PBV Adalah Price to Book Value: Pengertian & Rumusnya!

Updated
February 2, 2023
• Waktu baca 4 Menit
Gambar PBV Adalah Price to Book Value: Pengertian & Rumusnya!
Reading Time: 4 minutes

Buat kamu yang baru saja terjun di dunia investasi, kamu mungkin merasa asing dengan istilah PBV. PBV adalah salah satu metrik yang sering dimanfaatkan oleh investor saham sebagai penentu sebelum memutuskan untuk membeli saham sebuah perusahaan. Apa itu PBV? Simak pengertian, rumus hingga cara menghitung PBV secara mudah dalam artikel berikut inI!

Baca juga: Perbedaan Market Value vs Book Value, Sudah Tau?

Apa itu PBV?

price to book value adalah

Sebelum membaca lebih lanjut mengenai PBV, kamu perlu tahu terlebih dulu mengenai pengertian PBV. Pada dasarnya, PBV atau Price to Book Value adalah penilaian atas suatu emiten terhadap nilai bukunya, yang didapatkan dari nilai total aset dibagi dengan jumlah saham.

Salah satu manfaat dari Price Book Value adalah sebagai bahan pertimbangan bagi investor, apakah saham yang akan dibeli menawarkan harga yang sesuai dengan nilai sebenarnya dari perusahaan tersebut.

Adapun pengertian Price to Book Value menurut para ahli adalah sebagai berikut.

  1. Brigham dan Houston (2014)
    • Perbandingan antara harga saham dengan nilai buku perusahaan, yang mana nilai buku perusahaan adalah perbandingan antara ekuitas saham biasa dengan jumlah saham yang beredar.
  2. Darmadji dan Fakhruddin (2011)
    • Penggambaran seberapa besar pasar menghargai nilai buku saham suatu perusahaan.

Baca juga: Bagaimana Pengaruh Pajak Terhadap Investasi Saham, Reksadana, dan Cryptocurrency?

Bagaimana Rumus PBV?

Setelah mengetahui pengertian PBV, selanjutnya kamu harus bisa menghitung PBV. Sederhananya, rumus PBV adalah harga saham dibagi dengan nilai BV (Book Value), sehingga kamu perlu tahu terlebih dahulu bagaimana cara mendapatkan nilai BV. BV bisa didapatkan dengan membagi total ekuitas dengan jumlah saham yang sedang beredar. Berikut adalah gambaran untuk rumus yang lebih jelasnya.

BV    = total ekuitas / jumlah saham beredar

PBV = harga saham / BV

PBV dikenal juga dengan istilah lain yaitu MBV atau Market to Book Value. Cara menghitung Market to Book Ratio sama dengan cara menghitung PBV.

Cara Menghitung Nilai Perusahaan dengan PBV

cara menghitung market to book ratio

PBV Ratio adalah nilai rasio saham perusahaan yang bisa membantu para investor dalam mengambil keputusan investasi. Semakin bagus performa sebuah perusahaan, maka saham dari perusahaan tersebut biasanya akan dijual dengan nilai berkali-kali lipat dibandingkan nilai bukunya.

Jarang sekali ada saham perusahaan yang dijual dengan 1x nilai buku. Setidaknya, saham perusahaan bisa dijual dengan 4x nilai buku, 8x nilai buku, atau bahkan puluhan kali nilai buku.

Investor berani membeli perusahaan dengan nilai yang berkali-kali lipat karena mereka percaya bahwa perusahaan itu akan memiliki performa yang baik hingga masa mendatang dan bisa mendatangkan laba.

Contoh perhitungan PBV adalah sebagai berikut:

PT BX adalah sebuah perusahaan di sektor perbankan. Nilai ekuitas PT BX mencapai Rp15.000.000.000.000 (15 triliun rupiah) dan saham yang beredar memiliki nilai Rp10.000.000.000 (10 miliar rupiah). Harga saham per lembarnya saat ini adalah Rp3.000. Berdasarkan nilai PBV-nya, apakah saham PT BX disarankan untuk dibeli?

Dengan menggunakan rumus sebelumnya:

BV    = Rp15.000.000.000.000 / Rp10.000.000.000 = 1.500

PBV = 3.000 / 1.500 = 2

Maka, didapatkan nilai PBV-nya yaitu 2. Meskipun nilai PBV dari perusahaan bersangkutan lebih besar dari 1. Namun, berdasarkan data dari kontan.co.id, rata-rata PBV industri bank selama 7 tahun terakhir (2014-2020) menunjukkan 2,44 kali, sehingga PBV perusahaan bersangkutan relatif lebih rendah dari harga di pasaran dan cukup potensial untuk dibeli.

Apa Fungsi PBV bagi Investor?

PBV saham adalah metrik yang berguna bagi para investor guna menilai harga sebuah perusahaan. Setelah mengetahui nilai PBV suatu perusahaan, kamu bisa membandingkannya dengan saham dari berbagai perusahaan lain yang berada di sektor sama. Dari hasil perbandingan itulah kamu bisa tahu apakah saham undervalued atau overvalued.

Berapa PBV Saham yang Bagus?

Jika ditanya mengenai nilai PBV saham yang bagus, maka patokannya ada di angka 1. Jika rasio PBV  sama dengan 1, maka kamu bisa menagih semua aset senilai 100% dari total investasi kamu apabila perusahaan dilikuidasi.

Jika rasio PBV dibawah 1, maka artinya harga saham lebih rendah dari nilai perusahaan sesungguhnya.

Sedangkan jika rasio PBV lebih besar dari 1, maka harga relatif mahal. Semakin tinggi PBV, maka nilai pasar saham semakin tinggi dibandingkan nilai bukunya.

Namun, tentunya terdapat faktor-faktor lain yang harus dipertimbangkan, diantaranya:

  • Rata-rata nilai PBV pada sektor bersangkutan. Jika nilai PBV perusahaan lebih rendah dari rata-rata nilai PBV perusahaan lain di sektornya, maka perusahaan cukup potensial.
  • Sejarah nilai PBV perusahaan. Jika nilai PBV perusahaan sempat mencapai angka yang tinggi dan stabil dalam kurun waktu cukup lama, namun mengalami penurunan, bisa jadi saham perusahaan tersebut undervalued dan layak untuk kamu pertimbangkan.

Itulah penjelasan lengkap mengenai pengertian PBV, rumus, hingga cara menghitungnya. Untuk kamu yang ingin mencari diversifikasi investasi lain selain saham, kamu mungkin bisa mencoba aset kripto.

Per Mei 2021 lalu, jumlah investor aset kripto telah mencapai 6,5 juta orang, lebih tinggi dibandingkan investor pasar modal yang berjumlah 5,6 juta orang. Untuk kamu yang tertarik melakukan jual beli bitcoin dan aset kripto lainnya, download aplikasi Pintu sekarang! Investasi dan trading kripto bisa mulai dari Rp11.000 saja, lho! Cek juga harga kripto terbaru dan belajar kripto secara gratis di Pintu Akademi!

Referensi:

Anisa N. 2015. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return Saham. Perbanas review 1(1): 72-86.

Auliya ZF. 2019. Investasi Saham Itu Simpel.. Yogyakarta: Gerbang Media.

Harris Hadinata, Anomali PBV Saham Perbankan. Diakses tanggal: 18-08-21.

Mardiyanto H. Inti Sari Manajemen Keuangan. Jakarta: Grasindo.

Salim J. 2010. 30 Strategi Cerdas Investasi Saham Paling Menguntungkan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Wijaya BI, Sedana IBP. 2015. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan. J Manajemen Unud 4(12): 4477-4500.

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->