Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Di tengah pernyataan Trump tentang tarif dan ancaman terbaru terhadap pasar Eropa, pasar crypto mengalami kejatuhan tajam pada 19 Januari 2026. Kapitalisasi pasar kripto turun dari $3,23 triliun menjadi $3,13 triliun, mencatatkan penurunan sebesar $100 miliar.
Dalam kejatuhan pasar yang lebih luas ini, Ethereum (ETH) terdampak cukup parah dan kehilangan sebagian keuntungan yang baru saja diperolehnya. Harga Ethereum sempat turun hingga ke level terendah $3.177 sebelum sedikit pulih kembali.
Lalu, bagaimana pergerakan harga Ethereum hari ini?

Pada 20 Januari 2026, harga Ethereum tercatat berada di sekitar $3,185 atau setara dengan Rp54.278.218, mengalami koreksi 0,38% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, ETH sempat menyentuh level terendahnya di Rp54.026.930 dan level tertingginya di Rp55.071.693.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Ethereum kini berada di sekitar Rp6.523 triliun, dengan volume perdagangan harian yang turun 8% menjadi Rp376,68 triliun dalam waktu 24 jam terakhir.
Baca juga: Harga Bitcoin Bertahan di $92.000 Hari Ini (20/1/26): Mampukah Bulls Menembus Tekanan Bearish?

Setelah ETH turun menembus level $3.200, posisi Futures—terutama posisi long—mengalami likuidasi besar-besaran. Peta panas likuidasi menunjukkan bahwa ETH terlalu banyak menggunakan leverage di kisaran harga $3.350 hingga $3.450.
Namun, harga jatuh dari titik tertinggi $3.368 ke $3.117, memicu zona likuidasi besar di bawah level $3.200. Begitu harga menyentuh zona tersebut, posisi long mulai terlikuidasi, yang kemudian memicu efek berantai likuidasi dan penjualan besar-besaran di pasar.
Menurut data dari CoinGlass, total likuidasi melonjak ke level tertinggi bulanan sebesar $109 juta. Dari jumlah tersebut, posisi long menyumbang $101 juta dari total likuidasi yang terjadi secara paksa.

Biasanya, saat posisi long sebesar ini terlikuidasi, tekanan jual semakin kuat—yang sering menjadi pertanda penurunan harga lebih lanjut.
Menariknya, setelah pasar mengalami penurunan, seorang whale Ethereum memanfaatkan momen tersebut untuk mengakumulasi ETH dengan harga diskon. Berdasarkan data dari Onchain Lens, whale tersebut membeli 10.057 ETH senilai $33,68 juta dari Binance.
Setelah pembelian, paus itu menyuplai ETH ke Aave V3 dan meminjam $45 juta dalam bentuk USDT untuk membeli 13.461 stETH. Di dompet lain, paus tersebut menarik dan menggunakan $129 juta USDT untuk membeli 38.780 stETH.
Langkah ini menunjukkan keyakinan dari pihak whale, mengindikasikan bahwa pelaku pasar lebih memilih untuk mendapatkan imbal hasil (yield) di tengah struktur pasar yang sedang melemah.
Dengan ETH yang terkunci di platform DeFi, pasokan likuid pun berkurang secara efektif, sehingga dapat mengganggu kestabilan harga saat pasar sedang mengalami penurunan.
Selain itu, aktivitas di bursa kripto turut mencerminkan sentimen “buy the dip”. Berdasarkan data dari CryptoQuant, terjadi lonjakan outflow sebesar 517.471 ETH antara tanggal 18 hingga 19 Januari.
Baca juga: Vitalik Buterin Akui Ethereum Alami “Kemunduran” Selama 10 Tahun Terakhir, Bagaimana Solusinya?
Sebagai dampaknya, Netflow ETH di bursa tetap menunjukkan struktur yang bullish, bertahan di zona negatif selama delapan hari berturut-turut. Biasanya, netflow negatif menandakan tingginya arus keluar, yang merupakan sinyal jelas adanya akumulasi besar-besaran di pasar spot.

Dengan adanya akumulasi dari whale dan kondisi pasar seperti ini, ada harapan bahwa ETH bisa segera pulih dari koreksi yang sedang berlangsung.
Penurunan harga Ethereum baru-baru ini lebih dipicu oleh ketidakpastian makroekonomi daripada kelemahan struktural dalam aset itu sendiri. Faktanya, permintaan terhadap ETH tetap tinggi, baik dari investor besar (paus) maupun investor ritel, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.
Meskipun begitu, tekanan jual yang besar tetap terlihat. Indikator SMI Ergodic Ethereum menunjukkan sinyal bearish melalui crossover ke bawah, dan turun ke level 0,18.
Selain itu, ETH juga telah turun di bawah dua rata-rata pergerakan jangka panjang, yaitu EMA 100 dan EMA 200, yang menandakan tekanan penurunan harga yang cukup kuat.

Jika faktor eksternal seperti ketidakpastian ekonomi terus memengaruhi sentimen investor, ETH berisiko turun ke level $3.166, bahkan bisa saja menembus support penting di $3.000.
Namun sebaliknya, jika permintaan tetap kuat dan mampu menahan tekanan eksternal tersebut, ETH berpeluang pulih, menghapus kerugian saat ini dan kembali menembus level $3.300.
Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari ini, harga coin xrp hari ini, dogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.