5 Metode Penilaian Investasi dan Contohnya, Investor Wajib Tau!

Updated
March 1, 2022
• Waktu baca 4 Menit
Gambar 5 Metode Penilaian Investasi dan Contohnya, Investor Wajib Tau!
Reading Time: 4 minutes

Sebelum melakukan investasi, penting bagi investor untuk melakukan analisis kelayakan investasi tersebut. Metode penilaian investasi adalah salah satu analisis fundamental untuk mengidentifikasi tren investasi jangka panjang dan memperkirakan profitabilitas di masa depan. Berikut pengertian dan jenis-jenis metode penilaian investasi dari Ekonom Internasional yang bisa kamu gunakan untuk memperkirakan profitabilitas dari investasi yang kamu pilih.

Pengertian Metode Penilaian Investasi

Sederhananya, metode penilaian investasi menurut para ahli adalah bentuk analisis untuk menilai daya tarik atau kelayakan sebuah investasi untuk kamu lakukan atau tidak. Analisisnya mencakup beberapa teknik pembiayaan seperti besaran investasi awal, arus kas, tingkat diskon atau pengembalian dan periode investasi. Kini, sudah banyak juga para ahli yang mengungkapkan metode penilaian investasi dan contohnya.

Jika kamu bertanya-tanya, ada berapakah metode yang digunakan dalam penilaian investasi. Jawabannya adalah ada 7, yaitu Payback Period (PB), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Average Rate of Return (ARR), Profitability Index (PI), Discounted Payback Period (DPB) dan Return of Investment (ROI). Namun dalam artikel ini, kami hanya akan membahas 5 metode penilaian investasi yang paling banyak digunakan. 

Baca juga : Kisah Sukses Elon Musk dan Tips Investasi Uniknya

 5 Metode Penilaian Investasi

Payback Period (PB)

Ada beberapa metode dalam penilaian proyek investasi. Yang pertama adalah Payback Period. Pada dasarnya, Payback Period  adalah salah satu metode yang paling sederhana. Metode ini menghitung waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya awal investasi berdasarkan arus kas. Sederhananya, PB adalah lamanya sebuah investasi mencapai titik impas (Break Even Point). Periode pengembalian yang pendek menandakan investasi lebih menarik.

Keuntungan dari metode ini adalah mudah dipahami dan dihitung, bahkan untuk kalangan tanpa latar belakang ekonomi. Namun, metode ini juga memiliki kekurangan, karena perhitungannya akan berhenti tepat setelah titik pengembalian tercapai. Nilai uang atau apapun yang terjadi setelahnya akan diabaikan.

Net Value Present (NPV)

NPV adalah rasio perbedaan antara nilai sekarang dari arus kas masuk dan nilai sekarang dari arus kas keluar selama periode waktu tertentu. Nilai NPV dapat digunakan untuk memperhitungkan nilai uang dan membandingkan alternatif investasi serupa. Jika nilai NPV positif, maka investasi sebaiknya dilakukan.

Metode ini dianggap sebagai metode penilaian investasi yang paling baik. Pasalnya, investor dapat menghitung nilai arus investasi masa depan di masa sekarang. Namun, kelemahannya, segala sesuatu di masa depan yang diperhitungkan hanyalah asumsi yang tidak bisa dipastikan.

Rumus metode penilaian investasi Net Value Present (NPV):

rumus npv excel

NPV    = nilai bersih di masa sekarang

Rt    = Arus kas bersih (masuk-keluar) selama periode t investasi ($)

i       = suku bunga (%)

t       = jangka waktu investasi

Dalam bentuk sederhana, NPV juga dapat dihitung seperti berikut:

NPV = nilai saat ini dari arus kas yang diharapkan – nilai saat ini dari uang yang diinvestasikan

Baca juga : Apa Itu Market Share, Rumus dan Contohnya?

Internal Rate of Return (IRR)

IRR adalah metode yang digunakan untuk memperkirakan profitabilitas dari investasi bersangkutan. Nilai IRR diperoleh dengan trial-error tingkat diskon agar nilai NPV dari semua arus kas sama dengan nol. Semakin tinggi nilai IRR, maka investasi tersebut akan semakin direkomendasikan.

Nilai IRR dapat dihitung dengan rumus berikut:

rumus irr sederhana

IRR  = tingkat pengembalian internal

NPV = nilai bersih di masa sekarang

Ct    = arus kas masuk bersih selama periode t investasi ($)

C0    = modal awal investasi($)

t       = periode investasi

Accounting Rate of Return (ARR)

ARR adalah metode penilaian investasi untuk mengukur besarnya keuntungan yang diperoleh dari sebuah investasi. Nilai ARR menyatakan persentase laba bersih terhadap jumlah modal investasi awal. Semakin tinggi nilai ARR, maka investasi dinilai semakin menguntungkan.

Rumus metode penilaian ARR adalah:

contoh diversifikasi investasi

Profitability Index (PI)

Indeks profitabilitas merupakan metode pengukuran rasio nilai sekarang dari arus investasi di masa depan terhadap jumlah investasi awal. Nilai PI yang lebih besar dari 1,0 dianggap sebagai investasi yang baik.

Nilai indeks profitabilitas dapat dihitung dengan rumus berikut:

rumus profitability index

Selain lima metode di atas, ada metode penilaian investasi lainnya seperti Discounted Payback Period (DPB) dan Return of Investment (ROI).  Berbagai metode tersebut dapat digunakan untuk menganalisis berbagai jenis instrumen investasi yang kamu miliki.

Itu dia penjelasan singkat mengenai 5 metode penilaian investasi dan contohnya. Semoga informasi ini bermanfaat!

Belakangan ini, makin banyak orang yang tertarik untuk berinvestasi aset kripto seperti bitcoin. Wajar saja mengingat bitcoin mengalami kenaikan harga yang cukup drastis tiap tahunnya. Per 14 Juli 2021, bitcoin menyentuh harga Rp473 juta, naik sekitar 250% dibandingkan tahun lalu. 

Jika kamu tertarik untuk berinvestasi aset kripto, kamu bisa download Pintu! Sudah terdaftar di BAPPEBTI, Pintu menyediakan berbagai jenis aset kripto yang bisa kamu beli dan jual mulai dari Rp22.000 saja. Selamat berinvestasi!

Cornelia Lyman
Author
Cornelia Lyman
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->