Masa Depan Crypto di Indonesia

October 28, 2022
Combined Shape 2
7 Menit
Bagikan
Gambar Masa Depan Crypto di Indonesia
Reading Time: 7 minutes

Indonesia merupakan negara dengan populasi terbesar ke-4 di dunia. Dari sekitar 279 juta warganya, 65 juta populasi Indonesia berisikan anak muda berumur 10-24 tahun. Angka ini adalah 28% dari total penduduk Indonesia. Dengan jumlah anak muda yang begitu banyak, tidak aneh apabila kita melihat adopsi crypto di Indonesia bertumbuh pesat. Tren di berbagai negara menunjukkan bahwa aset kripto disukai oleh investor generasi muda. Meskipun begitu, bagaimana situasi aset crypto di indonesia saat ini? Lalu bagaimana masa depan crypto di Indonesia? Artikel ini akan menjelaskannya secara detail.

Ringkasan Artikel

  • ūü™ô Sejak 2019, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menyatakan aset crypto legal sebagai komoditi di Indonesia.
  • ūüďą Laporan Agustus 2022 menunjukkan ada sekitar 29,8 juta investor crypto di Indonesia. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan sejak 2020 dan bahkan melewati angka investor saham.
  • ūüßĎ‚Äć‚öĖÔłŹ Saat ini, pemerintah Indonesia sudah memiliki berbagai regulasi terkait industri crypto termasuk daftar aset crypto dan bursa yang legal, kejelasan terkait pajak, dan aturan perlindungan konsumen seperti AML.
  • ūü߆ Dengan adanya dukungan pemerintah dan industri yang hidup, masa depan crypto di Indonesia terlihat cukup cerah. Regulasi industri yang jelas memberikan industri lokal dan internasional ruang untuk berkembang. Selain itu, berbagai proyek crypto di Indonesia juga terus berkembang dan memiliki potensi menarik banyak pengguna.

Mengenal Situasi Crypto di Indonesia

Pada akhir tahun 2020, terdapat sekitar empat juta pengguna crypto di Indonesia. Angka ini hampir meningkat dua kali lipat menjadi 7,5 juta pengguna pada akhir 2021. Pada Februari 2022, angka penggunanya sudah mencapai 12,4 juta dengan nilai transaksi sekitar Rp 83,8 triliun. Jumlah investor pasar crypto saat ini sudah melewati pengguna pasar saham.

Melihat tren sejak 2020 dan kondisi crypto saat ini, kita bisa berekspektasi jumlah pengguna aset kripto akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

ūüí° Apakah aset crypto legal di Indonesia?

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sudah menyatakan crypto legal sebagai aset komoditi di mata hukum Indonesia.

Di Indonesia penggunaan aset kripto diatur oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang berada di bawah Kementrian Perdagangan RI. Bappebti mengeluarkan izin bagi semua aset kripto dan bursa pertukaran di Indonesia. Bappebti sudah melegalkan perdagangan kripto sebagai aset komoditi sejak tahun 2019 (peraturan nomor 2, 5, 6, dan 9).

Dengan situasi regulasi yang bersifat positif, industri crypto di Indonesia berhasil bertumbuh pesat. Hal ini mendorong terciptanya banyak platform perdagangan aset kripto yang kemudian mendukung masyarakat membeli crypto.

Adopsi Crypto di Indonesia

Tahun 2021 dan 2022 menjadi waktu yang signifikan bagi adopsi crypto di Indonesia. Mulai dari proyek aset kripto lokal, bursa pertukaran kripto baru, sampai koleksi-koleksi NFT lokal muncul dalam dua tahun terakhir. Data terakhir pada Juli 2022 dari Bappebti menunjukkan pengguna aset kripto sudah mencapai sekitar 15 juta orang. Namun, laporan Finder pada Agustus 2022 menunjukkan angka yang lebih tinggi. Terdapat 29,8 juta orang mempunyai aset kripto dengan 28% di antaranya memiliki Bitcoin.

jumlah pengguna crypto di indonesia
Angka tren pengguna aset crypto di Indonesia. Sumber: Finder

Selain itu, saat ini terdapat 25 bursa pertukaran aset kripto di Indonesia yang sudah memiliki izin dari Bappebti. Di antara 25 tersebut, beberapa bursa pertukaran mendominasi pasar aset kripto Indonesia yaitu Indodax, Pintu, TokoCrypto, Pluang, dan Zipmex. Selain itu, beberapa bursa pertukaran ini memiliki aset kriptonya sendiri yang memiliki fungsi khusus untuk menarik pengguna kepada platformnya masing-masing.

ūüí° Pengguna aset kripto di Indonesia bertumbuh sekitar 400% sejak 2020.

Di luar aset crypto, adopsi blockchain sebagai teknologi masih terhitung minim. Implementasi blockchain saat ini masih terbatas pada industri aset kripto.

Masa Depan Crypto di Indonesia

konferensi crypto indonesia bali coinfest
Panel diskusi masa depan Crypto di Indonesia pada CoinFest Asia 2022 di Bali. Dari kiri: Tirta Karma Senjaya (Bappebti), Yos Ginting (Kadin Indonesia), Jeth Soethoyo (Pintu), Mohammad Naufal (Indodax), dan Asih Karnengsih (Asosiasi Blockchain Indonesia).

Dalam acara CoinFest Asia yang digelar pada 25-26 Agustus di Bali, beberapa stakeholder penting industri crypto duduk untuk berdiskusi tentang masa depan crypto di Indonesia. Menurut Tirta Karma dari Bappebti, industri crypto di Indonesia memiliki potensi dan masa depan yang cerah.

‚ÄúIndonesia memiliki industri ekonomi digital yang sedang berkembang pesat dan Indonesia masuk dalam 10 negara dengan startup terbanyak,‚ÄĚ ujar Tirta saat ditemui di acara CoinFest Asia. Selain itu, Tirta juga menjelaskan bahwa Indonesia memiliki regulasi crypto yang jelas dan lengkap termasuk AML (Anti-Money Laundering) dan regulasi pajak.

Selain itu, Ketua Komite Tetap Perdagangan Internasional Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Yos Ginting, menjelaskan dengan adanya 79 perusahaan anggota di ABI, industri crypto di Indonesia memiliki potensi besar. Yos beranggapan bahwa akses pembelian crypto yang mudah dan informasi yang bisa didapatkan dari mana saja membuat adopsi crypto mudah bertumbuh.

Posisi Pemerintah Indonesia Terhadap Industri Crypto

Pemerintah sedang mendukung terciptanya ekonomi digital yang kuat. Perdagangan industri crypto sendiri menyumbang sekitar 42 triliun rupiah pada Januari 2022. Meskipun angka ini kecil, hal yang lebih penting adalah investor aset crypto yang terus tumbuh dan sudah melampaui investor pasar saham.

Dari sisi industri, Bappebti sudah memberikan izin terhadap 25 perusahaan yang berperan sebagai bursa pertukaran aset kripto. Bappebti juga baru saja mengeluarkan peraturan nomor 11 tahun 2022 tentang 383 daftar aset kripto yang boleh diperdagangkan di Indonesia. Peraturan ini adalah bentuk dukungan pemerintah untuk menciptakan industri crypto yang kondusif serta melindungi investor dari aset ilegal dan penipuan.

ūüí° Salah satu tanda dukungan lain dari pemerintah Indonesia adalah wacana tentang pembuatan bursa saham perusahaan crypto di Indonesia. Penciptaan bursa ini akan meningkatkan perhatian terhadap industri crypto di Indonesia.

Tantangan Masa Depan Crypto di Indonesia

Menurut Yos Ginting dari Kadin, pertumbuhan pesat industri aset crypto juga berpotensi memberikan dampak negatif terhadap masyarakat. Ia melihat masalah edukasi sebagai tantangan besar adopsi crypto. Selain itu, masalah edukasi ini sangat berkaitan terhadap keamanan dan perlindungan pengguna.

Layaknya berbagai kasus di banyak negara maju, ternyata banyak orang tergiur oleh tawaran yang sebenarnya penipuan. Banyak orang yang masih bertanya-tanya tentang apakah investasi crypto aman atau tidak. Sehingga, perlu ada inisiatif edukasi kepada masyarakat untuk menghindari kasus penipuan dan peretasan terhadap pengguna seperti yang sudah terjadi di beberapa negara lain.

Tantangan terakhir industri crypto di Indonesia adalah belum adanya penerapan blockchain ke industri lain di luar crypto. Seperti yang kita tahu, teknologi blockchain dan crypto memiliki berbagai fungsi selain hanya sebagai aset investasi.

Yos mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan crypto di Indonesia perlu mengeksplorasi implementasi teknologi blockchain ke berbagai industri selain crypto. Ia menekankan adanya potensi blockchain untuk memanfaatkan infrastruktur pembayaran di Indonesia yang memiliki hampir 2 juta outlet retail yang tersebar di mana-mana.

ūüí° Tahukah kamu?

Teknologi di balik NFT menciptakan kode unik untuk setiap barang dan dapat digunakan untuk mencetak tiket konser khusus serta surat-surat berharga yang tidak bisa diduplikasi.

Developer Crypto di Indonesia

masa depan crypto dan proyek-proyek lokal indonesia
Daftar beberapa project aset crypto dan Blockchain di Indonesia. Sumber: Indonesia Fintech Report 2020.

Saat ini sudah ada puluhan proyek aset crypto di Indonesia. Beberapa proyek tersebut dapat kamu lihat dalam kolom anggota dari Asosiasi Blockchain Indonesia. Selain itu, proyek-proyek NFT dan aset kripto lainnya juga mulai populer di komunitas pengguna crypto Indonesia. Bahkan, sekarang komunitas NFT sudah memiliki payung besar bernama IDNFT (Indonesian NFT Community).

Apa itu NFT? Coba baca artikel ini supaya kamu mengerti!

Berikut beberapa proyek aset crypto lokal di Indonesia berdasarkan beberapa kategori. Perlu diingat bahwa daftar ini tidak mencakup semuanya.

Proyek Aset Kripto dengan Implementasi Dunia Nyata

  • DeBio: DeBio adalah sebuah platform DApp (Decentralized application) yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk menyimpan data medis dari berbagai tes genetik. Melalui platform DeBio, pengguna dan lab pemeriksaan dapat berkomunikasi secara anonim.
  • Hara: Hara adalah blockchain dan proyek aset kripto yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk mengumpulkan dan mengorganisir data bagi petani dan stakeholder lainnya. Program Pilot PERTAHARA pada tahun 2021 menerapkan blockchain untuk membantu petani Jahe dalam proses penanaman, pemeliharaan, dan penjualan.

NFT

  • Baliola: Baliola adalah pasar digital NFT yang khusus mempromosikan karya digital dari senimal lokal Bali. Pembuat NFT di Baliola perlu melewati proses verifikasi karyanya untuk mencegah plagiarisme. Beberapa koleksi NFT di Baliola juga memiliki karya seni fisik yang akan dikirimkan kepada pembeli.
  • Paras: Paras adalah pasar digital NFT yang terkurasi untuk memastikan setiap koleksi NFT memiliki tema dan konsep unik berkualitas. Setiap artis di Paras perlu merilis NFT-nya dalam bentuk koleksi berisikan beberapa barang NFT.
  • KaraFuru: KaraFuru adalah koleksi NFT buatan seniman WDWilly dan Museum of Toys. Ia berisikan 5.555 karakter dengan warna yang hidup dan gaya seni unik. Koleksi NFT KaraFuru bisa kamu beli di platform marketplace-nya sendiri atau pun di OpenSea. Total volume KaraFuru di OpenSea kini sudah mencapai 44.500 ETH.
  • Superlative Secret Society: Superlative Secret Society (SSS) adalah koleksi NFT yang dibuat oleh seniman di Indonesia dan memiliki kegunaan dunia nyata. Pemilik NFT SSS dapat mendapatkan diskon untuk membeli merch khusus, memasuki galeri, dan akses khusus ke acara tertentu. NFT SSS memiliki komunitas yang aktif dengan berbagai macam kolaborasi yang bisa kamu lihat disini.

GameFi

  • Creo Engine: Creo Engine adalah platform khusus yang berisikan berbagai game berbasis blockchain. Saat ini, Creo memiliki rencana meluncurkan empat game dengan tema dan jenis permainan yang berbeda. Pemain bisa memainkan semua game ini melalui Creo Play yang akan diluncurkan pada Q3 2022.
  • KunciCoin: KunciCoin adalah platform blockchain yang dibuat untuk menciptakan ekosistem aplikasi terdesentralisasi (DApps). Platform KunciCoin dibuat menggunakan template blockchain Solana sehingga memiliki kapabilitas transaksi yang cepat. Selain itu, KunciCoin memiliki ambisi untuk menciptaka berbagai aplikasi berbasis crypto seperti platform NFT, Game berbasis blockchain, dan aplikasi lainnya.

Investasi Crypto di Pintu

Kamu dapat mulai berinvestasi pada berbagai aset crypto legal di Pintu. Melalui Pintu, kamu bisa membeli berbagai crypto seperti BTC, BNB, ETH, dan yang lainnya dengan cara aman dan mudah.

Selain itu, aplikasi Pintu kompatibel dengan berbagai dompet digital populer seperti Metamask untuk memudahkan transaksimu. Ayo download aplikasi cryptocurrency Pintu di Play Store dan App Store! Keamananmu terjamin karena Pintu diregulasi dan diawasi oleh Bappebti dan Kominfo.

Kamu juga bisa belajar crypto lebih lanjut melalui berbagai artikel Pintu Academy yang diperbarui setiap minggunya! Semua artikel Pintu Akademi dibuat untuk tujuan edukasi dan pengetahuan, bukan sebagai saran finansial.

Referensi

Beri nilai untuk artikel ini

Penilaian kamu akan membantu kami.

Apa yang kamu tidak suka?

Apakah ada saran untuk artikel ini?

Terima kasih untuk masukanmu!Tutup
Masukan gagal terkirim. Silakan coba lagi.Tutup
Ari Budi Santosa
Author
Ari Budi Santosa

Bagikan

Artikel Terkait