Apa itu Hashrate?

September 25, 2021
Combined Shape 2
4 Menit
Bagikan
Gambar Apa itu Hashrate?
Reading Time: 4 minutes

Saat kamu mulai terjun untuk memahami lebih dalam tentang penambangan Bitcoin, kamu mungkin sering mendengar istilah hashrate. Hashrate merupakan komponen yang penting untuk menjaga keamanan Bitcoin. Hashrate menunjukkan berapa banyak komputasi algoritma hash yang dapat diproses setiap detiknya. Semakin tinggi hashrate, semakin efisien mesin mining bekerja dan semakin aman jaringan Bitcoin terhadap potensi serangan. Semakin banyak hash yang bisa diproses juga menambah kemungkinan untuk penambang mendapatkan reward Bitcoin baru.

Apa Itu Hash?

Sebelum kita mempelajari tentang hashrate, pertama-tama kita harus mengetahui apa itu hash. Hash adalah kode alfanumerik dengan panjang tetap yang digunakan untuk mewakili kata, pesan, atau data. Hash adalah sidik jari atau rangkuman dari data digital. Pada dasarnya, hash berguna untuk memverifikasi validitas informasi tertentu, tanpa mengungkapkan isi informasinya.

Setiap aset kripto menggunakan berbagai algoritma hashing yang berbeda untuk membuat berbagai jenis kode hash – algoritma ini bertugas untuk menghasilkan alfanumerik acak. Kode alfanumerik ini sebenarnya adalah angka yang ditulis di dalam notasi hexadecimal.

Saat menambang aset kripto, penambang harus bersaing dengan menggunakan mesin penambang mereka untuk menebak output hash. Lebih spesifik, penambang mencoba menghasilkan hash yang lebih rendah atau sama dengan nilai numerik dari target “hash” dengan mengubah satu nilai yang disebut nonce. Setiap kali nonce berubah maka hash baru akan dibuat. Pada dasarnya mesin penambang berfungsi untuk menebak angka dan huruf dari hash ini.

Karena setiap hash yang dibuat bersifat acak dan tidak mungkin untuk diprediksi, diperlukan jutaan tebakan hash. Hashrate adalah unit untuk mengukur kecepatan komputer atau mesin penambang untuk melakukan hashing. Jumlah hashing yang dilakukan oleh mesin penambang ini diukur dalam satuan hash per detik atau kita sebut sebagai hashrate.

Hashrate dihitung berdasarkan seberapa banyak komputasi hash yang bisa dilakukan setiap detiknya. Mesin penambang biasanya menggunakan satuan hashrate berikut

  • 1 Kilo (kH/s) setara dengan seribu hash per detik
  • 1 Mega (MH/s) setara dengan 1 juta hash per detik
  • 1 Giga (GH/s) setara dengan 1 milyar hash per detik
  • 1 Tera (TH/s) setara dengan 1 triliun hash per detik
  • 1 Peta (PH/s) setara dengan 1,000 triliun hash per detik
  • 1 Exa (EH/s) setara dengan 1 juta triliun hash per detik

Semakin tinggi kekuatan hashing mesin penambang maka kemungkinan untuk menebak hashing semakin besar dan dengan demikian penambang akan lebih mungkin untuk mendapatkan hadiah Bitcoin.

Kenapa Hashrate itu penting?

Bagaimana cara menghitung hashrate? Hashrate adalah banyaknya hash yang bisa dilakukan perdetik, hashrate juga merepresentasikan jumlah total kekuatan dari jaringan mata uang kripto. Sebagai contoh saat ini hashrate total Bitcoin adalah lebih dari 100 Exahash. Dalam arti setiap detiknya penambang memproses sebanyak 100 juta triliun hash di dalam jaringan Bitcoin.

Dengan mengetahui kekuatan hashrate maka kita bisa menilai kekuatan dan keamanan dari jaringan blockchain tersebut. Semakin banyak mesin yang digunakan untuk melakukan hashing, maka semakin tinggi hashrate dari jaringan tersebut, sehingga semakin sulit untuk aktor jahat untuk menyerang jaringan.

Sebagai contoh serangan 51% dapat dilakukan apabila aktor jahat dapat mengendalikan lebih dari 50% hashrate dari blockchain. Untuk jaringan blockchain seperti Bitcoin hal ini sangatlah sulit untuk dilakukan, karena berarti penambang jahat harus dapat memproses lebih dari 50% hashrate yang ada.

Apa kaitan hashrate dengan mining difficulty?

Semakin banyak penambang yang melakukan hashing, maka semakin banyak hashrate yang dihasilkan, atau semakin banyak “tebakan” yang dihasilkan. Semakin banyak tebakan yang harus dilakukan, maka semakin besar kemungkinan hash yang benar akan ditemukan dengan cepat. Blok baru diharapkan untuk ditemukan dengan laju yang tetap yaitu setiap 10 menit sekali. Apabila miner berhasil menemukan blok baru kurang dari 10 menit maka tingkat kesulitan untuk melakukan mining akan ditambah. Jika miner menemukan blok baru lebih dari 10 menit maka tingkat kesulitan untuk melakukan mining akan berkurang. Ini yang disebut sebagai mining difficulty.

Mining difficulty diatur setiap 2.016 blok sekali atau rata-rata sekitar 2 minggu sekali. Mining difficulty juga dapat berubah apabila semakin banyak mesin yang ikut serta untuk mining. Semakin banyak mining yang online, maka hashrate mining akan meningkat, sehingga mining difficulty juga akan ditingkatkan. Apabila semakin sedikit miner yang online, maka hashrate akan menurun, sehingga mining difficulty juga akan menurun.

Kita bisa mengambil contoh pada bulan Juni 2021, pemerintah China melakukan pelarangan terhadap mining Bitcoin, ini menyebabkan banyak miner harus offline dan berpindah lokasi. Karena banyak miners yang offline, maka hashrate menurun akan tetapi pada waktu itu mining difficulty belum dijadwalkan untuk terjadi. Maka konfirmasi transaksi Bitcoin sempat memakan waktu 24 menit. Setelah mining difficulty terjadi maka kesulitan mining disesuaikan dengan jumlah miner yang online dan konfirmasi transaksi Bitcoin kembali normal menjadi setiap 10 menit sekali.

Mining Difficulty juga berkaitan erat dengan biaya listrik dan harga pasar Bitcoin untuk membayar listrik. Semakin sulit untuk melakukan hashing maka biaya listrik yang dikeluarkan oleh miner juga akan semakin besar.

Dengan adanya mining difficulty, jaringan Bitcoin akan dapat terus berjalan walaupun jumlah penambangnya menurun. Dan jaringan Bitcoin akan selalu aman tanpa melihat banyak atau sedikitnya miner yang ikut serta dalam proses penambangan.

Apa fungsi hashrate dalam industri mining Bitcoin?

Tidak dapat dipungkiri, bahwa penambangan cryptocurrency dan Bitcoin berubah dari hobi yang dilakukan oleh segilintir orang menjadi industri bernilai jutaan dollar. Salah satu cara untuk meningkatkan hashrate adalah dengan mengembangkan chip khusus seperti mesin ASIC (Application Specific Integrated Circuit) yang berfungsi untuk menjalankan proses hashing dengan algoritma tertentu. Karena semakin tingginya kesulitan untuk melakukan hashing, maka prosesor/mesin untuk menambang Bitcoin juga harus semakin kuat. Penambang Bitcoin dapat memilih mesin mining berdasarkan kekuatan hashrate mining. Semakin besar kekuatan hashrate bitcoin maka semakin banyak hashing yang dapat dilakukan oleh miner sehingga profitabilitas juga semakin tinggi.

Sebagai contoh mesin ASIC Whatsminer M30S++ memiliki kekuatan sebanyak 110 TH/s dapat menghasilkan 0.000762 BTC per hari sedangkan mesin ASIC Antminer S9 hanya memiliki kekuatan sebanyak 13.5 TH/s hanya dapat menghasilkan rata-rata 0.000094 BTC per hari. Mesin GPU hanya bisa memproses maksimal Megahash per detik, sehingga saat ini profitabilitas mining Bitcoin dengan menggunakan mesin GPU itu rendah karena hashrate GPU juga rendah, tetapi masih amat menguntungkan untuk koin-koin lainnya.

Dengan berkembangnya minat untuk melakukan mining aset kripto, maka produsen mesin mining berlomba-lomba untuk mendapatkan hardware dengan kekuatan terbaik. Ini menimbulkan permasalahan baru di dalam dunia mining karena saat ini dunia mengalami kekurangan pasokan chip. Dengan sulitnya akses hardware yang memadai menjadikan persaingan mining semakin ketat.

Kesimpulan

  • Istilah hashrate mengacu kepada kecepatan komputer untuk melakukan perhitungan hashing. Hashrate pada dasarnya menunjukkan berapa banyak komputasi algoritma hash yang dapat diproses setiap detiknya.
  • Dengan mengetahui kekuatan hashrate maka kita bisa menilai kekuatan dan keamanan dari jaringan blockchain tersebut. Semakin tinggi hashrate, semakin efisien mesin mining bekerja dan semakin aman jaringan Bitcoin terhadap potensi serangan.

Sumber:

https://www.coindesk.com/what-does-hashrate-mean

https://theonist.com/visualizing-sha-256/

Beri nilai untuk artikel ini

Penilaian kamu akan membantu kami.

Apa yang kamu tidak suka?

Apakah ada saran untuk artikel ini?

Terima kasih untuk masukanmu!Tutup
Masukan gagal terkirim. Silakan coba lagi.Tutup
Dea Rezkitha
Author
Dea Rezkitha

Topik

Bagikan

Artikel Terkait