Growth Stock vs Value Stock: Contoh dan Cara Mengidentifikasi

Updated
February 23, 2022
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Growth Stock vs Value Stock: Contoh dan Cara Mengidentifikasi
Reading Time: 4 minutes

Dalam dunia saham, dikenal istilah value stock dan growth stock, yang mana pemilihannya sangat tergantung pada strategi investasi seseorang. Apa yang dimaksud dengan value stock dan growth stock? Apa saja perbedaan keduanya dan jenis saham mana yang harus kamu pilih? Simak selengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Value Stock?

apa itu value stock

Ketahui apa definisi dari value stock dan seperti apa contohnya, serta bagaimana cara mengidentifikasinya.

Pengertian Value Stock

Untuk memahami apa yang dimaksud dengan value stock, kita akan membahas terlebih dahulu tentang apa itu value investing. Pada dasarnya, value investing adalah kegiatan investasi saham yang dilakukan dengan tujuan jangka panjang.

Kegiatan ini dilakukan dengan cara membeli value stock dengan memperhitungkan nilai intrinsik yang diperoleh berdasarkan analisis kinerja perusahaan. Jika analisis tersebut benar, maka investor akan memperoleh pengembalian ketika harga saham mengalami kenaikan.

Nah, value stock adalah jenis saham yang diperdagangkan di pasar modal dengan harga relatif lebih rendah terhadap kinerja keuangan perusahaan yang tercermin pada aset, pendapatan, dividen, dan arus kas perusahaan.  Dengan kata lain, harga jual per lembar saham lebih rendah dibandingkan nilai intrinsik yang terkandung di dalamnya.

Baca juga: Bagaimana Nilai Intrinsik Bitcoin?

Cara Mengidentifikasi Value Stock

Untuk memudahkan investor dalam melakukan identifikasi, berikut ini kami bagikan beberapa ciri value stock sebagaimana dikutip dari Merrilledge.com.

  • Value stock memiliki nilai rasio price to earnings (P/E) yang sama atau lebih kecil daripada pasar. Hal ini menunjukkan bahwa harga saham relatif murah dengan kinerja lembar saham yang baik pula.
  • Harga value stock lebih rendah dibanding harga saham perusahaan di industri yang sama.
  • Tingkat laju atau pertumbuhan pendapatan lebih rendah dibanding harga saham perusahaan lainnya di pasar modal.
  • Mungkin terdapat risiko yang diakibatkan oleh memburuknya kinerja keuangan perusahaan.

Contoh Value Stock

Contoh saham value stock yang sempat booming pada bulan Juni 2019 lalu adalah ketika Bank of America Corporation (BAC), JPMorgan Chase & Co (JPM), Wells Fargo & Company (WFC) dan Citigroup, Inc. menjual saham mereka ke pasar modal dengan angka diskon yang cukup fantastis apabila dibandingkan dengan pendapatan mereka.

Saat itu, rasio price to earnings (P/E ratio) Citigroup, Inc. berada pada angka 9,67 padahal rata-rata perusahaan yang terdaftar di indeks S&P 500 memiliki rasio P/E senilai 19,12.

Apa itu Growth Stock?

apa itu growth stock

Setelah memahami apa itu value stock, kamu juga harus memahami tentang apa itu growth stock untuk bisa mengetahui perbedaan growth stock vs value stock.

Pengertian Growth Stock

Sesuai namanya, growth stock adalah jenis saham perusahaan yang diharapkan mampu mencapai tingkat pertumbuhan tertentu di atas rata-rata pertumbuhan pasar dalam kurun waktu yang telah ditetapkan.

Perusahaan yang menerbitkan growth stock umumnya tidak membayar dividen pada investor karena mereka menginvestasikan laba yang diperoleh untuk mempercepat pertumbuhan perusahaan dalam jangka pendek.

Para investor yang memilih growth stock sebagai instrumen investasi biasanya tidak mengharapkan keuntungan dari dividen melainkan capital gain atau kenaikan modal sebagai wujud pengembalian investasi di masa depan.

Capital gain atau kenaikan modal ini tidak dapat secara instan diperoleh investor. Biasanya capital gain muncul ketika perusahaan mengalami perkembangan yang tercermin dari adanya ekspansi. Oleh sebab itu, growth stock bisa dikategorikan sebagai investasi jangka panjang.

Selain sebagai instrumen investasi, growth stock juga menjadi alat yang digunakan oleh investor untuk melindungi nilai suatu komoditas dalam jangka panjang terhadap inflasi ekonomi. Peluang risiko terhadap growth stock umumnya muncul ketika terjadi efek bubble yang diakibatkan oleh kesalahan dalam pelaporan kinerja keuangan Perusahaan.

Baca juga: Apa Saja 5 Investasi Crypto Jangka Panjang Menurut Para Ahli?

Cara Identifikasi Growth Stock

Berikut ini adalah karakteristik growth stock yang perlu dipahami:

  • Growth stock yang diterbitkan oleh perusahaan biasanya memiliki rasio price-to-earnings (P/E) yang tinggi. Dengan berlandaskan pada hal ini, biasanya investor akan mengharapkan peningkatan capital gain di masa mendatang dibandingkan pembagian dividen
  • Perusahaan yang menerbitkan growth stock biasanya tidak akan membagi dividen atau membagi dividen dalam jumlah yang sangat rendah. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, pihak manajemen fokus menggunakan laba ditahan untuk kepentingan ekspansi perusahaan.
  • Perusahaan yang menerbitkan growth stock biasanya memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain di bidang industri yang sama. Keunggulan kompetitif inilah yang biasanya menjadi ujung tombak bagi perkembangan perusahaan.
  • Perusahaan yang menerbitkan growth stock pada umumnya akan fokus pada investor yang loyal terhadap pertumbuhan perusahaan.

Contoh Growth Stock

Perusahaan yang menerbitkan growth stock dan sukses mengembangkan perusahaan mereka dalam beberapa tahun terakhir diantaranya adalah Amazon.com Inc (AMZN), Apple Inc. (APPL), dan Netflix (NFLX).

Perbedaan Growth Stock vs Value Stock

Sekilas sering dianggap identik, growth stock dan value stock merupakan dua jenis instrumen investasi yang berbeda. Beberapa perbedaan antara growth stock dan value stock dapat terlihat dari beberapa poin berikut.

Harga Saham

Value stock merupakan jenis saham yang diperdagangkan dengan harga rendah di pasar modal. Harga value stock bahkan disebut-sebut jauh lebih rendah daripada nilai intrinsik yang tercermin dari kinerja perusahaan.

Sementara growth stock merupakan jenis saham yang diperdagangkan dengan harga tinggi di pasar modal karena dianggap memiliki peluang tinggi dalam melakukan ekspansi atau mencapai tingkat pertumbuhan tertentu.

Rasio Price-to-earnings (P/E Ratio)

Value stock memiliki rasio price-to-earnings yang bernilai sama atau lebih rendah daripada pasar yang menunjukan histori pendapatan yang baik untuk investor.  Sebaliknya, growth stock memiliki nilai rasio price-to-earnings yang biasanya lebih tinggi daripada pasar.

Pembagian Dividen

Perusahaan yang menerbitkan value stock umumnya membagi dividen dalam jumlah besar pada para investor. Sebaliknya, perusahaan yang menerbitkan growth stock biasanya tidak membagi dividen atau membagi dividen dalam jumlah yang sangat kecil pada investor.

Peluang Munculnya Risiko

Value stock tergolong jenis saham yang minim risiko. Sebaliknya growth stock memiliki berbagai unsur ketidakpastian yang tentu saja memiliki peluang risiko investasi lebih tinggi.

Jika ingin berinvestasi di dunia saham, memahami value stock, growth stock, serta perbedaan growth stock vs value stock sangatlah penting.

Selain saham, baru-baru ini investasi crypto juga semakin menarik minat masyarakat Indonesia maupun dunia. Jika kamu berniat untuk masuk ke dunia ini, kamu bisa menggunakan Pintu, aplikasi jual beli kripto yang telah terdaftar resmi di Bappebti.

Selain bisa membeli kripto, kamu juga dapat mengecek perubahan harga Bitcoin kapan saja lho. Pintu juga menyediakan Pintu Akademi, di mana kamu bisa belajar kripto secara mudah dan gratis.

Referensi:

Adam Hayes, Growth Stocks. Diakses tanggal: 22-01-2022

Anna-Louise Jackson, Growth vs. Value Investing: Understanding the Differences. Diakses tanggal: 22-01-2022

Corporate Finance Institute, Growth Stocks. Diakses tanggal: 22-01-2022

Groww, What is Growth Stocks? Diakses tanggal: 22-01-2022

Kat Tretina, Value Stocks: How To Invest In Undervalued Companies. Diakses tanggal: 22-01-2022

Niladri Mukerhjee, What is a value stock? Diakses tanggal: 22-01-2022

Tim Smith, Value Stock. Diakses tanggal: 22-01-2022

Cornelia Lyman
Author
Cornelia Lyman
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->