Perkembangan Ekosistem Celestia

Update 15 Jan 2024 ‚ÄĘ Waktu Baca 9 Menit
Gambar Perkembangan Ekosistem Celestia
Reading Time: 9 minutes

Celestia dengan blockchain modularnya menjadi salah satu protokol yang digadang-gadang punya masa depan bagus. Kemampuannya mengunggah data secara optimal dan menekan biaya menjadikannya sebagai pilihan bagi para tim pengembang. Terbukti dengan semakin banyaknya protokol native ataupun protokol yang sudah ada mengadopsi teknologi milik Celestia. Lalu, seperti apa kondisi ekosistem Celestia saat ini? Di dalamnya, protokol apa saja yang punya prospek menarik? Simak ulasannya pada artikel berikut.

Ringkasan Artikel

  • ‚õďÔłŹ¬†Celestia adalah¬†blockchain¬†modular pertama yang memecah¬†blockchain¬†menjadi beberapa lapisan terpisah. Dengan memisahkan fungsi masing-masing lapisan, Celestia dapat meningkatkan skalabilitas dan efisiensi.
  • ‚ö°¬†Celestia menawarkan biaya transaksi yang lebih rendah dibandingkan Ethereum. Membuatnya berpotensi menggantikan dominasi Ethereum dalam lapisan ketersediaan data.
  • ūüĆź¬†Ekosistem Celestia telah berkembang pesat dengan keberadaan 85 protokol. Tak hanya native protokol, banyak juga protokol jaringan lain yang beralih menggunakan data availability Celestia.
  • ūüŹÜ Beberapa protokol potensial yang ada di Celestia meliputi Manta Network, Dymension, Eclipse, dan MilkyWay.

Sekilas tentang Celestia

Celestia adalah blockchain pertama yang mengusung arsitektur modular. Dengan arsitektetur modular, Celestia dapat mengatasi permasalahan skalabilitas sembari mempertahankan aspek desentralisasi dan keamanan sebuah jaringan. Ia melakukannya dengan cara memanfaatkan Data Availability Sampling (DAS), sebuah sistem memverifikasi data yang ada di blockchain.

Sebagai blockchain modular, Celestia memisahkan lapisan ketersediaan data, konsensus, penyelesaian, dan eksekusi. Ia lebih berfokus pada lapisan ketersediaan data serta modularitas dan fleksibilitas. Dengan memisahkan lapisan tersebut, Celestia menawarkan fleksibilitas yang lebih besar bagi penggunanya.

Dari sisi tim pengembang, mereka mempunyai kebebasan melakukan mix and match lapisan jaringan sesuai kebutuhan mereka. Di saat bersamaan, mereka tetap bisa memanfaatkan fungsi lapisan ketersediaan data yang jadi kelebihan Celestia.

 Baca juga penjelasan lebih lanjut mengenai teknologi blockchain modular di sini dan cara kerja Celestia di sini.

Metriks Celestia Saat Ini

Celestia merupakan protokol yang masih seumur jagung, baru diluncurkan pada dua bulan lalu. Kendati begitu ia berhasil mencatatkan performa yang cukup menjanjikan. Kehadirannya berpotensi mendisrupsi dominasi Ethereum sebagai penyedia lapisan ketersediaan data terbesar. Dengan modularity, Celestia bisa mencatatkan efisiensi biaya lebih rendah dari Ethereum.

Dashboard Dune Analytics buatan @0xKofi ini bisa memberikan gambaran seberapa mahal biaya menerbitkan callData di Mainnet Ethereum. Pada November 2023 saja, Mainnet OP dan Arbitrum jika digabungkan telah menelan biaya lebih dari US$ 5 juta hanya untuk menerbitkan data ke Ethereum.

Numia melakukan simulasi perhitungan mengenai seberapa besar penghematan yang bisa dilakukan jika menggunakan DA Celestia. Berdasarkan simulasi Numia, penggunaan Data Availibility milik Celestia bisa menghemat hingga US$ 50 juta untuk biaya callData dalam 6 bulan.

Simulasi biaya data yang bisa dihemat menggunakan Celestia. Sumber: Numia Data.
Bagi yang penasaran, Numia juga telah menciptakan dashboard simulasi perhitungan. Dengan memasukkan data historis dan variabel metrik token TIA, pengguna bisa mendapatkan kalkulasi biaya penghematan jika menggunakan teknologi milik Celestia.

Jika Ethereum memprioritaskan kelangkaan blockspace, Celestia justru dibuat berdasarkan pasokan yang berlimpah. Dengan blocks berukuran 8MB dan block times 15 detik, ia bisa mendukung sebanyak 46.080 MB data per hari. Artinya, kapasitas data yang digunakan Celestia saat ini baru sebesar 0,1%.

Dengan penggunaan data yang baru di 0,1%, alhasil total biaya pun menjadi rendah. Celestia menghasilkan sekitar 5 TIA atau US$ 65 per hari untuk biaya. Dengan demikian, pengguna hanya membayar biaya sekitar 0,024 ‚Äď 0,24 TIA atau US$ 0,31 ‚Äď US$ 3,12 per MB untuk setiap data yang diunggah.

Bagaimana jika Celestia di masa depan berhasil memaksimalkan kapasitasnya hingga 100%? Jika ia mampu mengunggah 46.080 MB data per hari selama setahun penuh dengan harga TIA di US$ 13, maka Celestia bisa menghasilkan sekitar US$ 5,2 juta untuk biaya tahunan. Jumlah data tersebut lebih banyak 65x dari apa yang bisa dilakukan Ethereum saat ini.

Perkembangan Ekosistem Celestia

Ekosistem Celestia

Ekosistem Celestia terus memperlihatkan pertumbuhan positif. Saat ini, sudah terdapat 85 protokol ataupun aplikasi yang berada di ekosistem Celestia. Beberapa native protokol inovatif di Celestia adalah Berachain, Caldera, Dymension, hingga Milkyway.

Selain itu, protokol yang sudah ada di jaringan lain juga berbondong-bondong menambahkan atau beralih menggunakan DA milik Celestia. Beberapa protokol tersebut meliputi Manta Network, Alpha Dune, Eclipse, Kinto, dll.

Sementara itu, setidaknya sudah ada sebanyak 236.000 unique adress yang melakukan staking token TIA per 8 Januari 2024. Jumlah tersebut terus mengalami kenaikan, bahkan mencapai dua kali lipat dari periode tujuh hari sebelumya di mana saat itu jumlahnya baru sekitar 115.000.

Angka tersebut berpotensi untuk terus naik seiring adanya potensi airdrop dari berbagai protokol yang ada di ekosistem Celestia. Hal tersebut akan mendorong pemilik TIA melakukan staking demi memperbesar peluang untuk mendapatkan airdrop.

Mau mendapatkan airdrop? Coba cari tahu caranya melalui artikel berikut.

Protokol pada Ekosistem Celestia

Berikut ini adalah beberapa protokol potensial yang ada di ekosistem Celestia:

1. Manta Network

Manta Pacific adalah platform Ethereum Virtual Machine (EVM) pertama yang kompatibel dengan Zero Knowledge (ZK) yang aman dan punya skalabilitas baik. Hal tersebut dicapai melalui kombinasi zkEVM milik Polygon dan DA milik Celestia.

Dengan memanfaatkan DA modular milik Celestia, Manta Pacific bisa menghadirkan infrastruktur yang cepat dengan biaya yang jauh lebih murah daripada Layer-2 (L2) lainnya. Lalu, dengan kombinasi penggunaan Universal Circuits milik Manta, maka pengembang akan mendapatkan lingkungan yang sempurna untuk membangun dan meluncurkan dapps.

Setelah 100 hari sejak peluncuran mainnet, Manta Pacific telah menempati peringkat ke-3 untuk L2 Ethereum. Ia juga telah mencatatkan lebih dari 8 juta transaksi on-chain, 529.000 wallet adresses, dan menjadi EVM L2 pertama di Celestia. Lebih lanjut, berkat memanfaatkan DA milik Celestia, Manta Pacific telah menghemat lebih dari US$ 736.000 gas fee yang harus dibayarkan penggunanya.

Saat ini, Manta Network telah mencatatkan Total Value Locked (TVL) hingga US$ 900 juta. Manta New Paradigm juga menjadi salah satu game changer. Dengan 140.000 pengguna yang berpartisipasi, New Paradigm telah berkontribusi terhadap pertumbuhan TVL tersebut. Lima protokol terbesar yang ada di ekosistem Manta Pacific saaat ini adalah LayerBank, Shoebill Finance, Quickswap DEX, Aperture Finance, dan Steer Protocol.

Setelah meluncurkan Manta Pacific Alpha II, saat ini tim pengembang sedang menyiapkan Stage 3. Pada fase ini, Manta Pacific Beta akan diluncurkan sekaligus memulai fase transisi menuju zkEVM. Pada tahap final, Manta Pacific Mainnet dan Universal Circuits 2.0 akan diluncurkan.

2. Dymension

Dymension adalah protokol yang berfokus untuk mengelola dan menjalankan RollAps. Secara karakteristik, ia mirip dengan sebuah web atau aplikasi full-stack di mana pengguna berinteraksi melalui front-end (RollAps) dan back-end (Dymension Hub) berperan sebagai koordinator untuk ekosistemnya. Sementara itu, DA milik Celestia digunakan sebagai pusat data untuk mempublikasikan data-data terkait.

RollAps adalah blockchain modular. Jadi, alih-alih mempertahankan validator yang berbiaya tinggi, RollAps memanfaatkan Dymension Hub (L1) untuk mengamankan dana yang ada serta menggunakan DA untuk database. Dengan RollAps, pengguna bisa men-deploy blockchain dengan mudah dan mendapatkan lebih banyak value dari token melalui keamanan yang lebih baik.

Inter-Blockchain Communication Protocol (IBC) merupakan aspek penting Dymension. Ia berperan untuk menstandardisasi rollups, mirip dengan bagaimana token distandardisasi melalui ERC. Sementara RollAps akan menghubungkan ekonomi yang ada di IBC melalui Dymension Hub, mirip seperti bagaimana sebuah server terhubung ke internet melalaui Penyedia Layanan Internet.

Walau tergolong baru, Dymension mendapatkan sambutan yang cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari total TVL di RollApps Dymension telah mencapai 7,75 juta DYM. Sementara itu, jumlah RollAps yang dikirim sudah sebanyak 12.679 dengan total IBC transfers sebesar 9,29 juta.

Lebih lanjut, Dymensions sudah memiliki prototipe lebih dari 900 portal yang di-deploy di testnet Froopyland. Beberapa di antaranya adalah KongDex, Jupiter, Zuperchain, hingga berbagai proyek NFT dan blockhain gaming seperti Pixel Beans, Owlstake, dan Pikapika.

Baru-baru ini Dymensions mengumumkan pembagian airdrop melalui Genesis Rolldrop. Sebanyak 70 juta DYM (setara 7% dari total pasokan) akan didistribusikan kepada pengguna dan tim pengembang. Pengguna seperti NFT holders, stakers, hingga pengguna aplikasi di jaringan Celestia, Ethereum, Cosmos, dan Solana yang memenuhi syarat bisa mengklaim airdrop tersebut. Kamu bisa memeriksa apakah kamu menerima airdrop DYM melalui tautan berikut.

3. Eclipse

Eclipse adalah protokol yang menghadirkan Solana Virtual Machine (SVM) ke Ethereum. Dengan kata lain, ia berupaya membawa lingkungan dengan performa eksekusi terbaik ke rantai dengan aktivitas tertinggi.

Eclipse merupakan bentuk nyata dari tesis modular karena jaringannya terdiri empat komponen lapisan yang berbeda-beda. Ia menggunakan SVM untuk lapisan eksekusi, jaringan Ethereum untuk lapisan settlement, DA Celestia untuk lapisan ketersediaan data, dan teknologi RISC Zero untuk lapisan proving.

SVM sendiri mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan EVM. Pertama ia adalah multi-threaded sehingga bisa memproses transaksi secara pararel. Kedua, SVM mempunyai ‚Äúlocal fee markets‚ÄĚ alias biaya akan berada di level protokol. Misalnya, ketika minting NFT mengalami peningkatan aktivitas maka kenaikan fee hanya terjadi di sektor NFT saja.

Cari tahu lebih lanjut soal EVM dan cara kerjanya melalui artikel berikut.

Perbandingan antara global fee markets dan local fee markets.

Eclipse masih berada di fase testnet yang baru meluncur pada 13 Desember 2023. Saat ini mereka sedang mempersiapkan Mainnet Beta yang akan terbuka untuk para pengembang. Beberapa fitur yang sedang disiapkan meliputi: withdrawals, UI canonical bridge, design fault proof menggunakan RISC Zero KSP, dan perbaikan fee market.

Untitled

4. MilkyWay

MilkyWay merupakan salah satu native protokol Celestia. Ia adalah protokol liquid staking untuk Celestia yang beroperasi di jaringan Osmosis. Namun, tim pengembang MilkyWay berencana melakukan migrasi ke Celestia Rollkit.

Melalui MilkyWay, pengguna bisa men-staking token TIA mereka. Sebagai gantinya, pengguna akan mendapatkan representasi token bernama milkTIA. Token tersebut kemudian dapat digunakan untuk berbagai aktivitas DeFi pada protokol seperti Osmosis, Demex, dan Quasar Finance.

Namun, bagi yang hanya ingin melakukan staking, MilkyWay secara otomatis menambahkan bunga staking-nya. Ia menawarkan APR sebesar 14,3% per tahun. Berbeda dengan staking Celestia yang memerlukan waktu pencairan selama 21 hari, unstaking di MilkyWay bisa dilakukan secara instan hanya dengan cara melakukan swap pada DEX yang tersedia. Tercatat, saat ini MilkyWay sudah mempunyai TVL senilai US$ 29,51 juta.

Sejauh ini MilkyWay belum mempunyai tokennya sendiri. Namun dalam halaman dokumentasinya, tim pengembang sudah memastikan akan menerbitkan token MILK. Bagi kamu yang memiliki token TIA, melakukan staking di MilkyWay bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan airdrop MILK nantinya.

Liquid staking memungkinkan kamu untuk mendapatkan bunga berbunga. Cari tahu cara melakukannya di sini.

Kesimpulan

Sebagai blockchain modular pertama, Celestia berupaya menawarkan biaya dan optimalisasi yang lebih baik dibanding solusi layer-2. Menggunakan Data Availability Sampling, Celestia memisahkan lapisan data, konsensus, penyelesaian, dan eksekusi, memberikan fleksibilitas tinggi bagi pengembang.

Walaupun baru diluncurkan, Celestia sudah menunjukkan potensi menggantikan Ethereum dalam lapisan ketersediaan data dengan biaya lebih rendah. Ekosistem Celestia tumbuh dengan adanya 85 protokol/aplikasi dan adopsi signifikan dari protokol lain. Beberapa protokol penting dalam ekosistemnya termasuk Manta Network, Dymension, Eclipse, dan MilkyWay, yang masing-masing memberikan kontribusi unik dalam efisiensi biaya, kapasitas transaksi, dan inovasi staking.

Cara Membeli Token TIA di Pintu

Setelah mengetahui ekosistem Celestia, kamu bisa mulai berinvestasi pada token TIA dengan membelinya di aplikasi Pintu. Berikut cara membeli TIA pada aplikasi Pintu:

  1. Buat akun Pintu dan ikuti proses verifikasi identitasmu untuk mulai trading.
  2. Pada homepage, klik tombol deposit dan isi saldo Pintu menggunakan metode pembayaran pilihanmu.
  3. Buka halaman market dan cari token TIA.
  4. Klik beli dan isi nominal yang kamu mau.
  5. Sekarang kamu sudah mempunyai token TIA!

Tertarik berinvestasi pada aset crypto lain? Tenang saja, kamu bisa membeli berbagai aset crypto seperti BTC, ETH, SOL, dan yang lainnya tanpa harus khawatir adanya penipuan melalui Pintu. Selain itu, semua aset crypto yang ada di Pintu sudah melewati proses penilaian yang ketat dan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Aplikasi Pintu juga kompatibel dengan berbagai macam dompet digital populer seperti Metamask untuk memudahkan transaksimu. Ayo download aplikasi Pintu di Play Store dan App Store! Keamananmu terjamin karena Pintu diregulasi dan diawasi oleh Bappebti dan Kominfo.

Selain melakukan transaksi, di aplikasi Pintu, kamu juga bisa belajar crypto lebih lanjut melalui berbagai artikel Pintu Academy yang diperbarui setiap minggunya! Semua artikel Pintu Akademi dibuat untuk tujuan edukasi dan pengetahuan, bukan sebagai saran finansial.

Referensi

Penulis:Hikma Dirgantara

Beri nilai untuk artikel ini

Penilaian kamu akan membantu kami.

Apa yang kamu tidak suka?

Apakah ada saran untuk artikel ini?

Terima kasih untuk masukanmu!Tutup
Masukan gagal terkirim. Silakan coba lagi.Tutup

Bagikan