Dalam beberapa waktu terakhir, Decentralized Physical Infrastructure Network (DePIN) tengah menjadi sorotan baru di dunia blockchain karena potensinya. Dengan konsep yang memberikan peluang untuk berkontribusi dalam jaringan global melalui perangkat fisik sambil mendapatkan imbalan dalam bentuk token, Grass Network pun hadir untuk meramaikan proyek crypto DePIN yang telah ada sebelumnya. Lalu, apa itu Grass Network dan token GRASS? Cari tahu informasi lengkapnya di sini.
Grass Network adalah sebuah jaringan terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna menjual bandwidth internet yang tidak terpakai. Bandwidth itu sendiri adalah kapasitas jaringan internet yang dapat digunakan untuk mengirim atau menerima data. Artinya, para pengguna berkesempatan untuk menghasilkan keuntungan dari sumber daya internet yang tidak terpakai dengan cara yang aman dan terdesentralisasi.
Untuk meraih keuntungan, pengguna bisa mendapatkan Grass Points melalui dua cara utama, yaitu dengan menggunakan Grass dan mengundang (referral) orang lain. Berikut adalah langkah-langkah untuk berpartisipasi dalam Grass Network:
Dirancang untuk *web scraping (*mengambil data dari web), Grass bertujuan mengubah data publik dari web menjadi dataset untuk melatih model kecerdasan buatan . Grass memanfaatkan koneksi internet yang menganggur dari operator node untuk mengumpulkan data mentah, yang nantinya diolah menjadi format yang dapat digunakan untuk pelatihan AI.
Dalam prosesnya, alat AI bernama Socrate dari Wynd Labs akan digunakan untuk mengubah data tidak terstruktur menjadi format yang lebih terorganisir. Di sini, Grass berperan menjadi repositori data bagi berbagai platform AI yang membutuhkan dataset untuk pelatihan.
Selain itu, Grass berfungsi sebagai penyedia data untuk AI dengan mencatat setiap aktivitas scraping yang dilakukan. Untuk mendukung operasi berskala besar, Grass menggunakan teknologi Layer-2 di atas blockchain Solana dengan sistem sovereign rollup sebagai lapisan pemrosesan.
Grass juga mengintegrasikan Zero Knowledge Processor, yang memungkinkan pengembang memverifikasi bahwa model AI dilatih dengan benar, dan Data Ledger untuk menyimpan data secara permanen.
Pelajari penjelasan dan cara kerja teknologi zero-knowledge lebih lengkap melalui artikel berikut.
Grass Network beroperasi melalui ekstensi browser sederhana yang memanfaatkan bandwidth pengguna tanpa mengakses data pribadi. Grass tetap menjadikan privasi pengguna prioritas utama dengan memastikan tidak ada data pribadi, riwayat penelusuran, atau file yang dilacak atau disimpan.
Untuk memastikan keamanan maksimal, Wynd Network akan secara rutin mengadakan audit keamanan eksternal yang dilakukan oleh perusahaan keamanan siber independen. Audit ini bertujuan mendeteksi dan memperbaiki potensi kerentanan, memastikan Grass tetap tangguh terhadap ancaman keamanan.
Secara keseluruhan, Grass tidak hanya memberikan cara inovatif bagi pengguna untuk memonetisasi bandwidth, tetapi juga membantu membangun fondasi untuk pengembangan AI yang lebih aman, transparan, dan berkualitas tinggi.
Andrej Radonjic adalah pendiri Grass Netowrk. Sebelumnya, Andrej Radonjic telah memperkenalkan dirinya bersama lima anggota timnya melalui LinkedIn. Para pendiri Grass memiliki latar belakang serupa dalam rekayasa perangkat lunak dan pengembangan protokol DeFi.
Andrej sendiri sebelumnya terlibat dalam proyek 1on1proxy, penyedia static residential proxies. Ia juga menyelesaikan gelar Sarjana Teknik di McMaster University, sementara anggota timnya memiliki latar belakang pendidikan dari universitas di kawasan Asia, seperti Filipina dan Bangladesh. Menurut Crunchbase, Andrej juga pernah melakukan investasi pra-seed pada Rug.ai pada Maret 2024.
Dalam presentasinya di ETH Denver, Andrej mengungkapkan bahwa Grass telah diunduh di 190 negara dan mampu mengumpulkan lebih dari 1 TB data setiap hari. Meski pertumbuhannya sangat pesat dalam beberapa waktu terakhir, Grass masih tertinggal dari aplikasi serupa, seperti Honeygain, yang telah memiliki sekitar 12 juta pengguna.
GRASS token adalah token asli dari Grass Network. GRASS memungkinkan pemegang token untuk berinteraksi dengan jaringan Grass melalui berbagai cara, yaitu:
Alokasi token GRASS dirancang untuk memastikan pertumbuhan ekosistem yang berkelanjutan dan memberikan insentif kepada berbagai pemangku kepentingan dalam komunitas. Berikut adalah rincian alokasi token berdasarkan diagram:
Token GRASS diluncurkan pada akhir Oktober 2024 di mainnet Solana dan memiliki total pasokan sebanyak 1 miliar GRASS. Per 28 November 2024, sudah ada 243,91 juta token GRASS yang telah beredar. Lalu, berapa harga token GRASS? saat penulisan, harga GRASS berada di level $3.49 dan memiliki market cap sebesar $851.82 juta. Jumlah market cap saat ini menempatkan GRASS berada di peringkat 206 berdasarkan Coinmarketcap. Untuk memantau harga token GRASS dan token-token favorit lainnya secara mudah, kamu bisa menjelajahi Pintu Market.
Sejak diluncurkan, nilai token GRASS telah melonjak 343.52% dengan rentang $0.6443 dan $3.6201 selama bulan Oktober hingga November 2024.
Setelah mengetahui apa itu GRASS, kamu bisa mulai investasi di GRASS dan berbagai macam mata uang kripto lainnya di aplikasi Pintu. Berikut cara membeli GRASS pada aplikasi Pintu:
Selain GRASS, kamu juga bisa membeli berbagai aset crypto seperti BTC, ETH, SOL, dan yang lainnya tanpa harus khawatir adanya penipuan melalui Pintu. Selain itu, semua aset crypto yang ada di Pintu sudah melewati proses penilaian yang ketat dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Aplikasi Pintu juga kompatibel dengan berbagai macam dompet digital populer seperti Metamask untuk memudahkan transaksimu. Ayo download aplikasi Pintu di Play Store dan App Store! Keamananmu terjamin karena Pintu diregulasi dan diawasi oleh Bappebti dan Kominfo.
Selain melakukan transaksi, di aplikasi Pintu, kamu juga bisa belajar crypto lebih lanjut melalui berbagai artikel Pintu Academy yang diperbarui setiap minggunya! Semua artikel Pintu Akademi dibuat untuk tujuan edukasi dan pengetahuan, bukan sebagai saran finansial.
Bagikan