Definisi Open Finance: Apa itu Open Finance, Kenapa Begitu Penting?

Updated
June 9, 2022
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Definisi Open Finance: Apa itu Open Finance, Kenapa Begitu Penting?
Reading Time: 4 minutes

Saat ini, istilah open finance telah semakin populer dikenal oleh masyarakat dalam dunia perbankan. Open finance atau pembiayaan terbuka dikatakan sebagai kelanjutan dari open banking (perbankan terbuka). Penerapan teknologi ini dipercaya dapat mendorong kemajuan industri perbankan di tanah air. Nah, pada artikel ini, Pintu akan membahas mengenai pengertian, perkembangan, hingga contoh open finance. Berikut ini penjelasan selengkapnya.

Apa itu Open Finance?

Open finance merupakan sistem pemindahan data yang memungkinkan pengguna untuk berbagi data keuangan mereka dengan pihak ketiga. Dengan kata lain, open finance ini dapat memungkinkan seseorang untuk berbagi informasi perbankan mereka dengan pihak ketiga melalui Application Programming Interfaces (API).

Seluruh data keuangan seperti tabungan, pensiun, asuransi, hipotek, hingga kredit konsumen bisa dibuka ke API pihak ketiga yang terpecaya jika kamu setuju. Dalam hal ini, open banking telah memungkinkan untuk membuat situs web dan aplikasi yang diatur.

Situs web dan aplikasi tersebut digunakan untuk mengakses data transaksi dari rekening bank dan layanan pembayaran. Sehingga kamu bisa memindahkan, mengelola ataupun menghasilkan banyak uang.

Jadi, di bawah open finance ini seperti bank, perusahaan asuransi dan perusahaan investasi akan berkedudukan sebagai penyedia data yang memakai API untuk mengumpulkan dan memindahkan atau berbagi data pribadi.

Kemudian penyedia pihak ketiga, perusahaan asuransi berbasis teknologi (insurtek) atau financial technologi (fintech) dapat bertindak sebagai konsumen data yang mengakses data pelanggan. Hal ini tentunya harus sesuai dengan persetujuan pelanggan yang terkait untuk menawarkan saran tentang layanan terbaik.

Perbedaan Open Finance dan Open Banking

Mungkin banyak dari kamu yang masih bingung terkait perbedaan antara open finance dan open banking. Oleh karena itu, berikut ini perbedaan open finance dan open banking yang perlu kamu ketahui:

Open Banking

  • Penyedia API hanya terdapat pada bank
  • Mengenai kepemilikan dan kontrol data, bank yang akan memutuskan informasi apa yang dapat dibagikan
  • Terkait regulasi hukumnya, open banking relative telah diatur oleh petunjuk layanan pembayaran atau PSD2
  • Terkait kontrak, open banking ini tidak membutuhkan adanya kontrak antara penyedia API dengan klien

Open Finance

  • Selain bank, organisasi keuangan lainnya bisa menjadi penyedia API
  • Terkait kepemilikan dan kontrol data, pelanggan atau konsumen yang akan memutuskan informasi apa yang dapat dibagikan
  • Terkait regulasi hukumnya, hingga saat ini masih belum ada peraturan hukum mengenai open finance
  • Terkait kontrak, open finance membutuhkan adanya perjanjian kontrak antara penyedia API dengan klien

Baca juga: Growth Stock vs Value Stock: Contoh dan Cara Mengidentifikasi

Open Finance di Indonesia Saat Ini

open finance adalah

Indonesia termasuk ke dalam salah satu negara yang memiliki ekonomi digital dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia. Selama pandemi Covid-19, tercatat sekitar 80% orang Indonesia membeli barang atau jasa secara online. Akan tetapi, infrastruktur pembayaran digital Indonesia yang masih kurang baik menjadi penghambat.

Misal, berdasarkan laporan McKinsey 2018, telah memperkirakan pasar e-commerce Indonesia menghasilkan kurang lebih USD 8 miliar di mana dengan potensi dapat mencapai 40 miliar dolar di tahun 2023. Akan tetapi, sekitar 40% dari transaksi jual beli online tersebut masih dibayar menggunakan uang tunai atau transfer bank.

Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur pembayaran digital masih belum mengimbangi pertumbuhan kebutuhan pembayaran secara digital pula. Inilah yang kemudian memberikan peluang kepada open finance untuk mengubah infrastruktur pembayaran di Indonesia.

Keuntungan Open Finance bagi Konsumen

Dengan adanya open finance (pembiayaan terbuka), tentu akan mendorong terjadinya hubungan antara penyedia pihak ketiga dengan industri keuangan yang secara tradisional tertutup. Jika kamu seorang konsumen, maka kamu akan memperoleh akses yang lebih mudah ke data keuanganmu.

Selain itu, kamu juga dapat belajar lebih banyak tentang keuanganmu. Akses ke lebih banyak informasi ini tentunya akan mengarah kepada keputusan keuangan yang lebih baik.

Dengan transparansi open finance, kamu sebagai konsumen juga bisa mengontrol dengan lebih baik atas keuangan. Pasalnya, open finance ini menjadi solusi menuju data terbuka.

Dengan kata lain, setiap orang bisa memilih siapa saja yang bisa mengakses data mereka. Sehingga konsumen dapat mendapatkan gambaran yang lebih jelas dan sepenuhnya mengenai jejak finansial mereka. Dengan terus mengontrol finansial digital tersebut, konsumen juga bisa meningkatkan kesejahteraan finansialnya dan mempercepat tercapainya inklusi keuangan.

Keuntungan Open Finance bagi Perusahaan Financial Technologi (Fintech)

Dengan open finance ini, perusahaan finansial berbasis teknologi juga dapat menawarkan proses pendaftaran yang sudah diisi secara individu kepada setiap calon konsumen. Hal ini tentunya akan mengurangi terjadinya perselisihan dengan tujuan untuk orientasi dan meningkatkan pengalaman konsumen menjadi lebih baik.

Tidak hanya itu, open finance ini juga dapat membantu perusahan fintech dalam meminimalisir biaya operasional dan risiko. Pasalnya, dengan mengakses data finansial konsumen, perusahaan menjadi lebih memahami kedudukan finansial kliennya dan meningkatkan pendapatan perusahaan.

Open finance membantu perusahaan dalam meningkatkan akses ke data pengguna. tujuannya yaitu untuk mengembangkan proses berbasis data serta menawarkan solusi terbaik yang disesuaikan untuk konsumen.

Baca juga: Redemption: Waktu Terbaik Menjual Saham

Contoh Penerapan Open Finance

penerapan open finance

Saat ini, banyak orang yang sudah memanfaatkan layanan teknologi digital seperti dompet digital ataupun pinjaman secara peer-to-peer (P2P) untuk memenuhi kebutuhan finansialnya. Selain itu, terdapat lebih dari 450 perusahaan fintech yang berlisensi di Indonesia.

Akan tetapi, masih banyak data pelanggan mereka yang disimpan dalam suatu tempat khusus dan tidak dipertukarkan. Inilah yang akhirnya menimbulkan masalah cukup signifikan baik itu bagi perusahaan maupun konsumen.

Hal ini dikarenakan konsumen tidak mempunyai informasi penting dan dibutuhkan untuk meyakinkan perusahaan pinjaman dalam memberikan pinjaman kepada mereka. sehingga kesenjangan finansial pun terbentuk karena konsumen tidak mampu mengakses produk finansial dengan tepat.

Inilah yang kemudian open finance hadir untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dengan open finance ini, konsumen dan perusahaan dapat mengakses data mereka secara aman dan memperoleh riwayat keuangan lebih jelas dan terbuka.

Penutup

Selain Open Finance yang mengharapkan distribusi data secara terbuka, kamu juga perlu memahami keuangan terdesentralisasi yang ditawarkan oleh kripto. Cara termudah untuk memahami konsep terdesentralisasi adalah dengan terjun langsung ke dunia Kripto. Pintu hadir untuk membantumu mengakuisisi aset kripto hanya dengan Rp11.000 saja. Dengan begitu kamu bisa belajar keuangan terdesentralisasi sekaligus mendapatkan profit dari kegiatan tradingdan investasi.

Referensi:

Info Plse, Open Finance, diakses tanggal 9 April 2022

technation.io, Open Finance, diakses tanggal 9 April 2022

Tink, what is open finance, diakses tanggal 9 April 2022

Wildana Husada
Author
Wildana Husada
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->