Omset Adalah: Definisi dan Cara Meningkatkan Omset

Updated
August 10, 2022
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Omset Adalah: Definisi dan Cara Meningkatkan Omset
Reading Time: 4 minutes

Saat menjalankan bisnis, ada banyak metode yang digunakan untuk mengetahui seberapa baik kinerja keuangan pada suatu bisnis, melihat omset adalah salah satunya. Omset adalah salah satu istilah yang bisa digunakan untuk mengetahui jumlah penjualan yang dicapai suatu bisnis dalam kurun waktu tertentu.

Namun masih banyak sekali pelaku bisnis yang tidak bisa membedakan makna sesungguhnya antara omset dengan profit. Kurangnya pemahaman atas definisi omset dapat mengakibatkan banyak kerugian finansial mulai dari laporan keuangan yang keliru dan pengambilan keputusan yang salah.

Bayangkan apabila kamu memiliki omset yang besar namun kamu menganggap bahwa itu adalah keuntungan murni. Padahal kamu belum menghitung biaya-biaya lain yang mempengaruhi. Pembahasan lebih detail mengenai omset adalah sebagai berikut.

Apa Itu Omset?

Omset adalah konsep akuntansi yang berguna untuk menghitung profitabilitas sebuah bisnis dalam menjalankan operasinya. Dengan arti lain, omset adalah jumlah total uang yang diterima dari total hasil penjualan barang atau jasa tanpa dikurangi biaya apapun dalam jangka waktu tertentu.

Selain itu, omset juga sering digunakan untuk memahami seberapa baik perusahaan dalam mengumpulkan pendapatan dari piutang atau seberapa baik perusahaan dalam menagih piutang dagang yang dimiliki oleh debitur.

Omset juga sering disebut dengan pendapatan kotor atau total revenue karena perhitungannya belum dikurangi beban biaya lain seperti biaya bahan baku, sewa tempat, PPN atau diskon dan lainnya. Omset biasanya dihitung bisa dalam jangka waktu bulanan, seperempat tahun(kuartal), setengah tahun (semester), ataupun satu tahun.

Baca juga: Pengertian, Tujuan, dan Jenis Pasar Modal

Perbedaan Omset dan Profit

perbedaan omset dan profit

Omset dan profit sering dianggap sama karena keduanya digunakan sebagai titik awal dan akhir dalam laporan laba rugi. Namun bila ditelaah lebih lanjut, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Adapun perbedaan antara omset dan profit adalah sebagai berikut:

Secara Definisi

Omset adalah total pendapatan kotor dari penjualan yang dilakukan oleh perusahaan sebelum dikurangi biaya-biaya lain. Sementara profit merupakan jumlah omset yang tersisa setelah dikurangi seluruh biaya, baik itu biaya tetap maupun biaya variabel. Sederhananya profit adalah omset dikurangi seluruh biaya.

Pencatatan dalam Laporan Laba Rugi

Dalam laporan laba rugi, biasanya omset ditulis sebagai item baris pertama. Hal ini karena pada umumnya omset adalah angka terbesar dan hanya menyumbang pendapatan tanpa pengeluarannya.

Sedangkan profit hampir selalu ditulis pada garis bawah laporan laba rugi. Hal ini menunjukkan bahwa total pendapatan yang diperoleh perusahaan telah dikurangi seluruh pengeluaran bisnis.

Cara Perhitungan

Perbedaan selanjutnya adalah cara perhitungannya yang berbeda. Omset adalah total pendapatan bersih yang dihasilkan oleh penjualan barang atau jasa. Sementara profit adalah total pendapatan dari omset yang sudah dikurangi oleh pengeluaran. Maka dari itu, omset sering disebut dengan pendapatan kotor dan profit sebagai pendapatan bersih.

Cara Menghitung Omset

Untuk menghitung omset, kamu dapat menggunakan rumus sebagai berikut:

Omset = harga produk per unit x jumlah unit yang terjual

Sebagai contoh, Perusahan kamu telah memproduksi sebanyak 10.000 unit baju dengan harga jual sekitar Rp100.000 per unitnya. Maka omset perusahaan kamu pada tahun tersebut adalah 10.000 unit x Rp100.000 = Rp1.000.000.000.

Baca juga: Definisi Nilai Residu dan Rumus Nilai Residu

Cara Meningkatkan Omset

cara meningkatkan omset

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, omset sangat penting dalam sebuah bisnis. Dengan menganalisis omset, kamu bisa membandingkan omset perusahaan saat ini dengan waktu lain dalam setahun atau jangka waktu tertentu.

Hal ini tentunya akan menggambarkan apakah omset bisnis kamu tumbuh dengan baik atau tidak dan apakah sesuai dengan target kamu atau tidak.

Selain itu, saat kamu membandingkan omset dengan profit maka hal ini dapat menggambarkan apakah kamu perlu menilai perkembangan bisnis di mana kamu bisa menghemat biaya seperti biaya operasi atau biaya pengeluaran bisnis kamu.

Oleh sebab itu, kamu perlu meningkatkan omset bisnis kamu agar bisa memperoleh keuntungan yang lebih besar. Adapun beberapa cara untuk meningkatkan omset adalah sebagai berikut:

Tetapkan tujuanmu

Cara pertama adalah kamu perlu menetapkan tujuan yang selaras dengan target bisnis kamu. Misal, selama tahun awal berbisnis kamu menetapkan tujuan awal untuk mencapai profitabilitas. Akan tetapi setelah bisnis bertahan dari tahap awal tersebut, maka kamu bisa menetapkan tujuan untuk meningkatkan pendapatan bisnis agar bisa mendanai perkembangan strategi perusahaan, dan sebagainya.

Fokus pada pelanggan tetap

Fokus terhadap pelanggan tetap adalah hal penting untuk meningkatkan omset bisnis kamu. Terlebih lagi bila bisnis yang kamu jalanan masih tergolong kecil. Respon yang positif pada pelanggan tetap tentunya akan membantu kamu dalam mendapatkan pelanggan baru.

Tambah layanan gratis

Jangan khawatir, dengan menambah produk atau layanan gratis tentu akan meningkatkan pendapatan tanpa harus menambah biaya overhead kamu. Hal ini biasanya dikaitkan dengan tabungan.

Gunakan strategi pemasaran yang efektif

Cara paling jelas untuk meningkatkan omset adalah dengan pemasaran. Kamu perlu menganalisis data pembelian pelanggan dan preferensi produk. Kemudian kembangkan promosi yang ditargetkan untuk mencapai pelanggan tertentu melalui iklan atau penawaran promosi.

Misal, kamu bisa menggunakan situs web, iklan bayar per klik, media sosial, dan banyak lagi. selain itu, kamu juga bisa sesekali memberikan diskon agar tercipta insentif bagi konsumen untuk membeli produk.

Perkuat jaringan penjualan kamu

Untuk memberi energi pada jaringan penjualan kamu, maka kamu perlu membangkitkan antusiasme dan alasan agar mereka membeli. Hal ini bisa kamu lakukan dengan memperkenalkan jaminan penjualan terpercaya dan menyampaikan rasa urgensi, serta memberikan insentif kepada mitra penjualan dan juga menambahkan penjualan langganan.

Asah strategi penetapan harga pada produk

Selain cara di atas, harga adalah faktor penting dalam pengambilan keputusan pembelian. Setiap orang akan melihat harga pertama kali sebelum mereka membeli. Penyesuaian harga produk dan layanan tentunya harus sejalan dengan situasi pasar dan tujuan pendapatan kamu.

Oleh sebab itu, kamu perlu memahami bagaimana harga produk pesaing dan bagaimana produk kamu dibandingkan dengan produk serupa dari sudut pandang pembeli. Hal ini dapat membantu kamu dalam membuat harga terbaik di pasar.

Mata uang kripto terbukti menghasilkan pengembalian keuntungan terbesar dibanding instrumen lain. Kamu bisa mulai berinvestasi dengan aplikasi Pintu hanya dengan Rp11.000 saja. Kamu bisa memperdagangkan lebih dari 60 jenis mata uang kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Theter, dan masih banyak lainnya. Kamu juga bisa mendapatkan pasif income dengan fitur baru Pintu yakni Pintu Earn dan PTU Token. Segera install aplikasinya dan daftar segera!

Referensi:

Go super script, what is business turnover, diakses tanggal 4 Juli 2022

Accountingtools, different between turnover and profit, diakses tanggal 4 Juli 2022

Investopedia, turnover, diakses tanggal 4 Juli 2022

Indeed, turnover vs profit, diakses tanggal 4 Juli 2022

Freshbooks, Increase revenue, diakses tanggal 4 Juli 2022

Topik
#Omset
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->