Pengertian, Jenis, dan Cara Menghitung Elastisitas Penawaran

Updated
October 5, 2021
• Waktu baca 2 Menit
Gambar Pengertian, Jenis, dan Cara Menghitung Elastisitas Penawaran
Reading Time: 2 minutes

Setelah sebelumnya membahas mengenai elastisitas permintaan, artikel kali ini akan menjelaskan secara lengkap mengenai pengertian, jenis, dan cara menghitung elastisitas penawaran. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

Baca juga: Apa itu Mekanisme Pasar dalam Ilmu Ekonomi?

Pengertian Elastisitas Penawaran

apa itu elastisitas penawaran

Elastisitas penawaran adalah ukuran sensitivitas jumlah penawaran suatu barang terhadap harga barang itu sendiri. Elastisitas penawaran dapat mengukur perkiraan perubahan jumlah penawaran akibat perubahan harga barang.

Jenis-jenis Elastisitas Penawaran

Berdasarkan nilai elastisitas yang diperoleh, terdapat 5 jenis elastisitas penawaran.

Elastisitas Penawaran Sempurna

Elastisitas penawaran sempurna adalah saat hasil penghitungan elastisitas penawaran menunjukkan hasil tidak terhingga. Dalam hal ini, terjadi perubahan jumlah penawaran meskipun harga barang tidak mengalami peningkatan maupun penurunan.

Penawaran Elastis

Penawaran elastis adalah saat hasil penghitungan lebih dari 1. Persentase perubahan jumlah penawaran lebih besar dibandingkan persentase jumlah perubahan harga barang.

Penawaran Elastis Uniter

Penawaran elastis uniter adalah saat hasil penghitungan sama dengan 1. Dalam hal ini, persentase perubahan harga barang sama dengan persentase perubahan jumlah penawaran barang.

Penawaran Inelastis

Penawaran inelastis adalah saat hasil penghitungan kurang dari 1. Dalam hal ini, terjadi perubahan jumlah penawaran barang, namun persentasenya lebih kecil dari perubahan harga.

Inelastisitas Penawaran Sempurna

Inelastisitas penawaran sempurna adalah saat hasil penghitungan sama dengan 0. Dalam hal ini, perubahan harga barang sama sekali tidak berpengaruh pada jumlah penawaran barang.

Contoh Elastisitas Penawaran

Contoh elastisitas penawaran adalah saat terjadi kenaikan harga barang sebesar 10% di pasar. Mengetahui hal ini, produsen meningkatkan penawaran akan barang tersebut sebesar 20% agar mereka bisa memperoleh keuntungan. Dalam hal ini, terjadi penawaran elastis dengan nilai elastisitas penawaran sebesar 2.

Cara Menghitung Elastisitas Penawaran

cara menghitung elastisitas penawaran

Elastisitas penawaran atau elasticity of supply dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut.

Elastisitas Penawaran = (ΔQ : ΔP) x (P : Q)

Dimana,

ΔQ: perubahan jumlah barang yang ditawarkan

ΔP: perubahan harga barang

P: harga awal barang

Q: jumlah awal barang

Jumlah yang didapatkan dari penghitungan tersebut menentukan apakah terjadi elastisitas atau justru inelastisitas. Jika hasilnya lebih besar dari 1, maka penawaran barang tersebut elastis. Namun jika hasilnya kurang dari 1, maka penawaran tersebut inelastis.

Nah, itu dia pengertian, contoh, dan cara menghitung elastisitas penawaran. Mudah sekali, bukan?

Hukum permintaan dan penawaran sendiri juga terjadi dalam dunia investasi, termasuk investasi crypto. Belakangan ini, jumlah investor aset crypto di Indonesia pun semakin meningkat jumlahnya.  Bitcoin sebagai salah satu aset crypto dengan kapitalisasi terbesar bahkan telah mengalami peningkatan nilai hingga 320% per 4 Oktober 2021 lalu, dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Untuk kamu yang tertarik berinvestasi crypto, download Pintu sekarang! Pintu adalah aplikasi jual beli bitcoin dan berbagai aset crypto lainnya yang telah terdaftar resmi di Bappebti. Investasi dan trading crypto bisa dari smartphone kamu, mulai dari Rp11.000 saja, lho!

Baca juga: Apa itu Bitcoin?

Referensi:

Adam Hayes, Elasticity. Diakses tanggal: 30-9-21.

Lumen Learning, Price Elasticity of Supply. Diakses tanggal: 30-9-21.

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->