Apa Itu Order, Limit Order, dan Stop Order di Dunia Investasi dan Crypto?

Updated
July 7, 2023
• Waktu baca 2 Menit
Gambar Apa Itu Order, Limit Order, dan Stop Order di Dunia Investasi dan Crypto?
Reading Time: 2 minutes

Buat kamu yang baru saja masuk ke dunia investasi dan trading, mungkin merasa asing dengan berbagai istilah-istilah di atas. Agar tidak salah mengambil keputusan, yuk simak definisi serta perbedaan market order, limit order, dan stop order melalui artikel di bawah ini!

Pengertian Market Order

limit order adalah

Market order adalah arahan dari investor kepada broker untuk menjual atau membeli saham, obligasi atau aset lainnya dengan harga terbaik yang ada di pasar pada saat itu. Market order merupakan jenis transaksi yang paling umum dilakukan pada pasar saham.

Market order adalah taktik yang aman bagi saham dengan kapitalisasi besar namun kurang dapat diandalkan saat memperdagangkan investasi yang kurang likuid karena nilai spread yang relatif lebar.

Baca juga: Apa itu Spread?

Pengertian Limit Order

Limit order adalah arahan untuk menjual atau membeli aset pada harga tertentu atau dengan harga yang lebih baik. Pembelian limit order akan dilakukan hanya ketika harga aset telah mencapai harga limit atau lebih rendahnya, sedangkan penjualan limit order dilakukan ketika harga telah mencapai harga limit atau lebih tingginya. Limit order bisa digunakan bersamaan dengan stop order untuk mencegah kerugian yang besar.

Contoh dari limit order adalah sebagai berikut.

Seorang investor yang ingin membeli saham perusahaan A, menetapkan limit order di angka Rp15.000.000, maka saham tersebut hanya akan terbeli pada harga lebih rendah atau sama dengan Rp15.000.000. Kemudian, jika investor ingin menjualnya dengan limit order Rp15.000.000, maka salam tersebut hanya bisa terjual pada angka lebih tinggi atau sama dengan Rp15.000.000.

Pengertian Stop Order

stop order adalah

Stop order adalah arahan untuk membeli atau menjual aset ketika harga dari aset tersebut bergerak melewati titik tertentu. Stop order biasanya digunakan untuk membatasi kerugian investor dengan menerapkan strategi stop loss.

Contohnya, seorang investor membeli saham dengan harga Rp15.000.000 dan menetapkan stop order di angka Rp14.000.000, sehingga meskipun investor mengalami kerugian, nilainya tidak akan lebih besar dari Rp1.000.000. Meskipun di satu sisi taktik ini bisa meminimalisir kerugian, namun juga bisa membuat investor tutup posisi terlalu cepat dan kehilangan kesempatan besar seandainya harga aset tiba-tiba naik menjadi Rp17.000.000 keesokan harinya.

Nah, itu dia definisi serta perbedaan market order, limit order, dan stop order yang biasa digunakan di dunia investasi dan trading. Untuk kamu yang sedang mencari instrumen investasi untuk diversifikasi aset, crypto bisa menjadi pilihan yang tepat. Per Mei 2021 lalu, jumlah investor aset crypto telah mencapai 6,5 juta orang, lebih tinggi dibandingkan investor pasar modal.

Per 6 September 2021, harga bitcoin sebagai salah satu aset crypto dengan kapitalisasi pasar terbesar pun telah meningkat 370% dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama.

Untuk kamu yang tertarik melakukan investasi bitcoin dan aset crypto lainnya, yuk download aplikasi Pintu sekarang! Jual beli crypto bisa dimulai dengan Rp11.000 saja, lho!

Baca juga: Apa itu Bitcoin?

Referensi:

Adam Hayes. 2021. Stop Order. Diakses tanggal: 06-09-2021.

Michael J Kramer. 2021. Limit Order. Diakses tanggal: 06-09-2021.

Rajeev Dhir. 2021. Market Order. Diakses tanggal: 06-09-2021.

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->