Floating Rate Bond: Pengertian, Contoh dan Rumusnya

Updated
October 8, 2023
• Waktu baca 3 Menit
Gambar Floating Rate Bond: Pengertian, Contoh dan Rumusnya
Reading Time: 3 minutes

Apakah kamu pernah mendengar tentang floating rate bond dan penasaran bagaimana cara kerjanya di Indonesia? Instrumen investasi ini menawarkan peluang menarik bagi para investor. Yuk, selami lebih dalam mengenai floating rate bond dan temukan potensi keuntungannya bagi portofolio kamu!

Apa Itu Floating Rate Bond?

apa itu floating rate bond

Floating rate bond adalah obligasi tanpa suku bunga, yaitu jenis obligasi yang suku bunganya dapat berubah-ubah sesuai dengan indeks acuan tertentu. Berbeda dengan obligasi tetap, di mana suku bunga tetap selama periode tertentu, floating rate bond memberikan kesempatan bagi pemegang obligasi untuk mendapatkan imbal hasil yang berfluktuasi.

Dalam konteks Indonesia, floating rate bond biasanya dikaitkan dengan suku bunga acuan Bank Indonesia. Sebagai contoh, jika suku bunga acuan meningkat, maka suku bunga obligasi ini pun akan mengalami kenaikan. Hal ini memberikan peluang bagi investor untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan obligasi berbunga tetap.

Namun, tentu saja ada risiko yang harus diperhitungkan. Fluktuasi suku bunga dapat berdampak pada nilai pokok obligasi. Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai mekanisme dan risiko dari floating rate bond sangat diperlukan sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Baca juga: 5 Perbedaan Saham dan Obligasi, Sudah Tau?

Rumus dan Contoh Floating Rate Bond

rumus dan contoh floating rate bond

Rumus dasar dari floating rate bond adalah sebagai berikut.

Suku Bunga Floating Rate Bond = Suku Bunga Dasar + Margin

Dalam hal ini, suku bunga dasar biasanya diambil dari suku bunga acuan, dan margin merupakan tambahan yang ditetapkan oleh penerbit obligasi.

Sebagai contoh, misalkan suku bunga acuan Bank Indonesia adalah 5% dan margin yang ditetapkan oleh penerbit obligasi adalah 2%. Maka, suku bunga floating rate bond adalah 7%.

Kelebihan dan Kekurangan Floating Rate Bond

  • Kelebihan:
    1. Peluang Imbal Hasil Tinggi: Dengan suku bunga yang berfluktuasi, pemegang obligasi memiliki peluang untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi saat suku bunga acuan meningkat.
    2. Perlindungan dari Inflasi: Floating rate bond cenderung memberikan perlindungan terhadap inflasi karena suku bunganya beradaptasi dengan kondisi ekonomi saat ini.
    3. Likuiditas Tinggi: Di pasar sekunder, floating rate bond cenderung lebih likuid dibandingkan dengan obligasi berbunga tetap.
  • Kekurangan:
    1. Risiko Fluktuasi Suku Bunga: Suku bunga yang berubah-ubah dapat mempengaruhi nilai pokok obligasi.
    2. Kurangnya Kepastian Imbal Hasil: Meskipun memiliki potensi imbal hasil yang tinggi, namun tidak ada jaminan bahwa suku bunga akan selalu menguntungkan bagi pemegang obligasi.
    3. Kompleksitas: Memerlukan pemahaman yang mendalam dan analisis yang cermat sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Baca juga: Apa Itu Callable Bond vs Non-Callable Bond?

Floating rate bond menawarkan peluang menarik bagi para investor yang ingin mendiversifikasi portofolio mereka. Namun, seperti halnya instrumen investasi lainnya, ada baiknya untuk selalu melakukan penelitian dan konsultasi dengan ahli sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Buat kamu yang tertarik untuk memulai investasi crypto, download Pintu sekarang! Di Pintu, kami bisa berinvestasi secara mudah, kapan saja dan di mana saja, mulai dari Rp11.000!

Referensi:

Topik
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->