Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Pergerakan harga Bitcoin (BTC) sepanjang Januari 2026 cenderung terbatas, dengan kenaikan bulanan yang relatif kecil. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar crypto mengenai waktu dimulainya reli berikutnya. Sejumlah analis justru menilai Februari memiliki peran yang lebih krusial dibandingkan Oktober yang identik dengan “Uptober”. Data historis dan indikator makro menjadi dasar utama optimisme tersebut.
Analis jaringan dan ekonom crypto Timothy Peterson menyoroti bahwa Februari secara statistik merupakan salah satu bulan paling konsisten bagi Bitcoin. Berdasarkan data sejak 2016, pekan yang berakhir sekitar 21 Februari mencatat median imbal hasil mingguan sebesar 8,4 persen. Secara keseluruhan, Bitcoin ditutup lebih tinggi sekitar 60 persen dari waktu pada periode tersebut. Angka ini menempatkan Februari di atas performa musiman Oktober yang selama ini populer.
Peterson menilai faktor pendorong utama berasal dari dinamika makroekonomi, bukan sentimen crypto semata. Pertengahan Februari biasanya bertepatan dengan rilis laporan keuangan tahunan korporasi global dan proyeksi kinerja ke depan. Sentimen optimistis dari pasar saham sering mendorong sikap risk-on investor. Dalam kondisi tersebut, sebagian modal cenderung mengalir ke aset berisiko seperti Bitcoin.
Baca juga: Harga Buyback Emas Antam Hari Ini, Kamis 29 Januari 2026
Performa Bitcoin pada awal Februari kerap menjadi indikator arah pasar sepanjang tahun. Pada tahun-tahun koreksi besar seperti 2018, 2022, dan 2025, pergerakan harga dalam tiga pekan pertama Februari telah memberi sinyal awal. Pada 2018, Bitcoin sempat naik sekitar 4 persen sebelum akhirnya menutup tahun lebih rendah. Sementara pada 2022 dan 2025, harga justru melemah masing-masing sekitar 3 persen dan 5 persen di awal bulan.
Pola tersebut membuat periode awal Februari menjadi fokus perhatian pelaku pasar cryptocurrency. Jika tekanan makro mulai mereda, peluang pembalikan arah terbuka lebih lebar. Peterson menekankan pentingnya indikator stres pasar seperti indeks volatilitas CBOE (VIX). Penurunan volatilitas global sering kali menjadi katalis pemulihan aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Baca juga: Harga Perak Antam 250 Gram Hari Ini, Kamis 29 Januari 2026
Di luar faktor musiman, proyeksi jangka panjang Bitcoin masih menunjukkan potensi besar. Peneliti Bitcoin Sminston With menggunakan model Bitcoin Decay Channel untuk memperkirakan puncak siklus 2026. Berdasarkan model tersebut, harga Bitcoin diperkirakan berada di kisaran USD 210.000 hingga USD 300.000, atau sekitar Rp3,51 miliar hingga Rp5,01 miliar. Meski tidak memprediksi waktu secara presisi, model ini dinilai cukup konsisten secara historis.
Pandangan optimistis ini diperkuat oleh data on-chain dan momentum pasar. Konsolidasi harga sejak awal Januari dinilai menjaga struktur aliran modal jangka panjang. Selain itu, peningkatan Realized Cap menunjukkan masuknya modal spot ke jaringan Bitcoin. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pasar crypto masih membangun fondasi sebelum pergerakan besar berikutnya.
Sebagai penutup, meski reli Bitcoin belum terlihat jelas di awal 2026, data historis dan indikator makro memberi sinyal berbeda. Februari berulang kali menjadi periode penting dalam siklus harga Bitcoin. Jika tekanan makro terus mereda dan sentimen risk-on kembali menguat, reli yang dinanti pasar crypto bisa saja dimulai lebih cepat dari perkiraan. Bagi investor, bulan ini berpotensi menjadi titik penentu arah tren selanjutnya.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi:
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.