Cara Melakukan Trading Menggunakan Shooting Star Candle

Update 6 Apr 2023 ‚ÄĘ Waktu Baca 5 Menit
Gambar Cara Melakukan Trading Menggunakan Shooting Star Candle
Reading Time: 5 minutes

Shooting star candle adalah pola grafik populer yang digunakan dalam analisis teknikal untuk mengidentifikasi potensi pembalikan arah pada pergerakan harga. Shooting star dapat diidentifikasi melalui bentuk candle serta lokasi kemunculannya. Mau tahu cara mengidentifikasi shooting star dan cara menggunakannya? Baca selengapnya di artikel berikut.

Ringkasan Artikel

  • ūüĆź Shooting star adalah jenis candlestick yang memberikan sinyal bearish berupa potensi perubahan uptrend menjadi downtrend
  • ūüĆü Shooting star bisa diidentifikasi melalui bentuk candle dengan body yang pendek diiringi dengan sumbu atas yang sangat panjang. Sementara itu, sumbu bawah justru sangat pendek, atau sama sekali tidak memiliki sumbu.
  • ūüĒĚ Shooting star dapat ditemukan di ujung atau mendekati ujung suatu uptrend.
  • ūüÜö Walaupun punya bentuk yang sama, shooting star berbeda dari inverted hammer. Jika terjadi di ujung uptrend, maka candle tersebut adalah shooting star. Sedangkan jika terjadi di ujung downtrend, maka candle tersebut adalah inverted hammer.

Mengenal Shooting Star Candle

Shooting star adalah jenis candlestick yang memberikan sinyal bearish berupa potensi perubahan uptrend menjadi downtrend. Adapun, pergerakan downtrend bisa terjadi untuk jangka panjang maupun pendek. Pola shooting star biasanya terlihat ketika sebuah harga sebuah aset berada di puncak harga tertinggi dalam sebuah uptrend yang sedang berlangsung.

Karakteristik shooting star candles
Karakteristik shooting star candlestick. Sumber: InvestoBull

Dari bentuknya, shooting star punya ciri-ciri yang mudah untuk dikenali. Shooting star terdiri dari satu candle dengan body yang pendek diiringi dengan sumbu atas yang sangat panjang. Sementara itu, sumbu bawah justru sangat pendek, atau sama sekali tidak memiliki sumbu.

Untuk mendapatkan shooting star candle yang lebih akurat, maka panjang sumbu atas setidaknya harus dua kali lipat dari panjang body-nya.

Sumbu yang panjang mengindikasikan bahwa para buyer semula memegang kendali sehingga mendorong harga aset naik. Namun, kemudian para seller justru lebih dominan sehingga mendorong harga bebalik turun. Lalu, body yang pendek dapat diartikan sedikitnya perbedaan harga sepanjang sesi tersebut.

Perlu diingat, warna body pada shooting star tidak mempunyai pengaruh. Jadi, baik body berwarna merah ataupun hijau, tidak masalah. Faktor terpenting yang harus diperhatikan adalah kapan munculnya candle tersebut, yakni ketika harga aset berada di puncak uptrend.

Selain shooting star, ketahui berbagai pola candlestick lainnya melalui artikel berikut.

Cara Membaca Shooting Star Candle

Dalam membaca shooting star, kamu perlu mengetahui kapan munculnya candlestick tersebut. Shooting star hanya terjadi di ujung uptrend, jika munculnya di tengah-tengah tren ataupun pada downtrend maka menjadi tidak ada artinya. Lebih lanjut, diperlukan adanya candle konfirmasi untuk menjadi shotting star menjadi lebih akurat.

Cara membaca shooting star candle
Tiga bullish candle yang berada dalam kotak biru mempunyai higher highs. Lalu candle setelah shooting star mempunyai high dan closing price di bawahnya sehingga mengonfirmasi pembalikan tren.

Ada dua keadaan yang bisa menjadi faktor pendukungnya. Pertama, candle shooting star muncul setelah terbentuknya tiga bullish candle beruntun yang nilai tertingginya semakin tinggi (higher highs). Kedua, muncul candle berikutnya yang memiliki opening price berdekatan dengan closing price candle shooting star namun harganya kemudian bergerak jauh ke bawah. Kemudian, candle tersebut juga harus memiliki high dan closing price di bawah candle shooting star.

Adanya candle konfirmasi tadi memastikan bahwa pergerakan harga mengalami tren pembalikan dan akan melanjutkan penurunan pada sesi berikutnya. Namun, perlu diingat bahwa kemunculan shooting star tidak serta-merta mengimplikasikan uptrend akan berganti menjadi downtrend. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, shooting star bisa saja memberikan sinyal bearish jangka pendek. Dengan demikian, koreksi bisa jadi hanya sesaat dan kembali melanjutkan uptrend.

Tips Menggunakan Shooting Star Candle

Bagi trader yang ingin menggunakan shooting star sebagai sinyal untuk mengambil keputusan investasi, tipsnya adalah memastikan adanya candle konfirmasi. Ketika muncul candle dengan body dan high yang lebih rendah, maka shooting star sudah terkonfirmasi.

Bagi para trader atau investor yang hendak memasang long, maka sebaiknya menahan diri untuk tidak masuk terlebih dahulu. Pasalnya, ada kemungkinan aset tersebut akan mengalami tren pembalikan dan terkoreksi. Sementara bagi trader yang sudah mempunyai posisi, bisa melakukan take profit atau melakukan cut loss untuk mengurangi risiko kerugian yang lebih besar.

Tips menggunakan shooting star candle

Lalu, bagi para trader yang hendak memasang short, adanya shooting star yang terkonfirmasi bisa menjadi titik masuk yang potensial. Pasalnya harga aset akan mengalami downtrend. Namun ketika hendak melakukan short, sebaiknya trader juga mempertimbangkan faktor lain seperti tren keseluruhan, volume, serta titik support dan resistance-nya.

Secara umum, shooting star bisa menjadi analisis teknikal yang berguna untuk mengidentifikasi kemungkinan terjadinya tren pembalikan. Akan tetapi, akan jauh lebih baik ketika trader mengombinasikan shooting star dengan indikator teknikal lainnya untuk mendapat sinyal yang lebih dapat dipercaya.

Cari tahu juga cara melakukan analisis teknikal melalui artikel berikut.

Kelebihan dan Kekurangan Shooting Star Candle

Berikut adalah kelebihan dari shooting star:

  • Mudah diidentifikasi. Sebagai candlestick tunggal, membuat shooting star mudah diidentifikasi. Trader cukup mencari candle berbadan kecil dengan sumbu atas yang sangat panjang dan berada di akhir uptrend.
  • Cocok untuk pemula. Mengingat shooting star yang mudah diidentifikasi, ini membuat candlestick ini cocok untuk pemula. Walau begitu, trader profesional tetap bisa menggunakan indikator ini untuk mencari konfirmasi tren pembalikan.

Berikut adalah kekurangan dari shooting star:

  • Perlu indikator tambahan. Untuk memastikan tren pembalikan terjadi, shooting star harus diikuti oleh candle konfirmasi. Di satu sisi, keberadaan candle konfirmasi juga tidak dapat memastikan apakah tren pembalikan menjadi downtred akan berlangsung secara jangka panjang atau pendek. Trader juga perlu mempertimbangkan data analisis lainnya seperti moving average, indikator volume dan pola candlestick lainnya.

Perbedaan Shooting Star Candle dengan Inverted Hammer

Mungkin beberapa trader mengira shooting star adalah inverted hammer, begitupun sebaliknya. Pasalnya, keduanya memang mempunyai sumbu atas yang sangat panjang dengan body berukuran kecil. Lalu sama-sama mempunyai sumbu bawah yang sangat pendek atau tidak ada sama sekali.

Perbedaan candle shooting star dengan inverted hammer
Perbedaan candle shooting star dengan inverted hammer. Sumber: Bybit

Padahal sebenarnya keduanya mempunyai perbedaan yang signifikan dan mudah diidentifikasi. Perbedaan utamanya adalah letak terbentuknya masing-masing candle. Shooting star terbentuk di ujung atau mendcekati ujung dari sebuah uptrend. Sementara inverted hammer candle terbentuk di ujung atau mendekati ujung dari sebuah dowtrend.

Seiring tempat terbentuk masing-masing candle berbeda, maka berbeda juga sinyal yang diberikan. Shooting star dapat didentifikasi sebagai penanda akan perubahan dari uptrend menjadi downtrend. Sedangkan inverted hammer candle dapat diidentifikasi sebagai penanda akan perubahan dari downtrend menjadi uptrend.

Pelajari juga beragam pola grafik harga crypto yang harus kamu ketahui.

Beli Aset Crypto di Pintu

Tertarik berinvestasi pada aset crypto? Tenang saja, kamu bisa membeli berbagai aset crypto seperti BTC, ETH, SOL, dan yang lainnya tanpa harus khawatir adanya penipuan melalui Pintu. Selain itu, semua aset crypto yang ada di Pintu sudah melewati proses penilaian yang ketat dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Aplikasi Pintu juga kompatibel dengan berbagai macam dompet digital populer seperti Metamask untuk memudahkan transaksimu. Ayo download aplikasi Pintu di Play Store dan App Store! Keamananmu terjamin karena Pintu diregulasi dan diawasi oleh Bappebti dan Kominfo.

Selain melakukan transaksi, di aplikasi Pintu, kamu juga bisa belajar crypto lebih lanjut melalui berbagai artikel Pintu Academy yang diperbarui setiap minggunya! Semua artikel Pintu Akademi dibuat untuk tujuan edukasi dan pengetahuan, bukan sebagai saran finansial.

Referensi

Warren Venketas, How to Trade Shooting Star Candlestick Patterns, Daily FX, diakses pada 3 April 2023.

Cory Mitchell, Shooting Star: What It Means in Stock Trading, With an Example, Investopedia, diakses pada 3 April 2023.

Forexpedia, Shooting Star, Baby Pips, diakses pada 3 April 2023.

Penulis:Hikma Dirgantara

Beri nilai untuk artikel ini

Penilaian kamu akan membantu kami.

Apa yang kamu tidak suka?

Apakah ada saran untuk artikel ini?

Terima kasih untuk masukanmu!Tutup
Masukan gagal terkirim. Silakan coba lagi.Tutup

Bagikan