5 Perbedaan Biaya dan Beban dalam Akuntansi

Updated
June 24, 2022
‚ÄĘ Waktu baca 4 Menit
Gambar 5 Perbedaan Biaya dan Beban dalam Akuntansi
Reading Time: 4 minutes

Dalam akuntansi, terdapat istilah beban dan biaya yang seringkali tertukar satu sama lain padahal sebenarnya berbeda. Dalam artikel ini, akan dibahas lengkap mengenai perbedaan antara biaya dan beban dalam akuntansi.

Pengertian

contoh biaya dan beban

Secara umum, biaya dalam akuntansi adalah jumlah yang dibelanjakan untuk mendapatkan aset tetap atau untuk membuat aset (dengan biaya dibayar di muka).

Sedangkan beban dalam akuntansi adalah pengeluaran yang dibelanjakan secara teratur untuk menjaga keberlangsungan bisnis dan memastikan mengalirnya pendapatan.

Sementara itu, perbedaan biaya dan beban menurut PSAK adalah beban dinyatakan sebagai beban yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan yang biasa. Sementara, biaya merupakan jumlah kas yang dibayarkan untuk mendapatkan aset pada saat perolehan.

Secara umum, biaya terbagi menjadi 2 jenis, yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap tidak berubah dalam jangka pendek, meskipun terjadi perubahan di dalam bisnis.

Sedangkan biaya variabel berbeda-beda di tiap bisnis, jadi jumlahnya pun berbeda-beda. Dunia bisnis cenderung sangat fluktuatif, jadi pasti ada perbedaan meski dalam jangka pendek.

Baca juga: Apa itu Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan Jenis-Jenisnya?

Posisinya di Dalam Laporan Keuangan

Beda biaya dan beban terlihat pada laporan keuangan. Meski sama-sama merupakan pengeluaran, namun penempatannya dalam laporan keuangan ternyata berbeda. Oleh karena itu, dalam akuntansi, biaya dan beban bedanya sangat jelas.

Biaya akan dicatat dalam bagian aset di laporan keuangan. Hal ini karena biaya dianggap sebagai bentuk investasi dan diperlukan untuk kelanjutan bisnis dan mendatangkan keuntungan di masa depan.

Sedangkan, beban akan masuk ke laporan laba rugi di akhir tahun. Beban harus dihitung dan digunakan di periode saat beban dibayarkan. Jadi beban akan langsung berpengaruh pada margin keuntungan perusahaan di periode tersebut.

Tujuan Pengeluaran Biaya dan Beban

Perbedaan biaya dan beban juga bisa kamu lihat dari tujuan pengeluarannya. Biaya dikeluarkan dengan tujuan untuk membeli atau menambah aset demi keberlangsungan usaha di masa depan.

Sedangkan beban dikeluarkan dengan tujuan untuk mendapatkan pemasukan dari aset yang sudah dibeli. Beban termasuk biaya pemeliharaan dan perawatan (maintenance) dari properti yang dibeli.

Dampak Biaya dan Beban

dampak biaya dan beban pada bisnis

Dampak Biaya dan Beban pada Sebuah Bisnis

Biaya akan mempengaruhi struktur modal, jika asetnya berupa aset tidak lancar. Aset tidak lancar sendiri terbagi menjadi 3 yaitu:

  • Aset tak berwujud seperti hak dagang, hak cipta, hak paten, franchise, dan lain sebagainya.
  • Investasi jangka panjang, misalnya seperti akuisisi entitas bisnis tertentu.
  • Aset tetap, contohnya lahan, properti untuk gedung kantor, mobil operasional, dan mesin produksi.

Sebaliknya, beban adalah pengeluaran yang tidak memiliki dampak pada struktur modal sebuah perusahaan. Jadi kalau dibuat diagram, beban tidak masuk ke dalam struktur modal. Sedangkan untuk rasio likuiditas, biaya bisa mempengaruhinya. Sementara beban juga tidak memiliki dampak pada rasio likuiditas.

Dampak Biaya dan Beban pada Profitabilitas Perusahaan

Biaya tidak memiliki dampak langsung pada profitabilitas perusahaan. Karena pengeluaran ini lebih ditujukan pada keuntungan jangka panjang. Berbeda dengan beban yang memiliki dampak langsung pada profitabilitas perusahaan di periode tertentu.

Hal ini sesuai dengan yang disebutkan dalam situs wallstreetmojo tentang perbedaan pengertian biaya dan beban. Di situ, disebutkan bahwa beban adalah jumlah yang harus dibayarkan untuk memperoleh aset. Sementara biaya adalah jumlah yang harus dibayarkan secara teratur untuk operasional bisnis demi mendapatkan pendapatan.

Contoh Biaya dan Beban

Untuk bisa lebih memahami tentang perbedaan biaya dan beban dalam akuntansi, simak contoh biaya dan beban berikut ini.

Contoh Biaya

  • Aset tidak tetap seperti hak cipta, hak paten, franchise, dan hak dagang.
  • Aset tetap seperti properti untuk gedung perusahaan, pabrik, gudang, kendaraan operasional, mobil kantor, dan lain sebagainya.

Contoh Beban

Pada dasarnya, beban berfungsi agar perusahaan bisa mendapat pemasukan dan menjaga keberlangsungan sebuah usaha. Agar usaha bisa berjalan lancar, berikut beberapa contoh beban yang dikeluarkan perusahaan.

  • Pengeluaran untuk pembuatan produk
  • Pengeluaran untuk perbaikan dan perawatan mesin produksi, mobil dan alat transportasi lainnya untuk operasional perusahaan
  • Pengeluaran untuk sewa, misalnya sewa gudang, sewa mesin, dan lain sebagainya.
  • Pengeluaran untuk utilitas seperti AC, pencahayaan, air, dan lain sebagainya
  • Upah, gaji, komisi, dan tenaga kerja lainnya

Beban pun dapat dibagi lagi menjadi beban operasional dan beban non-operasional.

Contoh Beban Operasional

Beban operasional adalah pengeluaran yang harus dibuat untuk keberlangsungan atau operasional sebuah usaha. Beberapa contoh beban operasional adalah sebagai berikut.

  • Biaya pemasaran sebuah produk
  • Biaya advertising atau mengiklankan sebuah produk agar bisa diketahui banyak calon konsumen di luar sana
  • Biaya promosi yang bentuknya bisa beragam, misalnya membuat acara bazar di pasar, datang ke sekolah-sekolah, memasukkan produk atau menjadi endorse untuk acara atau media influencer, dan lain sebagainya
  • Administrasi kantor, seperti pajak properti, biaya asuransi, biaya hukum, suplai perusahaan, dan masih banyak lagi

Contoh Beban Non-Operasional

Kebalikan dari beban operasional, beban non-operasional bukanlah beban yang dikeluarkan untuk jalannya operasional sebuah perusahaan. Berikut beberapa contoh beban non-operasional.

  • Beban sewa, bisa sewa dalam bentuk apa saja. Misalnya properti, alat transportasi, atau mesin dari pihak lain.
  • Beban bunga, biasanya saat perusahaan meminjam dana ke pihak lain, jadi harus membayar beban bunganya sesuai dengan perjanjian sebelumnya.
  • Kerugian perusahaan juga termasuk ke dalam beban non-operasional. Misalnya saat perusahaan harus menjual aset mereka yang sebelumnya adalah objek usaha perusahaan tersebut.

Itu dia penjelasan lengkap mengenai perbedaan biaya dan beban dalam akuntansi. Semoga informasi ini bermanfaat!

Untuk kamu yang ingin memperoleh informasi lainnya mengenai ekonomi, investasi, crypto atau lainnya, kunjungi Pintu Blog.

Pintu adalah aplikasi crypto Indonesia yang telah terdaftar resmi di Bappebti. Di Pintu, kamu bisa berinvestasi mulai dari Rp11.000 saja! Pintu juga menyediakan berbagai fitur yang bisa memudahkan investasi kamu, di antaranya:

  • Pintu Akademi, pusat belajar crypto dari awal meliputi strategi trading, dasar-dasar crypto, belajar NFT, dan lain sebagainya.
  • Pintu Earn, fitur khusus Pintu di mana kamu bisa earn crypto secara mudah dengan bunga capai 4%/tahun cukup dengan menyimpan aset kamu di dompet Earn.
  • PTU Staking, staking crypto aset PTU untuk mendukung ekosistem Pintu sekaligus memperoleh berbagai keuntungan seperti bonus komisi Referral Pintu dan keuntungan lainnya.

Download Pintu sekarang!

Referensi:

Indeed Editorial Team. Costs vs Expenses: Definitions and Examples. Diakses tanggal 16 Mei 2022.

Jean Murray. Cost vs. Expense ‚Äď What is the Difference?. Diakses tanggal 16 Mei 2022.

Madhuri Thakur. Difference Between Cost and Expense. Diakses tanggal 16 Mei 2022.

Cornelia Lyman
Author
Cornelia Lyman
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->