Contoh Skala Prioritas dan Cara Membuatnya, Capai Financial Freedom!

Updated
September 26, 2022
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Contoh Skala Prioritas dan Cara Membuatnya, Capai Financial Freedom!
Reading Time: 4 minutes

Banyak hal yang mau dicapai, banyak pula pekerjaan yang harus diselesaikan. Sayangnya, manusia memiliki keterbatasan dan tidak mungkin bagimu untuk melakukan segalanya. Pertanyaannya, mana hal yang harus kamu lakukan dulu? Membuat skala prioritas adalah jawabannya. Simak contoh skala prioritas dan cara membuatnya dalam artikel berikut ini!

Pengertian Skala Prioritas

cara membuat skala prioritas

Apa itu skala prioritas? Pengertian skala prioritas adalah cara membuat daftar kegiatan menurut tingkat kepentingannya. Skala prioritas bisa digunakan untuk menyusun berbagai aktivitas. Sering kali digunakan untuk memisahkan prioritas pekerjaan karyawan, tapi bisa juga digunakan untuk mahasiswa, bahkan siswa biasa sekalipun.

Fungsi dan Tujuan Skala Prioritas

Manfaat skala prioritas adalah agar kamu bisa mengatur aktivitas secara runtut, sehingga bisa diselesaikan secara lebih cepat dan efektif. Dengan begitu, pekerjaan juga bisa diselesaikan dengan baik sesuai jadwal.

Dengan bantuan tabel skala prioritas, kamu jadi bisa mengerjakan tugas dari yang paling penting ke yang tingkat kepentingannya paling tidak mendesak.

Lalu, apa hubungan skala prioritas dengan financial freedom? Bila kamu mengerjakan tugas dengan lebih teratur, maka pekerjaan bisa selesai dengan lebih baik. Gol atau tujuan finansial kamu pun bisa lebih cepat dicapai, begitu pula apabila tujuan akhir kamu adalah untuk mencapai kebebasan finansial.

Cara Membuat Skala Prioritas

Untuk membuat skala prioritas yang baik, berikut beberapa langkah-langkah membuat skala prioritas yang bisa kamu ikuti.

Buat Daftar Berisi Semua Tugas

Untuk menetapkan skala prioritas yang baik, buat dulu daftar apa yang harus kamu lakukan. Pastikan untuk menulis semua tugas, bahkan yang paling ringan dan remeh sekalipun. Bagi yang bekerja seharian di kantor, kamu cukup menyusun daftar tugas di kantor saja. Namun bagi kamu yang menerapkan work-from-home, kamu juga bisa menyertakan pekerjaan harian yang harus dikerjakan di rumah.

Dengan mencatat semua tugas seperti ini, kamu bisa dengan mudah membagi-bagi urutan untuk mengerjakan tugas. Mana tugas yang paling penting berdasarkan tenggat waktunya, lama pengerjaannya, apa yang akan dicapai setelah menyelesaikannya, dan lain sebagainya.

Baca juga: 5 Cara Menghasilkan Uang dari Bitcoin, Bisa Dilakukan Siapa Saja!

Tentukan Target Jangka Panjang dan Pendek

Di sinilah, kamu perlu terlebih dahulu menentukan gol yang ingin kamu capai. Mengatur skala prioritas memang kesannya hanya berpengaruh pada manajemen waktu saja dan hanya berlaku untuk jangka pendek. Tapi sebenarnya, skala prioritas dapat membantumu mencapai gol jangka panjang. Jadi, pahami terlebih dahulu apa tujuan yang ingin kamu capai saat ini.

Tiap orang punya gol yang berbeda-beda. Misalnya ingin menyelesaikan proyek besar, ingin mendapatkan promosi jabatan, ingin berganti karier, hingga mencapai kebebasan finansial. Setelah tahu apa gol kamu, disarankan untuk membaginya menjadi gol yang lebih kecil. Dengan begitu, gol kamu akan menjadi lebih realistis dan mudah untuk dicapai.

Misalnya, tujuan dalam setahun bisa dibagi menjadi bulanan. Tujuan bulanan bisa dibagi menjadi mingguan. Dan akhirnya, gol mingguan bisa dipecah lagi menjadi gol harian. Dengan begitu, skala prioritas jadi lebih spesifik.

Baca juga: 7 Cara Membuat Uang Bekerja untuk Kita

Urutan Tugas Berdasarkan Tingkat Urgensinya

Semua tugas memang terasa penting. Tapi pasti ada yang tingkat urgensinya lebih tinggi. Misalnya saja, berdasarkan mana yang deadline-nya lebih dekat. Berdasarkan pertimbangan tersebut, tugas yang lebih dekat deadline-nya bisa lebih diprioritaskan.

Berdarkan tingkat urgensi sebuah tugas, kamu bisa membaginya menjadi 4 tingkat, yaitu:

apa itu Skala Prioritas
(binus.ac.id)
  • Urgent dan penting: tugas semacam ini harus diselesaikan lebih dulu.
  • Penting, tapi tidak urgent: siapkan waktu khusus untuk menyelesaikan tugas ini, tanpa interupsi.
  • Urgent, tapi tidak penting: sebisa mungkin delegasikan tugas pada orang lain yang kita percaya dan memang mampu mengerjakan tugas tersebut.
  • Tidak urgent dan tidak penting: hapus saja dari daftar tugas kamu.

Mulai Kerjakan Tugas Berdasarkan Tingkat Urgensi

Saat daftar skala prioritas sudah dibuat, kamu mungkin akan merasa tidak mungkin menyelesaikan semua pekerjaan tersebut dalam satu hari. Namun kuncinya adalah satu, mulai kerjakan! Jangan terlalu banyak berpikir karena pekerjaan tidak akan selesai dengan sendirinya.

Cara lain untuk membuat daftar jadi tidak terlalu membebani kamu adalah dengan mengerjakan dulu tugas yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Jadi, kamu bisa cepat mencoretnya dari daftar. Saat melihat daftar tugas yang makin menipis, ini bisa menambah semangat kamu untuk menyelesaikan sisa tugas lainnya.

Review dan Realistis

Untuk skala prioritas jangka panjang, perlu dilakukan review secara berkala. Apakah kamu bisa mencapai target yang ditentukan sejak awal? Apakah gol kamu realistis untuk dikejar sekarang, atau butuh waktu lebih panjang? Dengan melakukan review secara berkala, kamu juga bisa teringat lagi akan tujuan utama, sehingga bisa memotivasi kamu untuk mengejar target tersebut.

Setelah membuat daftar skala prioritas, kamu akan semakin menyadari bahwa ada tugas-tugas yang ternyata tidak terlalu penting. Ada juga yang tidak mendesak. Jadi sebenarnya, kamu tidak perlu terlalu memusingkan tugas ini dan bisa berfokus pada tugas yang benar-benar penting saja.

Contoh Skala Prioritas

daftar skala prioritas

Sebelum masuk ke contoh tabel skala prioritas, simak dulu berbagai metode penetapan skala prioritas berikut ini.

Metode Penetapan Skala Prioritas Berdasarkan Hasilnya

Usaha RendahUsaha Tinggi
Hasil BesarSegera selesaikanProyek besar
Hasil RendahBisa didelegasikanDelegasikan atau dihapus

Metode Penetapan Skala Prioritas Berdasarkan Eisenhower Matrix

UrgentTidak Urgent
PentingKerjakan Lebih DuluKerjakan Nanti
Tidak PentingDelegasikanDihapus dari daftar

Contoh Template Skala Prioritas

Urgent 1Urgent 2Urgent 3
Harus Dikerjakan
Perlu Dikerjakan
Kerjakan
Bisa Dikerjakan

Keterangan: Urgent 1 adalah yang paling mendesak, sedangkan Urgent 3 adalah yang paling tidak mendesak. Kolom “Bisa Dikerjakan” adalah tugas yang bisa didelegasikan pada orang lain yang bisa dipercaya.

Jadi sampai di sini, kamu sudah tau bukan apa itu skala prioritas dan pentingnya skala prioritas untuk mencapai tujuan finansial kamu hingga kebebasan finansial. Membuat skala prioritas adalah sebuah pilihan, tetapi bisa sangat membantu bila kamu melakukannya. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Investasi dapat menjadi salah satu aktivitas yang dapat membantu mencapai financial freedom. Kini, telah terdapat berbagai jenis investasi mulai dari saham, forex hingga crypto.

Bagi kamu yang masih pemula di bidang ini, kamu bisa belajar crypto secara gratis di Pintu Academy. Buat kamu yang ingin berinvestasi crypto secara mudah, Pintu juga menyediakan fitur Pintu Earn, di mana kamu bisa mendapatkan bonus APY tahunan hingga belasan persen, cukup dengan menyimpan sejumlah aset crypto kamu di Pintu Earn saja.

Download Pintu sekarang di App Store atau Play Store kamu masing-masing!

Referensi:

Caitlin Bishop. How to prioritize work when everything’s important. Diakses 13 September 2022

Jessica Greene. How to Prioritize When Everything Feels Important. Diakses 13 September 2022

Jory MacKay. The “Everything is Important” paradox: 9 practical methods for how to prioritize your work (and time). Diakses 13 September 2022

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->