10 Macam Kebijakan Perdagangan Internasional dan Tujuannya

Updated
December 1, 2023
• Waktu baca 4 Menit
Gambar 10 Macam Kebijakan Perdagangan Internasional dan Tujuannya
Reading Time: 4 minutes

Setiap negara memiliki kebijakan perdagangan internasional tersendiri. Kebijakan tersebut juga saling mempengaruhi dengan kebijakan perdagangan yang ditetapkan oleh lembaga internasional, misalnya IMF dan WTO.

Nah, kamu dapat mempelajari tentang kebijakan perdagangan internasional secara menyeluruh pada artikel ini, termasuk tujuan dan dampaknya terhadap negara tersebut.

Apa itu Kebijakan Perdagangan Internasional?

Kebijakan perdagangan internasional adalah peraturan yang mengontrol, menjelaskan, dan memberikan koridor tentang cara suatu negara melakukan hubungan dagang dengan negara lain. Peraturan tersebut umumnya berupa perundang-undangan khusus atau instruksi pemerintah lainnya yang sepadan.

Kebijakan ini mengatur jumlah, jenis, serta jalur perdagangan dengan negara-negara yang berbeda di dunia. Setiap negara tentu memilki kebijakan dagang internasionalnya sendiri. Misalnya di Indonesia, secara umum kebijakan ini diatur oleh Kementerian  Perdagangan dan disahkan oleh Presiden.

Kebijakan perdagangan internasional juga dapat berarti peraturan dan tata cara perdagangan antar negara yang merujuk pada ketetapan yang disahkan oleh lembaga perdagangan internasional. Kedua lembaga tersebut adalah WTO (World Trade Organization) dan IMF (International Monetary Fund).

Baca juga: Bagaimana Cara Memutar Uang 200 Ribu Secara Mudah?

Tujuan Kebijakan Perdagangan Internasional

Tujuan Kebijakan Perdagangan Internasional

Setelah mengetahui pengertiannya, mari memahami tujuan kebijakan perdagangan internasional. Sebelumnya, kamu harus tahu bahwa ada dua jenis perdagangan internasional di dunia, yaitu: free trade dan protective trade.

Free trade adalah perdagangan di mana pemerintah tidak banyak ikut campur. Semua diserahkan pada mekanisme pasar. Jenis kebijakan ini dikenal juga dengan istilah pasar bebas.

Sebaliknya, protective trade adalah kondisi di mana pemerintah mengatur setiap aspek perdagangan internasional mereka. Mulai dari mengatur bea masuk ekspor impor, jenis dan jumlah barang yang diperdagangkan, serta berbagai perangkat lainnya.

Jenis apapun yang dijalankan sebuah negara, selalu memiliki tujuan tertentu. Adapun tujuan kebijakan perdagangan internasional suatu negara adalah:

  • Agar negara tersebut mendapatkan keuntungan tanpa merugikan negara lain.
  • Negara mendapatkan barang dan jasa yang diperlukan oleh rakyatnya.
  • Melindungi industri dan perdagangan di dalam negeri, terutama industri kecil.
  • Mengumpulkan devisa negara yang berasal dari penjualan atau ekspor.
  • Memajukan industri dan perdagangan di dalam negeri dan mempermudah jalan mereka memasuki pasar global.
  • Menyeimbangkan ekspor dan impor agar anggaran belanja negara terpenuhi.

Sebelum lanjut membaca artikel, kita ada info menarik nih. Sekarang kamu bisa mendapatkan pasif income dengan return hingga 12% per tahun hanya dengan staking PTU. Untuk info dan cara nya, bisa klik banner dibawah ya!

Manfaat Kebijakan Perdagangan Internasional

Di atas telah disinggung bahwa kebijakan perdagangan suatu negara merujuk pada peraturan perdagangan internasional yang ditetapkan oleh WTO dan IMF. Kedua lembaga tersebut telah merumuskan sejumlah peraturan tentang perdagangan internasional.

Sebenarnya, tidak semua negara di dunia bergabung dengan kedua atau salah satu dari organisasi ini. Sementara bagi negara-negara yang bergabung, kebijakan dagang internasional mereka tidak boleh bertentangan dengan peraturan WTO dan IMF.

Anggota kedua badan internasional tersebut akan mendapatkan beberapa manfaat kebijakan perdagangan internasional, seperti:

  • Kemudahan saat menjalin perdagangan dengan negara lain.
  • Mendapatkan bantuan moneter untuk memajukan perdagangan internasionalnya. Baik dari lembaga tersebut maupun dari salah satu anggotanya.
  • Masyarakat di negara tersebut dapat terpapar produk yang tidak ada di negara mereka, sehingga lebih banyak pilihan produk untuk dikonsumsi.
  • Meningkatkan GDP yang berpengaruh pada tingkat perekonomian.

Baca juga: Apa itu Investasi Sementara? Bagaimana Karakteristiknya?

Contoh 10 Kebijakan Perdagangan Internasional

Setelah mengetahui tujuan dan manfaat kebijakan dagang internasional, berikut ini adalah 10 contoh kebijakan tersebut. Kita akan mengambil contoh kebijakan yang dilakukan Indonesia, diantaranya adalah:

  • Pembatasan impor gula dan beras untuk meningkatkan produksi gula dan beras dalam negeri
  • Menaikkan bea impor produk-produk tertentu untuk melindungi industri dalam negeri
  • Melarang masuknya beberapa jenis barang dari negara lain karena merugikan, seperti barang bekas dari Singapura.
  • Melarang ekspor barang-barang tertentu agar kebutuhan dalam negeri terpenuhi lebih dulu
  • Mempermudah pengurusan dokumen fiskal bagi produk-produk kreatif
  • Memberi kemudahan bagi pengusaha kecil dan menengah untuk menembus pasar ekspor
  • Memberikan subsidi bagi barang-barang tertentu karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Seperti vaksin atau obat-obatan.
  • Membuka perdagangan baru dengan negara lain agar tidak tergantung pada volume perdagangan dengan satu negara saja.
  • Menutup akses perdagangan dengan suatu negara karena alasan tertentu. Misalnya menutup hubungan dagang dengan Israel karena alasan kemanusiaan.
  • Menurunkan tarif ekspor dan menaikkan tarif impor untuk menghemat anggaran negara dan mendorong industri dalam negeri.

Dampak Kebijakan Perdagangan Internasional

Secara umum, dampak kebijakan perdagangan internasional terlihat dari semakin banyaknya wilayah yang bisa dicapai oleh suatu negara. Kebijakan perdagangan internasional juga dapat meningkatkan kerjasama bilateral dan multilateral.

Namun di beberapa sisi, kebijakan perdagangan internasional tidak menguntungkan bagi negara-negara berkembang dan dunia ketiga, misalnya dari penetapan suku bunga, pembatasan kuota perdagangan, dll.  Kebijakan yang tidak menguntungkan juga membuat suatu negara menjadi ketergantungan dengan negara tertentu.

Namun di sisi lain, dengan kebijakan yang tepat, maka negara dunia ketiga juga terbantu untuk memasarkan produk dalam negerinya ke lebih banyak negara.

Referensi:

Topik
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->