Cashless: Manfaat dan Sejarah Awalnya

Updated
October 14, 2023
• Waktu baca 3 Menit
Gambar Cashless: Manfaat dan Sejarah Awalnya
Reading Time: 3 minutes

Kamu pasti sudah familiar dengan istilah “cashless”, bukan? Di era digital saat ini, pembayaran cashless semakin mendominasi. Tapi, apa sebenarnya arti dari cashless? Bagaimana sejarahnya di Indonesia? Dan apa saja manfaat serta kekurangannya? Yuk, kita ulas bersama!

Apa Itu Cashless dan Bagaimana Sejarahnya di Indonesia?

Cashless adalah metode pembayaran yang tidak menggunakan uang tunai fisik. Artinya, transaksi dilakukan secara elektronik, biasanya melalui kartu, aplikasi, atau platform digital lainnya.

Contoh cashless yang mungkin sudah kamu gunakan adalah kartu kredit, e-wallet, atau bahkan transfer bank. Di Indonesia, transaksi cashless bermula dari penggunaan kartu kredit dan ATM pada era 1980-an. Namun, momentum besar terjadi saat pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang mendorong masyarakat untuk beralih ke metode pembayaran non-tunai.

Menurut jurnal dari Institut Manajemen Koperasi Indonesia, transaksi cashless di Indonesia semakin berkembang dengan hadirnya berbagai platform pembayaran digital yang memudahkan aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Bagaimana Evolusi Sistem Pembayaran di Indonesia dan Dunia?

Manfaat dan Kekurangan Cashless

Manfaat Cashless:

  1. Kepraktisan: Kamu tidak perlu membawa uang tunai yang bisa hilang atau dicuri. Cukup bawa gadget atau kartu, dan kamu siap bertransaksi.
  2. Kecepatan Transaksi: Tidak perlu menghitung uang atau menunggu kembalian. Semua dilakukan secara otomatis dan cepat.
  3. Pencatatan Otomatis: Setiap transaksi yang kamu lakukan akan terekam dengan baik, memudahkan pencatatan keuangan.
  4. Promosi dan Diskon: Banyak platform pembayaran digital yang menawarkan promosi atau diskon khusus untuk penggunaannya.

Kekurangan Cashless:

  1. Ketergantungan Teknologi: Jika sistem down atau ada masalah teknis, kamu mungkin kesulitan bertransaksi.
  2. Isu Keamanan: Meski banyak sistem keamanan, risiko seperti hacking tetap ada.
  3. Biaya Tambahan: Beberapa metode pembayaran cashless mungkin mengenakan biaya tambahan atau admin.
  4. Keterbatasan Akses: Tidak semua tempat menerima pembayaran cashless, terutama di area pedesaan.

Contoh Pembayaran Cashless di Indonesia

contoh pembayaran cashless di indonesia

(this image generated by AI)

Kartu Kredit

Kartu kredit adalah sebuah kartu plastik yang dikeluarkan oleh institusi keuangan, yang memungkinkan pemegang kartu untuk meminjam dana hingga batas tertentu untuk membeli barang atau layanan.

Cara kerja kartu kredit adalah saat melakukan transaksi, dana tidak langsung ditarik dari rekening pemegang kartu, melainkan diberikan sebagai pinjaman jangka pendek oleh penerbit kartu. Pemegang kartu kemudian wajib membayar kembali pinjaman tersebut, biasanya dengan bunga, dalam periode waktu tertentu.

E-wallet (Dompet Elektronik)

E-wallet adalah sebuah aplikasi atau layanan digital yang memungkinkan pengguna untuk menyimpan uang secara elektronik dan melakukan transaksi tanpa menggunakan uang tunai fisik.

Cara kerja e-wallet adalah pengguna mengisi saldo e-wallet melalui berbagai metode, seperti transfer bank atau kartu kredit. Setelah itu, pengguna dapat menggunakan saldo tersebut untuk berbagai transaksi, seperti pembayaran belanja, tagihan, atau transfer ke pengguna lain.

Transfer Bank

Transfer bank adalah metode pembayaran di mana dana dipindahkan dari satu rekening bank ke rekening bank lain melalui sistem perbankan.

Cara kerja transfer bank adalah pengguna memasukkan detail rekening penerima dan jumlah yang ingin ditransfer melalui platform perbankan (misalnya mobile banking atau internet banking), kemudian dana akan dipindahkan ke rekening penerima.

Kartu Debit

Kartu debit adalah kartu plastik yang dikeluarkan oleh bank atau institusi keuangan lainnya yang memungkinkan pemegang kartu untuk mengakses dana di rekening bank mereka secara langsung.

Cara kerja kartu debit adalah saat melakukan transaksi, dana langsung ditarik dari rekening bank pemegang kartu. Berbeda dengan kartu kredit, kartu debit tidak memberikan fasilitas pinjaman.

Aplikasi Pembayaran Digital

Aplikasi pembayaran digital adalah aplikasi atau platform yang memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi keuangan secara digital, seperti pembayaran, transfer, atau bahkan investasi.

Cara kerja aplikasi pembayaran digital mirip dengan e-wallet, namun seringkali menawarkan fitur tambahan, seperti integrasi dengan berbagai layanan lain (seperti pembayaran tagihan, pembelian tiket, dll.) dan promosi khusus untuk pengguna.

Baca juga: Apa Saja 9 Pembayaran yang Berlaku di Indonesia?

Perbandingan Cash dan Cashless

AspekCashCashless
KepraktisanHarus membawa uang fisikCukup kartu atau aplikasi
Kecepatan TransaksiBisa memakan waktuCepat dan otomatis
KeamananRisiko hilang atau dicuriRisiko teknis dan hacking
BiayaTanpa biaya tambahanPotensi biaya admin
AksesibilitasHampir di semua tempatTerbatas di beberapa area

Dalam dunia trading dan investasi, memahami tren pembayaran seperti cashless sangat penting. Hal ini bisa mempengaruhi keputusan investasi kamu di sektor finansial. Jadi, apakah kamu siap untuk beralih ke era cashless?

Di Pintu, kamu juga bisa berinvestasi secara mudah lewat transaksi cashless seperti transfer bank dan e-wallet, mulaii dari Rp11.000 saja, lho! Download Pintu sekarang!

Referensi:

Topik
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->