidak ada tindakan yang perlu dilakukan. Saldo ETH, alamat wallet, dan akses ke semua aplikasi tidak berubah. Satu-satunya yang wajib update adalah validator dan node operator yang menjalankan infrastruktur jaringan secara langsung.

Apakah Ethereum Glamsterdam memengaruhi wallet, dApps, dan smart contract?

Smart contract yang sudah ada akan tetap berjalan tanpa perlu di-deploy ulang. Perubahan yang perlu diperhatikan: biaya transfer ETH ke akun yang sudah aktif turun sekitar 71% (EIP-2780), sedangkan biaya untuk membuat akun atau storage baru naik (EIP-8037). Developer yang kontraknya banyak melakukan operasi penyimpanan data baru perlu mengaudit ulang estimasi gas sebelum mainnet.

Apakah node operator dan validator perlu memperbarui client sebelum upgrade Glamsterdam?

Ya, wajib. Harus dilakukan sebelum tanggal mainnet. Glamsterdam memerlukan update di dua layer sekaligus yaitu Consensus Layer client (Lighthouse, Prysm, Teku, Nimbus, Lodestar) dan Execution Layer client (Geth, Nethermind, Besu, Erigon). ePBS memperkenalkan mekanisme Payload Timeliness Committee (PTC) yang tidak bisa berjalan di versi client lama. Validator yang tidak update akan kehilangan sinkronisasi dengan jaringan setelah fork aktif.

Apa risiko atau tantangan utama dalam implementasi Ethereum Glamsterdam?

Kompleksitas ePBS adalah tantangan terbesarnya. Memisahkan peran proposer dan builder di level protokol menyentuh hampir seluruh stack teknis Ethereum dan mengharuskan semua client untuk menangani konsep “partial blocks”, sesuatu yang sebelumnya tidak ada di protokol. Ethereum Foundation mengakui dalam update protokol Mei 2026 bahwa implementasi ePBS lebih kompleks dari perkiraan awal, meskipun devnet multi-client sudah berjalan stabil. Risiko kedua adalah repricing gas dari EIP-8037, perubahan cara menghitung biaya penyimpanan data bisa mengejutkan developer dApp yang tidak melakukan audit sebelum mainnet.

Cara Membeli ETH dan aset lainnya di Pintu

Setelah mengetahui upgrade penting yang sedang berlangsung di jaringan Ethereum, kamu bisa mulai berinvestasi ETH serta lainnya langsung melalui Pintu. Selain itu, di Pintu Pro Web, kamu juga bisa langsung trading Futures!

  1. Buat akun Pintu dan ikuti proses verifikasi identitasmu untuk mulai trading.
  2. Pada homepage, klik tombol deposit dan isi saldo Pintu menggunakan metode pembayaran pilihanmu.
  3. Buka halaman market dan cari aset favoritmu!
  4. Klik beli dan isi nominal yang kamu mau.
  5. Sekarang kamu sudah mempunyai aset crypto!

Ayo download aplikasi kripto Pintu di Play Store dan App Store! Keamananmu terjamin karena Pintu berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & CFX.

Selain melakukan transaksi, di aplikasi Pintu, kamu juga bisa belajar crypto lebih lanjut melalui berbagai artikel Pintu Academy yang diperbarui setiap minggunya!

Referensi

Bagikan

Lihat Aset di Artikel Ini

BAL
->

Harga BAL (24 Jam)

Rp 0

Kapitalisasi Pasar

-

Volume Global (24 Jam)

-

Suplai yang Beredar

-