Lengkap, Ini Perbedaan Utang Wesel Berbunga dan Tidak Berbunga

Updated
May 17, 2022
• Waktu baca 3 Menit
Gambar Lengkap, Ini Perbedaan Utang Wesel Berbunga dan Tidak Berbunga
Reading Time: 3 minutes

Sebelumnya, telah dibahas mengenai pengertian dan karakteristik utang wesel jangka panjang dan pendek. Dalam artikel ini, akan dibahas mengenai perbedaan utang wesel berbunga dan tidak berbunga. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa itu Utang Wesel Berbunga?

Pengertian Utang Wesel Berbunga

Interest bearing note atau utang wesel berbunga adalah utang wesel jangka panjang yang dilampiri kupon tertentu. Jadi pihak penerima pinjaman nantinya harus mengembalikan dana sesuai dengan tingkat kupon tersebut hingga pada masa jatuh tempo.

Sedangkan bunga pinjaman tercermin dalam bentuk persentase dan dibayarkan berdasarkan pada nilai nominal wesel. Bunga pinjaman dapat dibayarkan setiap bulan, per kuartal, per semester, atau sebagaimana ditentukan dalam notes payable.

Karakteristik Utang Wesel Berbunga

Utang wesel berbunga (interest bearing note) memiliki beberapa karakteristik, di antaranya sebagai berikut.

  1. Diterbitkan sesuai dengan nilai nominal yang tertera pada wesel
  2. Berisi kewajiban penerima dana untuk mengembalikan dana sesuai dengan tingkat kupon tertentu yang telah disepakati hingga pada saat jatuh tempo pembayaran
  3. Beban bunga diakui dan dicatat secara periodik dengan cara mengalikan nilai nominal dengan tingkat kupon pembayaran
  4. Utang wesel berbunga menyebabkan adanya aliran kas keluar secara rutin sesuai dengan periode tertentu dan hal ini berdampak pada rendahnya risiko piutang tak tertagih bagi investor atau pemberi pinjaman
  5. Bagi perusahaan yang menerbitkan utang wesel berbunga, jenis ini dipilih apabila mereka mampu membayar angsuran secara rutin selama periode tertentu

Contoh Utang Wesel Berbunga

Pada tanggal 5 Januari 2021, PT. ABCD meminjam dana sebesar Rp500 juta pada Bank XYZ dengan tingkat kupon 9% per tahun dan pembayaran akan dicicil selama 5 tahun setiap akhir tahun.

Berdasarkan aktivitas tersebut, tiap tanggal 31 Desember 2021 selama 5 tahun, jumlah utang wesel yang harus dibayar oleh PT. ABCD adalah sebesar: Rp500.000.000 x 9% = 45.000.000. Dalam laporan akuntansi, jumlah tersebut dicatat sebagai beban bunga.

Sedangkan pada tanggal 31 Desember 2025 saat hutang jatuh tempo, maka jumlah yang harus dibayarkan terdiri dari beban bunga sebesar Rp45 juta dan pokok pinjaman senilai Rp500 juta. .

Apa itu Utang Wesel Tidak Berbunga?

Pengertian Utang Wesel Tidak Berbunga

Zero interest bearing note atau utang wesel tidak berbunga adalah jenis utang wesel jangka panjang yang tidak dilampiri kupon pembayaran tertentu, sehingga pihak penerima pinjaman tidak harus mengembalikan dana secara periodik dalam jumlah tertentu. Utang wesel tidak berbunga ini juga dikenal sebagai zero coupon bonds.

Karena pembayarannya tidak dilakukan secara periodik, maka utang wesel tidak berbunga biasanya diterbitkan dengan harga nominal yang telah dikenakan diskon serta jangka waktu pembayaran yang sifatnya fixed atau tetap.

Saat jatuh tempo pembayaran tiba, maka penerima pinjaman harus mengembalikan dana atau pokok pinjaman sesuai dengan harga diskon yang sudah disepakati.

Cara Menghitung Utang Wesel Tidak Berbunga

Harga diskon ini biasanya dihitung dengan rumus berikut.

cara menghitung utang wesel tidak berbunga

Dalam rumus tersebut, i merupakan tingkat suku bunga dan n merupakan jangka waktu pembayaran.

Karakteristik Utang Wesel Tidak Berbunga

Utang wesel tidak berbunga (zero interest bearing note) memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut.

  1. Diterbitkan pada harga nominal yang telah didiskon pada tingkat suku bunga tertentu
  2. Berisi kewajiban penerima dana untuk membayar kembali sesuai dengan harga nominal yang telah didiskon pada saat jatuh tempo pembayaran
  3. Perbedaan antara face value dan harga yang diterbitkan nantinya akan dicatat sebagai diskon pada saat pelunasan dan diamortisasi
  4. Tidak ada pembayaran secara periodik pada jumlah tertentu sehingga berdampak pada tingginya risiko di sisi investor
  5. Bagi perusahaan penerbit, utang wesel tidak berbunga ini dapat menjadi alternatif untuk mengurangi beban bunga dalam satu periode akuntansi

Contoh Utang Wesel Tidak Berbunga

PT. ABCD menandatangani utang wesel tidak berbunga (zero interest bearing note) dengan Bank XYZ atas pinjaman dana sebesar Rp100 juta selama 10 tahun. Jika effective yield rate adalah sebesar 12%, maka berikut ini merupakan nilai utang wesel yang harus dibayarkan saat jatuh tempo:

contoh utang wesel tidak berbunga

Nah, itu dia penjelasan lengkap mengenai perbedaan utang wesel berbunga dan utang tidak berbunga. Tidak terlalu sulit dipahami, bukan?

Temukan informasi lainnya seputar akuntansi, ekonomi dan investasi di Pintu Blog. Selain itu, terdapat juga Pintu Akademi, di mana kamu bisa belajar crypto dan belajar NFT untuk pemula secara mudah.

Pintu adalah aplikasi jual beli crypto yang telah terdaftar resmi di Bappebti, di mana kamu bisa berinvestasi mulai dari Rp11.000 saja. Download Pintu sekarang!

Referensi:

Contracts Counsel, Note Payable. Diakses tanggal: 22-01-2022

Go Cardless, What is notes payable? Diakses tanggal: 22-01-2022

Indeed Editorial Team, What Is Notes Payable? Diakses tanggal: 22-01-2022

Terms Compared, Interest bearing vs zero interest bearing note. Diakses tanggal: 22-01-2022

Terms Compared, Short term vs long term notes payable. Diakses tanggal: 22-01-2022

Cornelia Lyman
Author
Cornelia Lyman
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->