Rumus dan Cara Menghitung Penghasilan Neto, Beda dengan Bruto!

Updated
October 31, 2022
• Waktu baca 3 Menit
Gambar Rumus dan Cara Menghitung Penghasilan Neto, Beda dengan Bruto!
Reading Time: 3 minutes

Bagi kamu yang sedang mempelajari ilmu akuntansi dan ekonomi maupun membuka bisnis kamu sendiri, penting bagimu untuk memahami tentang jenis-jenis penghasilan. Secara umum dalam ilmu ekonomi, terdapat dua jenis penghasilan, yaitu penghasilan neto dan bruto. Apa itu penghasilan neto? Bagaimana rumus dan cara menghitungnya? Simak selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Pengertian Penghasilan Neto dan Bruto

pengertian penghasilan neto dan bruto

Penghasilan neto dan bruto sendiri memiliki cakupan yang cukup berbeda. Bagi kamu yang masih merasa asing dengan perbedaan di antara keduanya, berkut penjelasannya.

Apa itu Penghasilan Neto?

Penghasilan neto adalah penghasilan bruto yang sudah dikurangi dengan iuran pensiun, tunjangan hari tua, serta biaya jabatan. Jadi, bisa dibilang bahwa penghasilan neto merupakan penghasilan bersih yang diterima seseorang setiap bulannya. Nama lain penghasilan neto adalah Penghasilan Kena Pajak (PKP) karena biasanya dijadikan dasar perhitungan untuk Pajak Penghasilan (PPh)

Apa itu Penghasilan Bruto?

Penghasilan bruto adalah penghasilan yang didapatkan dengan menjumlahkan gaji kotor dengan bonus beserta tunjangan hari raya (THR). Contoh dari gaji bruto yang dimaksud yaitu gaji pokok, uang lembur, serta tunjangan-tunjangan lainnya.

Norma Perhitungan Penghasilan Neto

Bagi seseorang yang telah bekerja dan menerima penghasilan, maka ia akan memiliki tanggung jawab perpajakan, dalam hal ini Pajak Penghasilan (PPh). Dasar perhitungan dari PPh tersebut memerlukan data penghasilan neto. Untuk bisa memandu masyarakat dalam pelaporan tersebut, dikeluarkanlah Norma Perhitungan Penghasilan Neto (NPPN)

Norma Perhitungan Penghasilan Neto adalah suatu angka yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak sebagai perkiraan persentase penghasilan neto terhadap peredaran bruto. Informasi ini dapat digunakan untuk menghitung pendapatan yang tidak kena pajak. Berikut beberapa aturan terkait norma perhitungan penghasilan neto.

Baca juga: Rumus dan Cara Menghitung Disposable Income, Sudah Tau?

Rumus Penghasilan Neto

Secara umum, rumus penghasilan neto adalah sebagai berikut.

Penghasilan Neto = Penghasilan Bruto – Biaya Jabatan

Cara Menghitung Penghasilan Neto

cara menghitung penghasilan neto

Untuk bisa lebih memahami cara menggunakan rumus penghasilan neto di atas, simak contoh cara menghitung penghasilan neto berikut ini.

Cara Menghitung Penghasilan Neto Sebulan

Penghasilan neto sebulan bisa diperoleh dengan mengurangkan penghasilan bruto selama 1 bulan dengan biaya jabatan disertai segala iuran-iuran. Contoh iuran yang biasa digunakan adalah iuran jaminan hari tua, iuran pensiun, dan lain-lain.

Sebagai contohnya, Pak Budi menerima gaji bulanan sebesar Rp15.000.000 dengan biaya jabatan sebesar Rp500.000 dan Rp150.000 yang dipotong tiap bulannya. Berapa penghasilan neto Pak Budi dalam sebulan?

Dengan menggunakan rumus sebelumnya,

Penghasilan Neto = Penghasilan Bruto – Biaya Jabatan

Penghasilan Neto = Rp15.000.000 – (Rp500.000 + Rp150.000)

Penghasilan Neto = Rp14.350.000/bulan

Cara Menghitung Penghasilan Neto Setahun

Sementara itu, cara menghitung penghasilan neto setahun adalah dengan mengurangkan penghasilan bruto 1 tahun dengan iuran tahunan. Apabila dengan menggunakan data diatas dan tidak terdapat iuran tahunan lain, maka

Penghasilan Neto Setahun = Penghasilan Neto/Bulan x 12 bulan

Penghasilan Neto Setahun = Rp14.350.000 x 12

Penghasilan Neto Setahun = Rp172.200.000

Perbedaan Penghasilan Neto dan Bruto

Dari rumus dan cara perhitungan yang telah dijelaskan sebelumnya, pastinya kamu sudah bisa memahami apa yang membedakan kedua jenis penghasilan tersebut.

Pada dasarnya, perbedaan penghasilan bruto dan penghasilan neto adalah terletak pada rumus perhitungannya, di mana nilai penghasilan neto dapat diperoleh dengan mengurangkan penghasilan bruto dan sejumlah iuran mulai dari iuran jabatan, tunjangan hari tua dan lainnya. Sementara penghasilan bruto adalah penghasilan neto yang telah dijumlahkan dengan berbagai iuran.

Penghasilan neto adalah jenis penghasilan yang wajib kamu ketahui karena menjadi dasar dalam perhitungan perpajakan. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Temukan informasi lainnya seputar investasi dan finansial di Pintu Blog. Buat kamu yang ingin belajar berinvestasi crypto, salah satu aset yang tengah diminati masyarakat luas saat ini, kunjungi Pintu Academy.

Pintu adalah aplikasi crypto Indonesia yang telah terdaftar resmi di Bappebti, di mana kamu bisa berinvestasi mulai dari Rp11.000 saja.

Referensi:

Kompas Gramedia. Pengantar Akuntansi. Diakses pada Minggu, 16 Oktober 2022.

Media Kita. Panduan Praktis Membuat Aplikasi Penggajian dengan Excel 2007. Diakses pada Minggu, 16 Oktober 2022.

Penerbit Salemba Empat. Perpajakan Pendekatan Komprehensif. Diakses pada Minggu, 16 Oktober 2022.

PT Gramedia Pustaka Utama. Pajak dan Strategi Bisnis. Diakses pada Minggu, 16 Oktober 22.Visi Media. Panduan Lengkap Pajak Penghasilan. Diakses pada Minggu, 16 Oktober 2022.

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->