Pemula
Disertai Video

Apa itu Bitcoin? Cara Kerja, Membeli dan Legalitasnya

Update 1 Jun 2026 • Waktu Baca 8 Menit
Reading Time: 8 minutes

Bitcoin adalah mata uang digital terdesentralisasi yang diciptakan pada 2009 oleh Satoshi Nakamoto. Bitcoin tidak dikendalikan oleh bank atau pemerintah mana pun, dan bisa dikirim langsung antar-pengguna tanpa perantara. Dengan suplai yang dibatasi hanya 21 juta koin, Bitcoin merupakan aset crypto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia dan sering disebut “emas digital”. Artikel ini akan menjelaskan semuanya tentang Bitcoin, mulai dari definisi, cara kerja, potensi, dan risiko.

Ringkasan Artikel

  • 🔗 BTC atau Bitcoin adalah mata uang digital yang didistribusikan secara elektronik dan tidak dikeluarkan atau dikendalikan oleh pemerintah mana pun.
  • 👨‍💻 Perangkat lunak Bitcoin berbentuk open source, artinya siapa pun di seluruh dunia dapat menjalankan server Bitcoin dan berpartisipasi menjadi bagian dari jaringan. Selain itu, transaksi Bitcoin tidak membutuhkan pihak ketiga seperti bank yang berperan sebagai perantara. Semua aktivitas finansial yang menggunakan Bitcoin bersifat peer-to-peer dan diproses oleh teknologi yang disebut dengan blockchain.
  • 💰 Salah satu alasan mengapa Bitcoin berharga adalah Bitcoin memiliki jumlah suplai yang terbatas yaitu hanya 21 juta koin saja, sehingga menjadikannya sebagai aset yang langka.

Apa Itu Bitcoin?

Bitcoin adalah mata uang digital yang didistribusikan secara elektronik dan tidak dikeluarkan atau dikendalikan oleh pemerintah mana pun. Dijalankan oleh serangkaian komputer di seluruh dunia yang membentuk jaringan keuangan terdesentralisasi, Bitcoin dapat digunakan untuk menyimpan nilai dan dapat dikirim kapan pun ke siapa saja di mana saja. Perangkat lunak Bitcoin berbentuk open source, artinya siapa pun di seluruh dunia dapat menjalankan server Bitcoin dan berpartisipasi menjadi bagian dari jaringan.

Sejarah Bitcoin

Pada Oktober 2008, seseorang bernama Satoshi Nakamoto menerbitkan whitepaper Bitcoin berisi 8 halaman yang berjudul “Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System.” Tulisan ini dirilis ke dalam milis yang beranggotakan ahli kriptografi dan ilmu komputer. Seiring waktu, whitepaper Bitcoin semakin disebarkan dan mulai populer di industri ilmu komputer, terutama di kalangan Cypherpunks.

Jaringan Bitcoin kemudian diluncurkan pada 2009 sesuai dengan visi Satoshi dalam whitepaper Bitcoin. Pada tanggal 26 April 2011, Satoshi mengirimkan email kepada rekan-rekan sesama developer di komunitasnya, bahwa ia memutuskan untuk meninggalkan proyek Bitcoin dan menyerahkan kendali pengembangan kode dan jaringannya kepada sekelompok sukarelawan. Hingga saat ini, belum ada yang mengetahui siapa orang atau kelompok di balik nama Satoshi Nakamoto.

Kenapa Bitcoin Berharga?

Salah satu alasan mengapa Bitcoin berharga adalah Bitcoin memiliki jumlah suplai yang terbatas sehingga menjadikannya sebagai aset langka. Peredaran Bitcoin terjaga dengan adanya halving, yaitu proses pengurangan imbalan Bitcoin untuk penambang menjadi setengahnya yang dilakukan kurang lebih setiap 4 tahun sekali.

Salah satu alasan mengapa Bitcoin berharga adalah Bitcoin memiliki jumlah suplai yang terbatas sehingga menjadikannya sebagai aset langka.

Selain itu, teknologi blockchain memungkinkan Bitcoin digunakan tanpa perantara, tanpa dikendalikan oleh otoritas pusat, dan bersifat global. Bitcoin juga terdesentralisasi, yang berarti setiap orang dapat berpartisipasi menjadi bagian dari jaringan blockchain.

Baca juga: Beberapa Alasan Mengapa Aset Kripto Memiliki Nilai dan Berharga

Jaringan Bitcoin diamankan menggunakan metode kriptografi yang hingga kini belum pernah diretas, menjadikannya jaringan moneter teraman di dunia. Terakhir, persepsi publik terhadap Bitcoin menjadi hal penentu yang membentuk nilai intrinsik Bitcoin.

Fungsi Utama dan Kelebihan Bitcoin

  • 🌍 Borderless: Bitcoin dapat digunakan dimana saja tanpa dibatasi oleh negara. Ia adalah mata uang yang bersifat global, sama seperti dolar.
  • 📈 Jumlah yang terbatas: Jumlah suplai Bitcoin yang terbatas membuatnya memiliki nilai yang lebih tinggi daripada mata uang biasa.
  • ⛔ Tidak dikontrol pemerintah atau Bank: Kontrol Bitcoin sepenuhnya ada pada mereka yang menggunakannya tanpa ada campur tangan otoritas pusat.
  • 🔐 Keamanan transaksi: Jaringan blockchain Bitcoin belum pernah diretas karena keamanannya yang bersifat terdesentralisasi .
  • 🤼 Peer-to-peer: Sistem transaksi p2p memungkinkan semua transaksi Bitcoin dilakukan tanpa perantara yang membuat data pribadimu lebih terjaga.
  • 🪙 Emas digital: Bitcoin sering disebut sebagai emas digital karena ia bisa digunakan untuk menyimpan aset tanpa khawatir harganya hilang atau turun dalam jangka panjang.

Kekurangan Bitcoin

  • 🧐 Penggunaannya yang terbatas: Meskipun sudah ada sejak 2009, penggunaan Bitcoin dalam aktivitas sehari-hari masih sangat terbatas, terutama di Indonesia.
  • 📉 Volatilitas harga: Semua aset kripto memiliki harga yang sangat rentan naik-turun dalam jangka waktu pendek, terutama Bitcoin sebagai tolak ukur pasar kripto.
  • 🕵️ Rentan penipuan: Meskipun jaringan yang aman, pengguna Bitcoin sering mengalami banyak penipuan dan upaya peretasan melalui email dengan metode phishing.
  • ⚠️ Resiko tinggi: Sebagai teknologi baru, Bitcoin memiliki beberapa resiko tinggi seperti rugi karena harganya yang turun dan juga potensi kehilangan uang karena kecerobohan saat bertransaksi.

Bagaimana Cara Kerja Bitcoin?

Bitcoin menggunakan teknologi blockchain, sebuah buku kas digital yang mencatat dan memastikan semua transaksi Bitcoin aman dan tidak dapat diubah. Blockchain Bitcoin menyimpan catatan lengkap seluruh transaksi sejak pertama kali diciptakan, dan setiap orang yang mengakses jaringan memiliki salinan persis dari catatan tersebut di perangkat mereka.

Sumber: ResearchGate

Ketika seseorang melakukan transaksi Bitcoin, transaksi itu dikelompokkan ke dalam satu blok, disiarkan ke jaringan, lalu dikonfirmasi oleh serangkaian komputer di seluruh dunia yang disebut miner (penambang), proses yang disebut mining. Setiap blok terhubung satu sama lain seperti rantai, itulah sebabnya teknologi ini disebut blockchain. Untuk memverifikasi transaksi dan mencegah pengeluaran ganda, Bitcoin menggunakan proses proof-of-work, dan penambang yang berhasil memecahkan teka-teki matematikanya mendapat dua imbalan: biaya transaksi dan bitcoin baru.

Proses mining adalah satu-satunya cara menambah suplai bitcoin baru ke pasar. Menurut riset Precedence Research yang diperbarui Maret 2026, pasar cryptocurrency mining global bernilai sekitar $26,89 miliar pada 2025. Nilai ini diproyeksikan naik menjadi $31,76 miliar pada 2026, dan diperkirakan mencapai $62,29 miliar pada 2035 dengan CAGR 7,77%.

Baca artikel tentang Cara Kerja Mining Bitcoin, Jenis dan Keuntungannya di Pintu Academy!

Mengenal Bitcoin Halving

Halving adalah proses yang memastikan hanya akan ada 21 juta Bitcoin yang beredar di dunia. Setiap 4 tahun, imbalan bitcoin baru yang didapat penambang dipotong setengahnya. Saat Bitcoin dimulai pada 2009, penambang mendapat 50 BTC per blok. Pada halving Mei 2020, imbalan menjadi 6,25 BTC, dan halving terakhir pada April 2024 menguranginya lagi menjadi 3,125 BTC per blok.

Menurut CoinGecko, halving selanjutnya akan terjadi pada 13 April 2028 dan akan mengubah imbalan BTC ke miner menjadi 0,78125.

Baca artikel Apa Itu Bitcoin Halving? Ini Cara Kerja dan Siklus Waktunya di Pintu Academy!

Baca juga: Nilai Intrinsik Bitcoin

Faktor yang Mempengaruhi Harga Bitcoin

Harga Bitcoin bergerak berdasarkan penawaran dan permintaan. Dengan adanya halving dan mining, pasokan Bitcoin semakin terbatas sementara permintaan terus naik. Konsep inilah yang mendorong harga Bitcoin naik dari tahun ke tahun. Kamu bisa memantau harga Bitcoin hari ini secara real-time untuk melihat langsung pergerakan nilainya.

Setiap hari, orang di seluruh dunia membeli dan menjual Bitcoin melalui pertukaran kripto, menciptakan volatilitas harga karena pasar berjalan 24/7 tanpa henti. Selain itu, ada beberapa faktor utama lainnya yang turut menentukan pergerakan harga Bitcoin:

  • Likuiditas Global: Tingkat ketersediaan uang di pasar keuangan dunia sangat berdampak pada aset kripto. Ketika likuiditas melimpah (misalnya saat bank sentral melonggarkan kebijakan moneter), investor cenderung mencari aset berisiko dengan potensi imbal hasil tinggi, yang dapat mendorong harga Bitcoin naik.
  • Situasi Makroekonomi AS dan Global: Kondisi ekonomi secara umum, seperti tingkat suku bunga dari The Fed (bank sentral AS) dan angka inflasi, sangat memengaruhi sentimen investor. Suku bunga yang rendah biasanya menguntungkan Bitcoin, sementara suku bunga tinggi bisa menekan harganya karena investor lebih memilih instrumen yang lebih aman.
  • Aliran Dana Spot ETF: Persetujuan dan peluncuran Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot memungkinkan masuknya dana dari investor institusional berskala besar dengan lebih mudah. Aliran dana masuk (inflow) yang masif ke produk ETF ini menandakan tingginya permintaan yang dapat melambungkan harga, begitu pula sebaliknya jika terjadi aliran dana keluar (outflow).
  • Siklus Bull-Bear Bitcoin: Secara historis, Bitcoin bergerak dalam pola siklus pasar yang sering dikaitkan dengan peristiwa halving yang terjadi setiap empat tahun. Siklus ini terdiri dari fase bull market (tren kenaikan harga yang eksponensial) yang kemudian diikuti oleh fase bear market (periode koreksi atau penurunan harga yang memanjang).

Institusi dan Negara Mana yang Memiliki Bitcoin?

Selain investor ritel, sejumlah institusi dan negara kini menyimpan Bitcoin dalam jumlah besar. Berikut data kepemilikan Bitcoin oleh negara dan perusahaan publik terbesar per Juli 2026, menurut BitcoinTreasuries.net.

Top 5 negara pemegang Bitcoin terbesar:

  • Amerika Serikat: sekitar 328.372 BTC (± $21,12 miliar). Sebagian besar berasal dari penyitaan kasus kriminal.
  • China: sekitar 190.000 BTC (± $12,22 miliar), juga hasil sitaan penegakan hukum.
  • Inggris: sekitar 61.245 BTC (± $3,94 miliar).
  • Ukraina (kepemilikan pejabat publik): sekitar 46.351 BTC (± $2,98 miliar).
  • El Salvador: sekitar 7.723 BTC (± $497 juta). Satu-satunya negara yang menjadikan Bitcoin sebagai cadangan strategis resmi.

Total kepemilikan Bitcoin oleh negara-negara di dunia mencapai sekitar 649.971 BTC, atau sekitar 3,1% dari total suplai Bitcoin yang akan pernah ada (21 juta koin).

Top 5 perusahaan publik pemegang Bitcoin terbesar (Bitcoin Treasury Companies):

  • Strategy (dahulu MicroStrategy), di bawah Michael Saylor: sekitar 843.775 BTC, sekitar 4% dari total pasokan Bitcoin yang pernah ada.
  • Twenty One Capital (XXI): sekitar 43.514 BTC.
  • Metaplanet Inc. (Jepang): sekitar 43.000 BTC. Perusahaan ini tumbuh pesat dari kurang dari 100 BTC pada April 2024.
  • MARA Holdings, Inc.: sekitar 36.303 BTC.
  • Bitcoin Standard Treasury Co.: sekitar 30.021 BTC.

(Data kepemilikan Bitcoin bersifat dinamis dan dapat berubah setiap hari. Angka di atas adalah snapshot per Juli 2026 dari BitcoinTreasuries.net.)

Baca juga: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Crypto

Cara Membeli dan Menyimpan Bitcoin

Cara termudah untuk membeli Bitcoin adalah melalui pertukaran kripto seperti Pintu. Kamu bisa membeli Bitcoin dan cryptocurrency lainnya di Aplikasi Pintu, yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai amanat UU Nomor 4 Tahun 2023 (UU P2SK), sehingga aman digunakan. Pelajari cara membeli/menjual Bitcoin dan kripto lainnya di Pintu di sini.

Setelah membeli, kamu bisa menyimpan Bitcoin di Pintu untuk kenyamanan, atau di dompet seperti Electrum atau Blue Wallet, dan juga di dompet perangkat keras seperti Ledger atau Trezor. Satu hal yang perlu diingat: ketika kamu menyimpan Bitcoin sendiri, kamu bertanggung jawab penuh atas aset tersebut. Jika kamu kehilangan akses ke dompetmu, tidak ada layanan pelanggan yang bisa membantu.

Kesimpulan

Bitcoin tetap relevan sebagai instrumen investasi pada 2026: suplainya yang terbatas, jaringan yang belum pernah diretas, dan adopsi institusional yang terus bertumbuh lewat ETF dan treasury korporat menjadikannya aset dengan tesis jangka panjang yang kuat. Namun, ini bukan berarti Bitcoin bebas risiko. Volatilitas harga jangka pendek dan tanggung jawab penuh atas keamanan aset tetap menjadi pertimbangan utama sebelum membeli. Bagi investor yang mempertimbangkan Bitcoin untuk diversifikasi portofolio, fokusnya sebaiknya pada kelangkaan dan adopsi jangka panjang, bukan momentum harga jangka pendek.

Artikel ini bersifat edukasi dan bukan merupakan saran investasi. Harga aset crypto bersifat volatil dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selalu lakukan riset sendiri (DYOR) sebelum berinvestasi.

FaQ Seputar Bitcoin

Apakah aman berinvestasi Bitcoin?

Investasi Bitcoin itu aman, tapi karena transaksinya tidak dapat diubah, kamu sebagai investor harus bertanggung jawab penuh atas kepemilikan dan keamanan Bitcoinmu sendiri. Bitcoin cocok untuk diversifikasi portofolio karena sifatnya yang tahan sensor, terbatas, aman, dan terdesentralisasi.

Apakah sudah terlambat untuk membeli Bitcoin?

Belum terlambat. Kamu bisa membeli sebagian kecil Bitcoin yang disebut satoshi. Satu BTC setara 100.000.000 satoshi. Per 26 Juli 2026, dengan harga BTC sekitar $64.300 (sumber: Fortune), 1 USD setara sekitar 1.555 sats.

Berapa minimum untuk mulai investasi Bitcoin di Pintu?

Sangat terjangkau. Kamu bisa mulai investasi Bitcoin di Aplikasi Pintu dari Rp11.000 saja, jadi tidak perlu menunggu modal besar untuk mulai memiliki Bitcoin.

Apa bedanya Bitcoin dengan cryptocurrency lain?

Bitcoin adalah cryptocurrency pertama dan berfokus sebagai penyimpan nilai serta alat tukar peer-to-peer, dengan suplai tetap 21 juta koin. Banyak cryptocurrency lain (altcoin) dibangun untuk kasus penggunaan berbeda, seperti kontrak pintar atau aplikasi terdesentralisasi. Pelajari lebih lanjut soal jenis-jenis cryptocurrency di glosarium Pintu Academy.

Bagaimana cara mengamankan Bitcoin yang saya miliki?

Simpan di Aplikasi Pintu untuk kenyamanan, atau gunakan dompet pribadi seperti Electrum, Blue Wallet, Ledger, atau Trezor. Ingat, kamu bertanggung jawab penuh atas keamanan Bitcoin yang kamu simpan sendiri.

Jangan lupa join Telegram Channel dan Telegram Grup Pintu untuk mengetahui update terbaru, dan baca Pintu News untuk berita crypto terbaru.

Referensi

  • Precedence Research. Cryptocurrency Mining Market, diperbarui 23 Maret 2026.
  • Fortune. Current price of Bitcoin, 26 Juli 2026.
  • CoinGlass dan Newhedge. US Spot Bitcoin ETF AUM Tracker, akhir Juli 2026.
  • Bitget News / CryptoBriefing. BlackRock Bitcoin ETF AUM (2026).
  • BitcoinTreasuries.net. Data kepemilikan Bitcoin oleh negara dan Top 100 Public Bitcoin Treasury Companies, Juli 2026.
  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pengalihan pengawasan aset crypto berdasarkan UU Nomor 4 Tahun 2023 (UU P2SK) dan PP Nomor 49 Tahun 2024.
  • Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50 Tahun 2025 tentang perpajakan aset crypto.

Bagikan

Lihat Aset di Artikel Ini

Token Image
BTC
->
Token Image

Harga Bitcoin (24 Jam)

Rp 0

Kapitalisasi Pasar

-

Volume Global (24 Jam)

-

Suplai yang Beredar

-