Apa itu Sideways dalam Trading Crypto?

Updated
April 18, 2022
• Waktu baca 3 Menit
Gambar Apa itu Sideways dalam Trading Crypto?
Reading Time: 3 minutes

Bullish, bearish, sideways merupakan 3 istilah yang seringkali digunakan untuk menyebutkan kondisi pasar pada rentang waktu tertentu. Dalam artikel ini, akan dibahas lengkap mengenai apa itu sideways dalam trading crypto serta bagaimana cara trading saat kondisi pasar sideways. Simak selengkapnya dalam artikel berikut ini. .

Baca juga: Apa Perbedaan Bullish dan Bearish dalam Crypto?

Apa itu Sideways dalam Trading Crypto?

contoh sideway dalam trading crypto
(babypips.com)

Pada dasarnya, sideways adalah kondisi ketika grafik harga cenderung horizontal/mendatar yang disebabkan oleh kekuatan penawaran dan permintaan yang hampir seimbang. Sehingga, bisa disimpulkan bahwa market sideways adalah kondisi pasar dengan kisaran harga yang tidak mengalami banyak perubahan.

Pada kondisi sideways ini, harga aset tidak menembus harga tertinggi sebelumnya atau tidak membuat posisi yang lebih rendah dari level support sebelumnya. Apabila harga aset menembus harga tertinggi aset sebelumnya, maka pasar sudah memasuki kondisi bullish.

Sedangkan jika harga aset memasuki posisi lebih rendah dari level support, maka sudah menunjukkan koreksi, dan apabila turun sebanyak 20% dari level support tersebut, maka termasuk market bearish.

Apakah Bisa Trading Saat Sideways?

Pada umumnya, trend sideways adalah kondisi pasar yang sulit dimanfaatkan oleh para trader harian untuk menghasilkan keuntungan, dan cenderung lebih banyak digunakan investor untuk membeli sejumlah aset dan menyimpannya dalam jangka waktu panjang.

Biasanya, cara terbaik dalam mengatasi market sideways adalah dengan melakukan teknik diversifikasi aset.

Pertanyaannya, apakah bisa melakukan trading ketika kondisi market sideway? Jawaban singkatnya adalah bisa, asalkan kamu tau kapan waktu yang tepat untuk membeli dan menjual aset.

Bagaimana Cara Melakukan Trading Sideways?

Ketika terjadi sideways crypto, sebenarnya kamu masih bisa melakukan trading. Namun, kamu harus pastikan terlebih dahulu apakah pasar tersebut memang layak untuk diperdagangkan. Berikut caranya.

Cek Grafik Harian

Perkecil grafik dengan membuatnya menjadi grafik harian, sehingga pola grafik bisa terlihat lebih jelas. Apabila grafik tidak beraturan, maka pasar tersebut tidak terlalu layak untuk dimasuki.

Identifikasi Pola Berulang

support dan resistance dalam sideway
(investopedia.com)

Apabila grafik membuat pola yang terus berulang, maka pasar tersebut bisa dibilang layak untuk kamu masuki. Yang dimaksud pola berulang pada grafik adalah pola dengan titik support dan resistance yang jelas. Misalnya, titik support berada di harga Rp1.999, kemudian harganya naik dan mencapai titik resistance di Rp3.888.

Setelah mencapai titik resistance, harga kembali di kisaran Rp1.999, kemudian naik lagi ke kisaran Rp3.888, dan pola ini terus berulang.

Lakukan Entry

Dengan mengetahui titik support dan resistance tersebut, kamu bisa dengan jelas mengetahui bahwa kamu harus melakukan entry di kisaran harga Rp1.999 dan keluar di kisaran harga Rp3.888.

Indikator Trading Sideways

Salah satu contoh indikator trading sideways adalah indikator Bollinger Band. Pada indikator Bollinger Band, dikenal istilah upper band, lower band, juga middle band. Bollinger Band bisa digunakan untuk mendeteksi 3 tren utama, yaitu sideway, uptrend, dan downtrend.

Bollinger band akan mengindikasikan bahwa suatu pergerakan harga aset memiliki kecenderungan bergerak mendatar apabila pergerakan harga aset berada di kisaran upper band dan lower band.

Saat kondisi sideway, upper band berfungsi sebagai resistant yang menahan pergerakan harga aset ketika naik, sedangkan lower band berguna sebagai support yang menahan pergerakan harga aset ketika turun.

Jadi, bisa ditarik kesimpulan bahwa ketika kondisi pasar sideway, maka trader bisa membeli aset saat harga bergerak menuju lower band, lalu bisa menjualnya dan meraih keuntungan saat harga bergerak mendekati upper band.

Nah, itu dia penjelasan lengkap mengenai apa itu sideway dalam trading, mulai dari arti sideways dalam trading crypto hingga bagaimana cara trading di saat kondisi pasar sideway. Pada umumnya, pasar sideways adalah kondisi yang tidak menarik perhatian traders atau investor, meski begitu kamu tetap bisa menghasilkan keuntungan asalkan menggunakan strategi yang tepat.

Berbicara tentang trading dan investasi, belakangan ini investasi crypto tengah menarik minat banyak investor Indonesia. Per Desember 2021 lalu, jumlah investor crypto di Indonesia bahkan telah mencapai 11 juta orang.

Untuk kamu yang tertarik memulai investasi crypto tapi tidak tau harus mulai dari mana, download Pintu sekarang!

Pintu adalah aplikasi kripto yang dilengkapi berbagai fitur untuk memudahkan investasi kamu, di antaranya:

  • Pintu Akademi, pusat belajar crypto dari awal meliputi strategi trading, dasar-dasar crypto, blockchain, dan lain sebagainya.
  • Pintu Earn, fitur khusus Pintu di mana kamu bisa earn crypto secara mudah dengan bunga capai 4%/tahun cukup dengan menyimpan aset kamu di dompet Earn.
  • PTU Staking, staking crypto aset PTU untuk mendukung ekosistem Pintu sekaligus memperoleh berbagai keuntungan seperti bonus komisi Referral Pintu dan keuntungan lainnya.

Referensi:

Kimberly Amadeo. Strategies and Examples of Trading Sideways.  Diakses Selasa, 8 Maret 2022.

Adam Hayes. Sideways Market/Sideways Drift. Diakses Selasa, 8 Maret 2022.

Nial Fuller. 4 Tips for Trading Sideways Markets. Diakses Selasa, 8 Maret 2022.

Ryan Filbert Team. Simple Trading Simple Investing. Diakses Selasa, 8 Maret 2022.

Cornelia Lyman
Author
Cornelia Lyman
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->