Download Pintu App
Jakarta, Pintu News – Aktivitas whale kembali menjadi perhatian pasar crypto setelah akumulasi besar Ethereum (ETH) terjadi di tengah kondisi harga yang belum stabil. Data on-chain menunjukkan pergerakan dana bernilai ratusan juta dolar, memunculkan pertanyaan apakah ini menjadi sinyal awal pemulihan atau justru jebakan pasar. Artikel ini merangkum poin-poin utama secara edukatif dan netral agar mudah dipahami investor pemula maupun berpengalaman di dunia cryptocurrency.

Whale Ethereum tercatat menambah sekitar USD 280 juta ETH atau setara Rp4,73 triliun ke dalam dompet mereka. Aksi ini dilakukan dalam periode singkat saat harga ETH masih bergerak terbatas. Secara historis, akumulasi oleh whale sering diasosiasikan dengan ekspektasi jangka menengah.
Penarikan ETH dalam jumlah besar dari bursa mengurangi suplai yang tersedia untuk dijual. Kondisi ini kerap diartikan sebagai preferensi menyimpan aset dibanding melepasnya ke pasar. Dalam konteks crypto, sinyal ini cenderung diamati sebagai potensi penguatan, meski belum bersifat konklusif.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik: Bitcoin Sering Rebound di Februari — Pelajaran dari Data Historis

Data on-chain menunjukkan cadangan Ethereum di bursa berkurang lebih dari 200 ribu ETH. Penurunan ini menandakan perpindahan aset dari platform perdagangan ke dompet pribadi. Pola serupa sering muncul saat pelaku besar mengantisipasi pergerakan harga tertentu.
Namun, berkurangnya cadangan bursa tidak otomatis menjamin kenaikan harga. Faktor eksternal seperti sentimen makro dan likuiditas pasar tetap berperan besar. Investor cryptocurrency perlu melihat data ini sebagai salah satu indikator, bukan satu-satunya acuan.
Harga Ethereum sempat naik sekitar 4,5 persen dan diperdagangkan di kisaran USD 2.108 atau sekitar Rp35,6 juta. Kenaikan ini terjadi relatif cepat setelah periode tekanan jual. Meski demikian, volume perdagangan justru turun signifikan.
Penurunan volume mengindikasikan partisipasi pasar yang belum kuat. Artinya, kenaikan harga belum sepenuhnya didukung minat luas dari trader ritel. Dalam pasar crypto, kondisi ini sering memicu pergerakan harga yang tidak stabil.

Area resistance penting ETH berada di sekitar USD 2.180 atau setara Rp36,8 juta. Level ini dianggap krusial untuk menentukan arah tren berikutnya. Penutupan harga harian di atas area tersebut berpotensi membuka ruang pemulihan lebih lanjut.
Sebaliknya, kegagalan menembus resistance dapat memicu koreksi lanjutan. Support terdekat disebut berada di kisaran USD 1.550 atau sekitar Rp26,2 juta. Rentang ini menjadi zona yang perlu diperhatikan investor cryptocurrency.
Beberapa indikator teknikal menunjukkan adanya perbaikan momentum. Kondisi jenuh jual mulai mereda, disertai peningkatan tekanan beli secara bertahap. Hal ini sejalan dengan aktivitas akumulasi oleh whale.
Meski begitu, indikator belum memberikan sinyal pembalikan tren yang kuat. Pasar masih berada dalam fase konfirmasi. Investor crypto umumnya menunggu kombinasi sinyal teknikal dan volume sebelum mengambil keputusan besar.
Data derivatif menunjukkan posisi long dan short sama-sama meningkat. Ini mencerminkan ketidakpastian arah harga Ethereum dalam jangka pendek. Sebagian trader berspekulasi rebound, sementara lainnya mengantisipasi penurunan lanjutan.
Kondisi ini umum terjadi di pasar cryptocurrency saat harga berada di area krusial. Volatilitas cenderung meningkat dalam situasi seperti ini. Oleh karena itu, manajemen risiko tetap menjadi faktor utama.
Bagi investor pemula, akumulasi whale bisa menjadi sinyal menarik, tetapi bukan jaminan keuntungan cepat. Pergerakan harga ETH masih dipengaruhi banyak variabel. Pendekatan bertahap sering dianggap lebih rasional dalam kondisi pasar seperti ini.
Memahami data on-chain dan struktur pasar crypto membantu mengurangi keputusan emosional. Edukasi menjadi kunci utama sebelum masuk lebih dalam ke dunia cryptocurrency. Dengan pendekatan netral, investor dapat menilai peluang dan risiko secara lebih seimbang.
Baca Juga: 5 Perspektif AI: Apakah XRP Akan Turun di Bawah $1 di Februari 2026?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
© 2026 PT Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Kegiatan perdagangan aset crypto dilakukan oleh PT Pintu Kemana Saja, suatu perusahaan Pedagang Aset Keuangan Digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta merupakan anggota PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI). Kegiatan perdagangan aset crypto adalah kegiatan berisiko tinggi. PT Pintu Kemana Saja tidak memberikan rekomendasi apa pun mengenai investasi dan/atau produk aset crypto. Pengguna wajib mempelajari secara hati-hati setiap hal yang berkaitan dengan perdagangan aset crypto (termasuk risiko terkait) dan penggunaan aplikasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto dan/atau kontrak berjangka atas aset crypto merupakan keputusan mandiri pengguna.