Keunggulan dan Kelemahan Directed Acyclic Graph (DAG) dalam Aset Crypto

Updated
December 22, 2023
• Waktu baca 3 Menit
Gambar Keunggulan dan Kelemahan Directed Acyclic Graph (DAG) dalam Aset Crypto
Reading Time: 3 minutes

Apakah kamu pernah mendengar tentang Directed Acyclic Graph atau DAG? Jika kamu terlibat dalam dunia cryptocurrency, istilah ini mungkin bukan hal yang asing. DAG adalah teknologi yang menjanjikan efisiensi dan skalabilitas yang lebih baik dibandingkan dengan blockchain tradisional.

Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam apa itu DAG, aset crypto yang menggunakan teknologi ini, serta keunggulan dan kelemahan yang dimilikinya. Siap untuk mengetahui lebih lanjut? Mari kita selami dunia DAG dan temukan potensinya dalam mengubah landskap cryptocurrency.

Apa Itu DAG?

Directed Acyclic Graph (DAG) adalah struktur data yang tidak memiliki siklus, artinya tidak mungkin kembali ke titik awal setelah bergerak dari satu titik ke titik lain. Dalam konteks cryptocurrency, DAG menawarkan pendekatan yang berbeda dalam mencatat transaksi dibandingkan dengan blockchain yang lebih tradisional.

DAG memungkinkan transaksi untuk ditumpuk satu sama lain dalam sebuah grafik yang terarah, memungkinkan proses verifikasi yang lebih cepat karena tidak terikat pada pembentukan blok. Ini berarti bahwa setiap transaksi baru harus merujuk pada transaksi sebelumnya untuk dapat diverifikasi dan ditambahkan ke dalam jaringan.

Baca Juga: Terungkap! Langkah Strategis AS dalam Perlombaan Standar AI Global

Kamu mungkin bertanya-tanya, bagaimana DAG dapat mencegah masalah double spending yang sering menjadi perhatian dalam sistem pembayaran digital? DAG menyelesaikan ini dengan memastikan setiap transaksi baru memverifikasi transaksi sebelumnya, menciptakan jaringan transaksi yang saling terkait dan dapat dilacak kembali ke transaksi awal.

Aset Crypto yang Menggunakan DAG

Beberapa aset crypto telah mengadopsi teknologi DAG karena keunggulan yang ditawarkannya. Berikut adalah beberapa contoh:

  • Obyte: Menggunakan sistem validator untuk memeriksa transaksi dan mendukung kontrak yang tidak dapat dilacak.
  • IOTA: Memiliki ‘blockless blockchain’ yang memungkinkan setiap pengguna untuk berpartisipasi dalam proses validasi transaksi.
  • Nano: Menggabungkan DAG dengan blockchain untuk menciptakan teknologi block-lattice, memungkinkan transaksi cepat dan tanpa biaya.

Keunggulan Directed Acyclic Graph

DAG menawarkan beberapa keunggulan yang membuatnya menarik bagi dunia cryptocurrency, antara lain:

  • Transaksi cepat: DAG memungkinkan transaksi dilakukan dengan kecepatan yang lebih tinggi karena tidak perlu menunggu pembentukan blok.
  • Skalabilitas: Dengan struktur yang lebih fleksibel, DAG dapat menangani volume transaksi yang lebih besar dengan lebih efisien.
  • Tidak memerlukan penambangan: Ini mengurangi konsumsi energi dan biaya transaksi, sekaligus ramah lingkungan.
  • Biaya transaksi rendah: Karena tidak ada penambang yang harus dibayar, biaya transaksi dalam jaringan DAG cenderung lebih rendah.

Kelemahan Directed Acyclic Graph

Meskipun memiliki banyak keunggulan, DAG juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu dipertimbangkan:

  • Rentan terhadap serangan: Jaringan dengan volume transaksi rendah mungkin lebih rentan terhadap serangan tertentu.
  • Masih dalam tahap awal: DAG belum teruji dalam menangani tingkat desentralisasi yang tinggi seperti yang dimiliki oleh blockchain yang lebih matang.

DAG vs. Blockchain

Mari kita bandingkan DAG dan blockchain dalam tabel berikut untuk melihat perbedaan utama antara keduanya:

AspekDAGBlockchain
Struktur DataGrafik terarah tanpa siklusRantai blok yang terhubung
Kecepatan TransaksiCepat karena tidak perlu menunggu pembentukan blokLebih lambat karena tergantung pada pembentukan blok
SkalabilitasLebih skalabel dengan kemampuan menangani volume transaksi yang lebih besarKurang skalabel dibandingkan DAG
Biaya TransaksiRendah atau bahkan tidak adaRelatif lebih tinggi karena melibatkan penambang
Konsumsi EnergiLebih rendah karena tidak memerlukan penambanganLebih tinggi karena proses penambangan membutuhkan banyak energi

Paragraf Penutup

DAG menawarkan pendekatan yang inovatif dan efisien dalam teknologi ledger terdistribusi. Dengan keunggulan seperti kecepatan transaksi yang tinggi, skalabilitas yang lebih baik, dan konsumsi energi yang rendah, DAG menjadi pilihan yang menarik bagi banyak proyek cryptocurrency.

Namun, seperti semua teknologi, DAG juga memiliki kelemahannya. Keputusan untuk menggunakan DAG atau blockchain akan sangat bergantung pada kebutuhan spesifik dari proyek atau bisnis kamu. Apakah kamu siap untuk menjadi bagian dari revolusi DAG dalam dunia cryptocurrency?

Baca Juga: Pembatasan oleh Google pada AI dalam Konteks Pemilu: Implikasi bagi Demokrasi!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

Referensi

Topik
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->