Apa itu Kesenjangan Inflasi dan Deflasi?

Updated
December 20, 2021
• Waktu baca 3 Menit
Gambar Apa itu Kesenjangan Inflasi dan Deflasi?
Reading Time: 3 minutes

Kesenjangan deflasi dan kesenjangan inflasi adalah dua istilah penting dalam dunia ekonomi yang perlu kamu ketahui. Apa itu kesenjangan inflasi dan deflasi? Bagaimana rumus dan cara menghitungnya? Simak selengkapnya di bawah ini!

Baca juga: Apa itu Inflasi dan Deflasi?

Pengertian Kesenjangan Inflasi dan Deflasi

apa itu kesenjangan inflasi dan deflasi

Inflationary gap dan deflationary gap adalah istilah asing untuk penyebutan kesenjangan inflasi serta kesenjangan deflasi. Simak perbedaan arti dari dua istilah tersebut selengkapnya di bawah ini!

Apa itu Kesenjangan Inflasi (Inflationary Gap)?

Kesenjangan inflasi adalah salah satu konsep ekonomi makro untuk mengukur perbedaan antara tingkat Produk Domestik Bruto (PDB) saat ini dengan PDB yang akan ada seandainya perekonomian beroperasi pada kesempatan kerja penuh.

Konsep kesenjangan inflasi diperkenalkan oleh John Maynard Keynes guna membantu identifikasi posisi ekonomi dalam siklus bisnis. Pada dasarnya, terdapat dua variabel umum dalam kesenjangan inflasi, yaitu pengangguran dan PDB.

Salah satu indikator terjadinya kesenjangan inflasi adalah ketika jumlah permintaan barang dan jasa melebihi jumlah produksi. Oleh sebab itu, nilai PDB riil bisa melebihi PDB potensial yang pada akhirnya mengakibatkan kesenjangan inflasi.

Pemerintah bisa memanfaatkan kebijakan fiskal untuk mengurangi kesenjangan inflasi, contohnya dengan mengurangi jumlah uang beredar dalam perekonomian. Caranya dengan menaikkan pajak, mengurangi pengeluaran pemerintah, hingga menerbitkan obligasi dan surat berharga.

Apa itu Kesenjangan Deflasi (Deflationary Gap)?

Kesenjangan deflasi sering juga disebut deflationary gap atau recessionary gap. Kesenjangan deflasi adalah istilah dalam ekonomi makro yang digunakan saat nilai PDB riil lebih rendah dibandingkan PDB potensial.

Kesenjangan deflasi menyebabkan harga turun dalam jangka panjang karena permintaan barang dan jasa menurun akibat meningkatnya pengangguran. Itulah sebabnya mengapa kesenjangan ini seringkali terlihat saat penurunan ekonomi dan dikaitkan dengan angka pengangguran yang lebih tinggi.

Pemerintah bisa menangani kesenjangan deflasi dengan menerapkan kebijakan stabilisasi. Selain itu, otoritas moneter juga bisa meningkatkan jumlah uang yang beredar dengan cara menurunkan suku bunga dan meningkatkan pengeluaran pemerintah.

Rumus Kesenjangan Inflasi dan Deflasi

Rumus Kesenjangan Inflasi (Inflationary Gap)

Untuk mengetahui apakah suatu negara sedang mengalami kesenjangan inflasi atau tidak, maka kamu perlu mengetahui nilai S atau yang sering disebut sebagai fungsi tabungan. Fungsi ini menggambarkan hubungan antara tabungan rumah tangga dengan pendapatan nasional suatu perekonomian.

Rumus kesenjangan inflasi adalah sebagai berikut.

S = Y – C

Keterangan:

S = Tabungan

Y = Kapasitas Produksi

C = Tingkat Konsumsi

Dalam hal ini, sebuah negara bisa dikatakan mengalami kesenjangan inflasi apabila nilai S [tabungan] yang diperoleh lebih kecil dari nilai I [pengeluaran atau biaya investasi]

Rumus Kesenjangan Deflasi (Deflationary Gap)

Sebenarnya, rumus kesenjangan deflasi sendiri sama dengan rumus kesenjangan inflasi, yang mana rumus kesenjangan deflasi adalah sebagai berikut.

S = Y – C

Keterangan:

S = Tabungan

Y = Kapasitas Produksi

C = Tingkat Konsumsi

Bedanya, jika nilai S [tabungan] yang dihasilkan lebih besar dari nilai I  [pengeluaran atau biaya investasi] , maka diartikan negara tersebut sedang mengalami kesenjangan deflasi.

Contoh Cara Menghitung Kesenjangan Inflasi dan Deflasi

contoh cara menghitung inflasi dan deflasi

Untuk bisa semakin memahami tentang kedua konsep tersebut, simak contoh soal untuk menghitung kesenjangan inflasi dan deflasi berikut ini.

Contoh Cara Menghitung Kesenjangan Inflasi (Inflationary Gap)

Diketahui tingkat perekonomian suatu negara dengan biaya investasi [I] = 1.000, fungsi konsumsi = 500 + 0,75Y, dan kapasitas produksi [Y] senilai 4.000. Apakah negara tersebut sedang mengalami kesenjangan deflasi atau inflasi?

Dengan menggunakan rumus sebelumnya,

S = Y – C

S = Y – [500 + 0,75Y]

S = 4.000 – [500 + 0,75 [4.000]]

S = 500

Karena nilai I > S, maka perekonomian sedang berada dalam keadaan kesenjangan inflasi atau inflationary gap senilai 500 satuan.

Contoh Cara Menghitung Kesenjangan Deflasi (Deflationary Gap)

Diketahui tingkat perekonomian suatu negara dengan biaya investasi [I] = 1.000, fungsi konsumsi = 500 + 0,75Y, dan kapasitas produksi [Y] senilai 7.000. Apakah negara tersebut sedang mengalami kesenjangan deflasi atau inflasi?

Dengan menggunakan rumus sebelumnya,

S = Y – C

S = Y – [500 + 0,75Y]

S = 7.000 – [500 + 0,75 [7.000]]

S = 1.250

Karena nilai I < S, maka perekonomian sedang berada dalam keadaan kesenjangan deflasi atau deflationary gap senilai  250 satuan.

Nah, itu dia penjelasan mengenai apa itu kesenjangan inflasi dan deflasi di suatu negara, serta cara menghitungnya. Cukup mudah dipahami, bukan?

Investasi dan Trading Crypto Secara Mudah di Pintu

Belakangan ini, investasi crypto sedang banyak diminati masyarakat, terutama di Indonesia. Harga The Sandbox, salah satu aset crypto yang sedang cukup terkenal belakangan ini bahkan telah mengalami peningkatan harga hingga 66% dalam waktu sebulan belakangan per 14 Desember 2021 lalu.

Untuk kamu yang tertarik berinvestasi dan trading crypto, download Pintu sekarang! Jual beli crypto di Pintu bisa mulai dari Rp11.000 saja, lho!

Referensi:

CFI, Inflationary Gap. Diakses tanggal: 10-12-21.

Caroline Banton, Recessionary Gap. Diakses tanggal: 10-12-21

Widjajanta B dan Widyaningsih A, Mengasah Kemampuan Ekonomi untuk Kelas X Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah. Diakses tanggal: 10-12-21.

Will Kenton, Inflationary Gap.. Diakses tanggal: 10-12-21

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->