Apa itu Resesi? Pengertian, Dampak & Peluang Investasi di Saat Resesi

Updated
March 20, 2023
• Waktu baca 6 Menit
Gambar Apa itu Resesi? Pengertian, Dampak & Peluang Investasi di Saat Resesi
Reading Time: 6 minutes

Akhir-akhir ini sulit nampaknya bagi kita untuk melewatkan satu hari saja tanpa berita pelemahan kinerja ekonomi. Mulai dari tingkat pengangguran yang semakin tinggi, kinerja keuangan perusahaan yang menurun, pasar modal yang menunjukkan rapor merah, hingga sektor properti yang ikut terkena imbas. 

Pola penurunan yang konsisten semacam ini membuat sebagian ahli mengeluarkan pandangannya tentang resesi. Imbas dari resesi tidak hanya dirasakan oleh pemerintah dan perusahaan besar saja, industri UKM dan individu juga merasakan dampak finansial seperti naiknya harga barang dan melemahnya daya beli.

Namun kamu tidak perlu khawatir, sebab resesi adalah siklus alami yang selalu terjadi dalam dunia perekonomian. Dengan memahami dampak dan cara menyikapi resesi dengan tepat, kamu bisa bertahan dalam kondisi krisis semacam ini.

Tidak hanya bertahan, dengan memahami apa itu resesi, kamu bahkan bisa memanfaatkan momen ini untuk mendapatkan keuntungan melalui penurunan harga aset. Yuk cari tahu penjelasan lengkap mengenai apa itu resesi melalui artikel Pintu di bawah ini!

Pengertian Resesi

Dalam penjelasan sederhana, resesi adalah situasi di mana banyak orang kehilangan pekerjaan dan jumlah uang yang mereka dapat belanjakan semakin berkurang. Hal ini berarti masyarakat kehilangan daya beli atas barang atau jasa daripada biasanya. 

Imbas lain dari resesi adalah banyaknya perusahaan yang juga kehilangan likuiditas akibat konsumen membeli produk dalam jumlah lebih sedikit daripada sebelumnya. Keuntungan perusahaan yang semakin kecil akan mengakibatkan banyaknya karyawan yang kehilangan pekerjaan.

Jadi, resesi adalah situasi sulit bagi sebagian besar orang dan perusahaan karena uang yang beredar dalam sistem menjadi lebih sedikit daripada biasanya.

Salah satu definisi populer tentang resesi adalah situasi dimana terjadi kontraksi ekonomi selama dua kuartal(triwulan) berturut-turut. Resesi selalu disebabkan oleh ketidakseimbangan di pasar, dipicu oleh faktor eksternal atau internal. 

Definisi populer lain mengenai resesi adalah tren penurunan dalam siklus ekonomi yang ditandai dengan penurunan output produksi dan lapangan kerja, yang pada gilirannya menyebabkan pendapatan dan pengeluaran rumah tangga menurun.

Meskipun tidak semua pihak mengalami penurunan pendapatan, namun hal ini cukup untuk membuat sebagian besar orang menunda melakukan pembelian atau investasi dalam jumlah besar. Rangkaian peristiwa inilah yang akhirnya menyebabkan resesi.

Penurunan output produksi dapat ditelusuri pada pengurangan pembelian mesin dan peralatan oleh bisnis. Faktor lain yang lebih mencolok untuk mengamati terjadinya resesi adalah penurunan jumlah stok atau persediaan. 

Penurunan faktor produksi akan mengakibatkan kelangkaan yang memperparah daya beli masyarakat. Hal ini tidak menutup kemungkinan situasi akan terus berkembang menjadi depresi.

Hal yang menentukan apakah resesi akan berkembang menjadi depresi yang parah ditentukan pada sejumlah keadaan. Diantaranya adalah jumlah pinjaman yang diberikan kepada debitur, kemampuan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal untuk membalikkan tren penurunan, dan jumlah kapasitas produktif berlebih yang ada.

Baca juga: Apa itu EEC?

Penyebab Resesi Ekonomi

penyebab resesi ekonomi

Apakah resesi tidak dapat terhindarkan? Menurut pemikiran ekonom modern, resesi adalah siklus yang tidak dapat terhindarkan. Sebelum akhir abad ke-19, sebagian besar ekonom percaya bahwa resesi disebabkan oleh faktor eksternal, seperti perang atau peristiwa cuaca.

Namun hari ini kepercayaan tersebut bergeser karena kita tahu resesi adalah siklus yang disebabkan oleh ketidakseimbangan di pasar. Untuk bisa memprediksi kapan resesi akan datang, perlu bagi kita untuk mengetahui apa saja faktor penyebab resesi. Beberapa hal yang dapat mengakibatkan resesi adalah sebagai berikut:

  • Krisis keuangan: Krisis keuangan global dapat memicu resesi, seperti yang terjadi pada krisis keuangan global pada tahun 2008 yang mempengaruhi banyak negara di seluruh dunia. Krisis ini disebabkan oleh kredit macet dan spekulasi pada sektor properti yang berlebihan.
  • Bencana alam atau pandemi: Bencana alam seperti gempa bumi atau banjir, serta pandemi seperti COVID-19, dapat mengganggu aktivitas ekonomi secara besar-besaran dan memicu resesi.
  • Kebijakan fiskal yang buruk: Kebijakan fiskal yang buruk, seperti defisit anggaran yang besar dan pengeluaran pemerintah yang tidak terkendali, dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang dan menyebabkan resesi.
  • Penurunan produksi: Penurunan produksi dalam sektor tertentu atau secara keseluruhan, seperti akibat dari bencana alam atau masalah teknis, dapat mempengaruhi perekonomian secara signifikan dan memicu resesi.
  • Perubahan demografi: Perubahan demografi, seperti pertumbuhan populasi yang lambat atau populasi yang menua, dapat mempengaruhi permintaan konsumen dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Kombinasi dari berapa faktor diatas dapat menimbulkan kondisi yang lebih parah hingga menjadi pemicu depresi. Memahami faktor penyebab resesi dapat membantu untuk menyiapkan langkah yang tepat untuk mengantisipasi resesi yang akan datang.

Dampak Resesi Ekonomi

Dampak yang paling mudah untuk mengenali resesi adalah banyaknya karyawan yang kehilangan pekerjaan dan hilangnya daya beli masyarakat. Meskipun dampak dari resesi tidak dirasakan secara merata, namun kesenjangan ekonomi akan semakin nampak sehinga menimbulkan situasi sosial yang buruk. Beberapa dampak yang dirasakan dari resesi adalah sebagai berikut:

  • Turunnya nilai aset: Resesi dapat menyebabkan turunnya harga aset, seperti saham,cryptocurrency, hingga properti. Hal ini menyebabkan dampak yang signifikan pada penurunan nilai kekayaan dan investasi.
  • Penurunan konsumsi: Resesi dapat mempengaruhi tingkat pengeluaran konsumen, karena orang menjadi lebih hemat dan mengurangi pengeluaran untuk barang-barang non-esensial. Penurunan konsumsi juga dapat menyebabkan menunrunnya tingkat kesejahteraan dan kesehatan.
  • Kesulitan untuk memperoleh pinjaman: Resesi dapat menyebabkan penurunan ketersediaan kredit, sehingga bisnis dan individu dapat kesulitan untuk memperoleh modal yang diperlukan untuk memulai bisnis. Kredit konsumi seperti rumah, pendidikan, dan kendaraan juga semakin sulit diperoleh sehingga kualitas hidup ikut menurun.
  • Penurunan investasi: Resesi dapat mempengaruhi kepercayaan investor dan memicu penurunan investasi dalam pasar keuangan dan bisnis, sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
  • Tekanan pada pemerintah: Resesi dapat menyebabkan pemerintah terpaksa mengeluarkan anggaran yang lebih besar untuk program pemulihan ekonomi. Hal ini dapat membebani anggaran sehingga dapat meningkatkan defisit anggaran dan utang publik.

Untuk mengurangi dampak ekonomi dan sosial yang diakibatkan oleh resesi diperlukan tindakan yang tepat dan efektif. Hal ini tidak dapat dilakukan tanpa kemampuan analisa dan pengenalan situasi yang baik dari pemegang kepentingan seperti pemerintah dan para ekonom.

Baca juga: Contoh Investasi Leher Ke Atas dan Pengertiannya

Cara Mencegah Resesi

cara mencegah resesi

Mencegah resesi adalah perkara sulit dan tidak sederhana karena resesi adalah siklus alami yang pasti akan dialami sebagaimana penjelasan sebelumnya. Namun ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu meminimalkan risiko terjadinya resesi atau mempercepat pemulihan ekonomi pasca resesi. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah resesi antara lain:

  • Kebijakan fiskal: Pemerintah dapat menggunakan kebijakan fiskal untuk meningkatkan pengeluaran pemerintah, seperti meningkatkan belanja publik atau memberikan insentif fiskal kepada bisnis dan individu untuk meningkatkan konsumsi.
  • Kebijakan moneter: Bank sentral dapat menggunakan kebijakan moneter, seperti menurunkan suku bunga atau meningkatkan ketersediaan kredit, untuk mendorong konsumsi dan investasi.
  • Kebijakan perdagangan: Pemerintah dapat menjalankan kebijakan perdagangan yang berpihak pada ekspor, sehingga meningkatkan pendapatan negara dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
  • Pengembangan infrastruktur: Pemerintah dapat mengalokasikan dana untuk pengembangan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dan jaringan transportasi, untuk meningkatkan produktivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
  • Pendidikan dan pelatihan: Pemerintah dan sektor swasta dapat meningkatkan pendidikan dan pelatihan untuk mempersiapkan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan pasar kerja.
  • Pengembangan sektor industri baru: Pemerintah dapat mendorong pengembangan sektor non-migas, seperti industri kreatif dan pariwisata, untuk meningkatkan diversifikasi ekonomi.

Semua langkah di atas dapat membantu mencegah resesi atau mempercepat pemulihan ekonomi pasca resesi. Namun, diperlukan upaya dan kerjasama dari semua pihak secara berkelanjutan untuk mencapai tujuan tersebut.

Mengantisipasi Resesi Sebagai Individu

Sebagai seorang individu, kamu bisa merasakan dampak resesi dalam semua aspek kehidupan secara signifikan. Mengantisipasi resesi adalah hal yang perlu dilakukan untuk dapat mengatasi situasi tersebut. Beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai individu dalam menghadapi resesi antara lain:

  • Perencanaan keuangan: Seorang individu dapat membuat perencanaan keuangan yang lebih ketat dan mengurangi pengeluaran yang tidak penting untuk menjaga kestabilan keuangan mereka.
  • Meningkatkan keterampilan: Individu dapat memanfaatkan waktu luang mereka untuk meningkatkan keterampilan dan kualifikasi mereka yang sesuai dengan permintaan pasar. Hal ini membuat seorang individu menjadi lebih siap ketika kesempatan kerja sudah mulai tersedia di masa depan.
  • Berhemat: Individu dapat mencoba untuk menyesuaikan gaya hidup mereka dengan anggaran yang lebih kecil, misalnya dengan mengurangi biaya transportasi, makan di rumah daripada makan di luar, atau membeli barang-barang diskon.
  • Mencari tambahan penghasilan: Individu dapat mencari tambahan penghasilan dengan menjual barang-barang yang tidak lagi mereka butuhkan atau menawarkan jasa melalui internet atau media sosial.
  • Mencari peluang investasi: Selama resesi, beberapa jenis investasi dapat menjadi lebih murah dan menawarkan potensi keuntungan di masa depan. Namun, investasi selalu melibatkan risiko, sehingga perlu dilakukan riset dan analisis yang cermat sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Salah satu alternatif investasi yang bisa dipilih saat terjadi resesi adalah investasi cryptocurrency. Dengan Pintu, kamu bisa mulai investasi ke beragam jenis koin unggulan seperti Dogecoin, Cardano, Polkadot, Etehereum, Bitcoin, dan masih banyak lagi dengan modal awal mulai dari Rp11.000 saja.

Dapatkan juga informasi terbaru seputar berita crypto di Pintu News dan perdalam wawasan kamu melalui Pintu Academy untuk mendapatkan materi belajar crypto untuk level pemula hingga level mahir.

Pintu Earn dan PTU Stake juga bisa kamu manfaatkan untuk mendapatkan pendapatan pasif setiap jamnya. Yuk buruan install aplikasi Pintu melalui App Store dan Play Store sekarang juga!

Referensi:

Stijn Claessens, M. Ayhan Kose, Back To Basics: What Is a Recession, diakses tanggal 2 Maret 2023

Britannica.com, recession, diakses tanggal 2 Maret 2023

Economictimes.indiatimes.com, definition of recession, diakses tanggal 2 Maret 2023

BBC.com, What is a recession and how could it affect me, diakses tanggal 2 Maret 2023

Mckinsey.com, what is a recession, diakses tanggal 2 Maret 2023

Topik
#resesi
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->