Mengenal Saham Defensif: Manfaat, Limitasi, dan Contoh

Updated
November 3, 2023
• Waktu baca 2 Menit
Gambar Mengenal Saham Defensif: Manfaat, Limitasi, dan Contoh
Reading Time: 2 minutes

Apakah kamu pernah mendengar tentang saham defensif? Jika belum, tulisan ini akan membantu kamu untuk memahami lebih jauh tentang saham defensif, manfaat dan batasan dari saham defensif, serta beberapa contoh saham defensif yang bisa kamu pertimbangkan untuk portofolio investasi kamu. Jadi, ayo kita mulai perjalanan investasi kita dan temukan cara terbaik untuk memanfaatkan saham defensif!

Definisi Saham Defensif

Saham defensif adalah jenis saham yang memberikan dividen secara konsisten dan pendapatan yang stabil, tidak terpengaruh oleh kondisi pasar saham secara umum. Produk mereka selalu diminati, sehingga saham defensif biasanya lebih stabil selama berbagai tahap siklus bisnis.

Saham defensif tidak sama dengan saham pertahanan, yang merupakan saham dari perusahaan yang memproduksi barang-barang seperti senjata, amunisi, dan pesawat tempur. Investor yang mencari perlindungan untuk portofolio mereka saat ekonomi sedang melemah atau periode volatilitas tinggi biasanya akan meningkatkan eksposur mereka terhadap saham defensif. Perusahaan yang sudah mapan, seperti Procter & Gamble (PG), Johnson & Johnson (JNJ), Philip Morris International (PM), dan Coca-Cola (KO), dianggap sebagai saham defensif.

Baca juga: Distribusi Intensif, Selektif, dan Eksklusif: Definisi, Strategi, dan Contoh

Contoh Saham Defensif

Saham defensif juga dikenal sebagai saham non-siklikal karena mereka tidak sangat berkorelasi dengan siklus bisnis. Berikut adalah beberapa jenis saham defensif:

  • Utilitas: Air, gas, dan utilitas listrik adalah contoh saham defensif karena orang membutuhkan mereka selama semua tahap siklus bisnis.
  • Konsumen Staples: Perusahaan yang memproduksi atau mendistribusikan barang konsumen pokok, yang merupakan barang yang cenderung dibeli orang karena kebutuhan terlepas dari kondisi ekonomi, umumnya dianggap defensif.
  • Saham Kesehatan: Saham dari perusahaan farmasi besar dan pembuat alat medis telah secara historis dianggap sebagai saham defensif.
  • REIT Apartemen: REIT apartemen juga dianggap defensif, karena orang selalu membutuhkan tempat tinggal.

Manfaat Saham Defensif

apa itu saham defensif

Saham defensif menawarkan manfaat substansial berupa keuntungan jangka panjang yang serupa dengan risiko yang lebih rendah dibandingkan saham lainnya. Berikut adalah beberapa manfaat dari saham defensif:

  • Performa yang lebih baik dibandingkan pasar secara umum selama resesi.
  • Kemungkinan kebangkrutan yang lebih rendah karena kekuatan relatif mereka selama penurunan.
  • Dividen yang lebih tinggi dibandingkan dengan lingkungan suku bunga rendah.
  • Risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan saham biasa.

Baca juga: Pembatasan Perdagangan: Dampak dan Alasan Dibaliknya

Limitasi Saham Defensif

Namun, saham defensif juga memiliki beberapa batasan. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Volatilitas rendah sering kali mengarah pada keuntungan yang lebih kecil selama pasar bullish.
  • Siklus penyesuaian pasar yang buruk.
  • Investor sering kali meninggalkan saham defensif karena frustrasi dengan kinerja yang kurang baik di akhir pasar bullish.
  • Setelah penurunan di pasar, investor terkadang bergegas masuk ke saham defensif, meskipun sudah terlambat.

Kesimpulan

Saham defensif dapat menjadi bagian penting dari portofolio investasi kamu, terutama selama periode ketidakpastian ekonomi. Dengan memahami apa itu saham defensif, manfaat dan batasan dari saham defensif, serta beberapa contoh saham defensif, kamu dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik dan lebih informasi.

Referensi:

Topik
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->