Cara Membaca Indikator Stochastic di Trading Crypto

Updated
December 10, 2021
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Cara Membaca Indikator Stochastic di Trading Crypto
Reading Time: 4 minutes

Indikator stochastic merupakan salah satu leading indicator yang digunakan oleh trader untuk melakukan analisis pasar  saham, forex, maupun crypto. Dalam artikel ini, akan dibahas lengkap mengenai definisi dan cara membaca indikator stochastic.

Baca juga: Apa 9 Perbedaan Saham dan Crypto dalam Dunia Investasi?

Apa Itu Indikator Stochastic Oscillator?

Pengertian stochastic oscillator adalah indikator leading yang digunakan oleh trader untuk menganalisis kondisi pasar dan tren harga crypto. Sebagai indikator momentum, stochastic oscillator bekerja dengan membandingkan level harga penutupan aset dalam rentang harga tertentu selama jangka waktu tertentu.

Stochastic oscillator dikembangkan oleh George Lane di akhir tahun 1950-an. Menurut Adam Hayes dari Investopedia, indikator stokastik mulanya digunakan untuk menganalisis kecepatan dan momentum harga pada periode tertentu, biasanya 14 hari.

Fungsi Indikator Stochastic dalam Trading

Sebastian Sinclair dari Coindesk menyebut stochastic oscillator sebagai indikator yang sangat berguna. Beberapa fungsi indikator Stochastic adalah sebagai berikut.

  • Menentukan kondisi oversold, overbought, bullish dan bearish divergence
  • Memberitahu trader waktu yang tepat untuk membuka maupun menutup posisi.
  • Dapat berfungsi dengan baik untuk analisis pasar crypto yang dinamis dan fluktuatif
  • Berfungsi sebagai leading indicator yang mendahului harga

Bagaimana Cara Setting Stochastic?

Adam Hayes dari Investopedia menjabarkan bahwa stochastic oscillator akan menunjukkan grafik yang terdiri dari dua garis.

  • Garis pertama (%K) mencerminkan nilai aktual osilator untuk setiap sesi.
  • Garis kedua (%D) mewakilkan rata-rata pergerakan harga selama tiga periode.

Sementara itu, Alan Farley, kontributor The Street di bidang trading dan analisis teknikal, mengungkapkan bahwa pengaturan variabel waktu yang berbeda akan menunjukkan grafik stochastic yang berbeda. Secara umum, terdapat 3 jenis pengaturan variabel waktu, yaitu:

  • Pengaturan variabel waktu untuk short term (5,3,3) akan menghasilkan grafik responsif yang menunjukkan banyak sinyal jual dan beli.
  • Pengaturan mid range (21,7,7) menghasilkan ayunan harga yang luas dengan jumlah sinyal jual dan beli yang lebih sedikit.
  • Sementara itu, sinyal jual beli pada pengaturan long term (21,14,14) jarang berubah.

Dilansir dari laman Coinmarketcap, pengaturan variabel waktu yang ideal untuk stochastic oscillator adalah 14,3,3. Nilai %K length diatur untuk periode 14 hari, sedangkan periode %K smoothing dan %D smoothing diatur selama 3 hari.

Setelah mengetahui bagaimana caranya melakukan setting Stochastic, trader juga perlu mengetahui bagaimana cara membaca indikator Stochastic.

Cara Membaca Indikator Stochastic

Stochastic oscillator merupakan indikator teknikal yang memiliki rentang nilai 1-100. Menurut Hayes (2021) dan Sebastian Sinclair (2018), pembacaan indikator stochastic pun sangatlah mudah dan dapat digunakan untuk mengidentifikasikan beberapa kondisi berikut.

Overbought dan Oversold

Pembacaan di atas 80 menunjukkan kondisi overbought. Sementara itu, pembacaan di bawah 20 menandakan kondisi oversold.

overbought dan oversold dalam stochastic
(forextraininggroup.com)

Sinyal Beli dan Sinyal Jual

Perpotongan garis %D dan %K di wilayah bawah oversold menunjukan adanya kemungkinan pembalikan harga ke arah tren naik dan dapat diartikan sebagai sinyal beli.

Sebaliknya, perpotongan garis %K dan %D di wilayah atas overbought menunjukan adanya kemungkinan pembalikan harga ke arah tren turun dan mengindikasikan sinyal jual.

sinyal beli dan jual dalam stochastic
(coindesk.com)

Catatan: area dengan tanda panah merah adalah sell signal, sementara area dengan tanda panah hijau adalah buy signal.

Bullish dan Bearish Divergence

Tim CMC Markets mengungkapkan bahwa divergensi stokastik dapat digunakan untuk memprediksi pembalikan tren. Divergensi bullish terjadi ketika indikator stochastic menunjukkan harga terendah yang lebih tinggi dari level harga terendah baru di pasar, yang mana menandakan akan terjadinya pembalikan harga menjadi bullish.

Sebaliknya, divergensi bearish terjadi ketika harga di pasar mencapai titik tertinggi baru sedangkan indikator stochastic mencapai titik tertinggi yang lebih rendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa momentum kenaikan harga aset sudah melambat serta menandakan akan terjadinya pembalikan harga menjadi bearish.

bullish dan bearish divergence dalam stochastic
(forexMT4Indicators.com)

Catatan: Tanda panah berwarna biru menandakan bullish divergence, sementara tanda panah berwarna merah menandakan bearish divergence.

Namun, Hayes mengingatkan bahwa cara menggunakan indikator stochastic tidak selalu memberikan prediksi pembalikan harga yang akurat. Dalam hal ini, Stochastic oscillator juga dapat menghasilkan sinyal palsu, yang mana sinyal dagang yang ditunjukkan stochastic oscillator berbeda dengan tren harga di pasar.

Maka dari itu, trader disarankan untuk selalu mengecek perubahan grafik stochastic oscillator dalam rangka mengonfirmasi petunjuk tentang perubahan tren di masa depan. Trader juga dapat menggunakan tren harga di pasar sebagai filter. Ketika sinyal indikator stochastic sama dengan tren di pasar, maka trader dapat menggunakan sinyal tersebut.

Demikian informasi mengenai pengertian dan cara membaca indikator stochastic di dunia trading. Untuk kamu yang ingin berinvestasi atau trading aset crypto secara mudah, download Pintu, aplikasi cryptocurrency Indonesia yang telah terdaftar resmi di Bappebti.

Di Pintu, jual beli berbagai aset crypto bisa mulai dari Rp11.000 saja, lho!

Referensi:

CMC Markets, Stochastic indicator. Diakses tanggal: 28-11-2021.

Coindesk, Crypto Trading 101: Stochastic Oscillators and Price Momentum. Diakses tanggal: 28-11-2021.

Coinmarketcap, Stochastic Oscillator. Diakses tanggal: 28-11-2021.

Investopedia, Stochastic Oscillator. Diakses tanggal: 28-11-2021.

Cornelia Lyman
Author
Cornelia Lyman
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Lihat Artikel Lainnya ->