Commercial Invoice: Fungsi, Contoh dan Cara Membuatnya

Updated
February 21, 2023
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Commercial Invoice: Fungsi, Contoh dan Cara Membuatnya
Reading Time: 4 minutes

Dalam industri dagang internasional khususnya dalam kegiatan ekspor impor, dokumen seperti commercial invoice sangat diperlukan. Tanpa adanya commercial invoice, proses perdagangan tidak akan bisa dilakukan. Commercial invoice adalah salah satu dokumen yang akan dicek oleh pihak bea cukai sebelum proses pengiriman. Buat kamu yang belum tahu apa itu commercial invoice dan cara membuatnya, cek selengkapnya disini!

Apa itu Commercial Invoice?

Commercial invoice adalah dokumen yang sering digunakan dalam perdagangan internasional yaitu pada kegiatan ekspor impor. Commercial invoice atau faktur komersial merupakan dokumen bukti penjualan antara eksportir (penjual) dan importir (pembeli).

Commercial invoice memuat informasi mengenai produk yang dikirim seperti jenis produk, informasi pembeli dan penjual, tanggal dan ketentuan jual beli, jumlah dan berat barang, nilai atau harga setiap produk, total harga keseluruhan dan juga informasi mengenai asuransi dan biaya pengiriman.

Sebelum melengkapi commercial invoice, alangkah baiknya jika eksportir (penjual) yang akan menerbitkan commercial invoice untuk mencari tahu persyaratan khusus dari negara importir (pembeli). Beberapa negara telah menetapkan template khusus pembuatan commercial invoice, sedangkan sebagian negara membebaskannya asalkan semua informasi yang diperlukan telah tercantum.

Baca juga: Ternyata Ini Sejarah Ilmu Ekonomi dan 3 Pembagiannya!

Fungsi Commercial Invoice

Seperti yang telah dijelaskan di poin sebelumnya, bahwa commercial invoice memiliki fungsi penting dalam kegiatan ekspor impor, tepatnya sebagai dokumen pengiriman barang.

Dokumen ini nantinya akan melalui proses pengecekan oleh bea cukai. Agar tidak terjadi keterlambatan pengiriman atau kendala proses pengiriman, commercial invoice harus dibuat secara lengkap dan benar. Apabila seluruh dokumen sudah sesuai syarat dan ketentuan, otomatis proses pengecekan akan cepat selesai.

Fungsi lain commercial invoice yaitu sebagai penentu nilai pajak dan bea masuk bagi negara importir (pembeli). Selain commercial invoice, beberapa negara juga mensyaratkan dokumen lain dalam perdagangan internasional. Contohnya pada luar wilayah Uni Eropa memerlukan CN22 atau CN23, CO (surat keterangan asal), dan C71 (catatan pengiriman).

Selanjutnya, jika barang yang dikirim diasuransikan, pembeli dapat menggunakan commercial invoice sebagai dokumen pendukung untuk melakukan klaim asuransi. Selain fungsi yang telah disebutkan, commercial invoice juga berfungsi sebagai dokumen dalam kegiatan valuta asing.

Template Commercial Invoice

Ada banyak template commercial invoice yang bisa kamu temukan di internet. Di sini, tim Pintu Blog telah merangkum beberapa di antaranya khusus untukmu.

  • Template Commercial Invoice Lengkap
apa itu commercial invoice
  • Template Commercial Invoice Sederhana
template commercial invoice

Contoh Commercial Invoice

Misalnya, perusahaan ABC Export yang berada di United States akan melakukan ekspor ke sebuah perusahaan bernama XYZ Import di Australia dengan data sebagai berikut:

  • Nomor dan tanggal invoice 34567 tertanggal 04 Juli 2022
  • Invoice untuk pembelian produk Bar Stool Aluminium 500 x 100 x 100 mm stainless steel sebanyak 150 unit dengan harga tiap unit 77.20 dolar dan Bar Table Aluminium 1000 x 600 x 400 mm stainless steel sebanyak 75 unit dengan harga tiap unit 110.40 dolar.

Maka, commercial invoice bisa dibuat sebagai berikut:

contoh commercial invoice

Baca juga: Cara Membuat dan Contoh Jurnal Pembelian, Sudah Tau?

Cara Membuat Commercial Invoice

Berikut cara membuat commercial invoice yang akan dikirimkan ke pembeli internasional:

  • Download template commercial invoice. Untuk mempermudah dalam membuat commercial invoice, kamu bisa mendownload template yang ada di situs online terpercaya, canva hingga Microsoft Word.
  • Isikan data penjual. Isikan detail bisnismu berupa nama perusahaan/bisnis, alamat, nomor hp, serta alamat email.
  • Isikan data pembeli. Isikan data pembeli berupa nama dan alamat pembeli. Kamu juga bisa menambahkan alamat pengiriman apabila berbeda dengan alamat penagihan.
  • Menetapkan nomor invoice. Kamu perlu menetapkan nomor unik seperti pada invoice pada umumnya, kamu bisa membuatnya berurutan seperti #001, #002 dan seterusnya.
  • Sertakan nomor customer service. Kamu bisa mencantumkan nomor customer service untuk pembeli atau pelanggan. Mereka dapat menghubungi nomor tersebut sewaktu-waktu terdapat kendala, pertanyaan ataupun pengembalian barang.
  • Sertakan ketentuan penjualan. Jabarkan secara detail ketentuan penjualan, hal ini merujuk pada informasi mengenai kewajiban, risiko dan biaya yang telah disepakati.
  • Ketentuan pembayaran. Informasi mengenai ketentuan pembayaran, termasuk syarat dan ketentuan jual beli yang telah disepakati. Informasi ini biasanya telah ada pada proforma invoice.
  • Mata uang transaksi. Cantumkan mata uang yang telah disepakati penjual dan pembeli di commercial invoice. Biasanya mata uang yang digunakan adalah mata uang penjual.
  • Metode pengiriman barang. Kamu perlu mencantumkan bagaimana paket akan dikirimkan, apakah melalui jalur darat, laut atau udara.
  • Kuantitas barang. Mencantumkan total jumlah produk yang akan dibayar dan dikirimkan.
  • Deskripsi barang. Mencantumkan deskripsi lengkap mengenai produk yang akan dikirim. Deskripsi berupa penggunaan packaging seperti box atau amplop, berat setiap box, jumlah produk tiap box dan beratnya.
  • Jumlah dan Berat barang. Mencantumkan informasi berat bersih dan berat kotor setiap barang dalam kg. Cantumkan juga harga satuan per produk.
  • Daftar harga. Sertakan harga total keseluruhan barang yang dikirim.
  • Tandai setiap barang. Kamu perlu mencatat dan memberi label setiap kotak yang akan dikirimkan, contohnya kotak 1 dari 3, kotak 2 dari 3, dan kotak 3 dari 3.
  • Detail biaya lain-lain. Kamu juga bisa mencantumkan biaya lain seperti biaya asuransi dan transport.

Perbedaan Proforma Invoice dan Commercial Invoice

Di dunia perdagangan internasional juga dikenal dokumen proforma invoice. Apa itu proforma invoice dan perbedaanya dengan commercial invoice?

Proforma invoice merupakan dokumen yang disiapkan eksportir sebagai tanda sementara bahwa telah terjadi transaksi jual beli antara penjual dan pembeli. Proforma invoice berfungsi sebagai pengingat pembeli untuk segera menyelesaikan pembayarannya.

Perbedaan antara Proforma Invoice dan Commercial Invoice adalah penggunaan dan waktu dibuatnya. Proforma invoice dibuat setelah penjual menerima pertanyaan dari pembeli tentang produk mereka, penjual mengeluarkan proforma invoice sebagai penawaran yang mencantumkan harga barang dan persyaratan penjualan. Pembeli dapat menerima penawaran atau melakukan negosiasi. Sedangkan, commercial invoice memuat perincian akhir transaksi yang telah disepakati.

Proforma Invoice digunakan pembeli dan penjual untuk menegosiasikan harga dan ketentuan penjualan, mendapatkan izin impor, mengatasi potensi pembatasan impor, mengatur letter of credit, dan pembayaran lainnya. Sedangkan Commercial Invoice bukan hanya sebagai instrumen tagihan pembayaran, tetapi juga digunakan pihak bea cukai untuk mengidentifikasi nilai pajak.

Itu dia penjelasan lengkap mengenai pengertian commercial invoice dan fungsinya. Semoga informasi tersebut bermanfaat buat kamu, ya!

Kamu bisa menemukan informasi lainnya seputar akuntansi dan keuangan di Pintu Blog. Buat kamu yang ingin mulai berinvestasi crypto, salah satu aset yang tengah diminati masyarakat luas sekarang ini, kunjungi Pintu Academy untuk membelajari berbagai ilmu dan dasar soal crypto.

Referensi:

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->