
Kalau kamu melihat saham AMD atau Nvidia naik ratusan persen sepanjang 2026 dan merasa sudah telat masuk, ada satu perusahaan AI besar yang justru bergerak ke arah sebaliknya. Saham Alibaba jatuh sampai $91,99 pada 26 Juni 2026, titik terendah dalam 52 minggu, sebelum naik kembali ke $122,25 pada 31 Juli 2026 (StockAnalysis.com). Di harga itu Alibaba diperdagangkan di price to earnings (P/E) 19,16 kali, sementara rata-rata target harga 40 analis yang dipantau S&P Global ada di $189,72. Lewat BABAon, tokenized stock Alibaba yang sudah tersedia di Pintu, investor Indonesia bisa ikut posisi ini mulai dari Rp11.000 tanpa perlu buka rekening sekuritas di Amerika Serikat.
Alibaba berdiri pada 1999 di Hangzhou, didirikan Jack Ma bersama 17 rekannya dari sebuah apartemen. Perusahaan ini masuk bursa New York pada September 2014 dan sekarang juga tercatat di Hong Kong dengan kode 9988.
Saham BABA yang diperdagangkan di NYSE bukan saham biasa, melainkan American Depositary Share (ADS), yaitu sertifikat yang mewakili saham perusahaan asing di bursa AS. Satu ADS Alibaba mewakili delapan lembar saham biasa (Nasdaq). Jadi ketika kamu membeli BABAon, kamu memegang token yang mengikuti harga sebuah ADS, yang mewakili delapan saham Alibaba.

Bisnis Alibaba berjalan lewat beberapa segmen. Taobao dan Tmall menangani e-commerce di China. Alibaba International Digital Commerce membawahi AliExpress, Lazada, dan Trendyol. Sementara itu, Cloud Intelligence Group menjalankan Alibaba Cloud beserta keluarga model AI Qwen. Sisanya mencakup logistik Cainiao, layanan lokal seperti Ele.me dan Amap, serta bisnis media digital.
Segmen cloud inilah yang mengubah cerita investasi Alibaba dalam dua tahun terakhir. Pendapatan Cloud Intelligence Group tumbuh 38% pada kuartal terakhir, dengan produk berbasis AI menyumbang sekitar 30% dari pendapatan cloud eksternal (rilis resmi Alibaba Group, kuartal Maret 2026; TradingKey).
Rentang harga Alibaba dalam 52 minggu terakhir sangat lebar, dari titik tertinggi $192,67 sampai titik terendah $91,99 (StockAnalysis.com, TIKR). Penurunan tajam terjadi akhir Juni 2026, dipicu tuduhan Anthropic bahwa lab AI Qwen milik Alibaba menjalankan operasi distillation berskala besar terhadap model Claude, yang dilaporkan Anthropic ke Senat AS (CNBC, 24 Juni 2026).

Alibaba membantah tuduhan itu dan menyatakan tidak menggunakan output model AI pihak lain untuk melatih model miliknya sendiri, dan sampai sekarang angka-angka dalam tuduhan tersebut belum diuji di pengadilan maupun diaudit pihak independen (Business Standard, 26 Juni 2026, mengutip pernyataan Alibaba).
Pemulihannya dimulai pada 9 Juli 2026, ketika saham Alibaba naik 11,85% ke $112,87, lonjakan harian terbesar dalam sekitar sepuluh bulan (TradingKey). Kenaikan berlanjut sampai $122,25 pada 31 Juli 2026, naik 5,10% hari itu (StockAnalysis.com).
Meski sudah pulih 33% dari titik terendah, kenaikan Alibaba dalam 52 minggu tetap hanya 4,15%. Pemulihan ini masih jauh dari cerita reli seperti AMD.
Harga $122,25 sudah berada di atas moving average 50 hari ($114,08), tapi masih jauh di bawah moving average 200 hari ($141,06) (Stockanalysis.com). Posisi seperti ini biasanya dibaca sebagai pemulihan jangka pendek yang belum membalikkan tren turun jangka panjang.

Relative strength index (RSI) berada di 64,21, mendekati batas jenuh beli di 70 setelah kenaikan tiga minggu terakhir. Level $114 (area MA 50 hari) jadi support terdekat, sementara $141 (MA 200 hari) jadi resistance besar yang perlu ditembus sebelum tren jangka panjang bisa disebut berbalik.
Beta Alibaba tercatat 0,50, artinya secara historis pergerakannya lebih kecil dari rata-rata pasar. Angka ini perlu dibaca hati-hati, karena penurunan 52% dari puncak $192,67 ke dasar $91,99 menunjukkan risiko Alibaba lebih banyak datang dari peristiwa spesifik ketimbang dari naik-turun pasar secara umum.
💡 Data teknikal ini per 31 Juli 2026, berubah setiap hari dan bukan prediksi harga. Cek chart real-time BABAon di aplikasi Pintu sebelum mengambil keputusan.

💡 Pada tahun fiskal 2026 yang berakhir 31 Maret 2026, pendapatan Alibaba mencapai $148,41 miliar, naik 2,74% dari sekitar $144,44 miliar setahun sebelumnya. Tapi laba operasional jatuh dari sekitar $20,43 miliar ke $7,27 miliar, turun 64%, dan arus kas bebas tahun fiskal ini berbalik dari positif sekitar $10,71 miliar menjadi arus keluar $6,76 miliar (rilis resmi Alibaba Group, tahun fiskal 2026, dikonversi dari RMB memakai kurs resmi RMB 6,8980 per US$1, data S&P Global).
Tren dua periode ini memperlihatkan masalah utama Alibaba sekarang. Pendapatan hampir tidak tumbuh, sementara labanya tergerus habis oleh dua hal: belanja modal infrastruktur AI dan kerugian bisnis instant commerce alias pengantaran cepat.
💡 Dalam 12 bulan terakhir, Alibaba membelanjakan $18,67 miliar untuk belanja modal, sementara arus kas operasionalnya hanya $11,29 miliar. Hasilnya arus kas bebas negatif $7,38 miliar. Margin laba bersihnya masih 10,12%, tapi margin operasionalnya tinggal 6,15%.

💡 P/E trailing Alibaba 19,16 kali (forward 18,63) dengan price/earnings-to-growth ratio (PEG) 0,56. Bandingkan dengan PDD Holdings di P/E 9,47 (forward 7,96) dan JD.com di 24,97 (forward 9,36) (StockAnalysis.com).
Angka ini menjawab dua pertanyaan sekaligus. Dibanding saham AI Amerika seperti AMD yang diperdagangkan di P/E trailing di atas 180 kali, Alibaba memang jauh lebih murah.
Tapi dibanding sesama raksasa e-commerce China, ceritanya berbeda. Berdasarkan P/E forward, Alibaba justru paling mahal di antara ketiganya, lebih dari dua kali lipat PDD Holdings. Selisih itu adalah harga yang pasar minta untuk bisnis cloud dan AI yang tidak dimiliki PDD maupun JD.com.

💡 P/S (price to sales) Alibaba 1,88 kali, sedikit di bawah PDD Holdings (1,97) tapi jauh di atas JD.com (0,23) (StockAnalysis.com).
Jarak dengan JD.com terlihat ekstrem, tapi selisihnya berasal dari model bisnis yang berbeda. JD.com menjual barang sendiri, jadi pendapatannya besar dengan margin kotor tipis, sementara Alibaba lebih banyak menyediakan platform dengan margin kotor jauh lebih tebal.
💡 JD.com mencatat pendapatan $191,91 miliar dengan margin kotor 9,32%. Alibaba mencatat pendapatan $148,41 miliar dengan margin kotor 39,81%, karena model bisnis platform yang berbeda dari model jual-beli langsung JD.com.
Perbandingan yang lebih berguna adalah dengan PDD Holdings, yang model bisnisnya lebih mirip. Di P/S yang praktis sama, PDD menghasilkan margin laba 21,62% dan arus kas bebas positif $15,81 miliar, sementara Alibaba mencatat margin 10,12% dan arus kas bebas negatif. Pasar memberi Alibaba harga yang hampir sama dengan PDD untuk setiap dolar pendapatan, padahal profitabilitasnya sedang jauh lebih rendah. Itu hanya masuk akal kalau belanja modal AI Alibaba benar-benar berbuah nanti.
Lonjakan 11,85% pada 9 Juli 2026 didorong beberapa hal sekaligus, dan penting membedakan mana yang datang dari Alibaba sendiri dan mana yang datang dari pemerintah atau pengadilan.
Dari sisi Alibaba, pendapatan Cloud Intelligence Group tumbuh 38% pada kuartal terakhir, dengan produk AI menyumbang sekitar 30% pendapatan cloud eksternal (rilis resmi Alibaba Group, kuartal Maret 2026; TradingKey). Kerugian bisnis instant commerce mulai menyusut pada kuartal yang berakhir Juni 2026. Ini terjadi setelah adjusted EBITA grup, bukan laba operasional, sempat jatuh 84% pada kuartal sebelumnya (rilis resmi Alibaba Group, kuartal Maret 2026; TradingKey).
Di belakang semua ini ada satu komitmen besar. Alibaba sudah menetapkan rencana belanja modal sekitar $56 miliar selama tiga tahun untuk membangun infrastruktur data center AI. CEO Eddie Wu menyebut perusahaan kemungkinan akan melampaui angka itu (South China Morning Post). Ada laporan yang menyebut Alibaba mempertimbangkan menaikkan rencana ini ke sekitar $69 miliar, tapi angka tersebut belum dikonfirmasi resmi dan komitmen yang berlaku tetap sekitar $56 miliar (DataCenterDynamics).
Untuk mendorong adopsi, Alibaba juga menghabiskan $431 juta mempromosikan aplikasi Qwen selama Tahun Baru China pada Februari 2026, tiga kali lipat belanja Tencent dan enam kali lipat belanja Baidu untuk produk sejenis (South China Morning Post).
Dari sisi hukum dan kebijakan, Alibaba menyelesaikan gugatan dengan Departemen Kehakiman AS lewat pembayaran $600 juta terkait penjualan produk farmasi ilegal di masa lalu (Departemen Kehakiman AS, siaran pers 1 Juli 2026; TradingKey), dan pengadilan distrik AS memberi Alibaba penundaan sementara terkait aturan yang berasal dari Pentagon pada 5 Juli 2026 (ExportComplianceDaily; TradingKey). Dua hal ini datang dari proses hukum yang masih bisa berubah arah.
Satu katalis lain juga bukan keputusan Alibaba. Pemerintah China dilaporkan berencana mengizinkan akses perusahaan teknologi domestik ke chip Nvidia H200, yang berarti Alibaba Cloud berpotensi mendapat pasokan komputasi lebih baik (South China Morning Post, 9 Juli 2026; TrendForce, 9 Juli 2026), meski hingga awal Agustus 2026 belum ada pengumuman resmi final dari pemerintah China. Karena ini keputusan regulator yang masih berupa rencana, bukan kontrak yang ditandatangani Alibaba, arahnya bisa berubah kalau kebijakan berubah.
Komitmen resmi yang sudah dinyatakan Alibaba ada dua. Pertama, belanja modal AI dan cloud sebesar sekitar $56 miliar selama tiga tahun, dengan pernyataan CEO Eddie Wu bahwa realisasinya kemungkinan melampaui angka itu (South China Morning Post). Kedua, tekanan belanja modal tinggi diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun fiskal pada Maret 2027 (Simply Wall St).
Di luar dua hal itu, Alibaba belum memberi target angka publik untuk kapan bisnis cloud dan AI akan menutup biaya investasinya. Ini bedanya dengan perusahaan seperti AMD yang memasang target compound annual growth rate (CAGR) eksplisit di Financial Analyst Day.
Laporan keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2027, yang mencakup April sampai Juni 2026, dijadwalkan rilis pada 28 Agustus 2026 sebelum pasar buka (StockAnalysis.com, MarketBeat).
Konsensus analis memperkirakan laba per ADS $2,44 untuk kuartal ini, naik 29% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (TradingKey). Tapi angka laba bukan yang paling menentukan di laporan kali ini.
Tiga hal yang lebih layak diperhatikan: apakah pertumbuhan pendapatan cloud bisa bertahan di kisaran 38%, apakah kerugian instant commerce terus menyusut seperti kuartal sebelumnya, dan apakah manajemen menaikkan lagi rencana belanja modal di atas sekitar $56 miliar. Kombinasi kenaikan belanja modal tanpa percepatan pendapatan cloud memperpanjang periode arus kas negatif tanpa kejelasan hasil, dan ini yang disebut analis sebagai sumber keraguan utama terhadap valuasi Alibaba sekarang (Simply Wall St).

Jiong Shao dari Barclays mempertahankan rating Buy dengan target $195 pada 14 Juli 2026, Robin Zhu dari Bernstein di $180 pada 13 Juli 2026, dan Alicia Yap dari Citi di $192 pada 8 Juli 2026. Target tertinggi di antara 40 analis yang dipantau S&P Global mencapai $242,16 (StockAnalysis.com, data TipRanks). Skenario ini mengasumsikan pertumbuhan cloud bertahan tinggi, kerugian instant commerce terus mengecil, dan belanja modal sekitar $56 miliar mulai terlihat hasilnya dalam bentuk pendapatan cloud yang lebih besar.

Target terendah di antara 40 analis tersebut ada di $92,27, sekitar 24,52% di bawah harga saat ini, dan masih ada satu rating Sell dalam kelompok itu (StockAnalysis.com). Sebagai contoh downgrade, bukan target bearish: Freedom Capital menurunkan rating Alibaba ke Hold pada 6 Januari 2026, meski saat itu justru menaikkan target harganya ke $180, dengan alasan kenaikan belanja modal dan tekanan biaya yang menutupi momentum cloud (Finviz, Insider Monkey). Yang lebih menarik, dua analis yang tetap bullish justru memotong targetnya pada 8 Juli 2026: Gary Yu dari Morgan Stanley dari $190 ke $180, dan Alicia Yap dari Citi dari $208 ke $192 (StockAnalysis.com).
Perlu jujur soal komposisinya. Dari 40 analis pada Juli 2026, 30 memberi Strong Buy dan hanya satu memberi Sell, jadi skenario bearish di sini bukan pandangan mayoritas Wall Street. Argumen bearish yang lebih kuat justru bersifat struktural: belanja modal dan kerugian instant commerce bisa berjalan lebih dalam atau lebih lama dari jadwal manajemen, arus kas bebas tertekan sampai Maret 2027, dan risiko geopolitik bisa muncul tanpa peringatan, seperti ketika Alibaba masuk daftar 1260H Pentagon pada 13 Februari 2026 dan kehilangan miliaran dolar kapitalisasi pasar dalam hitungan jam sebelum daftar itu dicabut hari yang sama (TIKR, Simply Wall St).
Agar skenario bullish terealisasi, laporan 28 Agustus 2026 perlu menunjukkan pertumbuhan cloud yang bertahan dan kerugian instant commerce yang terus menyusut, tanpa kenaikan baru rencana belanja modal. Sebaliknya, skenario bearish akan menguat kalau belanja modal dinaikkan ke sekitar $69 miliar tanpa percepatan pendapatan cloud yang sepadan, atau kalau muncul pembatasan baru dari pemerintah AS.
BABAon adalah tokenized stock alias representasi digital saham Alibaba yang diterbitkan di blockchain oleh Ondo Global Markets (BVI) Limited. Penerbitnya berbentuk special purpose vehicle yang dirancang bankruptcy remote, artinya asetnya dipisahkan supaya tidak ikut tersangkut kalau perusahaan induknya bermasalah, dan punya setidaknya satu direktur independen (Ondo Finance).
Saham Alibaba yang menjadi jaminan dibeli lewat broker-dealer sekuritas terdaftar di AS dan disimpan di kustodi broker-dealer berlisensi (Pintu Blog). Ondo menyatakan token dijamin penuh dengan tambahan penyangga di atas 100%, dengan hak jaminan prioritas pertama yang dipegang agen jaminan pihak ketiga, ditambah atestasi aset harian (Ondo Finance).
Ada satu perbedaan penting dibanding xStocks yang mungkin sudah kamu kenal di Pintu. BABAon bukan token dengan rasio tetap 1:1 terhadap satu lembar saham. Token ini dirancang sebagai total return tracker, artinya dividen yang diterima diinvestasikan kembali ke dalam token, sehingga seiring waktu satu token BABAon bisa mewakili nilai lebih dari satu ADS dan harganya akan berbeda dari harga saham aslinya (Ondo Finance). Selisih harga ini normal dan bukan tanda ada masalah.
Memegang BABAon bikin kamu ikut naik-turun mengikuti nilai ekonomi saham Alibaba, tanpa jadi pemegang saham resmi Alibaba. Kamu tidak punya hak suara di rapat pemegang saham dan tidak menerima dividen tunai, karena dividen sudah masuk lagi ke nilai token setelah dipotong pajak (Ondo Finance). Di aplikasi Pintu, BABAon bisa dibeli mulai Rp11.000 dan bisa dibeli secara fraksional tanpa harus satu token penuh (Pintu News, “How to Buy Alibaba Stocks in Indonesia,” pintu.co.id/en/news/264338).
| Aspek | Saham Alibaba (NYSE: BABA) | BABAon (Tokenized Stock) |
|---|---|---|
| Bentuk aset | ADS, satu ADS mewakili delapan saham biasa | Token crypto berbasis real world asset (RWA) di blockchain |
| Status kepemilikan | Pemegang saham resmi lewat ADS, ada hak suara | Hanya ikut nilai ekonominya, tanpa hak suara |
| Jaminan | Kepemilikan langsung lewat bank kustodian ADS | Saham asli di kustodi broker-dealer AS, dijamin penuh plus penyangga |
| Rasio ke saham asli | Tetap, satu ADS sama dengan delapan saham biasa | Tidak tetap, dividen direinvestasikan sehingga nilainya bergeser |
| Jam perdagangan | Jam bursa AS, malam hingga dini hari WIB | Bisa ditransaksikan di luar jam bursa AS lewat Pintu |
| Modal minimum | Umumnya per ADS penuh, sekitar $122 | Mulai Rp11.000 |
| Dividen | Dibayar tunai, $1,05 per tahun | Direinvestasikan ke nilai token setelah pajak |
Pengawasan aset crypto, termasuk tokenized stock seperti BABAon, sepenuhnya berada di tangan OJK sejak masa transisi dari Bappebti berakhir pada 20 Januari 2026. Dari sisi pajak, pembelian aset crypto tidak dikenai PPN, sementara penjualan lewat platform terdaftar dalam negeri seperti Pintu dikenakan PPh Pasal 22 final 0,21% dari nilai transaksi (Direktorat Jenderal Pajak).
Penjelasan lengkapnya, termasuk aturan pelaporan data transaksi dan aturan tokenisasi aset yang masih disusun OJK, ada di Panduan Lengkap Regulasi Aset Crypto di Indonesia 2026.
Alibaba adalah cara paling murah untuk ikut cerita AI kalau pembandingmu adalah saham chip Amerika, tapi bukan saham China yang paling murah kalau pembandingmu adalah PDD Holdings dan JD.com. Selisih P/E forward 18,63 kali versus 7,96 kali PDD adalah harga yang pasar minta untuk bisnis cloud dan AI, dan sampai laporan 28 Agustus 2026 menunjukkan pertumbuhan cloud bertahan di kisaran 38% tanpa kenaikan belanja modal baru, premium itu belum terbukti layak.
Buat investor Indonesia yang sabar dan sanggup menahan posisi melewati periode arus kas negatif sampai Maret 2027, BABAon lewat Pintu memberi akses ke cerita ini mulai Rp11.000. Tapi kalau kamu mengharapkan pergerakan cepat seperti saham AI Amerika, atau tidak nyaman dengan risiko geopolitik yang bisa menghapus 25% nilai dalam beberapa hari seperti Juni 2026, tunggu konfirmasi dari laporan 28 Agustus dulu sebelum masuk. Pastikan juga kamu paham bahwa BABAon bukan token 1:1, sehingga harganya memang tidak akan sama dengan harga saham BABA yang kamu lihat di berita.
Artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan saran investasi. Harga aset crypto bersifat volatil dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu lakukan riset sendiri (DYOR) sebelum berinvestasi.
Tidak sama. BABAon memberi kamu nilai ekonomi yang mengikuti saham Alibaba, termasuk dividen yang diinvestasikan kembali, tapi kamu bukan pemegang saham resmi dan tidak punya hak suara. Saham Alibaba yang menjadi jaminannya disimpan di kustodi broker-dealer berlisensi di AS.
Mulai dari Rp11.000. Kamu bisa membeli BABAon secara fraksional lewat aplikasi Pintu tanpa harus membeli satu ADS Alibaba penuh yang harganya sekitar $122.
Karena BABAon dirancang sebagai total return tracker, bukan token dengan rasio tetap 1:1. Dividen Alibaba diinvestasikan kembali ke dalam token, jadi seiring waktu satu token bisa mewakili nilai lebih dari satu ADS. Selisih harga ini bagian dari desain produknya, bukan tanda ada masalah.
Karena pertumbuhan itu dibiayai dengan belanja modal besar yang membuat arus kas bebas negatif $7,38 miliar dalam 12 bulan terakhir dan menekan laba operasional turun 64% pada tahun fiskal 2026. Pasar memberi diskon karena belum ada kejelasan kapan investasi itu berbalik jadi laba, ditambah risiko geopolitik yang sulit diprediksi.
BABAon dan tokenized stock lain di Pintu diawasi OJK sejak peralihan pengawasan dari Bappebti selesai pada Januari 2026. Pastikan kamu bertransaksi lewat platform berizin seperti Pintu dan pahami ketentuan pajaknya, yaitu tanpa PPN untuk pembelian dan PPh Pasal 22 final 0,21% dari nilai transaksi penjualan.
Referensi
Bagikan
Table of contents
Lihat Aset di Artikel Ini


Harga Alibaba (24 Jam)
Kapitalisasi Pasar
-
Volume Global (24 Jam)
-
Suplai yang Beredar
-