Adopsi dan Perkembangan Bitcoin Lightning Network

Update 26 Jul 2022 ‚ÄĘ Waktu Baca 4 Menit
Gambar Adopsi dan Perkembangan Bitcoin Lightning Network
Reading Time: 4 minutes

Dengan adopsi dan jumlah transaksi Bitcoin yang semakin meningkat, dibutuhkan teknologi yang dapat mempercepat proses transaksi Bitcoin. Salah satu solusinya adalah Bitcoin Lightning Network (LN), protokol pembayaran yang berguna untuk membuat transaksi Bitcoin menjadi lebih cepat dan efisien.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2017, adopsi Lightning Network semakin pesat. Pada Juni tahun lalu, kapasitas Lightning Network berada di kisaran sekitar 2.000 BTC. Per Juli 2022, kapasitas Lightning Network sudah berada di kisaran 4.000 BTC. Ini berarti, terdapat BTC dengan nilai sekitar 120 juta dolar AS yang siap untuk ditransaksikan secara peer-to-peer melalui Lightning Network.

Akan tetapi, Lightning Network tak lagi hanya digunakan untuk mengirim Bitcoin, tapi juga untuk mengembangkan berbagai aplikasi pada jaringan Bitcoin. Seperti apa perkembangannya hingga saat ini? Yuk, simak ulasannya di artikel ini.

Ringkasan Artikel

  • ‚ö°ÔłŹ Lightning Network Bitcoin adalah protokol pembayaran lapisan kedua yang beroperasi di atas jaringan blockchain Bitcoin, yang membuat transaksi Bitcoin menjadi lebih cepat dan efisien.
  • ūüŹÉ‚Äć‚ôāÔłŹ Blockchain utama Bitcoin hanya mampu menangani sekitar 7 transaksi per detik, sedangkan Lightning Network mampu menangani 1.000.000 transaksi per detik.
  • ūüí°¬†Selain untuk pembayaran, Lightning Network juga bisa diprogram untuk berbagai hal antara lain untuk produk finansial, gaming, kebutuhan point of sale, micro tipping dan aplikasi eksperimental lainnya.

Perkembangan Lightning Network Apps

Lightning Network pertama kali digunakan pada tahun 2017 dan bertujuan untuk meningkatkan skalabilitas Bitcoin. Blockchain utama Bitcoin hanya mampu menangani sekitar 7 transaksi per detik, sedangkan Lightning Network mampu menangani 1.000.000 transaksi per detik.

Kapasitas saluran publik di Lightning Network saat ini juga sudah melebihi 4.000 BTC. Ini berarti ada lebih dari 4.000 BTC yang siap untuk ditransaksikan peer-to-peer dengan Lightning Network.

Meski penggunaan Lightning Network sudah sangat pesat, namun, bila dibandingkan dengan jaringan pembayaran lain seperti Visa, masih banyak hal yang harus dicapai. Pada tahun 2021, Visa menangani volume pembayaran lebih dari 1 triliun dolar AS dan hampir 20 miliar dolar AS transaksi per bulan. Sementara Lightning Network menangani volume pembayaran sebanyak 20 juta dolar AS hingga Februari 2022.

Perkembangan Lightning Network Apps

Pertumbuhan penggunaan Lightning Network terjadi terutama saat biaya transaksi on-chain Bitcoin sangat tinggi, sehingga banyak orang menggunakan Lightning Network untuk menghemat biaya. Dengan status biaya transaksi di jaringan Bitcoin saat ini, kecepatan penyelesaian diLightning Network jauh lebih cepat. Kecepatan inilah yang membuat para pengembang saat ini mengembangkan Lightning Network Apps atau yang disebut sebagai LApps.

Baca juga: Bitcoin Lightning Network: Definisi dan Cara Kerjanya

Apa Saja Aplikasi yang Menggunakan Lightning Network?

Lightning Network memungkinkan pengguna untuk membuka beberapa salurah dua arah kapan saja. Lightning Network juga dapat diprogram, sehingga suatu node dapat dijadikan sebagai hosting saluran pembayaran untuk membuat berbagai jenis layanan. Hal ini memungkinkan berbagai macam aplikasi yang dapat dibangun di atas jaringan Lightning Network.

LApps adalah aplikasi yang dibuat diatas Lightning Network, mereka secara inheren terstruktur untuk transaksi mikro. Transaksi mikro secara drastis menurunkan hambatan adopsi. Dengan adanya LApps maka semakin banyak orang yang dapat menggunakan Bitcoin dengan mudah dan cepat. Saat ini pengembangan LApps tergolong masih sangat muda tetapi potensi pengembangan LApps sangat menjanjikan.

Apa Saja Aplikasi yang Menggunakan Lightning Network?

Produk Finansial

Salah satu produk Finansial yang sedang berkembang di dalam jaringan Lightning Network adalah LNmarket. LNmarket memungkinkan pengguna untuk melakukan trading kripto derivative secara real time. Saat ini apabila pengguna ingin melakukan trading derivatif maka mereka harus melalui bursa kripto dan pedagang diharuskan untuk menyetor dan memiliki akun yang didanai dengan Bitcoin sebagai jaminan: ini disebut margin.

Trader memiliki risiko aset mereka dipegang oleh pihak ketiga. Jika pedagang ingin menjaga aset mereka maka mereka harus mengirim aset mereka ke dalam dompet pribadi mereka saat mereka tidak melakukan trading. Sebaliknya mengirim kembali apabila mereka ingin melakukan trading. Proses ini lambat dan memakan banyak biaya.

LNmarket berusaha meniadakan pihak ketiga dan menggunakan Lightning Network sebagai lapisan penyelesaian secara real time. Transfer Bitcoin juga dilakukan pada waktu yang sama dalam satu klik.

Gaming

Play-to-earn adalah cara yang seru untuk mengumpulkan kripto. Biasanya game menggunakan cryptocurrency sebagai mode pembayaran di dalam game. Beberapa game ini bahkan membuat token mereka sendiri, sementara game yang lain juga fokus untuk menjual dan mengumpulkan Non-Fungible Token (NFT). Namun semakin banyak game dibangun dengan integrasi Lightning Network sehingga memungkinkan gamer menerima BTC sebagai hadiah permainan.

Contohnya antara lain ZEEBEDE atau THNDR Games memungkinkan pemain untuk bermain dan mengumpulkan satoshi, atau satuan unit terkecil Bitcoin, yang mana hadiah ini dapat ditarik langsung melalui wallet Lightning.

Point of Sale

Dengan Lightning Network kini pedagang e-commerce dapat dengan mudah menggunakan LApps. Sebelumnya para pedagang biasanya menggunakan platform e-commerce atau aplikasi web tetapi kebanyakan platform ini memiliki biaya tinggi. Dengan LApps maka para pedagang dapat dengan mudah memasang aplikasi point-of-sale tanpa harus menggunakan rekening bank. Mereka dapat menerima pembayaran dari mana saja dengan menggunakan Bitcoin. Contoh dari aplikasi untuk Point of Sale adalah VoltPay

Content Creator

Jika kita membayangkan dunia di mana media sosial terdesentralisasi, konten tidak akan lagi di hosting oleh perusahaan besar seperti Twitter, Facebook, Spotify, dan Youtube. Sebagai gantinya, kita akan melihat individu dan penyedia hosting independen menyampaikan dan membuat konten yang ditandatangani secara kriptografis oleh si individu pencipta. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana agregator atau pencipta ini diberi insentif untuk menghosting konten. Lightning Network adalah solusinya.

Saat ini muncul model pembayaran baru yaitu value-to-value, ini ibarat model pembayaran kepada pengamen atau musisi jalanan. Jika kamu suka dengan lagu yang dinyanyikan oleh musisi tersebut maka kamu bisa memberikan pembayaran tetapi dilakukan dengan menggunakan Lightning Network. Salah satu yang sedang dikembangkan antara lain adalah aplikasi Fountain untuk podcasting dan juga Stacker News. Di mana pendengar atau subscriber dapat memberikan sats sebagai ganti dari tombol ‚Äúlike‚ÄĚ.

MicroTipping

Pada tanggal 23 September 2021, Twitter meluncurkan fitur Tipping dengan menggunakan Lightning Network. Siapapun dapat mengirimkan BTC kepada pengguna Twitter yang mereka sukai. Twitter memberikan saran nominal dimulai dari $1 hingga $20.

MicroTipping

Kesimpulan

LApps saat ini berada dalam level eksperimental dimana banyak aplikasi menggunakan pembayara lightning network untuk berbagai kegiatan dan ide karena pembayaran lightning dapat digunakan secara cepat, murah dan terpercaya.

Bagi para pengembang, menggunakan Lightning Network memberikan banyak manfaat antara lain:

  1. Pengguna atau pengembang tidak perlu membuat token baru seperti halnya web3.
  2. Lightning Network sudah dipergunakan secara luas sehingga untuk adopsi sangatlah mudah karena infrastruktur lightning network sudah ada.
  3. Karena aplikasi digunakan di lapisan kedua maka pembayaran menggunakan lightning sangatlah cepat dan murah.
Penulis:Dea Rezkitha

Beri nilai untuk artikel ini

Penilaian kamu akan membantu kami.

Apa yang kamu tidak suka?

Apakah ada saran untuk artikel ini?

Terima kasih untuk masukanmu!Tutup
Masukan gagal terkirim. Silakan coba lagi.Tutup

Bagikan

Artikel Terkait