Pemula
Disertai Video

Mudah, Berikut Cara Trading NFT

Update 23 May 2023 ‚ÄĘ Waktu Baca 6 Menit
Gambar Mudah, Berikut Cara Trading NFT
Reading Time: 6 minutes

Gemerlap dunia Non-Fungible Token (NFT) masih terus menarik minat para investor crypto, bahkan investor umum sekalipun. NFT kini tak hanya dijadikan sebagai koleksi yang bernilai, beberapa orang memutuskan untuk melakukan trading NFT. Keberadaan platform seperti Opensea Pro maupun Blur juga semakin meramaikan dunia trading NFT. Kamu tertarik menjajal trading NFT? Cari tahu selengkapnya melalui artikel berikut.

Ringkasan Artikel

  • ūüĖľÔłŹ¬†Trading NFT adalah transaksi jual-beli aset digital melalui platform marketplace NFT seperti Opensea, Blur, Immutable X, X2Y2, dan sebagainya.
  • ūüĎĀÔłŹ¬†Dalam menjalankan trading NFT, trader harus memilih marketplace dan dompet digital yang sesuai terlebih dahulu. Kemudian, melakukan riset dan menyiapkan strategi menjadi langkah penting berikutnya. Barulah setelah itu trader bisa melakukan aksi jual-beli NFT.
  • ūüĒ欆Dalam memilih NFT, trader bisa mempertimbangkan sosok dan komunitas di balik sebuah proyek NFT, nilai dari proyek NFT itu sendiri, riwayat penjualan, serta tren pasar. Tak lupa untuk memperhitungkan risikonya.

Apa itu Trading NFT?

Tak lengkap rasanya jika mengawali tulisan ini tanpa membahas dasar-dasar mengenai Non-Fungible Token (NFT) itu sendiri. Pada dasarnya, NFT adalah aset digital yang mewakili barang berharga dengan nilai yang tidak dapat diganti atau ditukarkan. Setiap NFT memiliki data transaksi seperti siapa penciptanya, harga, dan histori kepemilikannya yang tercatat di blockchain. NFT tak terbatas hanya pada karya seni digital, namun juga bisa meliputi memorabilia olahraga, avatar video game, musik, dan lain sebagainya.

Lantas apa itu trading NFT? Trading NFT adalah kegiatan jual-beli NFT yang dilakukan di marketplace seperti Opensea, Blur, Immutable X, X2Y2, dan sebagainya. Prosesnya bisa sesederhana jual-beli pada umumnya, ataupun lewat mekanisme lelang di mana penjual akan menentukan batas harga bawah dan kemudian para calon pembeli melakukan penawaran harga.

Tujuan utama dalam trading NFT tentunya adalah mencari keuntungan, namun perlu diingat trading NFT tak selalu berujung untung. Ada kalanya, pembeli malah berakhir buntung karena harga NFT yang baru saja dibeli justru turun. Sama halnya dengan aset crypto pada umumnya, harga NFT juga sangat volatile. Tak pelak, trading NFT mempunyai risiko yang tinggi sehingga memerlukan strategi dan mitigasi risiko yang tepat.

Kamu bisa mempelajari lebih lanjut soal apa itu NFT melalui artikel berikut.

Langkah-Langkah Trading NFT

Jika kamu tertarik untuk mencoba trading NFT, berikut ini adalah langkah-langkah yang sebaiknya kamu siapkan

  1. Pilih marketplace NFT. Carilah marketplace NFT yang sesuai dengan kebutuhanmu. Terdapat platform yang dibuat khusus untuk para trader NFT profesional dengan beragam fitur tradingnya. Ada juga platform yang menawarkan kemudahan atau biaya yang murah sehingga lebih cocok bagi pemula.
  2. Menyiapkan dompet digital. Pastikan dompet digital yang kamu pilih telah kompatibel dengan jaringan marketplace NFT yang kamu pilih. Selain untuk jual-beli, dompet digital kamu juga akan digunakan sebagai tempat menyimpan NFT yang kamu beli.
  3. Lakukan riset. Sebelum melakukan trading NFT, pastikan telah melakukan riset. Mulai dari riset mengenai kondisi dan tren pasar NFT secara umum. Jangan lupa untuk riset mendalam terkait koleksi-koleksi potensial yang kamu incar.
  4. Buat strategi trading. Setelah mendapatkan hasil riset, siapkan strategi trading meliputi berapa banyak modal dan batas merugi sesuai dengan toleransi risiko. Jangan lupa siapkan parameter harga seperti floor price dan target price yang kamu incar. Lalu, tentukan kriteria koleksi NFT yang berpotensi harganya naik, entah dari segi kelangkaan, popularitas, dll.
  5. Beli NFT. Setelah semua proses sudah selesai, kamu bisa langsung membeli NFT yang kamu incar. Jangan lupa untuk menghubungkan dompet digitalmu dengan marketplace pilihan. Kamu bisa melakukan pembelian pada harga saat itu, ataupun menentukan harga penawaran yang kemungkinan akan dimenangkan pada saat lelang.
  6. Jual NFT. Kamu juga bisa menentukan harga penjualan berdasarkan harga yang kamu tentukan atau lewat mekanisme lelang. Faktor paling penting dalam penjualan NFT adalah momentum. Ketika sentimen pasar dan permintaan tengah berada di sisimu, manfaatkan momentum tersebut agar bisa mendapatkan harga yang paling maksimal.

Cara Memilih NFT untuk Trading

Memilih proyek NFT bukanlah hal yang mudah seiring dengan kecepatan pertumbuhan ekosistem NFT yang masif serta jumlah proyek NFT itu sendiri yang sangat besar. Belum lagi faktor volatilitas dan ketidakpastian di balik proyek NFT. Namun, berikut ini beberapa tips yang bisa membantumu:

  1. Cari tahu sosok di balik proyek NFT dan komunitasnya. Rekam jejak sosok di balik sebuah proyek NFT bisa menjadi salah satu indikator kualitas NFT tersebut. Lalu, komunitas yang kuat bisa membantu menjaga permintaan akan proyek NFT terkait, serta potensinya secara jangka panjang.
  2. Pertimbangkan nilainya. Faktor keunikan, kegunaan, dan kelangkaan sebuah NFT punya pengaruh besar terhadap permintaan dan harganya. Pastikan memilih proyek NFT yang mempunyai nilai kuat di salah satu faktor tersebut, atau bahkan di ketiganya.
  3. Periksa riwayat penjualan. Cari tahu seperti apa riwayat penjualan sebuah NFT di berbagai platform. NFT yang bernilai akan mempunyai nilai jual yang baik dan permintaan yang konsisten.
  4. Kenali tren pasar. Tren pasar juga berpengaruh terhadap harga dan permintaan NFT. Ketika jenis proyek NFT tertentu sedang digandrungi pasar, maka harganya akan prospektif. Namun jika trennya sudah lewat, harga akan sangat mungkin untuk jatuh.

Sebagai tambahan, waspada akan adanya penipuan. Dunia NFT sangat rentang disusupi pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu, lakukan investasi dengan nilai yang sanggup kamu relakan ketika merugi.

Selain jual beli NFT, kamu juga bisa melakukan minting NFT. Simak penjelasannya lebih lanjut pada artikel berikut.

Platform untuk Trading NFT

Peringkat marketplace NFT berdasarkan volume perdagangan selama 30 hari terakhir
Peringkat marketplace NFT berdasarkan volume perdagangan selama 30 hari terakhir. Sumber: Dapp Radar
  • OpenSea. OpenSea merupakan platform¬†marketplace¬†NFT paling besar dengan jutaan koleksi NFT. Ia cocok bagi pengguna individu yang sekadar ingin membeli dan menjual NFT untuk penggunaan pribadi atau tujuan investasi. Namun, terdapat juga Opensea Pro yang ditujukan untuk trader NFT dengar beragam fitur canggih seperti data¬†real-time,¬†dashboard¬†yang dapat disesuaikan, otomatisasi perdagangan, dan akses ke pasar NFT yang lebih luas. Namun, ia mempunyai biaya yang tergolong mahal dibanding marketplace lainnya.
  • Blur. Sebagai pendatang baru, Blur hadir menyasar para trader NFT profesional dengan beragam fitur unggulan dan interface yang user-friendly. Dari sisi biaya, Blur mengenakan potongan yang lebih rendah dibandingkan Opensea. Blur juga mempunyai native token BLUR yang bisa didapatkan pengguna ketika bertransaksi di marketplace Blur. Namun, mengingat ia masih tergolong baru, jumlah pengguna maupun koleksi NFT di Blur belum sebesar milik Opensea.
  • Immutable X. Lewat teknologi Zero Knowledge (ZK) Rollups, Immutable X hadir sebagai solusi skalabilitas Ethereum. Berkat ZK Rollups, biaya transaksi NFT di Immutable X menjadi murah, bahkan tanpa biaya, serta cepat. Dengan skema global order book pada marketplace-nya, setiap penjualan NFT akan terhubung pada seluruh marketplace yang terhubung di ekosistem Immutable X. Tapi, dibandingkan dengan Opensea dan Blur, jumlah pengguna, ekosistem, dan koleksi NFT di Immutable X masih lebih rendah.

Lantas marketplace mana yang paling baik untuk melakukan trading NFT? Tentu jawabannya akan tergantung kebutuhan dan preferensi masing-masing trader. Bagi yang mencari platform dengan koleksi dan pengguna terbanyak, maka Opensea bisa jadi pilihan. Namun, yang ingin melakukan trading secara profesional, Blur dan Opensea Pro bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Sementara bagi yang mencari harga murah, maka Immutable X jadi opsi yang paling sesuai.

Kelebihan dan Kekurangan Trading NFT

Sama halnya dengan berinvestasi pada aset crypto, cukup sulit untuk mengukur rata-rata imbal hasil yang bisa diperoleh dari trading NFT. Namun, selama investor bisa mendapatkan koleksi yang bernilai, dan bisa menjualnya pada waktu yang tepat, imbal hasil yang diperoleh bisa sangat menggiurkan. Merujuk dari data Statista, rata-rata imbal hasil yang didapat setiap pengguna berkisar US$ 114,80 pada tahun 2023. Bahkan, pada periode bullish 2021 silam, rata-rata keuntungannya mencapai US$ 150,40.

Rata-rata pendapatan yang didapat trader NFT
Rata-rata pendapatan yang didapat trader NFT. Sumber: Statista

Tak sedikit juga koleksi NFT yang menghasilkan keuntungan yang fantastis. NFT CryptoPunk #7523 misalnya. Semula harga pembelian awalnya adalah US$ 600, namun berhasil terjual US$ 11,7 juta pada Maret 2021. Artinya, keuntungan yang diperoleh penjualnya lebih dari 200.000%.

Namun, tak semua harga NFT akan meroket. Beberapa koleksi NFT berharga mahal nyatanya di kemudian hari harganya terus turun. Ingat, NFT mempunyai tingkat volatilitas yang tinggi sehingga risiko meruginya juga sama besar dengan potensi keuntungannya. Misalnya, NFT dari oN1 Force yang dibeli oleh Logan Paul seharga US$ 623.000. Setahun kemudian, NFT tersebut hanya dihargai US$ 460 saja.

Selain itu, dunia NFT juga lekat dengan praktik wash trading. Pada dasarnya, wash trading adalah transaksi karya NFT yang dilakukan oleh pihak yang sama yang bertujuan meningkatkan volume perdagangan atau nilai dari koleksi NFT tertentu. Jadi terdapat beberapa karya NFT mahal yang sejatinya hanyalah hasil manipulasi.

Baca juga pemaparan dan cara kerja wash trading di sini.

Kesimpulan

Dengan besarnya jumlah koleksi NFT serta komunitas yang kuat, trading NFT menawarkan potensi keuntungan yang cukup menggiurkan. Apalagi, keberadaan platform marketplace NFT yang menghadirkan beragam fitur trading profesional semakin memudahkan para trader NFT. Hanya saja, potensi imbal hasil yang tinggi juga diiringi dengan risiko yang tinggi juga. Mulai dari volatilitas harga yang tinggi, ketidakpastian, serta adanya tindak manipulasi seperti wash trading. Oleh karena itu, diperlukan riset mendalam dan strategi yang terukur untuk memastikan trading NFT berakhir manis seperti yang diharapkan.

Beli Aset Crypto di Pintu

Sebelum melakukan pembelian NFT, kamu harus terlebih dahulu memiliki aset crypto yang digunakan dalam jaringan marketplace NFT. Untuk marketplace yang menggunakan jaringan Ethereum, maka trader memerlukan ETH. Kamu bisa membeli ETH, dan aset crypto lainnya tanpa harus khawatir adanya penipuan melalui Pintu. Selain itu, semua aset crypto yang ada di Pintu sudah melewati proses penilaian yang ketat dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Aplikasi Pintu juga kompatibel dengan berbagai macam dompet digital populer seperti Metamask untuk memudahkan transaksimu. Ayo download aplikasi Pintu di Play Store dan App Store! Keamananmu terjamin karena Pintu diregulasi dan diawasi oleh Bappebti dan Kominfo.

Selain melakukan transaksi, di aplikasi Pintu, kamu juga bisa belajar crypto lebih lanjut melalui berbagai artikel Pintu Academy yang diperbarui setiap minggunya! Semua artikel Pintu Akademi dibuat untuk tujuan edukasi dan pengetahuan, bukan sebagai saran finansial.

Referensi

Lucy Adegbe, How to Trade NFTs, Investopedia, diakses pada 19 Mei 2023.

Dale Warburton, NFT Trading: A Complete Guide For Newbies, The Chainsaw, diakses pada 19 Mei 2023.

Alex Lielacher, How To Start NFT Trading: A Step-by-Step Guide, BeinCrypto, diakses pada 19 Mei 2023.

Messari Team, Overview & History of Immutable X, Messari, diakses pada 22 Mei 2023.

Devin Finzer dan Lorens Huculak, Introducing OpenSea Pro (Your favorite Gem has been polished), Opensea Blog, diakses pada 22 Mei 2023.

Eric James Beyer, Blur’s Token is Live: Here’s Everything You Need to Know, NFT Now, diakses pada 22 Mei 2023.

Penulis:Hikma Dirgantara

Beri nilai untuk artikel ini

Penilaian kamu akan membantu kami.

Apa yang kamu tidak suka?

Apakah ada saran untuk artikel ini?

Terima kasih untuk masukanmu!Tutup
Masukan gagal terkirim. Silakan coba lagi.Tutup

Bagikan