Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Bitcoin (BTC) sedang mengalami fluktuasi tajam sepanjang bulan Januari. Mata uang kripto ini sempat mencapai level tertinggi dalam hampir empat minggu pada awal pekan ini, sebelum turun sebentar ke bawah $90.000 kemarin.
Di tengah gejolak ini, para analis menyoroti beberapa sinyal penting yang dapat mengindikasikan kemungkinan terjadinya short squeeze dalam waktu dekat.
Menurut data dari BeInCrypto Markets, mata uang kripto terbesar ini mencatatkan candle hijau selama lima hari pertama Januari. Harga sempat melonjak menembus $95.000 pada hari Senin — level yang terakhir terlihat pada awal Desember — sebelum kemudian berbalik arah.
Baca juga: Harga Bitcoin Capai $91.000 Hari Ini (9/1/26): Pembalikan Arah BTC Bisa Jadi Penurunan Lanjut?
Pada 8 Januari, harga BTC sempat turun di bawah $90.000 dan menyentuh titik terendah di $89.253 di platform Binance. Saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di angka $91.078, mencatat kenaikan 0,157% dalam 24 jam terakhir.
Ke depan, ada tiga sinyal utama yang mengindikasikan bahwa kondisi pasar mungkin sedang membentuk peluang terjadinya short squeeze pada harga Bitcoin. Sebagai catatan, short squeeze terjadi ketika harga bergerak naik secara tajam melawan posisi jual (short).
Leverage memperbesar tekanan ini, karena para trader yang mengalami forced liquidation (likuidasi paksa) harus membeli Bitcoin untuk menutup posisi mereka, yang justru mendorong harga naik lebih tinggi. Aktivitas beli ini bisa dengan cepat menyebar ke seluruh pasar.
Sinyal pertama berasal dari tingkat pendanaan (funding rate) Bitcoin di Binance. Dalam analisis terbarunya, Burak Kesmeci menyoroti bahwa funding rate telah berbalik negatif pada grafik harian untuk pertama kalinya sejak 23 November 2025.
Angka ini menunjukkan biaya untuk mempertahankan posisi perpetual futures. Ketika funding rate menjadi negatif, berarti posisi short mendominasi, dan para penjual pendek (short sellers) harus membayar biaya kepada pemegang posisi long untuk menjaga posisi mereka tetap terbuka.
Saat ini, funding rate tercatat di -0,002 — jauh lebih rendah dibanding -0,0002 yang tercatat pada periode negatif sebelumnya di bulan November. Perubahan negatif sebelumnya terjadi sebelum lonjakan harga Bitcoin dari $86.000 ke $93.000. Tingkat negatif yang lebih dalam di bulan Januari ini menunjukkan bahwa sentimen bearish di kalangan trader derivatif semakin kuat.

“Funding semakin negatif, sementara harga tetap berada di bawah tekanan. Kombinasi ini meningkatkan kemungkinan terjadinya short squeeze yang lebih besar. Lonjakan harga Bitcoin dalam waktu dekat bukanlah hal yang mengejutkan,” tulis Kesmeci.
Sinyal kedua datang dari pengamatan seorang analis lain yang mencatat bahwa harga Bitcoin sedang mengalami penurunan, sementara open interest justru terus meningkat. Kombinasi ini diartikan sebagai indikasi kuat akan potensi short squeeze.
Baca juga: Morgan Stanley Siap Luncurkan Dompet Crypto, Disertai Rencana ETF Bitcoin, Ethereum, & Solana!
“Ini adalah tanda klasik dari short squeeze yang akan datang!” tulis sang analis.
Open interest menggambarkan jumlah kontrak derivatif yang masih terbuka. Ketika angka ini naik bersamaan dengan penurunan harga, biasanya itu menandakan bahwa posisi baru sedang dibuka searah dengan pergerakan harga — dalam hal ini, posisi short — bukan karena posisi long yang ditutup.
Kondisi seperti ini menciptakan risiko yang tidak seimbang. Ketika terlalu banyak trader berada di posisi short, pasar menjadi rentan terhadap likuidasi cepat apabila harga mulai pulih, yang bisa memicu lonjakan harga secara tiba-tiba.
Terakhir, rasio leverage estimasi (Estimated Leverage Ratio) Bitcoin telah mencapai titik tertinggi dalam sebulan terakhir, menurut data dari CryptoQuant.
Indikator ini mengukur seberapa besar modal pinjaman yang digunakan dalam posisi trading para pelaku pasar. Leverage tinggi memperbesar potensi keuntungan maupun kerugian, sehingga pergerakan harga yang kecil saja bisa memicu likuidasi massal.

Sebagai contoh, trader yang menggunakan leverage 10x bisa terlikuidasi jika harga Bitcoin bergerak hanya 10% ke arah yang salah. Rasio saat ini menunjukkan bahwa banyak trader di pasar telah meningkatkan eksposur risikonya, dengan bertaruh pada kelanjutan tren penurunan harga. Namun, leverage tinggi sangat berisiko apabila harga Bitcoin tiba-tiba berbalik naik.
Dengan ketiga indikator ini — funding rate negatif, open interest yang naik saat harga turun, dan leverage tinggi — pasar Bitcoin semakin rentan terhadap lonjakan harga tajam jika terjadi pembalikan arah yang memicu likuidasi massal pada posisi short yang terlalu berisiko.
Namun demikian, apakah short squeeze benar-benar akan terjadi masih bergantung pada faktor-faktor eksternal yang lebih luas, seperti perkembangan ekonomi makro, permintaan di pasar spot, dan sentimen risiko secara keseluruhan.
Tanpa adanya pemicu bullish yang kuat, posisi bearish bisa tetap dominan dan memperlambat atau melemahkan potensi short squeeze tersebut.
Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari ini, harga coin xrp hari ini, dogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.