Apa itu Pasar Monopsoni dan Ciri-Cirinya?

Updated
April 16, 2023
• Waktu baca 3 Menit
Gambar Apa itu Pasar Monopsoni dan Ciri-Cirinya?
Reading Time: 3 minutes

Pasar monopsoni memiliki prinsip mirip seperti pasar monopoli, hanya saja bedanya, kekuasaan justru berada di tangan pembeli. Simak selengka

Apa itu Pasar Monopsoni? 

Pasar monopsoni adalah pasar yang hanya memiliki satu pembeli, disebut monopsonis. Seperti halnya pasar monopoli, monopsoni juga memiliki kondisi pasar tidak sempurna.

Pada pasar monopsoni, yang mengendalikan entitas seperti harga dan kualitas adalah sang pembeli. Umumnya, pasar ini terjadi di daerah yang memiliki banyak supply dan sedikit demand.

Simak selengkapnye mengenai perbedaan supply dan demand. 

Suatu daerah dapat mengalami monopsoni dikarenakan kondisi geografisnya, peraturan pemerintah, atau ada pembeli yang memiliki kekuatan dominan. Umumnya, jenis pasar ini berlaku untuk bisnis B2B atau business to business. Artinya, pembeli bukanlah konsumen akhir, melainkan pelaku bisnis yang akan memanfaatkan produk untuk kelangsungan usahanya.

Pada produk jasa, pembeli bisa saja merupakan satu-satunya pengusaha yang membuka lapangan kerja di daerah tersebut. Karenanya, ia bisa menentukan harga upah dan jam kerja.

Baca juga: Apa Perbedaan Investasi vs Trading, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Ciri-Ciri Pasar Monopsoni 

ciri ciri pasar monopsoni

Hanya ada satu pembeli

Dalam pasar monopsoni, hanya ada satu pembeli yang menguasai pasar. Kekuatannya dapat mengontrol pasar, termasuk menentukan harga dan jumlah produk yang akan dibeli. Jika akhirnya ada pembeli baru yang berhasil memasuki pasar, maka status monopsoni berubah.

Penjual memiliki daya tawar yang rendah

Berhubung hanya ada satu pembeli, maka penjual nyaris tidak memiliki kekuatan untuk menentukan apapun dalam pasar. Hingga akhirnya mereka bisa saja mendapatkan harga terendah dan jumlah produk yang dijual dapat dibatasi.

Pengaruh pasar

Pengaruh pasar akan meningkat saat pembeli tunggal hanya menginginkan sedikit produk daripada yang diproduksi penjual. Hal ini membuat penjual terpaksa menurunkan harga, memotong upah pekerja, dan hal lainnya agar tidak banyak merugi.

Nyaris tidak ada inovasi

Karena hanya ada satu pembeli, maka penjual juga tidak berusaha untuk melakukan inovasi atas produk. Kalaupun mereka melakukan inovasi atas produk atau proses produksinya, tidak akan ada efek positif yang diterima. Hal ini memaksa penjual stagnan, tanpa perkembangan, dan semakin tergantung pada pembeli.

Kelebihan dan Kekurangan Pasar Monopsoni 

Bagaimanapun, sistem monopsoni memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, yaitu:

Kelebihan Pasar Monopsoni 

Pembeli tunggal — jika bertujuan membantu  penjual, dapat mengatrol harga dan distribusi produk. Seperti koperasi petani yang membeli hasil panen dengan harga lebih wajar agar para petani tidak menjualnya ke tengkulak. Di sisi lain, jika pembeli menetapkan harga rendah maka konsumen akhir juga dapat memperolehnya dengan harga murah.

Kekurangan Pasar Monopsoni 

  • Ada kemungkinan terjadinya penindasan terhadap penjual.
  • Rendahnya daya tawar menyebabkan penjual sulit keluar dari lingkup pasar monopsoni
  • Tidak adanya inovasi membuat penjual tidak bisa berkembang

Jenis-Jenis Pasar Monopsoni 

Monopsoni murni

Pada monopsoni ini, sejak awal memang hanya ada satu pembeli yang mengontrol pasar. Pembeli lain sulit memasuki pasar karena dominasi pembeli tunggal.

Monopsoni kolusi

Awalnya ada beberapa pembeli yang berada di dalam pasar. Para pembeli tersebut lantas menyatukan bisnis agar lebih kuat mengendalikan pasar. 

Hal ini mengubah pasar oligopsoni menjadi monopsoni. 

Struktur Pasar Monopsoni 

grafik pasar monopsoni

Struktur pasar monopsoni mengalami ketidakseimbangan antara demand dan supply. Umumnya supply lebih banyak daripada demand. Hal ini semakin memperkuat posisi pembeli karena penjual akan menekan harga agar tidak terlalu banyak merugi.

Faktor yang Menyebabkan Timbulnya Pasar Monopsoni 

Lokasi yang terpencil

Umumnya monopsoni terjadi di lokasi yang sulit dijangkau oleh pembeli, seperti di desa dan kampung yang akses transportasinya jelek. Lokasi yang terpencil menyulitkan pembeli lain datang karena ongkos yang mahal.

Permintaan produk yang terbatas

Keterbatasan tersebut membuat hanya satu pembeli yang bersedia menampung produk dan memasarkannya.

Hambatan yang banyak

Beberapa hal bisa menjadi hambatan adalah regulasi yang berlaku di daerah setempat, dominasi dari pihak-pihak tertentu, dan masih banyak lagi.

Kerja sama antar pembeli

Bisa saja tadinya pasar tersebut bukan monopsoni, tetapi berubah saat beberapa pembeli melakukan merger dan menyatukan usahanya.

Baca juga: Pengertian Budgeting dan Fungsinya, Sudah Tau?

Contoh Pasar Monopsoni di Indonesia

Indonesia masih memiliki beberapa daerah dengan pasar monopsoni. Umumnya di pedesaan atau daerah dengan kondisi ekonomi rendah.

Contohnya adalah transaksi antara petani dengan tengkulak yang membeli hasil ladang mereka. Karena hanya ada satu tengkulak, maka petani tidak bisa menentukan harga hasil panen dan harus mengikuti kemauan dari tengkulak.

Itu dia penjelasan lengkap tentang apa itu pasar monopsoni dan contohnya. Semoga informasi in bermanfaat!

Kamu bisa menemukan informasi lain seputar pasar, ekonomi dan teknologi terbarukan di Pintu Blog. Belajar crypto secara mudah bisa kamu lakukan di kelas crypto Pintu Academy. Di Pintu, investasi crypto dapat dilakukan secara mudah. Kamu bahkan bisa nabung crypto dan mendapatkan bonus tahunan hingga belasan persen lewat Pintu Earn. Download aplikasi crypto Pintu sekarang!

Referensi:

Topik
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->