Pengertian Value Trap dan Cara Menghindarinya

Updated
December 6, 2021
• Waktu baca 5 Menit
Gambar Pengertian Value Trap dan Cara Menghindarinya
Reading Time: 5 minutes

Di dunia investasi dikenal istilah value trap atau jebakan nilai yang dikabarkan menjadi salah satu penyebab utama investor melakukan kesalahan ketika berinvestasi. Lalu, apa itu value trap? Simak pengertian value trap dan cara menghindarinya dalam artikel berikut ini!

Apa itu Value Trap?

apa itu value trap

Dikutip dari Investopedia, pengertian value trap adalah istilah dalam investasi yang dapat dideskripsikan sebagai kondisi di mana saham maupun instrumen investasi lainnya dipatok dengan harga murah karena telah diperdagangkan pada matriks penilaian yang rendah.

Jenis instrumen investasi seperti ini sangat menarik bagi investor, apalagi jika melihat rasio price to earnings (P/E), price to cash flow (P/CF), dan price to book value (P/B) yang sangat bagus.

Namun di balik harga yang murah, investor perlu mewaspadai kemungkinan anjloknya harga saham secara tiba-tiba akibat kegagalan perusahaan dalam mengelola pendapatan dan menjaga tingkat pertumbuhan laba.

Kondisi tersebut dapat dilatarbelakangi oleh berbagai situasi, seperti persaingan bisnis yang semakin ketat, kurangnya usaha perusahaan guna menghasilkan inovasi yang tercermin dalam bentuk fitur maupun produk baru, peningkatan biaya produksi dan operasional yang kian masif, serta kesalahan manajemen yang menyebabkan kinerja perusahaan menjadi tidak efektif.

Perusahaan yang sedang berada pada fase tersebut tergolong sebagai jenis perusahaan yang tidak memiliki masa depan menjanjikan bagi investor. Sayangnya, tanda-tandanya sangat sulit diidentifikasi, apalagi jika didasarkan atas harga saham saja.

Lalu, Bagaimana Cara Menghindari Value Trap?

Setelah mengetahui tentang pengertian value trap, pertanyaannya adalah, “Bagaimana cara menghindari hal ini?”

Harga saham per lembar tidak bisa dijadikan acuan satu-satunya ketika berinvestasi. Oleh sebab itu, penting bagi kamu untuk memahami kondisi internal perusahaan sebelum memutuskan berinvestasi dan jangan asal tergiur dengan harga saham yang murah.

Nah, berikut ini adalah beberapa tips yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber mengenai cara menghindari value trap, antara lain:

Jangan Hanya Berpegang pada Laporan Laba-Rugi

Pada beberapa kasus, terdapat informasi menyesatkan tentang kondisi internal perusahaan yang tercantum pada laporan laba rugi. Hal ini dikarenakan laporan laba rugi umumnya tidak dapat digunakan untuk mengevaluasi kemungkinan risiko sistemik dan masalah kualitatif dalam perusahaan.

Belajar dari kesalahan bank investasi yang menyebabkan terjadinya Krisis Keuangan Global pada tahun 2008, para investor harus mulai waspada apabila perusahaan menggunakan aset lancar untuk mendanai kewajiban jangka panjang mereka.

Pada kasus ini, laporan laba-rugi perusahaan mungkin akan menunjukkan betapa sehatnya kondisi keuangan internal, padahal nyatanya perusahaan bisa runtuh sewaktu-waktu.

Sebagai perbandingan atas laporan laba rugi, gunakan juga laporan arus kas untuk menilai kondisi internal perusahaan.

Pahami Siklus Pendapatan Perusahaan

Beberapa jenis perusahaan, khususnya yang bergerak di bidang ritel, umumnya harus melewati siklus tertentu dalam menghasilkan keuntungan. Misalnya, perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata akan dibanjiri peminat ketika mendekati musim liburan.

Oleh sebab itu, para investor juga dianjurkan untuk melakukan uji tuntas (due diligence) terhadap aktivitas operasional perusahaan. Hal ini akan membantu para investor untuk menemukan tanda-tanda kapan penjualan akan meningkat dan kapan kinerja perusahaan akan menurun secara siklis.

Evaluasi Uang Belanja Perusahaan

Perusahaan yang mengajukan permintaan investasi pada investor biasanya didasari atas kebutuhan pendanaan aktivitas operasional yang bersifat mendesak, misalnya untuk memproduksi dan memperkenalkan produk baru, atau mengakuisisi perusahaan yang dapat menghadirkan peluang baru.

Hal tersebut menunjukkan adanya prioritas penting yang harus dipenuhi oleh perusahaan melalui dana investasi yang diberikan oleh investor agar dapat tetap bertahan dalam jangka panjang.

Apabila perusahaan yang telah menerima dana investasi tidak segera membelanjakan uangnya, maka hal ini menjadi pertanda kemungkinan terjadinya value trap atau bad investment bagi investor.

Pangsa Pasar dan Pemangku Kepentingan

Persaingan yang semakin ketat berkat munculnya inovasi baru yang dibarengi dengan hadirnya pemain baru adalah hal yang normal terjadi dalam dunia bisnis. Justru di tengah situasi seperti ini, perusahaan harus lebih bersikap proaktif agar tidak terus kehilangan pangsa pasarnya.

Karena jika sebuah perusahaan sampai kehilangan pangsa pasar dan memiliki pertumbuhan yang lambat, maka prospek jangka panjangnya akan sangat mengkhawatirkan bagi investor. Bukannya menguntungkan, perusahaan seperti ini justru berpotensi menimbulkan risiko investasi.

Selain mempertahankan pangsa pasar, perusahaan juga harus pandai menggunakan dana investasi untuk mengatasi berbagai risiko yang mungkin timbul. Misalnya kebijakan Pemerintah yang mungkin berdampak terhadap prospek perusahaan dalam jangka panjang.

Kepemimpinan dan Visi Jangka Panjang Perusahaan

Kepemimpinan merupakan kunci penting dalam pencapaian visi jangka panjang perusahaan. Oleh sebab itu, para pemimpin perusahaan harus dapat memberikan arahan strategis serta melakukan evaluasi secara berkala untuk mendeteksi setiap celah yang mungkin dimanfaatkan oleh pesaing.

Namun, apabila masing-masing pemimpin perusahaan hanya fokus pada diri sendiri bahkan lebih dari itu, mengutamakan penghargaan atas jerih payahnya sendiri tanpa mementingkan kondisi perusahaan dalam jangka panjang, maka dapat menjadi red flag yang menjadi pertanda value trap.

Contoh Value Trap

contoh value trap

Dilansir dari Fool dan The Balance,  value trap pernah terjadi pada perusahaan F & B multinasional berinisial S.

Sebelum krisis moneter tahun 2008 – 2009, perusahaan ini memiliki laporan keuangan yang menakjubkan, begitupun nilai keuntungan yang diperoleh setelah dikurangi pajak (EAT). Hal ini menjadikan perusahaan S sebagai salah satu perusahaan dengan nilai saham yang banyak dipilih oleh investor untuk dibeli lantaran dinilai kuat secara finansial.

Sayangnya, gemilang nilai saham perusahaan tersebut tidak bertahan lama. Pada tahun 2008 ketika krisis moneter melanda seluruh dunia, perusahaan S, yang telah memompa keuntungan dan arus kas dalam jumlah besar, harus menelan kenyataan pahit.

Bagaimana tidak, saham yang mulanya berada pada titik USD 20 per lembar pada tahun 2006 langsung anjlok ke level terendah yakni pada titik USD 3,50 per lembar di tahun 2008, tidak lama sejak krisis moneter melanda.

Anjloknya harga saham perusahaan S pada masa itu tidak luput dari dugaan value trap yang ditandai dengan nilai price to earning ratio sebesar 50 dengan jumlah hutang jangka panjang yang tidak banyak.

Itu dia penjelasan mengenai pengertian value trap dan cara menghindarinya. Dari penjelasan di atas, pastinya kamu menyadari pentingnya riset dan ketelitian bagi investor agar tidak salah dalam memilih instrumen investasi yang tepat. Selain itu, hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah diversifikasi instrumen investasi untuk memperkecil risiko investasi.

Belakangan ini, minat masyarakat terhadap aset crypto sebagai instrumen investasi semakin besar. Wajar saja, mengingat harga berbagai aset crypto bisa meningkat hingga ratusan persen dalam waktu singkat.

Sebut saja, harga The Sandbox yang mengalami peningkatan hingga 142,68% dalam jangka waktu setahun per 2 Desember 2021 lalu.

Untuk kamu yang tertarik memulai investasi crypto, kamu bisa belajar crypto secara gratis di Pintu Akademi.  Selain itu, kamu juga bisa melakukan jual beli berbagai aset crypto di Pintu mulai dari Rp11.000 saja, lho!

Selamat berinvestasi dan trading!

Referensi:

Corporate Finance Institute, Value Trap. Diakses tanggal:29-12-2021

James Chen, Value Trap. Diakses tanggal:29-12-2021

Joshua Kennon, Value Traps and How to Avoid Them. Diakses tanggal:29-12-2021

Todd Wenning, Starbucks: Value or Value Trap? Diakses tanggal:29-12-2021

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset kripto menjadi tanggung jawab pembaca.

Cornelia Lyman
Author
Cornelia Lyman
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Lihat Artikel Lainnya ->