Apa Itu Layer Zero?

Update 19 Jun 2023 ‚ÄĘ Waktu Baca 7 Menit
Gambar Apa Itu Layer Zero?
Reading Time: 7 minutes

Interoperabilitas adalah salah satu masalah utama di industri kripto. Banyak tim pengembang menciptakan protokol dan blockchain yang memiliki interoperabilitas bawaan dengan berbagai jaringan lain. Hal ini penting agar pengguna bisa memindahkan aset secara mudah dan aman. Namun, banyak teknologi bridge yang memfasilitasi interoperabilitas semakin disasar oleh peretas dan penjahat. Dalam beberapa tahun terakhir, ratusan juta dolar AS raib oleh peretas yang memanfaatkan kelemahan protokol bridge. Salah satu protokol yang ingin mengatasi masalah teknologi bridge adalah Layer Zero. Alih-alih menggunakan arsitektur bridge yang ada, Layer Zero berinovasi membawa teknologi interoperabilitas baru. Lalu, apa itu Layer Zero? Bagaimana cara kerjanya? Artikel ini akan membahasnya dengan lengkap.

Ringkasan Artikel

  • ūüď® Layer Zero adalah protokol pengiriman pesan lintas rantai (cross-chain) yang dirancang untuk memfasilitasi interaksi antara smart contracts di berbagai jaringan blockchain. Hal ini ditujukan untuk mengatasi permasalahan interoperabilitas dalam industri kripto.
  • ‚öôÔłŹ Protokol ini memiliki tiga komponen utama, yaitu Relayer, Oracle, dan Endpoints. Saat ini, Layer Zero telah terintegrasi dengan 26 blockchain dan digunakan oleh berbagai aplikasi.
  • ‚öĖÔłŹ Layer Zero memiliki beberapa keunggulan dibanding protokol cross-chain lainnya, seperti kemampuan memindahkan aset asli, implementasi yang sederhana dan ringan, dan sistem cross-chain yang aman.
  • ūüďĪ Layer Zero juga menciptakan dua standar baru untuk token yang terintegrasi dalam jaringannya yaitu Omnichain Fungible Token (OFT) dan Omnichain Non-Fungible Token (ONFT).

Apa itu Layer Zero?

Layer Zero adalah protokol pengirim pesan cross-chain. Maksud ‚Äėpesan‚Äô di sini adalah data yang dikirim, diterima, dan dihasilkan dari jaringan blockchain. Layer Zero atau LZ bisa memfasilitasi interaksi antara smart contracts di jaringan yang berbeda. Protokol Layer Zero sengaja dibuat ringan agar bisa terintegrasi dengan mudah di berbagai jaringan blockchain. Selain itu, Layer Zero juga bisa dimodifikasi dengan mudah untuk mengintegrasi berbagai desain blockchain baru.

ekosistem layer zero
Ekosistem Layer Zero. Sumber: @splinteron.

Protokol pengiriman pesan Layer Zero berjalan menggunakan beberapa komponen. Komponen-komponen ini adalah off-chain oracle, off-chain relayer, dan Endpoints yang terpasang di masing-masing blockchain. Ketiga komponen ini yang memungkinkan aplikasi untuk mengirim data dan bertransaksi secara cross-chain. Karena LZ beroperasi secara bersamaan di berbagai blockchain, ia juga sering disebut sebagai protokol omnichain.

Saat ini, LZ sudah terintegrasi ke 26 blockchain dan terus mengembangkan integrasi baru. Banyak aplikasi sudah menggunakan Layer Zero untuk menciptakan likuiditas dan aktivitas DeFi cross-chain. Contoh aplikasi yang menggunakan Layer Zero adalah Radiant Capital, Lybra Finance, Tofu NFT, dan Trader Joe.

Siapa Pendiri Layer Zero?

layer zero messari pertumbuhan
Pertumbuhan protokol Layer Zero sejak awal didirikan. Sumber: Messari.

Layer Zero dikembangkan dan didirikan oleh Layer Zero Labs sejak September 2021. Tim pengembang Layer Zero mengumumkan pengumpulan dana pertamanya pada awal 2022, bersamaan dengan peluncuran protokol Layer Zero pertama yaitu Stargate Finance. Pada April 2023, Layer Zero mengumpulkan dana Seri B sebanyak $120 juta dolar. Ini meningkatkan valuasi protokol Layer Zero ke angka $3 miliar dolar. Ini adalah hal yang luar biasa karena angka ini berhasil dicapai tanpa adanya token LZ. Pembicaraan tentang airdrop token Layer Zero sedang gencar tersebar di Twitter dalam beberapa bulan terakhir.

Apa Kelebihan Layer Zero Dibanding Protokol Cross-Chain Lainnya?

layer zero whitepaper
Perbedaan Layer Zero dan teknologi cross-chain lainnya. Sumber: Whitepaper Layer Zero.
  • Layer Zero Memindahkan Aset Asli: Layer Zero tidak memindahkan aset menggunakan sistem wrapping atau pihak ketiga. Semua aset yang berpindah lewat LZ adalah native.
  • Implementasi Layer Zero tidak rumit: Layer Zero memiliki sistem protokol yang ringan dan mudah diimplementasikan oleh tim pengembang. Ini terbukti dengan lebih dari 100 aplikasi yang sudah menggunakan LZ.
  • Sistem cross-chain yang aman: Layer Zero merupakan teknologi yang termasuk baru di dunia kripto. Namun, sampai saat ini sistem cross-chain LZ belum pernah mengalami peretasan. Ini membuktikan keamanan sistem bridge cross-chain milik LZ.

Bagaimana Cara Kerja Layer Zero?

Teknologi yang Layer Zero bawa merupakan sebuah inovasi penting. Ia berbeda dengan teknologi bridge sebelumnya seperti Wormhole. Alih-alih menggunakan sistem wrapping untuk memindahkan aset, Layer Zero mengirimkan aset asli (native) dengan memanfaatkan oracle dan modul khusus yang bisa digunakan oleh blockchain dan aplikasi kripto. Modul Layer Zero ini sangat ringan serta bisa diubah, dimodifikasi, dan diperbarui secara cepat oleh Layer Zero.

Baca juga Whitepaper Layer Zero yang bisa kamu akses di sini.

Seperti yang sudah disebutkan, komponen utama protokol Layer Zero adalah Relayer, Oracle, dan Endpoints. Relayer dan Oracle merupakan entitas yang independen serta tidak terikat ke jaringan blockchain mana pun. Sejak akhir November 2022, LZ bekerja sama dengan Chainlink, sebuah oracle terdesentralisasi tebesar di industri kripto. Teknologi Chainlink yang teruji membuatnya menjadi oracle resmi untuk Layer Zero (jaringan tetap bisa memilih oracle-nya sendiri).

Kamu belum tahu apa itu Chainlink? Baca artikel tentang Chainlink di Pintu Academy!

Sementara itu, relayer adalah entitas independen yang bertugas mengirimkan bukti (transaction proof) dan data transaksi dari chain A ke B. Relayer juga bertugas mencocokan hash block header dari chain A ke B. Syarat utama berhasilnya transaksi di Layer Zero adalah jika block header dan bukti transaksi pada chain A dan B cocok. Layer Zero membebaskan blockchain dan pengguna untuk menggunakan relayer-nya sendiri. Namun, Layer Zero juga menyediakan jasa relayer ke blockchain dan aplikasi yang ingin menggunakannya.

cara kerja layer zero
Siklus setiap transaksi di protokol Layer Zero (baca mulai dari 1-12). Sumber: Whitepaper Layer Zero.

Terakhir, endpoints adalah komponen penting yang ada di setiap blockchain yang terintegrasi dengan Layer Zero. Endpoints merupakan sekelompok smart contracts yang terbagi menjadi empat modul yaitu Communicator, Validator, Network, dan Libraries. Communicator, Validator dan Network merupakan komponen utama dari sebuah endpoints. Sementara itu, libraries merupakan modul berisikan kode lengkap untuk setiap jaringan blockchain. Jika ingin menambah jaringan baru, LZ hanya perlu menambahkan kode-kode baru ke dalam libraries sementara komponen lainnya (communicator, validator, dan network) tidak perlu diubah. Saat ini, versi libraries yang digunakan oleh Layer Zero adalah Ultra-Light Nodes.

Endpoints milik Layer Zero dibuat secara modular. Artinya, LZ bisa memperbaruinya dengan mudah. Baru-baru ini Layer Zero bekerja sama dengan tim PolyhedraZK untuk menciptakan modul validator berbasis ZK untuk endpoints. Jadi, aplikasi bisa memilih untuk mengirimkan transaksi menggunakan teknologi ZK hanya dengan mengintegrasikan Layer Zero.

Salah satu alasan mengapa protokol Layer Zero sangat mudah diimplementasi adalah setiap endpoints memiliki modul-modul yang sangat ringan. Selain itu, semua data transaksi Layer Zero tidak disimpan di setiap jaringan, melainkan disimpan secara off-chain oleh relayer dan oracle. Ini yang membuat Layer Zero tidak membutuhkan biaya besar untuk diterapkan, bahkan di jaringan semahal Ethereum.

Standar ONFT dan OFT Layer Zero

Selain ketiga komponen penting di atas, Layer Zero juga memiliki dua format standar untuk token yang terintegrasi ke jaringan Layer Zero. Omnichain Fungible Token atau OFT adalah standar token yang bisa dikirim menggunakan protokol Layer Zero. OFT V1 hanya bisa berlaku di blockchain EVM sementara OFT V2 bisa bekerja di jaringan non-EVM. Pengembang bisa langsung mengubah token yang mereka punya menjadi OFTV2 dengan menambahkan ekstensi ProxyOFTV2.sol.

Sementara itu, Omnichain Non-Fungible Token atau ONFT adalah standar token NFT yang bisa memanfaatkan protokol Layer Zero. Layaknya standar token di Ethereum, ONFT memiliki dua versi yaitu ONFT721 dan ONFT1155.

Kekurangan Layer Zero: UniSwap merilis laporan tentang kriteria bridge yang akan ia gunakan untuk pengguna. Dalam laporan tersebut, LZ belum memenuhi kriteria desentralisasi dan UniSwap sedang menunggu pembaruan dari tim LZ.

Apakah Layer Zero Akan Melakukan Airdrop?

Dalam beberapa bulan terakhir, banyak rumor yang menyebar bahwa Layer Zero akan melakukan airdrop dalam waktu dekat. Hal ini menyebabkan banyak orang mencari cara untuk bisa memenuhi syarat mendapatkan airdrop berdasarkan kriteria yang sebelumnya digunakan tim pengembang Arbitrum dan Optimism.

Berikut beberapa thread di Twitter yang bisa kamu gunakan untuk mencari cara mendapatkan airdrop Layer Zero:

Kesimpulan

Interoperabilitas menjadi tantangan utama dalam industri kripto dan teknologinya menjadi sasaran utama peretasan. Sebagai respons terhadap permasalahan ini, Layer Zero menciptakan protokol pengirim pesan lintas rantai (cross-chain) yang memungkinkan interaksi antara smart contracts di berbagai blockchain. Layer Zero memiliki kelebihan seperti pengiriman aset asli, implementasi yang tidak rumit, dan sistem cross-chain yang aman. Layer Zero mengandalkan tiga komponen utama yaitu Relayer, Oracle, dan Endpoints.

Saat ini, LZ sudah terintegrasi ke 26 blockchain dan banyak digunakan oleh aplikasi untuk menciptakan likuiditas dan aktivitas DeFi. Layer Zero juga menawarkan dua format standar untuk token, yaitu Omnichain Fungible Token (OFT) dan Omnichain Non-Fungible Token (ONFT).

Membeli Aset Kripto di Aplikasi Pintu

Kamu bisa mulai berinvestasi pada berbagai macan aset kripto di aplikasi Pintu. Berikut cara membeli crypto pada aplikasi Pintu:

  1. Buat akun Pintu dan ikuti proses verifikasi identitasmu untuk mulai trading.
  2. Pada homepage, klik tombol deposit dan isi saldo Pintu menggunakan metode pembayaran pilihanmu.
  3. Buka halaman market dan cari aset pilihanmu (seperti BTC).
  4. Klik beli dan isi nominal yang kamu mau.
  5. Sekarang kamu sudah mempunyai aset crypto!

Kamu bisa berinvestasi pada aset crypto seperti BTC, SOL, ETH, dan yang lainnya tanpa harus khawatir adanya penipuan melalui Pintu. Selain itu, semua aset crypto yang ada di Pintu sudah melewati proses penilaian yang ketat dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Aplikasi Pintu kompatibel dengan berbagai macam dompet digital populer seperti Metamask untuk memudahkan transaksimu. Ayo download aplikasi cryptocurrency Pintu di Play Store dan App Store! Keamananmu terjamin karena Pintu diregulasi dan diawasi oleh Bappebti dan Kominfo.

Selain melakukan transaksi, di aplikasi Pintu, kamu juga bisa belajar crypto lebih lanjut melalui berbagai artikel Pintu Academy yang diperbarui setiap minggunya! Semua artikel Pintu Akademi dibuat untuk edukasi dan pengetahuan, bukan sebagai saran finansial.

Referensi

Penulis:Ari Budi Santosa

Beri nilai untuk artikel ini

Penilaian kamu akan membantu kami.

Apa yang kamu tidak suka?

Apakah ada saran untuk artikel ini?

Terima kasih untuk masukanmu!Tutup
Masukan gagal terkirim. Silakan coba lagi.Tutup

Bagikan