Sistem Pemrosesan Transaksi: Pengertian, Fungsi, dan Karakteristiknya

Updated
December 28, 2022
• Waktu baca 4 Menit
Gambar Sistem Pemrosesan Transaksi: Pengertian, Fungsi, dan Karakteristiknya
Reading Time: 4 minutes

Dalam perusahaan besar, ada ratusan, ribuan atau bahkan jutaan transaksi terjadi tiap harinya. Jika harus melakukan pengecekan dan pencatatan secara manual untuk setiap transaksi, tentu akan sangat tidak efektif. Beruntung ada yang namanya Sistem Pemrosesan Transaksi. Artikel kali ini akan membahas lengkap tentang apa itu sistem pemrosesan transaksi mulai dari pengertian hingga fungsinya. Simak selengkapnya berikut ini!

Apa itu Sistem Pemrosesan Transaksi?

fungsi sistem pemrosesan transaksi

Sistem pemrosesan transaksi adalah sistem pemrosesan informasi untuk transaksi bisnis mulai dari pengumpulan, modifikasi, dan pengambilan semua data transaksi. Selain dikenal dengan nama Transaction Processing System (TPS), sistem pemrosesan transaksi sering disebut pula sebagai pemrosesan real-time.

Sistem ini umum dipakai dalam kegiatan bisnis untuk mencatat transaksi rutin harian. Misalnya, memproses pembayaran gaji karyawan, pembelian atau transaksi dengan pelanggan, hingga menghasilkan invoice. Cara kerja sistem pemrosesan transaksi adalah dengan mengolah sejumlah data transaksi bisnis dan kemudian menghasilkan informasi keuangan yang dapat dimanfaatkan.

Baca juga: Bagaimana Cara Melakukan Ekspansi Bisnis?

Karakteristik Sistem Pemrosesan Transaksi

Untuk bisa dikatakan sebagai sistem pemrosesan transaksi, ada beberapa karakteristik yang harus dimiliki. Beberapa karakteristik sistem pemrosesan transaksi adalah cepat, handal, menggunakan prosedur standar, dan terkontrol. Tujuan utama sistem pemrosesan transaksi adalah memproses transaksi bisnis secara real-time dan mendukung fungsionalitas bisnis.

Sistem ini digunakan oleh hampir semua sektor bisnis yang menggunakan transaksi online, misalnya pemesanan tiket pesawat, belanja online, penjualan tiket untuk konser atau film dan masih banyak lagi.

Fungsi Sistem Pemrosesan Transaksi

Sebelumnya, sudah sedikit disinggung bahwa sistem pemrosesan transaksi berguna untuk melacak arus transaksi. Berikut beberapa fungsi sistem pemrosesan transaksi dan penjelasan lengkapnya.

1. Mencatat Setiap Transaksi

Fungsi mendasar dari sistem pemrosesan transaksi adalah mencatat setiap transaksi. Setiap transaksi yang terjadi akan dicatat secara detail dengan menggunakan sistem ini. Tidak hanya sebatas jual-beli, namun juga adanya berbagai perubahan data. Contohnya saja, perubahan harga jual barang yang juga akan direkam dalam sistem ini.

2. Mengolah Database

Kegiatan rutin perusahaan seperti transaksi misalnya harus didukung dengan database. Database ini berisikan daftar barang, harga, waktu transaksi, dan sebagainya. Hadirnya sistem pemrosesan transaksi akan membantumu mengolah database tersebut.

Mulai dari mengumpulkan, mengolah, sampai memperbaharui semua bisa dilakukan dengan sistem ini. Tentu saja hal ini sangat berguna untuk mendukung performa kinerja perusahaan.

3. Meningkatkan Performa Kinerja

Sistem pemrosesan transaksi juga berguna untuk meningkatkan performa kinerja perusahaan. Kinerja serta layanan perusahaan yang meningkat bisa berujung pada naiknya tingkat kepuasan pelanggan.

Hadirnya sistem satu ini akan membuat pencatatan transaksi hingga mengeluarkan invoice lebih cepat. Hal inilah yang membuat performa kinerja dan layanan usaha lebih meningkat.

Baca juga: Penting, Ini Pengertian Bisnis Plan dan Cara Membuatnya!

Tiga Siklus Sistem Pemrosesan Transaksi

Sistem pemrosesan transaksi ini memiliki 3 siklus, yaitu:

1. Siklus Pengeluaran

Siklus ini mencakup pemerolehan bahan baku, properti, serta tenaga kerja, melalui pertukaran dengan kas. Siklus pengeluaran ditunjang oleh beberapa sistem berikut ini.

  • Sistem pembelian (kebutuhan untuk memperoleh persediaan fisik seperti bahan baku. Pemesanan ke pemasok dan saat barang diterima juga masuk ke sistem ini)
  • Sistem Pengeluaran Kas (sistem pengeluaran kas mengotorisasi pembayaran, mengeluarkan dana ke supplier, serta mencatat transaksi dengan menguras kas dan akun utang)
  • Sistem Penggajian (mengumpulkan data penggunaan tenaga kerja, menghitung gaji, serta mengeluarkan cek pembayaran gaji)
  • Sistem Aktiva Tetap (memproses transaksi yang ada kaitannya dengan akuisisi, pemeliharaan, serta pelepasan aset tetap)

2. Siklus Konversi

Siklus yang memiliki dua subsistem utama, yakni sistem produksi dan akuntansi biaya. Sistem produksi berarti perencanaan, penjadwalan yang berkaitan dengan produksi. Sedangkan sistem akuntansi biaya berarti memantau arus informasi biaya yang ada kaitannya dengan produksi.

3. Siklus Pendapatan

Siklus pendapatan merupakan siklus yang berisikan penjualan tunai, kredit, serta penerimaan kas. Proses tersebut berlangsung setelah jual-beli.

Jenis-Jenis Sistem Pemrosesan Transaksi

Sementara itu, sistem pemrosesan transaksi juga dibagi ke beberapa jenis, yaitu:

1. Sistem Pemrosesan Transaksi Batch

Jenis sistem pemrosesan transaksi ini memiliki cara kerja mengumpulkan transaksi dalam batch. Maksudnya, transaksi akan dikumpulkan sebagai batch atau bagian. Fungsinya, agar proses pemrosesan lebih cepat dan ekonomis.

Metode ini merupakan salah satu metode yang paling umum dipakai. Apalagi jika penggunaan pemrosesan secara real-time tidak memungkinkan.

2. Sistem Pemrosesan Transaksi Real-time

Jenis sistem pemrosesan ini bekerja dengan memproses data secara langsung. Konfirmasi instan dari sebuah transaksi akan diberikan. Selain itu, sistem satu ini akan melibatkan banyak pengguna secara bersamaan.

Cara kerjanya dengan mengandalkan kemajuan teknologi yang ada. Seperti menggunakan transmisi data serta bandwith yang lebih besar. Kelebihan lain dari sistem ini adalah kamu juga bisa mendapatkan pembaruan secara real-time.

Contoh Sistem Pemrosesan Transaksi

contoh sistem pemrosesan transaksi

Untuk bisa lebih apa itu sistem pemrosesan transaksi termasuk fungsinya, simak beberapa contoh sistem pemrosesan transaksi berikut ini.

1. Sistem reservasi (jenis sistem pemrosesan transaksi real-time)

Sistem ini dipakai untuk semua jenis bisnis yang melibatkan penyisihan produk. Contohnya, reservasi tiket kereta, tiket konser, dan sejenisnya. Sistem ini memerlukan waktu respon yang stabil karena berkaitan dengan kepuasan pelanggan.

2. Sistem pinjaman perpustakaan (jenis sistem pemrosesan transaksi real-time)

Berguna untuk melacak item yang dipinjam secara real-time. Saat ini, juga sudah ada barcode untuk kartu pengguna perpustakaan. Data buku dan peminjam semua tercatat di database, mirip seperti sistem reservasi.

3. Pembuatan tagihan (jenis sistem pemrosesan transaksi batch)

Tersedia faktur kepada pelanggan untuk barang dan jasa yang disediakan. Selain itu, pengguna dapat mengatur waktu pemrosesan secara efektif, serta dilakukan berkelompok.

4. Transaksi penjualan kartu kredit (jenis sistem pemrosesan transaksi batch)

Cara kerja sistem pemrosesan ini mulai dari pencetakan kartu pelanggan yang diambil pada slip kredit. Setelah itu, diisi oleh petugas bank dan tidak langsung diproses. Pengguna kartu kredit bisa melihat transaksi secara real-time, tetapi pembaharuannya masih bersifat batch.

Itu dia penjelasan lengkap tentang apa itu sistem pemrosesan transaksi hingga contohnya. Sistem pemrosesan transaksi memang sangat penting dalam meningkatkan pelayanan bisnis. Oleh karena itu, pastikan mengadopsi sistem yang sesuai jenisnya dengan usaha yang dimiliki, agar pelayanan semakin optimal. Semoga informasi ini bermanfaat!

Kamu bisa menemukan informasi lainnya seputar finansial dan akuntansi di Pintu Blog. Buat kamu yang ingin belajar tentang crypto, salah satu aset yang tengah diminati masyarakat luas saat ini, kunjungi Pintu Academy.

Di Pintu, kamu dapat berinvestasi secara mudah dan aman mulai dari Rp11.000 saja, lho! Download Pintu sekarang di sini!

Referensi:

Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->