Penyebab Saham Undervalue yang Harus Kamu Tahu

Updated
December 24, 2021
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Penyebab Saham Undervalue yang Harus Kamu Tahu
Reading Time: 4 minutes

Saham menjadi salah satu instrumen investasi yang paling diminati saat ini. Biasanya para investor pemula akan mencari saham undervalue untuk dibeli karena lebih menguntungkan. Namun untuk menentukan apakah saham tersebut undervalue atau tidak dibutuhkan analisa yang cukup panjang. Analisis fundamental menjadi salah satu cara untuk mencari saham undervalue.

Pengertian Saham Undervalue

Dalam dunia investasi, undervalue berarti sebuah penjualan sekuritas atau suatu produk investasi dengan harga yang lebih rendah dari harga intrinsiknya. Yang mana nilai atau harga instrinsik bisa dibuat oleh suatu perusahaan berdasarkan cash flow. Jadi bisa disimpulkan jika barang undervalue berarti barang yang dijual lebih rendah dari harga pasar.

Sedangkan saham undervalue diartikan sebagai saham yang memiliki harga jual jauh lebih rendah atau lebih murah dari harga normal. Misalnya, sebuah perusahaan A yang bergerak di bidang kuliner mengeluarkan saham yang dijual Rp700 per lembar.

Padahal harga saham perusahaan kuliner di pasar modal dijual dengan harga Rp1.000. Sehingga perusahaan A tadi mengalami saham undervalue sebab harga sahamnya yang lebih rendah dari harga normal di pasar saham.

Kriteria Saham Undervalue

Menentukan sebuah saham termasuk ke kategori undervalue atau tidak memang tidak mudah. Namun kamu bisa melihat dari kriteria saham tersebut, adapun kriteria saham undervalue adalah:

1. Menghasilkan Laba Berturut-turut selama 10 Tahun

Perusahaan yang memiliki saham undervalue bukan berarti tidak menghasilkan laba sama sekali. Namun perusahaan tetap menghasilkan laba selama 10 tahun berturut-turut, baik dengan jumlah yang sama maupun lebih besar dan tidak ada catatan kerugian. Biasanya perusahaan dengan saham undervalue ini royal ke para investornya dalam pembagian dividen.

2. Kondisi Keuangan Dengan Rasio 2:1

Kriteria kedua perusahaan dengan saham undervalue adalah memiliki kondisi keuangan yang kuat dengan rasio minimal 2:1 serta utang jangka panjang tidak lebih besar jumlahnya dari aset lancar bersih milik perusahaan.

Selain itu, perusahaan juga harus mampu menjual saham minimal 1 triliun rupiah dalam satu tahun untuk perusahaan manufaktur. Sedangkan perusahaan jasa harus bisa menjual minimal 500 milyar dalam 1 tahun. Atau kamu juga bisa melihat indeks LQ45 untuk menentukan saham yang undervalue atau bukan.

Penyebab Saham Undervalue

penyebab saham undervalue

Saham undervalue disebabkan oleh beberapa hal berikut ini.

1. Minat Pasar Terhadap Suatu Barang

Biasanya saham perusahaan akan mengalami undervalue jika barang yang dijual oleh perusahaan tersebut tidak memiliki peminat yang banyak. Misalnya, perusahaan A yang bergerak di bidang kosmetik mengalami penurunan harga saham karena banyak orang yang memilih produk kosmetik lain.

Sehingga kosmetik perusahaan A jarang laku di pasaran atau bahkan tidak laku sama sekali. Dengan begitu maka para investor akan berpikir dua kali untuk membeli saham perusahaan A. Oleh karenanya harga saham perusahaan A menjadi lebih murah agar laku di pasar saham.

2. Kondisi Ekonomi Global

Penyebab saham undervalue berikutnya adalah kondisi perekonomian global. Misalnya ketika suatu negara sedang mengalami krisis moneter maka saham perusahaan dari negara tersebut tidak banyak dilirik oleh investor.

Alhasil harga sahamnya menjadi rendah karena jarang peminatnya. Indonesia sendiri pernah mengalami beberapa krisis global yang mempengaruhi pergerakan IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan.

3. Internal Perusahaan

Saham undervalue tidak hanya bisa disebabkan oleh faktor eksternal saja namun juga bisa disebabkan oleh kondisi internal sebuah perusahaan. Kondisi internal perusahaan seperti ketika perusahaan sedang mengalami kerugian.

Yang mana hal ini kemudian menjadi salah satu alasan perusahaan telat membagikan dividen kepada para investor. Jika hal ini terus terjadi dalam jangka panjang maka bisa saja para investor yang memegang saham perusahaan tersebut kemudian menjual saham mereka dengan harga yang rendah.

Cara Mengetahui Saham Undervalue

cara mengetahui saham undervalue

Selain mengenal kriteria saham undervalue, kamu juga bisa memakai cara mengetahui saham  undervalue seperti PER (Price Earnings Ratio) dan PBV (Price-to-Book Value). PER (Price Earnings Ratio) adalah perbandingan antara laba bersih perusahaan dengan harga saham perusahaan.

Sedangkan PBV (Price-to-Book Value) adalah rasio yang berfungsi sebagai pembanding antara nilai suatu saham di pasar saham dengan nilai buku per lembar saham. Ketika sebuah saham memiliki nilai PER dan PBV lebih tinggi maka saham tersebut mahal.

Namun jika nilai PER dan PBV lebih rendah maka saham tersebut dianggap lebih murah atau prospektif. Penilaian tinggi atau rendah sebuah paham dengan PER dan PBV tergantung pada sub sektor. Yang mana tidak semua jenis saham cocok dinilai menggunakan metode ini.

Cara Memilih Saham Undervalue

Setelah tahu bagaimana cara mengetahui saham undervalue, maka berikutnya kamu harus tahu cara memilih saham undervalue seperti:

1. Tentukan Sub-Sektor Saham

Langkah yang pertama adalah dengan menentukan sub-sektor saham yang akan kamu beli. Kamu juga bisa mempertimbangkan untuk membeli saham undervalue dengan peluang pertumbuhan bagus di ekonomi masa kini.

2. Riset Data

Setelah menentukan sub-sektor saham yang akan dibeli, maka selanjutnya adalah mengumpulkan data saham tentang pergerakan harga di semua emiten dalam sub sektor saham tersebut.

3. Bandingkan PER dan PBV

Langkah terakhir adalah dengan membandingkan PER dan PBV saham. Kamu bisa menggunakan hasil data yang sudah dikumpulkan lalu tentukan mana saham yang undervalue.

Jika kamu lebih tertarik di dunia crypto daripada saham maka kamu bisa coba untuk download aplikasi Pintu. Aplikasi ini menyajikan informasi lengkap seputar *crypto* dan kamu juga bisa belajar investasi dengan Pintu.

Referensi:

Investopedia, What Is Undervalued?. Diakses tanggal: 01-12-2021

Wikipedia, Undervalued Stock. Diakses tanggal: 01-12-2021

Vishnu, Undervalued. Diakses tanggal: 01-12-2021

Wildana Husada
Author
Wildana Husada
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Terbaru

Lihat Artikel Lainnya ->