Apa itu Standar Deviasi dan Penerapannya dalam Investasi?

Updated
March 14, 2022
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Apa itu Standar Deviasi dan Penerapannya dalam Investasi?
Reading Time: 4 minutes

Dalam lingkup ekonomi dan pasar keuangan, terdapat banyak faktor yang bisa mempengaruhi keuntungan dan risiko investasi. Disinilah peran standar deviasi. Apa itu standar deviasi dan bagaimana manfaatnya untuk mengoptimalkan investasi kamu? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Baca juga: Cara Diversifikasi Investasi untuk Manajemen Risiko di Tengah Pasar Volatil

Apa Itu Standar Deviasi?

Jika kita bicara tentang standar deviasi, maka sebenarnya kita tengah membicarakan tentang suatu teknik perhitungan dalam ilmu statistik. Menurut ilmu statistik, standar deviasi adalah ukuran besarnya penyimpangan antara nilai-nilai yang diamati dalam suatu kumpulan data.

Dalam ilmu keuangan, khususnya pasar modal, standar deviasi umumnya digunakan oleh para investor untuk mengukur besarnya risiko investasi serta menentukan tingkat pengembalian minimum produk investasi yang diinginkan investor.

Bukan hanya itu, standar deviasi juga membantu para investor dalam menentukan tingkat volatilitas pasar atau penyebaran harga instrumen investasi dari harga rata-ratanya. Apabila harga suatu aset investasi bergerak tidak beraturan, maka standar deviasi akan semakin tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen investasi tersebut sangat berisiko.

Sebaliknya, ketika pergerakan harga atas aset investasi tidaklah terlalu fluktuatif, maka standar deviasinya juga akan relatif rendah. Hal ini berarti probabilitas munculnya risiko atas aset investasi tersebut juga lebih rendah.

Para investor pemula umumnya lebih menyukai instrumen investasi dengan standar deviasi historis yang rendah. Jenis instrumen seperti ini biasanya tidak terlalu banyak mengalami perubahan harga sehingga risikonya pun rendah.

Namun sebaliknya, para investor yang sudah berpengalaman biasanya akan lebih memilih instrumen investasi dengan standar deviasi yang tinggi atau sangat volatil. Bahkan pada beberapa kasus, para investor berpengalaman ini dengan sengaja mencari saham volatil yang sedang melemah. Hal tersebut dilakukan dengan harapan bahwa standar deviasi yang tinggi akan membuat harga saham tersebut akan mengalami peningkatan secara tajam

Cara Menghitung Standar Deviasi

Standar Deviasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

rumus standar deviasi

Berdasarkan rumus tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa semakin besar nilai deviasi dari rata-rata populasi, maka standar deviasinya juga akan semakin besar.

Fungsi Standar Deviasi dalam Investasi

Standar deviasi adalah salah satu tools yang sering digunakan oleh para analis untuk mengukur besarnya risiko investasi, menyusun dan menyesuaikan portofolio investasi, serta memprediksi tingkat pengembalian dan pertumbuhan investasi. Simak penjelasannya berikut ini:

Mengukur Besar Risiko Investasi

Standar deviasi merupakan alat yang sangat berguna bagi investor dalam proses penyusunan dan evaluasi strategi investasi. Hal tersebut dikarenakan standar deviasi mampu mengukur volatilitas pasar dan memprediksi tren yang terjadi pada pasar keuangan.

Semakin sering suatu aset mengalami perubahan harga dan tingkat keuntungan harian, maka standar deviasinya semakin tinggi. Dengan demikian, risiko untuk berinvestasi pada aset tersebut juga semakin besar.

Bagi para investor pemula, standar deviasi adalah alat pengukur risiko yang mudah digunakan sekaligus dapat melatih insting mereka dalam membuat keputusan investasi yang bijak dan rasional.

Menyusun Portofolio Investasi

Tidak hanya itu, standar deviasi juga dapat digunakan untuk membandingkan risiko pada beberapa instrumen investasi lainnya yang diperdagangkan di pasar yang berbeda dengan harga yang berbeda pula. Hal ini akan membantu para investor dalam menyusun portofolio investasi.

Beberapa investor mungkin mengharapkan tingkat pertumbuhan pendapatan yang agresif, dan untuk mencapai tujuan tersebut biasanya mereka akan mengalokasikan dana investasi pada beberapa instrumen investasi sekaligus – sebagian pada aset volatil dengan standar deviasi tinggi, dan sebagian pada instrumen dengan standar deviasi rendah.

Dengan demikian, mereka mungkin dapat memperoleh tingkat keuntungan yang lebih tinggi dari aset volatil dengan standar deviasi tinggi. Sementara di sisi lain, apabila nilai aset volatil anjlok, mereka tidak akan sepenuhnya merugi.

Memprediksi Tingkat Pengembalian dan Pertumbuhan Investasi

Sebagaimana kita ketahui, pasar keuangan penuh dengan ketidakpastian yang disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari tren yang berkembang di masyarakat, jumlah permintaan dan penawaran, kebijakan pemerintah, dan faktor-faktor lain yang sifatnya tidak terduga.

Standar deviasi membantu para investor untuk mengukur besarnya probabilitas terjadinya sebuah risiko untuk memastikan bahwa mereka tetap mendapatkan tingkat pengembalian yang wajar – lebih besar dari modal yang dikeluarkan. Selain itu, standar deviasi juga dapat digunakan untuk membantu mengukur tingkat pertumbuhan investasi.

Contoh Standar Deviasi dalam Investasi

Seorang investor hendak mengukur standar deviasi portofolio investasi yang dimiliki berdasarkan pengalaman historis selama 4 bulan. Adapun tingkat pengembalian historis yang diperoleh selama 4 bulan adalah sebagai berikut:

BulanTingkat Pengembalian
Mei 202015%
Juni 2020-9%
Juli 2020 10%
Agustus 20206%

Nah, berdasarkan kasus tersebut, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghitung rata-rata pengembalian investasi selama 4 bulan.

contoh standar deviasi dalam investasi

Berikutnya, kita masukkan data-data tersebut ke dalam rumus standar deviasi:

cara menghitung standar deviasi

Jadi, standar deviasi yang diperoleh dari hasil portofolio instrumen investasi tersebut adalah sebesar 10,34%. Hal ini berarti tingkat pengembalian portofolionya berfluktuasi sekitar 10% setiap bulannya.

Informasi tersebut dapat digunakan untuk memodifikasi portofolio, Misalnya. jika investor memiliki profil risiko agresif, maka ia dapat mempertimbangkan untuk menambah beberapa aset investasi dengan kapitalisasi yang kecil atau obligasi dengan tingkat pengembalian yang tinggi.

Sebaliknya, jika investor kurang menyukai risiko atau bahkan merasa kurang nyaman dengan tingkat standar deviasi tersebut, maka investor dapat mempertimbangkan untuk menambah beberapa instrumen investasi yang lebih aman seperti saham dengan kapitalisasi besar atau reksa dana.

Itu dia penjelasan lengkap tentang apa itu standar deviasi, fungsinya dalam investasi hingga cara menghitungnya. Cukup menarik, bukan?

Berbicara tentang instrumen investasi, belakangan ini investasi kripto sedang menarik minat masyarakat Indonesia dan dunia. Per Desember 2021, jumlah investor kripto bahkan telah mencapai 11 juta orang. Untuk kamu yang tertarik memulai investasi dan trading kripto namun tidak tahu harus mulai dari mana, Pintu adalah jawabannya!

Di Pintu, kamu bisa mulai berinvestasi dan trading kripto hanya dengan bermodalkan Rp11.000 saja, lho! Selain itu, Pintu juga menyediakan berbagai fitur istimewa yang bisa membantu proses investasi dan trading kamu, di antaranya:

  • Pintu Akademi, pusat cara belajar crypto terlengkap meliputi strategi trading, dasar-dasar crypto, blockchain, dan lain sebagainya.
  • Pintu Earn, fitur khusus Pintu di mana kamu bisa earn crypto secara mudah dengan bunga capai 4%/tahun cukup dengan menyimpan aset kamu di dompet Earn.
  • PTU Staking, staking crypto aset PTU untuk mendukung ekosistem Pintu sekaligus memperoleh berbagai keuntungan seperti bonus komisi Referral Pintu dan keuntungan lainnya.

Tunggu apalagi? Download Pintu sekarang!

Referensi:

Brian Beers, How Is Standard Deviation Used to Determine Risk? Diakses tanggal: 01-01-2022

Corporate Finance Institute, Standard Deviation. Diakses tanggal: 01-01-2022

Hunkar Ozyasar, Investment and Standard Deviation. Diakses tanggal: 01-01-2022

Marshall Hargrave, Standard Deviation. Diakses tanggal: 01-01-2022

Cornelia Lyman
Author
Cornelia Lyman
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->